Ilhamzada Profile picture
Co-Founder @fantasista_id || Founder https://t.co/zoy3x4Ijq7 || Author of Pesta, Bola, dan Cerveja & Romantika Sepakbola || https://t.co/RNNEPKOvfk

Aug 18, 2019, 21 tweets

Thread ttg Candra Wahyudi dan Nanang Prianto

Tentu jamaah twiteriyah, terutama Bonek, udah mafhum ya dg Candra Out dan Nanang Out.

Soal kinerja mereka, monggo teman2 evaluasi sendiri. Saya mau cerita ttg mereka secara personal

Begini....

Saya janji akan mencoba berlaku adil. Kalo belum adil, maka maaf saya bukan malaikat. Kalo ternyata sangat tidak adil, mungkin setan dalam diri saya coba mengganggu 😎

Kita mulai dg Candra. Di banyak akun medsos, paling ramai bahas tulisannya soal klub rival dan membeli alas kaki. Juga KTP nya yg Malang dan pernah pakai topi Arema.

Tulisan dulu deh. Di tulisan itu ada pertanyaan, dia punya klub rival, didatangi store nya dan bukan beli syal Jersey dll, melainkan alas kaki. Trus ada yg coba sok mengartikan klub rival itu klub ijo. Hmmm

Begini, sebelum pembaca JP baca tulisan itu, saya termasuk orang pertama yg membacanya. Kami sempat membicarakan garis besar idenya. Dan seingat saya dimuat di halaman yg jadi tanggung jawab saya.

Banyak yg mengira atau menyeret seolah alas kaki yg dibeli itu alas kaki klub Persebaya. Benarkah? Setahu saya enggak. Saya berani bilang begitu karena belasan tahun saya bekerja bersama dia. Dan tahu klub idolanya.

Setau saya ini soal pengalaman di Roma. Kami sama2 pernah ke sana dan meliput. Bedanya dia hampir setahun di kota itu, saya sejenak. Dan dia Romanisti garis keras. Dan alas kaki ya dibeli punya Lazio lah 😅

Saya setelah baca tulisan itu saya tanya, emang gak ada keset tah? Kan lebih ekstrim. Ga onok, jawabnya. Untung saya gak usul beli Jersey trus dijadikan keset. Maafkan saya Laziale. Maaf 🙏

Beres ya urusan tulisan. Skr urusan KTP. Sama seperti saya, Candra lulusan univ di malang. Pernah tinggal di Malang. Wajar KTP Malang. Toh saya org Kupang tapi KTP Mojokerto. Dia asli Bojonegoro dan Boromania.

Oh ya soal topi. Tahun tepatnya itu 2008 saat final Champions di Moskow. Dan saat itu, status dia adalah Pemred Radar Malang. Sepulang dari Moskow, Candra balik ke Jawa pos dan mengepalai Sportainment.

Jadi silakan simpulkan sendiri, tapi bagi saya. Kritik lah kinerjanya. Persoalankan kinerjanya. Sebab, secara integritas, saya mengenal dia belasan tahun, jadi saya bisa berani simpulkan dia sudah hijau skr.

Lalu gimana dg Nanang. Saya agak bingung ketika kinerjanya dipersoalkan. Tugas utamanya di Persebaya apa ya

Soal lahir di Malang, wah itu urusan Tuhan bung. Saya ogah ikut gugat. Soal Persebaya, saya ingat betul keputusan dia untuk lebih memberitakan Persebaya 1927 sbg yg bener, bukan DU.

Itu bukan kebijakan yg gampang loh. Duet dia dan Alek sbg pengambil kebijakan dan pelaksana kebijakan, jadi sasaran teror loh. Tapi, dia tetap meyakinkan semua org baik atasan atau bawahannya, bahwa 1927 yg asli.

Karena kebijakan dia itu, dampaknya salah satu adalah jp tidak dapat akreditasi Piala Dunia 2014 dan kebetulan saya yg berangkat. Tanpa akreditasi itu kerugian yg amat besar dan bisa ancam karir Nanang Lo. Tapi tetep nekat.

Ok dia lahir di malang, orang malang, tapi saya belasan tahun bekerja profesional dg dia. Saya paham integritas dia dan kapasitas dia. Jadi, klo pertanyakan dia dari sisi personal, kurang pas. Soal kinerja silakan.

Nah, setelah saya bikin ini, mungkin ada yg bisa bilang. Iya aja, la wong koncone, ya dibela. Maaf tunggu dulu, saya jelaskan di bawah ini.

Saya dilaporkan ke Polresta Surabaya terkait pencemaran nama baik dan UU ITE, oleh klub Persebaya. Dan atas nama Candra Wahyudi selaku pelapor

Saya berurusan dg dewan pers terkait pemberitaan Persebaya, dan yg saling hadapan dg saya di sana Nanang Prianto. Dan dia memberi kesaksian yg menghabisi keputusan kami di jp soal berita Persebaya.

Kalo saya mau berlaku tidak adil, ngapain saya bela mereka yg terhitung seret saya ke Polresta dan dewan pers. Baik secara pribadi maupun lembaga.

Udah jelas ya. Saya coba berlaku adil. Itu saja. Saya coba cerita yg saya tahu. Demikian, saya mohon maaf bila ada yg tak berkenan. Suwun (ham)

Share this Scrolly Tale with your friends.

A Scrolly Tale is a new way to read Twitter threads with a more visually immersive experience.
Discover more beautiful Scrolly Tales like this.

Keep scrolling