Pernyataan "negara adalah saya" memicu konflik vertikal, pernyataan "agama adalah saya" menyalakan konflik horizontal. Lebih dalam lukanya, lebih susah sembuhnya
Ribuan tahun konflik atas nama dogma agama (apapun), gak kelar2 sampai sekarang. Juga pantiklah konflik receh antara kamu dgn rivalmu u/ berrrebut pacar. Tuangkan bumbu agama, akan cepat lepas kontrol & membakar seluruh desa, kota dan...😥😥
Sebagian besar orang memeluk agama (atau berpolitik) dgn niat baik. Soalnya: dlm sejarah #sapiens jauh lebih sedikit orang mati dibunuh krn niat jahat perampok & pencemburu budak cinta. Berjuta kali lebih banyak orang mati krn niat2 baik yg saling berkelahi
Apakah Niat Baik itu salah? Tidak. Ia cuma tidak cukup. Seperti juga punya payudara, alat kelamin, pusar dll itu baik. Bahkan indah. Tapi ia perlu baju. Baju bagi masyarakat adalah Etika Hidup Bersama
Niat baik adalah pengalaman Orang Pertama (subyektif), bagian dr Kesadaran yg masih jd misteri tergelap #Neurosains Komputasional sekalipun. Kita cuma tahu bahwa gen kita itu egois. Butuh sistem altruis (tempat saling mengasihi) u/ kelestarian spesies kita
Hanya krn kau meyakini bahwa egoisme dgn mengejek itu bagian dr iman atau meyakini bahwa dgn berserah diri rela diejek jg bagian dr imanmu, tak boleh kalian atas nama iman kalian menghalangi sistem sosial altruis bekerja. Lewat hukum atau etika!
Dan ada 3 cara sederhana untuk membangun etika (jika hukum tak memadai): Berterimakasih, Antri atau MEMINTA MAAF..Jika ini pun kau tak bisa, maka (terlepas sebaik apapun niatmu), hadirmu dalam masyarakat cuma merusak kelestarian hidup bersama spesies kita
Share this Scrolly Tale with your friends.
A Scrolly Tale is a new way to read Twitter threads with a more visually immersive experience.
Discover more beautiful Scrolly Tales like this.
