Papua, oh Papua
Baru-baru ini banyak sekali masalah yang terjadi, salah satunya konflik di Papua, dimulai dari beberapa masalah di minggu-minggu lalu, hingga kini mungkin atau hampir semua orang juga sudah banyak mengetahuinya.
jadi ini hanya sekedar pendapat saya
Kenapa Papua sering sekali ribut untuk merdeka? banyak sekali faktor-faktor dan tentu sejarah adalah hal yang paling utama, sama seperti Timor Leste, mengapa demikian?
Saya bukanlah ahli sejarah, tetapi saya pikir tidak salah untuk mengemukakan pendapat saya,
ini bisa jadi catatan cerita saya, cerita yang suatu saat kelak akan saya baca dikemudian hari. Kembali lagi dalam sejarah, pertama kali dalam sejarah Indonesia, ingatkah, bahwa belanda datang ke Indonesia mendarat di Banten tahun 1596, kala itu dipimpin oleh Cornelis de Houtman
Awalnya datang dengan bertujuan dagang, tapi kita belum tau bahwa waktu itu eropa lagi di masa namanya revolusi, bangsa-bangsa eropa, Inggris, Portugal, Spanyol dan Prancis serta lainnya berlomba-lomba mencari sumberdaya baru untuk kekuatan baru yang tidak dimiliki di Eropa
Bertahun-tahun bahkan ratusan tahun Belanda, hingga bangkrutnya VOC adalah saksi bisu sejarah bangsa Indonesia dan Belanda di Nusantara ini, tapi tahukah anda bahwa kenapa si waktu Belanda di Indonesia tidak diserang sama bangsa eropa lainnya? atau perang antar bangsa Eropa?
ada tapi jarang, karena bangsa Belanda dan bangsa Eropa lainnya punya semacam perjanjian antara negara-negara mereka, oleh sebab itu maka adem-adem ayam saja Belanda di Indonesia tanpa diganggu oleh Inggris, Portugal, Spanyol. Padahal Kalimantan Bagian Utara ada bangsa Inggris
di bagian selatan pulau Nusa Tenggara ada bangsa Portugal. Perang hanya terjadi antara pribumi Indonesia bersama orang-orang Eropa. Kalian tau perjanjian antara Spanyol dan Portugal? Perjanjian Saragosa?
Itu adalah perjanjian yang tercipta ketika kedua bangsa tersebut bertemu
The Treaty of Zaragoza lahir ktika 22 April 1529, antra João III dari Portugal dan Karl V dari Spanyol di Aragon Zaragoza, yang dimna isi prjnjian tersbt adlh mngnai msalh wlayh di Asia, khususnya di Maluku. Intinya itu adlh perjanjian wilayah, dan ad bnyk skli prjanjian sprti it
Itulah kenapa jarang sekali bangsa" lain bermasalah di Nusantara ini, yang ada adalah pribumi sesama pribumi ataupun pribumi dan bangsa Eropa. kalau diceritakan tentu akan sangat panjang sekali, jadi kita langsung saja menuju 1940an ketika mulainya perang dunia kedua
Tahun 1942 ketika pertama kalinya ketika Jepang memulai invasi ke Asia Tenggara, dan tidak sampai 4 bulan sdh msuk ke Jawa. Belanda di bombardir oleh Jepang, saat itulah terjadi perang Pasific di Indonesia dan penjajahan yang kejam pun terjadi, dan lagi-lagi sejarah cukup berbeda
Sebelumnya tahun 1824, Belanda dan Inggris sepakat untuk membagi dua papua, yang dimana Papua Indonesia saat ini milik Belanda dan Papua New Guinea milik Inggris, permasalahanpun tidak hanya terjadi hingga kemerdekaan Indonesia saja, tetapi masih hingga belasan tahun kita merdeka
17 Agustus 1945, pemerintah Indonesia mengumumkan kemerdekaannya, dikala itu sebenarnya Indonesia harusnya merdeka tanggal 15 Agustus 1945. wah kenapa? nanti saja bahas ini ya.
Ketika merdeka, Indonesia terdiri dari 8 Provinsi, masih ingat pelajaran sejarah? ayo buka diingat lgi
Inilah 8 daerah atau provinsi ketika Indonesia merdeka,
Sumatera, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Maluku, Sulawesi,dan Kalimantan.
Bangsa Indonesia ingin semua wilayah kedudukan Belanda menjadi bagian Indonesia di Nusantara ini
Boleh search aja di google 8 Provinsi Indonesia, atau Provinsi di awal kemerdekaan Indonesia, cari berdasarkan image.. hasil yang akan ditemui adalah seperti ini
Ini adalah gambaran provinsi Indonesia ketika merdeka, Papua dan Timor Leste bukanlah bagian dari Indonesia
Kok bisa skrang Indonesia?, nah inilah sejarah yg tdk semua orang tau. Indonesia tau, bahwa Papua itu hrus mnjdi bgian dri NKRI, mka diadakan KMB dan slh satu poinnya adlh
"Masalah Irian Barat akan diadakan perundingan lagi dalam waktu 1 tahun setelah pengakuan kedaulatan RIS."
Hingga Tahun 1960 pun, Papua belum bagian NKRI. Ketika itu, dilaksakannyalah operasi Trikora, yaitu dari tahun 1961-1962 upayanya adalah untuk mengabungkan Papua Barat menjadi bagian Indonesia,dan tercapai hingga puncaknya Papua Barat baru menjadi bagian Indonesia tahun 1969.
Tahun 1969 Resmi Papua menjadi bagian dari Indonesia, ketika itu melalui New York Agreement yaitu perjanjian atau semacamnya yang menyatakan bahwa Papua Barat adalah bagian dari Indonesia, perlu digaris bawahi sejarah New York Agreement ini. Proses New York Agreement ini ckp pjng
mulai dari pemenuhan Act For Free Choice atau penentuan pendapat rakyat. Tapi thukh kmu bhwa Act For Free kala itu tidak benar-benar dipilih oleh rakyat mahalan hanya diwakilkan saja, wah kok bisa? Kala itu, penduduk yang tinggal diPapua sekitar 815.904 orang, dipilih 1026 orang
yang dimana 400 menwakili etnis, 360 wilayah, 266 dari berbagai suku, hasilnya ya pasti setuju karena itu adalah orang" pilihan. Persetujuan dilakukan oleh 80 anggota PBB, mengakui secara de facto Papua mnjadi bgian dri NKRI. Pemilihan org trsbut pun dicurigai dan dinilai sepihak
menurut seorang jurnalis asal Australia, menyatakan 1026 orang yang dipilih itu mengalami pemeresaan dan ancaman oleh Indonesia. Pemaksaan yang dimaksudkan adalah mereka harus mau untuk menjadi bagian dari Indonesia, maka tidak heran jika banyak yang mengatakan bahwa,
"Act of Free Choice" dikritik sebagai "Act of no Choice". Itulah faktanya, karena tidak semua orang papua melakukan pilihan bebas tersebut.
1.024 : 815.904 adalah angka yang sangat jauh, maka tidak heran untuk refrendum sebenarnya tidak bisa diwakilkan. Beberapa orang
bahkan mencurigai jika pemungutan suara tersebut saja dilakukan apakah benar Indonesia akan memiliki Papua?.
Sejarah kenapa Belanda belum mau menyerahkan Belanda ketika kemerdekaan, karena Belanda tidak ingin Papua menjadi bagian Indonesia karena faktor budaya yang sangat berbda
di Tahun 1998, seorang Uskup Agung dan beberapa aktivis meminta PBB melakukan validasi terhadap hasil Act of Free Choice belm ada kbar, thn 2018 ad seorang warga yang secara diam" mengajukan petisi kemerdekaan yang sudah ditanda tangani lebih dari 1.8jt penduduk asli Papua ke PBB
Konflik terus berlanjut, nyawa demi nyawa melayang, seperti kita yang dulu berjuang untuk hak kemerdekaan, maka tidak heran, jika mereka menuntut yang mungkin seharusnya milik mereka, ataupun kita yang tidak pernah tau apa yang ada dibalik sejarah panjang negara kita ini.
Itu adalah sebagian kecil cerita mengenai permasalahan yang terjadi, semoga pendapat ini cukup membuka wawasan, mari kita budayakan baca dan berkomentar positif. Ini bukan untuk memprovokasi, hanya sekedar berbagi cerita. Semoga cerita ini akan dapat saya baca dikemudian hari
Share this Scrolly Tale with your friends.
A Scrolly Tale is a new way to read Twitter threads with a more visually immersive experience.
Discover more beautiful Scrolly Tales like this.
