Pada segmen #StockAsyik kali ini, mimin ingin berbagi terkait istilah-istilah di laporan keuangan yang bisa jadi indikator untuk memilih saham berfundamental bagus namun masih undervalued. Like & RT ya gans!!!
(A thread)
Asset: Harta. Seluruh kekayaan yg dimiliki perusahaan. Misal: gedung, mesin produksi, dll
Liabilities: Beban atau bisa disebut juga hutang. Menyatakan berapa banyak hutang yg dimiliki perusahaan
Equity: Modal. Nilai bersih dari perusahaan
Persamaan dasar akutansi
H=U+M
Makin besar equity, makin tinggi nilai perusahaan tsb
DER: Debt to Equity Ratio. Perbandingan antara Utang dan Modal.
DER>1 Utang lebih besar dari modal. (Warning)
DER<1 Utang lebih kecil dari modal. (Keuangan perusahaan sehat)
DER minus artinya equity minus. Utangnya lebih besar dari asset. (JGN SENTUH PERUSAHAAN INI)
PBV: Price to Book Value. Perbandingan antara harga per lembar saham dan book value(equity) per lembar saham.
PBV<1: harga saham lebih kecil dari nilai perusahaan (harga saham murah)
PBV>1: harga saham lebih mahal dari nilai perusahaannya
PBV bisa jadi salah satu indikator untuk membeli saham. Kalo pbv < 1, saham itu sudah murah. Namun, lihat juga ROE nya.
ROE: Return on Equity. Tingkat pengembalian modal. Makin tinggi ROE, perusahaan itu makin bagus
Kalo kamu punya usaha yg sudah untung rata-rata misalkan 20%/tahun dari modal kamu, apakah kamu akan jual usaha kamu seharga modalnya (PBV=1)? Tentu saja tidak. Oleh karena itu, PBV lebih dari 1 bisa disebut murah, kalau ROE juga tinggi
EPS: Earning per Share, perbandingan antara net income dan jumlah saham.
PER: Price Earning Ratio, perbandingan harga saham dan EPS. Makin kecil PER, makin murah harga saham, vice versa. PER IHSG ada di kisaran 10-15x
PER secara kasar juga bisa sebagai dilihat sebagai titik break even. Misal PER, 10x berarti investasimu (pembelian saham) baru akan kembali 10 tahun
Lanjut, sambil makan siang
Dividen: bagi hasil, keuntungan perusahaan yang dibagikan kepada investor
DPR : Dividen Payout Ratio, perbandingan antara dividen dan EPS (earning per share). Misal, EPS = Rp 100. Dividen=Rp 50/lembar saham. Maka, DPR = 50%
Dividen Yield: perbandingan antara dividen dgn harga saham. Misal, harga saham X Rp 2000/lembar, dividen Rp 50/lembar, maka dividen yield 2.5%
Di Indonesia, ada beberapa perusahaan yg sering membagikan dividen jumbo. DPR bisa mencapai 90% serta dividen yield di atas 10%. Contohnya: ITMG, PTBA
DPR besar belum tentu dividen yieldnya besar lhooo. Contoh UNVR. UNVR selalu membagikan hampir 100% keuntungannya dalam bentuk dividen (DPR 100%). Tapi dividen yieldnya hanya 2-3%
Menurut kamu, apakah UNVR kemahalan?
Lanjut tentang laporan keuangan.
Laporan keuangan yg dikeluarkan perusahaan biasanya terdiri dari beberapa laporan kecil, antara lain: Laporan Laba Rugi, Laporan Posisi Keuangan, Laporan Arus Kas, Laporan Perubahan Modal
Laporan Laba-Rugi : laporan yg menyajikan ringkasan pendapatan dan biaya untuk menunjukkan profitabilitas (seberapa untung/rugi) perusahaan pada suatu periode
Pendapatan usaha: seluruh pendapatan perusahaan yg didapatkan dari aktivitas usaha (penjualan produk/jasa)
Harga pokok penjualan: beban yg dikeluarkan untuk kegiatan produksi (ex: bahan baku, tenaga kerja langsung, penyusutan aset)
Laba bruto = pendapatan usaha - harga pokok penjualan
Beban yg tidak berkaitan langsung dengan produksi barang;
1. Beban pemasaran & penjualan (ex: beban iklan, distribusi, remunerasi)
2. Beban umum & administrasi (ex: emunerasi, perjalanan, training)
3. Beban lain (ex: kurs)
Penghasilan lain = penghasilan yg bukan berasal dari core bisnisnya. Misal, penjualan merek dagang, divestasi, dll
Laba usaha = laba bruto - beban pemasaran, admin, lainlain + penghasilan lain
Penghasilan keuangan = pendapatan yg berasal dari kegiatan keuangan perusahaan (ex: interest deposito)
Biaya keuangan = beban yg dikeluarkan akibat kegiatan keuangan (ex: bunga hutang)
Beban pajak penghasilan = pajak yg dibayarkan perusahaan atas PKP (pendapatan kena pajak)
Saat ini, besarnya pajak penghasilan badan (bruto>50M) adalah 25% dari pendapatan kena pajak.
TRIK
Untuk mengetahui apakah perusahaan benar-benar untung atau hanya untung di buku, kalikan beban pajak penghasilan dengan 4. Hasil seharusnya tidak beda jauh dengan laba usaha
Laba = laba usaha - beban keuangan + penghasilan keuangan - pajak penghasilan badan
EBITDA (Earning Before Interest, Tax, Depreciation, Amortization) = laba bersih perusahaan (net income) ditambah bunga, pajak, depresiasi dan amortisasi
EBITDA sering dilihat investor sebagai salah satu ukuran profitabilitas perusahaan karena meng-exclude faktor bunga, pajak, penyusutan, amortisasi.
Tapi, Warren Buffet menganggap EBITDA ini sebagai ukuran yg buruk utk mengukur profitabilitas perusahaan
Laporan Posisi Keuangan (Neraca) : laporan yg berisi tentang posisi keuangan (aset, utang & modal) perusahaan pada suatu periode.
Persamaan dasar akuntansi,
Assets = Liabilities + Equities
-Aset merupakan aktiva (kolom debit)
-Utang & Modal merupakan pasiva (kolom kredit) --- sumber pembiayaan
Aset merupakan segala sumber daya (resources) yg dimiliki perusahaan. Secara garis besar ada 2 jenis aset:
1. Tangible asset (aset berwujud), terdiri dari aset lancar (current asset) dan aset tetap (fixed asset).
2. Intangible asset, ex: hak paten, goodwill, hak cipta, dll.
Aset lancar merupakan aset yg bisa dilikuidasi dalam jangka waktu kurang dari setahun. Terdiri dari beberapa akun, contoh:
a. Kas = uang ready
b. Piutang = uang yg dihutang oleh pihak lain
c. Inventory = persediaan barang
d. Beban dibayar di muka
e. Pajak dibayar di muka
Aset tetap adalah aset berwujud fisik yg umur ekonomisnya lebih dari 1 tahun. Contoh: tanah, gedung, mesin, peralatan
Share this Scrolly Tale with your friends.
A Scrolly Tale is a new way to read Twitter threads with a more visually immersive experience.
Discover more beautiful Scrolly Tales like this.
