Pengalaman Mistis Gunung Lawu (PART 1)
#malamjumat
#threadhoror
Sedikit cerita tentang pengalaman mistis ketika mendaki gunung Lawu. Waktu itu kami mendaki 3 orang saya, @Pradipta_Kumara & @Windi_Zahria. Saya berangkat dengan Windi dari Jogja dan janjian bertemu dengan Dipta di basecamp cemoro Sewu
Kebetulan waktu itu Dipta sedang di Ngawi dan berangkat dari rumah daripada harus bolak balik ke Jogja. Awalnya kami berencana berangkat ber 6, tapi yg 3 orang memberi kabar tidak bisa ikut pada h-2 jam keberangkatan wkwk
Seperti pendakian yg biasanya, kami berencana istirahat di basecamp semalam & besok paginya mulai mendaki. Saya & Windi sampai di basecamp cemoro sewu pukul 19.00 dan ternyata Dipta sudah menunggu di masjid depan basecamp
Malam itu udara terasa dingin seperti biasanya, setelah makan & sedikit ngobrol dengan teman" pendakian lainya di api unggun kita beristirahat
Pagi nya kita memulai pendakian, di gunung Lawu cukup banyak pantangan pantangan yg tidak boleh dilanggar oleh para pendaki, seperti memakai baju hijau, tidak boleh mengganggu jalak lawu dll. (15 poin kalau gak salah)
Trek cemoro Sewu ini tergolong trek paling dekat (8km). Trek rata rata bebatuan yg telah ditata rapi. Waktu di perjalanan akan pos 4 kami bertemu dengan bapak bapak yg melakukan solo hiking (mendaki sendiri). Bapak ini berasal dari Surabaya
Beliau berasal dari Surabaya & bekerja di salah satu perusahaan kontraktor. Ada yg sedikit aneh dengan bapak ini, beliau hanya membawa day pack kecil. Bapak ini orangnya sangat mudah berbaur dengan orang lain & langsung bisa akrab dengan kami bertiga
Perjalanan menjadi lebih menyenangkan karena bapak ini selalu bisa membuat tertawa karena pengalaman"nya yg sangat lucu. Ditengah perjalanan saya penasaran dengan barang apa yg ia bawa kok cuman sedikit
Ternyata isi nya hanya Aqua & menyan. Terus saya tambah penasaran, "loh engga bawa sleeping bag pak?" Engga mas, saya nginep di warung dekat Hargo dalem, disana saya biasa pinjam sleeping bag. Saya sebulan sekali "sowan" kesini mas, jadi sudah biasa
Memang di Lawu sangat banyak orang seperti bapak ini, jadi di Lawu ada sebuah makam didalam bangunan yg dinamai "Hargo dalem". Jika ingin melihat orang melakukan tirakat disini biasanya malam 1 suro, ada yg bawa kambing keatas
Pukul 17.00 akhirnya kami sampai di camp terakhir, disana terdapat warung mbok Yem yg terkenal dengan warung tertinggi di pulau Jawa. Ketika itu kami beristirahat sebentar di warung dekat mbok Yem. Dan kemudian berencana mendirikan tenda
Bapak itu berpamitan sebentar kepada kami, katanya dia mau sowan dulu di Hargo dalem
Lawu sendiri terkenal dengan hawa nya yg sangat dingin. Kemudian saya punya ide untuk camp di dalam bangunan gubuk yg beratap seng dekat Hargo dalem dan berharap meminimalisir dingin nya Gunung Lawu
Kemudian saya bertanya kepada ibu ibu penjaga warung, "buk, Niki nopo saget camp teng bangunan niku? "Oalah saget mas, camp teng mriku mawon"
Tanpa pikir panjang saya & Windi langsung mendirikan tenda, waktu itu Dipta sangat kecapekan dan tidak ikut mendirikan tenda
Ada beberapa bangunan yg beratap seng disana, waktu itu kita memilih bangunan yg sebelah kiri. Karena yg sebelah kanan di pintunya terdapat gambaran setan ( 😈 ). Wkwk
Dengan beralas tanah dan beberapa jerami, kamu membuka tenda dari dalam tas carrier
Mulai dari sini kejanggalan dimulai, secara normal mendirikan tenda 10 menit cukup, apalagi tenda yg kami bawa adalah tenda yg biasa dipakai camp. Hampir 45 menit Saya & Windi selalu gagal untuk menancapkan frame. Padahal waktu sebelum berangkat kami sudah cek dan semua normal
Kami sempat kesal karena langit sudah mulai gelap. Tapi entah mengapa waktu itu saya berpikiran untuk menggeser sedikit lokasi tenda supaya pas didepan pintu. Lalu kami mencoba mendirikan sekali lagi dan tenda langsung mulus berdiri tanpa hambatan. Kami sempat bingung
Tapi mungkin karena kita sudah capek kita tidak sempat berpikir aneh aneh waktu itu. Setelah tenda berdiri kami langsung masak untuk makan malam. waktu kami masak bapak" tadi bergabung dgn kami lagi. Beliau bercerita lagi tentang pengalaman" nya waktu muda dulu
Suasana sangat hangat waktu makan malam itu. Kemudian ketika kami akan tidur, bapak" tadi mengajak kami untuk tidur saja di warung & akan membuat kan api unggun untuk kita. Tapi kita menolak secara halus
Pikirku, masak kita sudah susah" mendirikan tenda kok malah disuruh tidur diluar. Bapak" ini sedikit memaksa untuk tidak tidur disini, tapi kami selalu berhasil menolak secara halus
Kami tidak sempat berpikir alasan kenapa bapak ini sangat melarang untuk camp di dalam bangunan tersebut, soalnya waktu itu kami sudah sangat capek dan langsung ingin tidur. Kemudian bapak itu berpesan kalo ada apa apa langsung saja datang di warung dkt Hargo dalem, dia ada dsana
Kemudian saya langsung mengunci pintu dan langsung tidur didalam tenda
Pukul 01.00 saya mendengar ada yg gedor gedor didepan pintu kami, hanya saya yg bangun waktu itu, Windi & Dipta sudah tertidur pulas mungkin mereka sangat kecapekan.
(LANJUT DI PART 2)
Share this Scrolly Tale with your friends.
A Scrolly Tale is a new way to read Twitter threads with a more visually immersive experience.
Discover more beautiful Scrolly Tales like this.
