Siapa yang nggak pengin berlibur di Labuan Bajo?
Terbayang kan, indahnya menyelami surga bawah laut, menikmati matahari terbit di gugusan pulaunya yang indah, merasakan sensasi bermalam di kapal pinisi, dan melihat langsung komodo. 🏝
Seru!
Labuan Bajo memang jadi destinasi wisata favorit. Kunjungan wisatawan ke sana terus naik. Karena itu, kawasan ini terus dikembangkan, termasuk bandara sebagai gerbang pertamanya.
Bandar Udara Komodo dibangun untuk mendukung kawasan Labuan Bajo sebagai destinasi wisata superprioritas.
Namun, pembangunannya tidak memakai APBN loh.
Lalu, dari mana pembiayaannya?
Bandara Komodo dibangun pakai skema Kerja sama Perjanjian Badan Usaha (KPBU) dengan jaminan dari PT. PII.
Hari ini, perjanjian proyek KPBU Bandara Komodo ditandatangani. #InfoKeu
KPBU adalah alternatif pendanaan untuk membangun infrastruktur dengan melibatkan badan usaha.
Untuk Bandara Komodo kerja samanya dibuat dalam bentuk DBOFMT (Design- Build- Finance- Operate- maintain- transfer).
Apa itu?
Jadi, proyek ini akan dirancang, dibangun, dibiayai, dioperasikan, dipelihara oleh badan usaha terpilih dan akan dikembalikan ke pemerintah saat masa kerja samanya selesai.
Bandara Komodo ini dibangun dengan investasi sebesar Rp1,2 T dengan masa konsesi 25 tahun.
Kok badan usaha mau ikut kerja sama ya?
Nah, di sini peran PT.PII.
PT.PII memberi jaminan pada proyek ini. Jaminannya berbentuk fasilitas dari Kemenkeu untuk meningkatkan kelayakan dan kenyamanan investasi bagi investor dan perbankan yang membiayai proyek.
Harapannya, bandara Komodo ini bisa mendorong ekonomi di kawasan Labuan Bajo.
Bertambahnya jumlah wisatawan yang bisa dilayani Bandara Komodo tentu akan mendorong industri pariwisata di sana. Dgn begitu, ekonomi Labuan Bajo jadi terdorong naik. 🇮🇩
Share this Scrolly Tale with your friends.
A Scrolly Tale is a new way to read Twitter threads with a more visually immersive experience.
Discover more beautiful Scrolly Tales like this.
