Gimana rasanya punya hubungan sampai 50 tahun?
Naik turun, jatuh bangun, gagal dan sukses pasti sudah banyak dilewati.
Nah, itu juga yang dialami Indonesia selama 50 tahun bermitra dengan Asian Development Bank (ADB). 🤝
Selama 50 tahun ini, Wamenkeu menyebut ADB sudah jadi salah satu mitra strategis buat capai tujuan pembangunan Indonesia.
Se-strategis apa sih?
Indonesia memegang saham keenam terbesar di ADB, loh.
Kontribusi modalnya sebesar 5,4%.
Di atasnya, ada Jepang (15,65%), AS (15,65%), China (6,46%), India (6,35%), dan Australia (5,8%).
Pantas saja kerja sama Indonesia & ADB sangat aktif. 👏
Apa saja hasil kerjasamanya?
🔹dukungan bagi Indonesia untuk lepas dari krisis finansial,
🔹penyediaan infrastruktur,
🔹penanggulangan bencana,
🔹pengembangan pendidikan dan keahlian, dan
🔹pengembangan sektor keuangan
Lalu, setelah 50 tahun, mau apa?
Indonesia sih berharap kerja sama akan terus lanjut, apalagi kita punya prioritas pembangunan untuk jadi #IndonesiaMaju di 2045.
Harapan ini langsung disambut Presiden ADB Masatsugu Asakawa.
Buat dukung Indonesia, ADB sudah usulkan Strategi Kemitraan Negara (Country Strategy Partnership) 2020-2024 sesuai prioritas Pemerintah.
Ke depan, kerja sama Indonesia & ADB ini bakal fokus pada:
🔹investasi sumber daya manusia,
🔹akselerasi investasi dan infrastruktur,
🔹mengatasi risiko perubahan iklim
🔹mendukung ketahanan lingkungan
Nah, buat menandai momen ini, hari ini ADB meluncurkan buku kerjasama Indonesia & ADB. 🚀
Judulnya, “Indonesia and Asian Development Bank: Fifty Years of Partnership”.
Kalau temankeu pengin belajar soal naik turunnya hubungan Indonesia & ADB, baca buku ini ya! 🤓
Share this Scrolly Tale with your friends.
A Scrolly Tale is a new way to read Twitter threads with a more visually immersive experience.
Discover more beautiful Scrolly Tales like this.
