Triwulan I 2020 ditutup dengan tingginya gejolak pasar yang menyebabkan sentimen negatif.
Kabar baiknya, sentimen positif mulai terlihat pada Q2 ini. KSSK menyampaikannya dlm konpers virtual kemarin.
Simak kondisi ekonomi & sistem keuangan Indonesia di tengah pandemi Covid-19👇
Dari sisi fiskal, pendapatan negara yang tumbuh melambat selama kuartal I dipengaruhi oleh lesunya aktivitas ekonomi akibat pembatasan sosial.
Sementara, belanja negara tumbuh positif untuk menangani Covid-19. Hal ini menyebabkan defisit yang ditutup dengan pembiayaan.
Meskipun sejumlah indikator makroekonomi relatif baik, risiko dampak Covid-19 terhadap perekonomian tetap perlu diwaspadai. Terlebih, PDB di seluruh negara tampak merosot.
Karena itu, KSSK terus fokus pada dampak Covid-19 terhadap kesehatan, sosial, ekonomi & sistem keuangan.
#MenkeuSMI juga memaparkan bahwa gangguan ekonomi & sistem keuangan akan lebih terlihat pada kuartal II & III.
Penurunan ekspor 2020 akibat pembatasan global jadi salah satu faktornya.
Dari kondisi ini, pertumbuhan ekonomi 2020 diperkirakan lebih lambat dari tahun sebelumnya.
Diperkirakan, pertumbuhan ekonomi tahun 2020 dapat menuju 2,3% dan akan meningkat tahun 2021.
Saat ini, yang terpenting adalah kedisiplinan kita menjalankan protokol pencegahan Covid-19 agar situasi lekas normal.
Jaga kesehatan fisik dan mental ya, #temankeu!
Share this Scrolly Tale with your friends.
A Scrolly Tale is a new way to read Twitter threads with a more visually immersive experience.
Discover more beautiful Scrolly Tales like this.
