Perekonomian di seluruh dunia sdg terpukul. Banyak negara ekonominya tdk tumbuh, bahkan menyusut.
Mencegah ekonomi Indonesia turun lebih dalam, disiapkanlah program Pemulihan Ekonomi Nasional.
Program ini melindungi masyarakat miskin, UMKM, dunia usaha, BLU, BUMN dan perbankan.
Tekanan ekonomi yang terjadi akibat pandemi Covid-19 berdampak pada turunnya pendapatan negara. Namun, upaya penanganan kesehatan & ekonomi mengharuskan belanja negara meningkat.
Akibatnya, defisit #UangKita meningkat dari semula 5,07% PDB menjadi 6,34% PDB.
Maka dari itu, perubahan postur APBN 2020 dalam Perpres 54/2020 harus dilakukan.
Memangnya, siapa yang paling terdampak dari pandemi ini?
Tentunya kita semua. Apapun profesi #temankeu, baik pekerja maupun pelaku usaha, pada akhirnya merasakan efek domino pandemi Covid-19.
Dalam praktiknya, upaya PEN tetap diimbangi dengan penyelamatan kesehatan masyarakat Indonesia.
Yuk, kita lihat data biaya penanganan Covid-19 & peruntukannya di bawah ini.
Pemerintah telah menganggarkan sebesar Rp677,2 T untuk kesehatan dan ekonomi. ⬇️
Saat krisis, efeknya akan dirasakan paling berat oleh kelompok masyarakat terbawah.
Untuk itu, pemerintah hadir melindungi dan meringankan beban mereka melalui program bantuan sosial dgn total anggaran sebesar Rp203,9 T.
Minkeu merangkum sebaran penerimanya pada grafis ini ⬇️
Perlu kerja sama dan gotong royong dari semua pihak dan seluruh masyarakat untuk pulihkan Indonesia.
Ambil bagianmu, mari saling menguatkan dan bersama-sama jadi agen pemulihan Indonesia. 💪
Share this Scrolly Tale with your friends.
A Scrolly Tale is a new way to read Twitter threads with a more visually immersive experience.
Discover more beautiful Scrolly Tales like this.
