Tantangan ekonomi yg dihadapi seluruh negara akibat Covid-19 makin meningkat, termasuk Indonesia. Kontraksi pertumbuhan ekonomi terekam dlm kinerja #UangKita Mei lalu.
Sebagai instrumen fiskal yg melindungi rakyat & perekonomian Indonesia, bagaimana capaian APBN hingga Mei 2020?
Proyeksi perekonomian nasional di kuartal kedua ini tetap berada di zona kontraksi, yaitu sebesar -3,1%.
Berdasarkan proyeksi ini, pertumbuhan ekonomi 2020 diperkirakan sebesar 0 s.d. 1%.
Untuk memperbaikinya, pemerintah harus melakukan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).
Karena itulah, tahun ini #UangKita diarahkan untuk penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional.
Sekarang, Minkeu paparkan capaian penerimaan dan realisasi belanja APBN 2020 hingga akhir Mei lalu, ya! ⬇️
Dari data-data di atas, disimpulkan bahwa:
🔹Pendapatan Negara (Rp664,3 T) dan Belanja Negara (Rp843,9 T) tumbuh negatif dibandingkan tahun lalu
🔹Defisit meningkat, baik nominal (Rp179,6 T) maupun rasionya terhadap PDB (1,07%) dibandingkan tiga tahun terakhir
Apa yang menjadi sorotan dari kinerja APBN 2020 hingga Mei?
🔸Realisasi belanja bantuan sosial naik drastis 30,7%👉membantu rakyat miskin
🔸Belanja barang K/L turun 30,3%👉efisiensi perjalanan dinas & belanja
🔸Belanja pegawai turun 4,2%👉kebijakan THR tahun ini berbeda
Memang, dibutuhkan pembiayaan cukup besar untuk menangani pandemi Covid-19 dan memulihkan ekonomi nasional.
Namun, pemerintah selalu menjalankan strategi pembiayaan yang prudent dan akuntabel.
Oh ya, Temankeu dapat mengunduh buku APBN KITA pada laman kemenkeu.go.id/apbnkita 😉
Share this Scrolly Tale with your friends.
A Scrolly Tale is a new way to read Twitter threads with a more visually immersive experience.
Discover more beautiful Scrolly Tales like this.
