Selamat malam, selamat datang di #MataNajwa. Saya @NajwaShihab, tuan rumah Mata Najwa.
#MataNajwaDiBalikJengkelnyaJokowi
Presiden Jokowi dengan terbuka mengutarakan kejengkelan, kinerja sejumlah sektor dikritiknya habis-habisan.
#MataNajwaDiBalikJengkelnyaJokowi
Ancaman reshuffle bahkan disampaikan saat itu juga, pertanda kemendesakan yang sudah tidak bisa ditunda.
#MataNajwaDiBalikJengkelnyaJokowi
Wajar jika presiden menuntut kinerja yang lebih ekstra, pandemi jelas tak bisa direspons dengan biasa saja.
#MataNajwaDiBalikJengkelnyaJokowi
Menteri-menteri yang tak optimal pantas dipertanyakan, walau di pundak presiden segala pertanggungjawaban.
#MataNajwaDiBalikJengkelnyaJokowi
Siapa sajakah menteri yang paling rentan ditendang? Di manakah inti persoalan yang mesti lekas dibuang?
#MataNajwaDiBalikJengkelnyaJokowi
Inilah #MataNajwa, Di Balik Jengkelnya Jokowi.
#MataNajwaDiBalikJengkelnyaJokowi
“Kepemimpinan itu naik turun biasa. Memang cukup tinggi (kemarahannya). Sebelumnya juga (presiden) keras mengatakan pada para menterinya untuk melihat situasi ini dan harus bagaimana," kata Moeldoko, Kepala Kantor Staf Presiden.
#MataNajwaDiBalikJengkelnyaJokowi
“Jangan lagi melihat situasi ini sebagai situasi biasa. Jangan pakai gaya linier atau konvensional. Situasi ini perlu metode berbeda," kata Moeldoko.
#MataNajwaDiBalikJengkelnyaJokowi
“Wajar pak Jokowi marah. Seorang pemimpin marah, wajar. Pak Jokowi melihat indeks ekonomi dunia," kata Moeldoko.
#MataNajwaDiBalikJengkelnyaJokowi
“Pemimpin selalu mengingatkan untuk lebih melihat situasi, lebih melihat dalam memitigasi dan mencari solusi yang lebih efektif," kata Moeldoko.
#MataNajwaDiBalikJengkelnyaJokowi
“Dalam mengelola negara, bukan dari segi presiden saja, di situ ada lembaga-lembaga lain yang berkontribusi pada berjalannya suatu sistem," kata Moeldoko.
#MataNajwaDiBalikJengkelnyaJokowi
“Jeda waktu antara waktu rapat dan video (diunggah) itu tidak perlu dibahas. Itu tidak terlalu signifikan," kata Moeldoko.
#MataNajwaDiBalikJengkelnyaJokowi
“Kemarahan itu ditunjukkan pada dua arah. Ke luar dan ke dalam. Ke luar itu bukan marah pada rakyat, tapi berpesan pada mereka: presiden paham situasi anda," kata Qodari, Direktur Eksekutif Indo Barometer.
#MataNajwaDiBalikJengkelnyaJokowi
“Tingkat kepuasan masyarakat, terutama terhadap soal ekonomi sangat-sangat rendah. Kondisi yang belum sesuai harapan masyarakat ini, di antaranya karena rendahnya serapan anggaran," kata Qodari, Direktur Eksekutif Indo Barometer.
#MataNajwaDiBalikJengkelnyaJokowi
“Presiden ibarat pelatih sepak bola yang menyusun strategi. Tapi yang mengimplementasikan, kan pemain di lapangan," kata Qodari, Direktur Eksekutif Indo Barometer.
#MataNajwaDiBalikJengkelnyaJokowi
“Pasti ada sesuatu yang lebih besar dari letupan (kemarahan) yang mendekati frustasi itu,” kata Fahri Hamzah soal kemarahan Jokowi di rapat.
#MataNajwaDiBalikJengkelnyaJokowi
“Jika Pak Jokowi mengatakan, mari kita berperasaan yang sama, kita mulai dari pemikiran yang sama, setelah itu baru kita bisa katakan, lalu lakukan hal yang sama,” kata Fahri Hamzah, Wakil Ketua Umum Partai Gelora.
#MataNajwaDiBalikJengkelnyaJokowi
“Dari awal saya katakan, presiden tidak punya ahli tata negara. Mari kita bicara jujur. Sikap kita terhadap pemimpin itu tidak wajar,” kata Fahri Hamzah.
#MataNajwaDiBalikJengkelnyaJokowi
“Kita dikutuk dari dulu, dari Soekarno, Habibie, Mega, SBY, kita menghadapi pemimpin dengan sikap yang agak ganjil,” kata Fahri Hamzah.
#MataNajwaDiBalikJengkelnyaJokowi
“Bangsa kita mengidap semacam feodalisme. Kita anggap pemimpin sempurna, tidak pernah salah. Padahal ada kemungkinan salah. Kita perbaiki (pemikiran) itu,” kata Fahri Hamzah.
#MataNajwaDiBalikJengkelnyaJokowi
“Dua hal yang tidak clear dalam pemerintahan Jokowi: pengertian soal presidensialisme, dan memimpin negara (secara) otonom,” kata Fahri Hamzah.
#MataNajwaDiBalikJengkelnyaJokowi
“(Presiden) Jangan merepotkan diri dengan rapat-rapat dengan orang. Lekas eksekusi,” kata Fahri Hamzah.
#MataNajwaDiBalikJengkelnyaJokowi
#MataNajwa tersambung dengan Menteri PANRB Tjahjo Kumolo dan Menteri Desa, PDT, dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar.
#MataNajwaDiBalikJengkelnyaJokowi
"Kewenangan presiden untuk mengangkat dan memberhentikan menteri," kata Abdul Halim Iskandar.
#MataNajwaDiBalikJengkelnyaJokowi
"BLT dan dana itu sifatnya sementara karena COVID-19, nanti selanjutnya ada di Kementerian Sosial," kata Abdul Halim Iskandar.
#MataNajwaDiBalikJengkelnyaJokowi
"Kontrak saya ya membantu Pak Jokowi. Visi misi presiden harus sejalan dengan langkah presiden," kata Tjahjo Kumolo.
#MataNajwaDiBalikJengkelnyaJokowi
"Bagi saya, yang beliau sampaikan ya saya anggap ditujukan ke saya," kata Tjahjo Kumolo.
#MataNajwaDiBalikJengkelnyaJokowi
"Habis rapat kabinet saya kumpulkan eselon 1 dan 2 kemudian kami evaluasi bagian mana yang belum optimal," kata Tjahjo Kumolo.
#MataNajwaDiBalikJengkelnyaJokowi
"Kita harus sepakat namanya menteri ya pembantu presiden. Siap-siap saja kalau besok dicopot, ya harus siap," kata Tjahjo Kumolo.
#MataNajwaDiBalikJengkelnyaJokowi
"Saya sudah bekerja maksimal, percepatan juga sudah maksimal," kata Abdul Halim Iskandar.
#MataNajwaDiBalikJengkelnyaJokowi
“Awalnya sudah diingatkan oleh Pak Jokowi: harus satu frekuensi. Komando ada di tangan Pak Jokowi," kata Arief Poyuono, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra.
#MataNajwaDiBalikJengkelnyaJokowi
“Tapi, kan, tergantung anak buah. Pak Jokowi mengerti banyak persoalan, tapi akan terasa jika kabinet-kabinetnya satu kredo," kata Arief Poyuono.
#MataNajwaDiBalikJengkelnyaJokowi
“Dia pemimpin paling enak dalam memimpin anak buahnya. Dia berani pasang badan, tidak populer, itulah ciri pemimpin rakyat," kata Arief Poyuono.
#MataNajwaDiBalikJengkelnyaJokowi
“Saya tidak melihat kemarahan, tapi lebih ingin memotivasi anak buahnya agar apa yang diinginkan rakyat, bisa terpenuhi," kata Arief Poyuono.
#MataNajwaDiBalikJengkelnyaJokowi
“Sesungguhnya ada persoalan. Pada aspek penyerapan anggaran dan stimulus ekonomi. Ada 3 bidang yang terpengaruh COVID-19: kesehatan, bansos, dan stimulus ekonomi," kata M. Qodari.
#MataNajwaDiBalikJengkelnyaJokowi
“Ada beberapa hal yang terlibat dalam keluarnya anggaran itu. Ada menteri, ada birokrasi, lalu ada perspektif," kata M. Qodari.
#MataNajwaDiBalikJengkelnyaJokowi
“Harusnya ada 3 satgas: kesehatan, bansos, stimulus ekonomi. Bisa jadi ini karena pendekatan vertikal," kata M. Qodari soal hanya ada satu satgas penanganan COVID-19.
#MataNajwaDiBalikJengkelnyaJokowi
“Betul kementerian teknis yang pegang anggaran, tapi bendaharanya di Kementerian Keuangan," kata M. Qodari.
#MataNajwaDiBalikJengkelnyaJokowi
“Atau jangan-jangan republik ini tidak punya duit. Selambat-lambatnya (kinerja) menteri, serapan anggarannya enggak akan serendah ini," kata M. Qodari.
#MataNajwaDiBalikJengkelnyaJokowi
“Anggaran kesehatan mengalir dari Kemenkes, dan pemerintah daerah," kata Moeldoko.
#MataNajwaDiBalikJengkelnyaJokowi
“Misalnya yang berkaitan dengan korban yang dirawat di RS daerah, ada di pemda. Sementara untuk lab dan tes-tes, melalui Kementerian Kesehatan," kata Moeldoko.
#MataNajwaDiBalikJengkelnyaJokowi
“Tapi ada problem teknis. Jangan sampai dana yang turun itu disalahgunakan," kata Moeldoko.
#MataNajwaDiBalikJengkelnyaJokowi
“Ini presidensialisme, tapi dalam negara demokrasi," kata Fahri Hamzah.
#MataNajwaDiBalikJengkelnyaJokowi
“Presiden itu sangat kuat. Seluruh rakyat kasih mandat. Powernya sangat kuat. Saking kuatnya, apapun yang dia mau bisa dilakukan," kata Fahri Hamzah.
#MataNajwaDiBalikJengkelnyaJokowi
“Tidak boleh parpol merasa punya menteri yang dia setir dari luar. Itu mengkhianati konstitusi. Karena itu presiden dilindungi agar tidak dijatuhkan oleh parlemen," kata Fahri Hamzah.
#MataNajwaDiBalikJengkelnyaJokowi
“Jangan berikan interpretasi pada presiden bahwa dia lemah. Tidak ada yang bisa ganggu presiden. Dia dibentuk oleh rakyat langsung," kata Fahri Hamzah.
#MataNajwaDiBalikJengkelnyaJokowi
“Di KSP, mereka jadi otak pemerintahan. Semua keputusan: politik, mitigasi, dari hulu ke hilir, ini harus kuat," kata Fahri Hamzah.
#MataNajwaDiBalikJengkelnyaJokowi
“Jangan presiden yang marah, cukup Pak Moeldoko saja. Kita perlu menjaga kewibawaan presiden untuk keperluan persatuan republiknya," kata Fahri Hamzah.
#MataNajwaDiBalikJengkelnyaJokowi
“Kalau terus-terusan dia seperti itu, marah dan (apalagi) jika banyak salah data, dia akan jatuh wibawanya," kata Fahri Hamzah.
#MataNajwaDiBalikJengkelnyaJokowi
"Intinya adalah bagaimana semua menteri mengakselerasi anggaran yang ada di sektor masing-masing. Tujuannya kalau anggaran segera terdistribusi maka akan menggerakkan sektor riil," kata Moeldoko.
#MataNajwaDiBalikJengkelnyaJokowi
"Bukan hanya kesehatan tapi semua sektor perlu ditekan segera," kata Moeldoko.
#MataNajwaDiBalikJengkelnyaJokowi
"Semuanya harus digerakkan, seperti kesehatan ternyata hanya 44% rumah sakit yang mengajukan insentif," kata Moeldoko.
#MataNajwaDiBalikJengkelnyaJokowi
#MataNajwa terhubung dengan Harif Fadhilah, Ketua Umum Persatuan Perawat Nasional Indonesia.
#MataNajwaDiBalikJengkelnyaJokowi
"Untuk insentif tenaga kesehatan, 10-20% insentif yang baru bisa diterima itu insentif bulan Maret dan sebagian April," kata Harif Fadhilah.
#MataNajwaDiBalikJengkelnyaJokowi
"PPNI selalu menyuarakan teman-teman agar ikut dilibatkan. Kemenkes dalam rangka mengkoordinasikan berbagai pihak misalnya pemenuhan persyaratan santunan kematian. Hari ini kawan-kawan baru mendapatkan (santunan kematian)," kata Harif Fadhilah.
#MataNajwaDiBalikJengkelnyaJokowi
"Kami lihat itu kurang dari 50% yang baru mengusulkan (insentif) jadi yang mengusulkan masih sedikit," kata Harif Fadhilah.
#MataNajwaDiBalikJengkelnyaJokowi
"Pada proses pengusulannya ada verifikasi bertingkat dari kabupaten, provinsi, lalu ke pusat, birokrasinya panjang," kata Harif Fadhilah.
#MataNajwaDiBalikJengkelnyaJokowi
"Kami harap pimpinan fasilitas pelayanan kesehatan (contoh: direktur Rumah Sakit) agar aktif mengusulkan insentif," kata Harif Fadhilah.
#MataNajwaDiBalikJengkelnyaJokowi
“Kalau kita bicara COVID-19, penanggung jawab utama, kan, Kemenkes. Dalam situasi sekarang, dengan semua komen-komen Menkes di awal (kasus), setelah itu (Menkes) hilang dari peredaran," kata M. Qodari.
#MataNajwaDiBalikJengkelnyaJokowi
“Spekulasi soal Terawan itu sesuatu yang realistis," kata M. Qodari soal isu reshuffle.
#MataNajwaDiBalikJengkelnyaJokowi
“Justru poin soal birokrasi panjang itu yang disorot Pak Jokowi. Kenapa masih menggunakan cara lama di situasi extraordinary ini?" kata M. Qodari.
#MataNajwaDiBalikJengkelnyaJokowi
“Pak Jokowi bicara keseluruhan, tidak tertuju (pada Terawan) saja. Saya tidak yakin pak Terawan akan terpental dari kabinet," kata Arief Poyuono.
#MataNajwaDiBalikJengkelnyaJokowi
“Semua pasti panik menghadapi COVID-19 ini. Ini, kan, hal baru," kata Arief Poyuono.
#MataNajwaDiBalikJengkelnyaJokowi
“COVID-19 ini, kan, ada satgasnya, tidak langsung ke Pak Terawan. Kinerja Pak Terawan masih jauh di atas rata-rata," kata Arief Poyuono.
#MataNajwaDiBalikJengkelnyaJokowi
“Ibarat dalam pesawat, ini ada emergency tiba-tiba. Semua harus prepare. Tapi ada yang prepare-nya tidak well done," kata Arief Poyuono.
#MataNajwaDiBalikJengkelnyaJokowi
“Ini kabinet baru berjalan 8 bulan. COVID-19 terjadi pada Maret. Menteri Kesehatan sudah cukup baik dengan (sistem) birokrasi yang belum berjalan beriringan dengan pusat," kata Arief Poyuono.
#MataNajwaDiBalikJengkelnyaJokowi
“Persoalannya, bagaimana kita bisa berkomunikasi dengan semua pihak secara baik. Karena koordinasi memang tidak mudah dilakukan," kata Moeldoko.
#MataNajwaDiBalikJengkelnyaJokowi
“Ada waktu bagi presiden untuk bertanya pada pembantunya: kita mau mengakhiri COVID-19 dengan cara apa? Bagaimana memastikan itu berakhir?" kata Fahri Hamzah.
#MataNajwaDiBalikJengkelnyaJokowi
“Jangan sampai kita tercemplung dalam (rasa) frustasi yang tidak ada desainnya," kata Fahri Hamzah.
#MataNajwaDiBalikJengkelnyaJokowi
“Kita diuntungkan oleh negara kepulauan dan kita punya otonomi daerah. Indonesia paling tidak bisa mengurung COVID-19 hingga selesai," kata Fahri Hamzah.
#MataNajwaDiBalikJengkelnyaJokowi
“Pak Terawan (mestinya) ngomong sekarang. Karena ini tanggung jawab dia," kata Fahri Hamzah.
#MataNajwaDiBalikJengkelnyaJokowi
“Di samping hak prerogatif presiden untuk mengganti menteri yang dia mau, presiden tidak boleh juga gampang menaikkan menteri," kata Fahri Hamzah.
#MataNajwaDiBalikJengkelnyaJokowi
“Perlu kehati-hatian memilih orang dari awal karena asumsinya tidak akan kita ganti," kata Fahri Hamzah.
#MataNajwaDiBalikJengkelnyaJokowi
“Menteri-menteri itu ada yang di comfort zone, dia yang bisa jadi sasaran presiden kalau marah-marah," kata Fahri Hamzah.
#MataNajwaDiBalikJengkelnyaJokowi
"Ini ada orang yang sepertinya misinya memelihara emosi presiden," kata Fahri Hamzah.
#MataNajwaDiBalikJengkelnyaJokowi
"Kesalahan presiden di awal adalah meng-entertain opini baru menteri milenial. Orang-orang yang tadinya dianggap dia cemerlang ini beda dunianya, karena itulah kelihatan juga menjadi kelas ringan," kata Fahri Hamzah.
#MataNajwaDiBalikJengkelnyaJokowi
"Presiden tidak ada titipan dan tidak boleh ada titipan," kata Fahri Hamzah.
#MataNajwaDiBalikJengkelnyaJokowi
"Dia (presiden) punya hak untuk memilih yang terbaik putra-putri negara ini. Jangan sampai dari titipan satu ke titipan lain," kata Fahri Hamzah.
#MataNajwaDiBalikJengkelnyaJokowi
"Dari awal pembentukannya, kan, saya sudah mengingatkan bahwa menteri itu jangan banyak bermedsos dan vlog ria," kata Arief Poyuono.
#MataNajwaDiBalikJengkelnyaJokowi
"Biarkan Pak Jokowi sendiri yang memberi penilaian siapa saja yang akan di reshuffle," kata Arief Poyuono.
#MataNajwaDiBalikJengkelnyaJokowi
"Pak Jokowi ingin bicara bahwa minta tolong agar orang parpol kirim orang yang profesional. Presiden mengalami dilema antara dukungan politik dan profesionalisme," kata M. Qodari.
#MataNajwaDiBalikJengkelnyaJokowi
"Reshuffle ini akan terjadi dan ini akan dipengaruh oleh COVID-19 dalam urusan sosial, ekonomi, kesehatan, bantuan sosial, stimulus ekonomi," kata M. Qodari.
#MataNajwaDiBalikJengkelnyaJokowi
"Presiden memang menyusun kabinet-kabinet biasa, di situlah muncul krisis di sinilah presiden harus mentransform kabinet baru ini lebih powerful," kata Fahri Hamzah.
#MataNajwaDiBalikJengkelnyaJokowi
"Di setiap kecamatan semua ada puskesmas. Puskesmas inilah yang harus ditingkatkan kapasitasnya," kata Fahri Hamzah.
#MataNajwaDiBalikJengkelnyaJokowi
"Ini waktunya bangsa Indonesia melengkapi puskesmas-puskesmas dengan lab," kata Fahri Hamzah.
#MataNajwaDiBalikJengkelnyaJokowi
“Krisis ini harus diidentifikasi dengan protokol krisis," kata Fahri Hamzah.
#MataNajwaDiBalikJengkelnyaJokowi
“Kunci menghadapi COVID-19 ini adalah kemampuan manajerial dan teknokrasi," kata M. Qodari.
#MataNajwaDiBalikJengkelnyaJokowi
“Belajar dari masalah Prakerja misal. Itu bisa jadi senjata untuk atasi krisis sosial. Tapi malah jadi beban politik baru," kata M. Qodari.
#MataNajwaDiBalikJengkelnyaJokowi
“Ini karena ada kegagalan melihat Kartu Prakerja sebagai sesuatu dalam situasi new normal ini," kata M. Qodari.
#MataNajwaDiBalikJengkelnyaJokowi
“Transisi menuju normal baru. Harusnya ada konsep dulu, lalu uji coba. Baru keluar tangga (pelaksannan)," kata M. Qodari.
#MataNajwaDiBalikJengkelnyaJokowi
“Pak Jokowi harus lebih cermat menyeleksi orang dengan kemampuan manajerial yang teknokrasi yang bagus," kata M. Qodari.
#MataNajwaDiBalikJengkelnyaJokowi
“Kita jangan melihat masalah ini sebagai masalah Jakarta saja. Kita ini terlalu banyak ngomong di sini (Jakarta)," kata Fahri Hamzah.
#MataNajwaDiBalikJengkelnyaJokowi
“Pak Moeldoko perlu mendiskusikan, bagaimana dapur presiden," kata Fahri Hamzah.
#MataNajwaDiBalikJengkelnyaJokowi
“Presiden juga perlu teman ngomong yang tenang. Mereka yang bisa bicara apa adanya dengan presiden," kata Fahri Hamzah.
#MataNajwaDiBalikJengkelnyaJokowi
“Wakil presiden sebaiknya berkantor di kantor presiden, supaya bisa bicara dengan presiden. Dia bisa tenangkan presiden," kata Fahri Hamzah.
#MataNajwaDiBalikJengkelnyaJokowi
“Sekarang saatnya kita, saat sakit, semua merasakan sakit. Jangan hanya melihat dari sisi yang jelek," kata Moeldoko.
#MataNajwaDiBalikJengkelnyaJokowi
“Kalau kita bersatu, COVID-19 bisa selesai dengan cepat. Jangan saling menyalahkan," kata Moeldoko.
#MataNajwaDiBalikJengkelnyaJokowi
“Dalam kondisi krisis, ibarat militer, ada kehadiran panglima (Jokowi), bagaimana mengarahkan senjata bantuan militer (bansos), dan pengerahan kekuatan cadangan," kata Moeldoko.
#MataNajwaDiBalikJengkelnyaJokowi
#CatatanNajwa, Di Balik Jengkelnya Jokowi.
1. Dibandingkan catur jelas politik lebih mengejutkan, langkah menentukan kerap tak tampak di atas papan.
#MataNajwaDiBalikJengkelnyaJokowi
2. Bermain dengan simbol dan ekspresi menjadi hal lumrah, menebar gelagat yang tak bisa ditangkap dengan mudah.
#MataNajwaDiBalikJengkelnyaJokowi
3. Kadang politik seperti permainan saling menerka, menunggu atau bergerak sangat ditentukan gejala.
#MataNajwaDiBalikJengkelnyaJokowi
4. Asalkan tahu kapan saatnya bertindak dengan sigap, situasi kadang tak bisa menunggu mereka yang lambat.
#MataNajwaDiBalikJengkelnyaJokowi
5. Apalagi di momen genting yang membutuhkan kecepatan, drama-drama tak penting mesti selekasnya ditepikan.
#MataNajwaDiBalikJengkelnyaJokowi
6. Jangan sampai politik menjelma seperti sandiwara, urusan publik melampaui permainan peran belaka.
#MataNajwaDiBalikJengkelnyaJokowi
7. Negara harus bisa mendatangkan banyak kemaslahatan, lewat keterampilan dalam seni mengambil keputusan.
#MataNajwaDiBalikJengkelnyaJokowi
8. Siapa yang memandu bangsa melewati kesuraman, sudah pasti akan dikenang sebagai negarawan.
#MataNajwaDiBalikJengkelnyaJokowi
Mata Najwa - Di Balik Jengkelnya Jokowi (Part 1)
bit.ly/MN010701
Presiden Jokowi memberikan arahan dalam nada tinggi saat rapat kabinet 18 Juni 2020. Video rapat itu kini viral. Moeldoko: wajar presiden marah.
Mata Najwa - Di Balik Jengkelnya Jokowi (Part 2)
bit.ly/MN010702
Apa kata menteri-menteri Kabinet Indonesia Maju ihwal kejengkelan Presiden Jokowi terkait penanganan pandemi?
Mata Najwa - Di Balik Jengkelnya Jokowi (Part 3)
bit.ly/MN010703
Presiden Jokowi mengungkapkan rasa jengkelnya di sidang paripurna kabinet. Siapa yang bikin Jokowi jengkel?
Mata Najwa - Di Balik Jengkelnya Jokowi (Part 4)
bit.ly/MN010704
Setelah video presiden marah viral, santunan kematian untuk para perawat akhirnya cair.
Mata Najwa - Di Balik Jengkelnya Jokowi (Part 5)
bit.ly/MN010705
Pidato "kejengkelan" Presiden Jokowi memunculkan spekulasi mengenai siapa menteri layak diganti. Apakah Menteri Terawan jadi salah satunya?
Mata Najwa - Di Balik Jengkelnya Jokowi (Part 6)
bit.ly/MN010706
Dalam pidatonya, Presiden Jokowi menyebut akan mempertaruhkan reputasi politiknya demi penanganan krisis akibat pandemi.
Mata Najwa - Di Balik Jengkelnya Jokowi (Part 7)
bit.ly/MN010707
Setelah kemarahan Jokowi, banyak publik mulai berspekulasi. Apa yang akan terjadi setelahnya?
Share this Scrolly Tale with your friends.
A Scrolly Tale is a new way to read Twitter threads with a more visually immersive experience.
Discover more beautiful Scrolly Tales like this.
