Sblm portal berita Indo ngutip seenak jidat:
Jadi gini. Ada kecurigaan bahwa partikel COVID-19 bisa airborne, melayang2 dan bisa terhirup orang. Namun konteksnya bukan kaya campak yang bisa melayang berjam2 dan terbang ke mana2. Bukan. Konteks airbornenya adalah indoor yg rame.
Jadi kalau konteksnya begitu, maka pemakaian masker tetap diperlukan dalam indoor, walaupun duduknya udah jauh-jauhan. Nakes perlu pake N95. Ventilasi ruangan filternya kudu bagus dan udaranya gak diresirkulasi alias diputer-puter. Dan mungkin perlu sterilisasi ruangan pake UV.
Intinya adalah, kalau keluar rumah, jangan kira dirimu aman kalau udah masuk indoor. Tetap pake masker, dan manajemen gedung harus pelihara tuh saringan AC gedung dan settingnya diubah supaya udaranya jangan disedot terus disemprot balik ulang-ulang, kaya AC pesawat.
TL;DR. PAKE MASKER KE MANA-MANA, CUCI TANGAN YANG RAJIN, JAGA JARAK 1-2 METER SAMA ORANG LAEN.
Dan kalo bisa #DiRumahAja, jangan jadi bagian dari cluster-cluster yang dimulai dari tempat-tempat umum yang dibuka kembali.
Tambahan: artikel NYT itu sebenarnya menjabarkan sekurangnya dua alasan WHO masih menolak: 1) Definisi airborne WHO berbeda dgn scientists yg calling itu, demikian juga WHO cukup kaku dalam hal pembuktian ilmiah;
2) Diskusi internal WHO soal ini didominasi oleh kubu pro cuci tangan, dan memberikan rekomendasi terkait airborne yg belum terbukti justru akan mengalihkan perhatian dari cuci tangan yang sudah pasti efektif.
Jadi, semua salah WHO? Nggak juga. Baca artikel bagus ini untuk memahami mengapa WHO adalah WHO hari ini:
Nah kan, udah mulai bermunculan terjemahan-terjemahan di portal berita Indonesia yang bikin panik. Biar gue terjemahin dalam bahasa Indonesia yang tidak baik, tapi benar, biar semua paham.
reuters.com/article/us-hea…
"Kami memang udah mulai ngomongin soal kemungkinan airborne ini. Setuju sih kalo airborne itu bukannya " 100% GAK MUNGKIN", apalagi di dalam kondisi khusus, misalnya ruangan rame, tertutup, ventilasi buruk, tapi kita perlu penelitian lebih banyak lagi."
kompas.com/sains/read/202…
Pertanyaan berikutnya, terus kita orang awam harus gimana? Nah, gue udah jawab di bagian atas thread ini:
Kalo kata @soerjamangala yang punya titel arsitektur, AC sentral itu harusnya nggak resirkulasi udara, karena exhaust dan entry ventnya beda. AC yang berisiko itu adalah yang AC split alias AC rumahan.
Jangan salahin gue atau dia kalo gue salah ngutip. Tanya manajemen gedung aja.
Share this Scrolly Tale with your friends.
A Scrolly Tale is a new way to read Twitter threads with a more visually immersive experience.
Discover more beautiful Scrolly Tales like this.
