Terkait tweet sdr @saapvvf ini, ybs sudah japri saya kemarin Sabtu, jam 12.40 wib.
Dan pihak Rumah Sakit memberikan tanggapan dan penjelasan Sabtu jam 17.48 wib.
Segera sy minta nomer telp ybs atau keluarga pasien, Krn RS ingin memberikan Klarifikasi & penjelasan langsung.
Sebagai pertanggungjawaban publik, saya ingin menyampaikan tanggapan didasarkan penjelasan rumah sakit.
Dan sedapat mgkin setelah pihak pengkomplain atau pihak keluarga pasien mendapat penjelasan langsung dari RS.
Sampai saat ini, Minggu jam 21.43 wib, kami belum mendapatkan kontak no telp. Maka penjelasan RS saya telah teruskan kpd sdr @saapvvf melalui japri.
Menurut hemat saya, penjelasan tulisan tidak cukup. Namun lebih memilih itu. Saya hormati.
Semalam saya dapat kabar dari pihak RS, jika nomer kontak tidak mendapatkan RS berniat ingin bersilaturahim ke keluarga untuk mengklarifikasi dan memberikan penjelasan.
Atas seijin pihak RS, saya menyampaikan beberapa poin tanggapan dan penjelasan RS atas tweet sdr @saapvvf . Ybs tidak menyebut nama RSnya dalam tweetnya, shg sy tidak jg menyebut nama Rumah Sakit.
Saya sampaikan fakta didasarkan penjelasan RS sbg keseimbangan informasi.
Pihak RS menyatakan telah merawat pasien yg disebutkan sdr @saapvvf selama 14 hari. Saat dari dirujuk dari RS lain, kondisi pasien muntah & demam, hasil rapid test IgM reaktif sehingga berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP).
Persetujuan/ inform concent dan surat pernyataan pasien rawat inap sudah ditandatangani diatas materai oleh Penanggung Jawab pasien.
Pasien ybs dilakukan pemeriksaan penunjang berupa Radiologi dan Laboratorium termasuk pemeriksaan Biomolkuker SARS - Cov 2.
Rumah Sakit menyatakan Tidak Benar jika dikatakan menahan pasien. Karena meski hasil pemeriksaan swab negatif, berdasarkan tata laksana medis mendalam ybs memiliki penyakit lain berupa penyakit Demam Berdarah. Ada bukti hasil pemeriksaan penunjang (lab).
Perlu diketahui kebijakan RS, untuk tujuan tujuan meminimalisir infeksi nosokomial/ penularan penyakit, selama perawatan di ruang isolasi pasien yang dirawat tidak diperbolehkan dikunjungi.
Tetapi karena pasien masih usia anak, ybs diperbolehkan didampingi 1 orang keluarga.
Penting juga disampaikan, selama dirawat Rumah Sakit tidak mengenakan biayabiaya/pembebasan biaya perawatan kepada keluarga pasien.
Pembiayaan dijamin oleh pemerintah dengan teknis pembiayaan perawatan penyakit infeksi emerging.
Demikian pokok tanggapan dari pihak rumah sakit atas tweet sdr @saapvvf .
Saya mendapatkan beberapa salinan dokumen sbg bukti perawatan dan pemeriksaan yang tidak dapat sy sampaikan di penjelasan ini demi kerahasiaan kedokteran atau rahasia pasien.
Saran saya kepada sdr @saapvvf dan pihak Rumah Sakit agar ketemu untuk saling memberikan penjelasan dan klarifikasi.
Saran ini sudah berkali sy sampaikan kepada kedua belah pihak.
Kpd Saudara2ku, jika anda ingin sampaikan keluhan, berikan langsung kepada RS. Tabayyun!
Share this Scrolly Tale with your friends.
A Scrolly Tale is a new way to read Twitter threads with a more visually immersive experience.
Discover more beautiful Scrolly Tales like this.
