Kerja tahan ijazah?
Harusnya udah ngga relevan, karena cara kuno yg ngerugiin pekerja...
tapi praktek seperti itu juga karena kelakuan pekerja itu sendiri..
Perusahaan mencegah pekerja ga bertanggung jawab, ga disiplin, dll.
Sebenernya cukup dgn sanksi gantirugi #FAQMase
Biasanya yg masih melakukan praktek itu, perusahaan yg punya posisi turnovernya tinggi banget dan mencegah si pekerja kabur atau ga disiplin dengan perjanjian kerjanya..
Balik lg kenapa bisa si pekerja begitu, perusahaan pun harus instrospeksi diri..
Praktek tahan ijazah itu memang kurang baik, karena saat mau menebus ada aja masalahnya..
Akal²an hrd atau perusahaannya biar si pekerja terikat, atau subjektif ga suka sama di pekerja jadinya dipersulit...
Sesuai UU Ketenagakerjaan, ga ada aturannya yg memperbolehkan..
Tapi kalau diperjanjian kerja nya ada penahanan ijazah/lainnya.. dan disepakati dan ditandatangani pihak perusahaan dan pekerjanya..
Perjanjian kerja itu sah menurut hukum.
(Pasal 1320 Kitab undang² Hukum Perdata)
Dan kalau ijazah tersebut ga bisa dikembalikan atau tidak mau dikembalikan setelah perjanjian kerja berakhir..
Dan setelah cara kekeluargaan juga ga bisa..
Pekerja bisa menuntut perusahaan dengan pasal penggelapan dan perbuatan melawan hukum..
Selama proses mengupayakan kembali ijazah yg ditahan, kalau buntu banget..
Solusi alternatifnya bisa dengan melaporkan ijazah hilang..
Tentunya dengan tetap menuntut perusahaan dan hrdnya ya..
indonesia.go.id/layanan/pendid…
Pelajari dengan teliti saat akan menandatangani perjanjian kerja ya.
Untuk HR yg masih nahan ijazah..
Coba instrospeksi lg organisasinya.. karyawan²nya.. culturenya.. compensation & benefitnya.. dll
Kenapa karyawannya pada ga betah,kabur, ga disiplin.. lalu cari solusinya :)
Share this Scrolly Tale with your friends.
A Scrolly Tale is a new way to read Twitter threads with a more visually immersive experience.
Discover more beautiful Scrolly Tales like this.
