URGENT. Sekitar Pkl. 08.00 WITA, Petugas Polairud Polda Makassar melakukan penjemputan paksa tanpa alasan yang jelas terhadap Manre (Nelayan Pulau Kodingareng) dan Slamet Riyadi (Aktivis WALHI Sulsel) di dermaga kayu bangkoa.
Sebarkan informasi ini, #HentikanKriminalisasi
Semalam, nelayan menginap di depan kantor Gubernur Sulawesi Selatan, memprotes penyedotan pasir laut Kodingareng utk proyek Makassar New Port.
Penambangan pasir yg dilakukan @BoskalisWessie @BoskalisNL, tepat berada di wilayah tangkap para nelayan, sbg sumber kehidupan utama.
Pada 2018, @nurdinabdullahh lantang bicara jika sawit dan tambang bukan utk Sulawesi Selatan.
Kini, warga menghadapi masalah tambang, aksi berkali², diintimidasi, dan Anda berdiam diri? 👿👿
Nurdin Abdullah: Sawit dan Tambang Bukan untuk Sulawesi Selatan
mongabay.co.id/2018/07/22/nur…
Warga Pulau Kodingareng terpaksa menginap depan rumah jabatan gubernur, mendesak tuk segera hentikan tambang pasir di wilayah tangkap nelayan.
Massa Tolak Tambang Pasir Akan Nginap hingga Bertemu Gubernur, Ada Bawa Bayi detik.id/VyadUs
@susipudjiastuti @Walhi_Sulsel
...Slamet mengatakan bahwa kami tidak ada maksud untuk menghalangi penyidik, hanya meminta waktu agar Pak Manre didampingi oleh pengacaranya. Salah seorang petugas mengatakan bahwa kalau dalam waktu dua jam mereka tidak datang, kau yang saya habisi. jatam.org/2020/08/14/men…
"Saya menduga kuat bahwa penetapan tersangka pada Pak Manre merupakan pesanan perusahaan. Dan penyidik hanya menjalankan perintah atasan," -- Amin, @Walhi_Sulsel
Nelayan Kodingareng Jadi Tersangka Diduga karena Pesanan kabar.news/nelayan-koding…
Share this Scrolly Tale with your friends.
A Scrolly Tale is a new way to read Twitter threads with a more visually immersive experience.
Discover more beautiful Scrolly Tales like this.
