Mari merenung sejenak...
A THREAD!
Saat kamu duduk dihadapan Allah SWT disepertiga malam, maka gunakanlah akhlaknya anak-anak kecil untuk merayu-Nya,
Karena sesungguhnya anak kecil saat meminta sesuatu kepada ayahnya, kemudian tidak dikabulkan permintaannya, maka ia akan menangis sejadi-jadinya sampai keinginannya benar-benar dikabulkan.
Sudahkah kita mendoakan bapak dan ibu hari ini? Sudahkah kita menghubungi mereka untuk sekadar memastikan keadaannya baik-baik saja?
Sudahkah kita mencium tangan mereka? Mencium keningnya dan minta doa dihadapannya atau membaca surat Yasin di pusaranya? Sekadar memastikan mereka bangga terhadap anak-anaknya yang selalu mengingatnya.
Atau kita terlalu sibuk dengan dunia kita sendiri? Hingga lupa menghubungi mereka yang selalu mendoakan kita setiap hari, selalu menanti kabar anak-anaknya dari malam sampai pagi.
Buk kula kangen 🥺🥺
Bukankah kita sudah sama-sama dewasa dan mengetahui bahwa ridlo Allah SWT terletak pada ridlonya kedua orang tua kita? Pun sebaliknya, murkanya-Nya terletak pada murkanya kedua orang tua kita.
Mari merenung sejenak...
Dulu, selama ibu hamil, beliau tak pernah merasakan tidur nyenyak, makanpun kurang enak, selama 9bulan kemana-mana beliau membawa calon anak.
Bapak pun begitu, hampir setiap hari pulang larut malam, tak pernah peduli dengan penampilannya yang berantakan dan selalu mandi keringat seharian disekujur badan, sejak pagi hingga matahari tenggelam.
Semoga lelahmu didunia diganti surga oleh Allah SWT. 🤲🏼
Untuk apa dan untuk siapa bapak bekerja?
Jelas untuk biaya proses persalinan istrinya, untuk calon anaknya, untuk selametan aqiqah dengan menghadirkan saudara dan para tetangga.
Begitu dahsyatnya perjuangan mereka berdua dalam menyambut kita lahir ke dunia, ibu bertaruh nyawa, bapak bertaruh harga diri sebagai kepala keluarga. Kita sebagai anak sudah sampai mana berbakti dan membahagiakan mereka berdua?
Mari merenung sejenak. ☹️
قال رسول الله صلى الله عليه وسلم :
كل الذنوب يؤخر الله منها ما شاء إلى يوم القيامة إلا عقوق الوالدين فإن الله يعجله لصاحبه فى الحياة الدنيا قبل الممات.
Kanjeng nabi pernah berpesan :
“Semua dosa siksaannya dapat diakhirkan oleh Allah SWT sampai kelak hari kiamat,
kecuali dosanya anak-anak yang menyakiti kedua orang tuanya, Allah SWT tanpa kompromi akan menyegerakan siksaannya didunia sebelum ajalnya tiba.”
Mari merenung sejenak...
Bahwa termasuk dosa besar apabila kita menyakiti perasaan orang tua, entah dengan kata-kata, tingkah laku kita atau etika yang kurang berkenan dihati mereka.
Jika bapak dan ibu sudah tiada, apakah mereka akan bangga dengan keadaan kita yang masih hidup di dunia? Jika bapak dan ibu masih ada, apakah kita sudah berusaha semaksimal mungkin untuk selalu melihat mereka tersenyum bahagia?
Ketahuilah Bahwa senyuman ibu kita adalah anugerah terindah dari Tuhan alam semesta, karena diluar sana banyak anak-anak yang berusaha tersenyum untuk menutupi luka setelah ditinggal wafat ibunya.
Alfatihah 🥺😭
Dan pelukan bapak adalah nikmat besar dari Allah SWT, karena diluar sana masih banyak anak-anak yang berusaha terlihat tangguh setelah merasakan pelukan ayahnya lewat mimpi-mimpinya, lewat tangisannya dan lewat doa-doanya.
Alfatihah 🥺🤲🏼
" بر الوالدين : دِين ودَين
فالأول يأخذك إلى الجنة
والثاني يرده لك أبناؤك
Berbakti kepada orang tua adalah perintah agama sekaligus hutang, yang pertama akan menghantarkanmu ke surga, yang kedua anak-anak kita kelak akan memperlakukan kita seperti apa kita memperlakukan kedua orang tua kita.
Semoga kita termasuk anak-anak yang membahagiakan orang tua.
Mari merenung sejenak...
Sebelum orang tua kita pergi untuk selamanya, sebelum kita menyesal dengan sikap anak-anak kita kelak, karena sikap buruk kita kepada orang tua. ☹️🥺
Kanjeng nabi berkata :
Bahagiakan kedua orang tuamu, kelak, anak-anakmu akan membahagiakanmu.
Untuk seluruh bapak dan ibu yang masih ada di dunia, semoga diberi rezeki umur panjang oleh Allah SWT, agar melihat anak-anaknya sukses dalam berbakti dan membahagiakannya.
Untuk seluruh bapak dan ibu yg lebih dulu menghadap Allah SWT, semoga anak-anaknya selalu mendoakan disetiap selesai sholat maktubahnya, membaca tahlil dan surat Yasin setiap malam Jumatnya.
Kadang kita masih lalai bersyukur dengan keadaan sehat kedua orang tua, hingga kelak, kita benar-benar merasa bahwa selama ini pengorbanan kita tak ada apa-apanya setelah ditinggal mereka pergi untuk selamanya. 😊
Mari merenung sejenak,
Mari berdoa sejenak,
Pejamkan mata, dan bayangkan kita sedang tidur dipangkuan kedua orang tua kita.
Semoga mereka dalam lindungan-Nya.
Ala hadzihinniyah wa alaa ma nawa salafussholih, lahumal fatihah.
😇🥺🤲🏼
Tabik.
Ahmad (Bangbrew)
Hadramawt 28 Agustus 2020
Terima kasih Tuhan, atas niqmat pendidikan dari orang tua yang telah kau berikan.
Selamat menunaikan ibadah sahur bagi yang menjalankan.
02:53.
Jumuah Mubarak 🧔🏻
Share this Scrolly Tale with your friends.
A Scrolly Tale is a new way to read Twitter threads with a more visually immersive experience.
Discover more beautiful Scrolly Tales like this.
