Halo Kampus Profile picture
Sharing insights & info buat milih kampus, jurusan, karier, beasiswa. Diskon 10% langganan Zenius pakai kode promo: HALOKAMPUS (kapital semua)

Aug 28, 2020, 18 tweets

Buat yg memutuskan gap year, entah karena pilihan atau emang karena terpaksa, jangan minder.

Gap year bukanlah bentuk ketertinggalan.

Gap year bisa sangat bermanfaat, bisa jadi life-changing, apabila kamu bisa mengeksplorasi diri dan memanfaatkan waktu setahun tsb dengan baik.

Gap year: berhenti/beristirahat dari rutinitas dalam waktu relatif lama, baik berhenti dari sekolah, kuliah atau bekerja.

Di Indonesia gap year abis lulus SMA jadi pilihan kurang populer.

Banyak yg ngehindarin gap year dan memaksakan diri harus kuliah seketika setelah lulus.

Padahal, banyak perguruan tinggi terbaik dunia yg menyarankan gap year, termasuk @Harvard.

"We encourage admitted students to defer enrollment for one year to travel, pursue a special project or activity, work, or spend time in another meaningful way..."

college.harvard.edu/admissions/app…

1. Dengan gap year, kamu punya waktu banyak buat merefleksikan diri shg bisa mengambil keputusan terbaik.

Dengan padatnya kegiatan kelas 12, banyak anak yg ga sempat memikirkan:

• “Apa sih minat & bakat gue?”
• “Apa karier yg pengen gue capai?”
• “Apa visi misi hidup gue?”

Kuliah merupakan proses pembelajaran yg panjang.

Di kampus, kamu bakal mempreteli bidang yg kamu tekuni.

Jadi apabila ga ada minat atau keinginan buat eksplorasi bidang yg akan kamu tekuni, maka waktu bertahun-tahun yg akan kamu habiskan ketika kuliah bisa berat & ga optimal.

2. Dengan gap year, kamu punya banyak waktu buat mengeksplorasi hal-hal baru yang belum sempat kamu coba ketika sekolah.

Rutinitas sekolah yang sangat padat membuat banyak anak yang ga sempat mencoba hal baru, mengeksplorasi hal-hal yang ga diajarkan di sekolah.

Untuk pertama kalinya dalam hidupmu, kamu punya kebebasan buat melakukan kegiatan apa pun yg kamu pengenin yg selama ini TERHALANG tugas & rutinitas sekolah.

Kamu bisa kursus bahasa Inggris, belajar desain, ngembangin channel youtube, bisnis kecil-kecilan, magang, baca, dll.

3. Gap year membuat kamu lebih matang dan dewasa.

Kamu akan belajar mengambil keputusan sendiri, menentukan tujuan sendiri, menentukan prioritas sendiri dan berkomitmen terhadap rencanamu.

Kamu belajar jadi mandiri dan bertanggung jawab atas waktu dan keputusanmu.

Bagi kamu yang gap year karena terpaksa (ga lolos di SBMPTN atau PTN dan jurusan impianmu), gap year bakal mengajarimu bagaimana menerima dan berusaha bangkit dari kegagalan.

4. Dengan gap year, kamu punya banyak waktu buat belajar persiapan masuk perguruan tinggi tahun depan.

Mungkin ketika sekolah dulu, kamu masih malu-malu buat ambil jurusan di kampus favorit.

Dengan gap year, kamu punya waktu buat belajar dari dasar lagi dan nyiapin semuanya.

Apabila kamu memutuskan untuk gap year, mungkin di awal kamu bakal terasa sangat tertinggal dengan temen-temenmu.

Kamu bakal lihat temen2mu posting pake jas almamater dan kegiatan kuliahnya di IG bersama teman-teman baru mereka yg mungkin bakal buat kamu pengen.

Belum lagi mungkin lingkungan keluarga, tetangga atau guru yang kurang suportif.

Tekanan sosial di awal masa-masa gap year mungkin akan membuatmu stres, malu atau sedih.

Padahal, ketika kuliah, waktu lulusnya tiap anak bisa beda-beda. Ga kayak di sekolah yang satu angkatan lulus bareng.

Ada anak yg bisa lulus 3,5 tahun. Ada anak yang baru lulus setelah 7 tahun kuliah.

Jadi bisa aja yg gap year malah lulus duluan.

Selain itu, ketika di dunia kerja, selisih umur 1-2 tahun itu ga signifikan.

Banyak banget atasan yg lebih muda dari staf-stafnya.

Karena ketika kerja, kompetensi masing-masing orang yg paling berperan besar.

Namun, dibalik semua keuntungannya tsb, ga ada jaminan dengan gap year kamu bakalan semakin matang, menemukan minat dan bakatmu, atau lolos di perguruan dan jurusan yg kamu inginkan tahun depan.

Waktu berharga setahun bisa sia-sia kalau ga km manfaatkan dengan baik.

Buat yg ngambil gap year, kamu mesti pinter-pinter memotivasi diri sendiri.

Cari temen atau komunitas sesama anak gap year agar bisa saling menyemangati sehingga ga merasa berjuang sendiri.

Intinya gap year bukanlah sebuah bentuk ketertinggalan.

Gap year bisa amat sangat bermanfaat apabila kamu bisa mengeksplorasi diri dan memanfaatkan waktu setahun tersebut dengan baik.

Good luck dan semangat buat para pejuang gap year!

Buat alumni yang juga pengen sharing pengalaman gap yearnya bisa tulis di reply thread ini ya 🙂

Share this Scrolly Tale with your friends.

A Scrolly Tale is a new way to read Twitter threads with a more visually immersive experience.
Discover more beautiful Scrolly Tales like this.

Keep scrolling