Vaksin, Asuransi dan Perlindungan Tuhan.
Ada banyak alasan orang menolak vaksin. Utamanya krn alasan religius. Mirip dgn orang menolak asuransi. Seorang agen asuransi bercerita, calon nasabahnya dgn yakin berkata dia tidak perlu asuransi, krn "asuransi" nya adl Tuhan langsung.
Perlindungan Tuhan pasti diatas segalanya. Bila sudah dilindungi Tuhan, apalah isi dunia yg bisa mengganggu?
Sebagai orang beragama dan percaya keberadaan Tuhan, tentu kita setuju dgn keyakinan bahwa bila Tuhan sdh memberi perlindungan, maka tak ada hal buruk yg mungkin terjadi.
Tapi kata "bila" itu sepertinya membawa kita berbeda jauh dalam hal konsep ketuhanan. Ada yang tidak percaya Tuhan melindungi umatnya sedemikian hingga umatnya tidak perlu melindungi diri sendiri. Astronot ke luar angkasa melindungi diri dengan pakaian khusus anti radiasi.
Tak cukup hanya dgn pakaian casual yg biasa dipakai saat kencan. Naek motor perlu melindungi diri dgn helm, padahal resiko jatuh kepala membentur aspal belum tentu terjadi. Bukankah bila konsisten dgn logika perlindungan Tuhan, astronot cukup dgn baju anget dan celana jeans saja?
Ato naek motor ngga perlu pake helm yg berpotensi merusak tatanan rambut itu?
Cara kerja Tuhan memang unpredictable menurut ukuran otak kita. Andai Tuhan bekerja sesuai logika manusia, koruptor pengadaan kitab suci itu harusnya dari dulu disambar petir. Tp faktanya tdk begitu.
Orang2 korupsi, sebagian - yang sial ketangkep - dipenjara sebentar, lalu bebas dan kaya raya. Sebagian lagi tetap menjabat, malah makin berkibar, makin keren bahkan dipuja puji sebagai tokoh yang disegani.
Karena cara kerja Tuhan yang misterius itu, kitalah - manusia - yg harus mengusahakan kebaikan bagi diri sendiri, bagi sesama dan bagi lingkungan. Bila musim pancaroba tiba, ingatlah minum vitamin dan usahakanlah istirahat yang cukup, lebih bagus lagi bila ditambah olah raga.
Kalau naek motor, pakailah helm utk melindungi kepala. Ini bukan masalah tak percaya perlindungan Tuhan, tapi karena kadangkala Tuhan melindungi kita dengan kecerdasan dan pengetahuan yang IA anugerahkan melalui kerja otak manusia dan penelitian para ilmuwan yang tak kenal lelah.
Kerja otak manusia - yang terjadi hanya atas kehendakNYA itu - telah melahirkan sistem perlindungan atas resiko (seperti helm dan asuransi) atau pencegahan (seperti vaksin).
Jadi, kapan kamu mau aku suntik?
😁
Share this Scrolly Tale with your friends.
A Scrolly Tale is a new way to read Twitter threads with a more visually immersive experience.
Discover more beautiful Scrolly Tales like this.
