amurtado_id Profile picture
"Jika kapalmu telah rapat ke tepi// Kita akan bercerita// Tentang cinta dan hidupmu pagi hari//.” (Asrul Sani)

Sep 2, 2020, 19 tweets

Hari ini saya mengantar anak masuk sekolah utk pertama kalinya setelah lebih dari 6 bulan belajar dr rumah. Ehh katanya jadi anak diplomat itu enak, bisa pindah2 sekolah internasional di LN, bener ga sih? #ceritadiplomat

Klo sekolah di LN nya mungkin bener ya. Tapi klo sekolah internasional, belum tentu. Kenapa? Karena tidak semua anak2 diplomat bersekolah di Sekolah Internasional. #ceritadiplomat

Beberapa teman yg ditugaskan di tempat2 yg memiliki Sekolah Indonesia seperti Kuala Lumpur, Bangkok, Singapura atau Den Haag, ada yg memilih menyekolahkan anaknya di Sekolah Indonesia tsb. Mengapa? #ceritadiplomat

Selain krn faktor biaya, alasan lain adalah karena kurikulum Sekolah Indonesia yang sdh sesuai dgn aturan dari Kemendikbud. Sehingga tdk menyulitkan ketika anak2 itu nantinya pindah ke Indonesia.

Kenapa faktor biaya jadi itung2an? Apa kantor ga menanggung? Ada bantuan dari kantor. Kita menyebutnya bantuan biaya pendidikan anak (bbpa). Namun, karena sifatnya 'bantuan' maka alokasi anggarannya tdk se-pasti dan se-permanen seperti gaji.

Plus lagi, bbpa tersebut juga ada batas atasnya (pagu), yaitu sesuai SBM yang ditetapkan oleh Kemenkeu. Jadi tetap kita ga bisa semaunya memilih sekolah internasional yg elit, kecuali kita mau nombok sendiri.

Di Qatar misalnya, dengan pagu yang ada, kita cukup kesulitan menemukan sekolah internasional yg katakan unggulan. Biaya pendidikan disini sgt mahal. Hampir semua diplomat Indo yg menyekolahkan anaknya di Sekolah Internasional 'biasa' saja harus nombok dari gaji.

Beruntung juga bagi teman2 yg ditugaskan di english speaking countries, karena umumnya mereka bs menyekolahkan anak2nya di sekolah2 publik (pemerintah) yg biayanya relatif terjangkau. #ceritadiplomat

Saya sempat kepikiran juga sih menyekolahkan anak di sekolah lokal disini yg berbahasa arab. Tapi setelah berdiskusi dg byk pihak, trnyata ga mudah bersekolah di sekolah lokal. Adaptasinya jauh lebih berat. #ceritadiplomat

Ehh soal penyesuaian/adaptasi ini penting banget. Mungkin inilah tantangan terbesar bagi anak2 diplomat. Mereka dituntut cepat beradaptasi di lingkungan baru. Beberapa ada yg kesulitan dan bahkan ada yg harus pergi ke psikiater di bulan2 pertama.

Anak saya, sekalipun bersekolah di sekolah internasional, tapi tetap mayoritas teman2nya adalah anak2 arab. Pasti ga mudah bergaul dan beradaptasi dg anak2 dg latar belakang berbeda tsb. #ceritadiplomat

Oiya agak melenceng dikit, kebijakan masuk sekolah hari ini, ada kaitannya dg kebijakan pemerintah qatar dalam menangani covid-19. Jadi per tanggal 1 Sept, pemerintah Qatar telah menerapkan fase ke-4 relaksasi dimana sekolah mulai dibuka scr terbatas.

Selama periode 1-3 sept, pemerintah hanya mengizinkan sepertiga (bergiliran) murid mengikuti pertemuan tatap muka. Itupun cm 3 jam, dan hanya sehari dalam seminggu serta dg protokol kesehatan yg sangat ketat.

Mulai tanggal 6 Sept nanti sekolah mulai dibuka utk 50% siswa. Sebagian lainnya msh melalui pertemuan online. Pemerintah Qatar mengambil kebijakan ini setelah melalui kajian ketat. Antara lain dg temuan klinis bahwa 98% tenaga pendidikan di Qatar sudah bebas covid.

Terhadap peserta didik juga dilakukan pemeriksaan berlapis. Anak2 wajib mengenakan masker, tdk boleh bertukar barang/makanan dan jaga jarak yg ketat. Selain itu semuanya wajib menunjukan apa yg disebut aplikasi Ehteraz.

Aplikasi ehteraz ini dpt menunjukan barcode dg warna tertentu. Hanya mereka yg memiliki barcode dg warna hijau (terbukti secara klinis tdk tertinfeksi covid) yang dapat memasuki area sekolah.

Meskipun sudah menerapkan aturan yg sgt ketat, kebijakan masuk sekolah bertahap ini tetap dievaluasi setiap minggu. Pemerintah kapanpun dapat menutup kembali sekolah2, jika ditemukan indikasi bertambahnya kasus Covid.

Sekian dulu ya, mudah2an ada manfaatnya. Bagi yg bercita2 ingin jadi diplomat, siapkan diri, paling ga, ada gambaran utk pendidikan anak2nya nanti.

Ehh tapi jangan serius2 juga nyiapinya. Apalagi buat yg masih jomblo. SEMANGAT 🙃

Share this Scrolly Tale with your friends.

A Scrolly Tale is a new way to read Twitter threads with a more visually immersive experience.
Discover more beautiful Scrolly Tales like this.

Keep scrolling