amurtado_id Profile picture
"Jika kapalmu telah rapat ke tepi// Kita akan bercerita// Tentang cinta dan hidupmu pagi hari//.” (Asrul Sani)

Sep 3, 2020, 15 tweets

Pengen bikin utas singkat soal perempuan dan profesi diplomat. Tapi mohon maaf ya klo nanti bahasa dan susunannya agak kacau. Lagi nyambi jaga anak, hehe🙏

#ceritadiplomat

Jadi wktu saya test masuk @Kemlu_RI tahun 2008, ada 100 orang yg dtrima. Seratus orang ini bner2 bragam background-nya, dr mulai asal daerah, smpai asal Universitas (jgn dibayangkan smua dr Univ 'mainstream'). Dari Aceh sampe Papua. Persis miniatur Indonesia. #ceritadiplomat

Tpi yg mmbuat sy surprise, trnyata lebih dr separuh yg dtrima tsb adlh perempuan. Ini luar biasa, karena dlm bayangn awal sya diplomat itu krjanya 'mobile' dan dtuntut siap 24 jam (ini bener sih). Dgan ritme kerja sprti itu (ga brmaksud sexist) psti akan sgt mnantang bg prempuan.

Tp anggapan 'patriakhi' sy itu prlahan surut, krna slama pndidikan trbukti para srikandi ini mmng handal dn sgt siap. Substansi, Skills, Interpersonal, Bahasa. Kereen! Dan bnar sja, ktika pngmuman pringkat di akhir pndidikan, pringkat tbaik didominasi prempuan👏. #ceritadiplomat

Bukan itu saja, dr pndidikan & pngalaman yg ada, sya lihat mmang prempuan mmiliki keunggulan 'alamiah' (sy bs dsalahkan krna istilah ini🙏) utk mlaksanakan tugas2 diplomat. Sifat ulet, correct dan dialogis yg rata2 dmiliki prempuan adlh modal dasar dn paling penting bgi diplomat.

Peran besar perempuan dlm diplomasi Indonesia smakin dikonfirmasi dg diangkatnya Ibu Retno sbg @Menlu_RI . Sblumnya, sejak awal kmrdekaan diplomat2 perempuan jg sdh ada yg brkiprah. Prnah dgar nama Laili Roesad? Bliau adalah salahsatu generasi awal diplomat perempuan Indonesia.

Saat ini jumlah diplomat perempuan di Kemenlu baru sekitar 36%. Tp kyakinan sy ke depan jumlahnya akan smakin besar. Perempuan di Kemenlu jg akn smakin byk mmegang posisi kunci. Tentu bukan semata krna dia seorang perempuan, tapi krna scr kualitas ybs memang layak jadi pimpinan.

Meski begitu, pasti ada tantangannya ya bagi perempuan utk berkarir sebagai diplomat. Ini sebenarnya berlaku bagi profesi apapun, 'credo'-nya sama, khas masyarakat patriakhal bahwa perempuan dituntut untuk menyeimbangkan peran domestik dan profesionalnya. #ceritadiplomat

Sebuah tuntutan yang sebenarnya agak 'offside', karena tuntutan keseimbangan peran harusnya bisa dibebankan ke siapapun. Tpi yaa itulah faktanya, beberapa diplomat prempuan msh ada yg hrs brjuang utk meyakinkan pasangannya, skedar misalnya, utk pindah2 negara ikut pnugasan istri.

Anggapan bahwa perempuan yg mjdi diplomat akan kesusahan dalam menjaga peran di keluarga juga nggak sepenuhnya benar. Saya saksikan sendiri byk diplomat2 perempuan yang brhasil di karir dan kluarga. Anak-anak mreka tumbuh mjdi anak2 hebat. #ceritadiplomat

Belum lagi, bagi laki-laki yang mengikuti penugasan istri sbg diplomat, bukan berarti dia tdk bisa dan tdk boleh mlakukan apa2. Mrka bisa mngmbangkan karir, misalnya dg mnmpuh pndidikan lanjut di tempat pnugasan istri atau mncari kterampilan yg dpt brguna ketika kembali ke Indo.

Intinya mungkin di kerja sama ya. Pasangan yang supportif. Dan kesadaran bahwa keluarga adalah rumah yang harus dibangun bersama. Tidak oleh salah satu pihak saja. #ceritadiplomat

Oiya satu lagi, untuk tempat penugasan pun, kantor umumnya akan menyesuaikannya. Diplomat perempuan misalnya dihindarkan untuk dikirim ke negara berbahaya yang masih dalam keadaan perang. #ceritadiplomat

Jadi, jangan takut bagi para perempuan yang ingin menjadi diplomat. Kesempatan terbuka lebar. Stereotyping bahwa diplomat adalah pekerjaan laki-laki juga sudah (harus) mulai berubah.

Sekian semoga ada manfaatnya🙏

Share this Scrolly Tale with your friends.

A Scrolly Tale is a new way to read Twitter threads with a more visually immersive experience.
Discover more beautiful Scrolly Tales like this.

Keep scrolling