Catatan Ma'ruf Khozin Profile picture
Direktur Aswaja Center PWNU Jawa Timur

Sep 15, 2020, 11 tweets

Mengapa Harus Bermazhab dalam Memahami Dalil Quran dan Hadis?

--- UTAS ---

Saya paling suka memberi contoh dengan perumpamaan yang mudah dipahami oleh jamaah. Karena masjid Wal Ashri Pertamina ingin memahami ilmu fikih dalam metode bermazhab, maka saya memberi contoh seperti yang mereka geluti setiap harinya; soal minyak.

Ibaratnya ayat-ayat di dalam Al-Quran itu seperti minyak bumi. Minyak bumi ditemukan bersama-sama dengan gas alam. Lalu, minyak bumi yang telah dipisahkan dari gas alam disebut juga minyak mentah (crude oil).

Minyak mentah dapat dibedakan menjadi:

Light crude oil (minyak mentah ringan) yang mengandung kadar logam dan belerang rendah, berwarna terang dan bersifat encer (viskositas rendah).

Heavy crude oil (minyak mentah berat) yang mengandung kadar logam dan belerang tinggi, memiliki viskositas tinggi sehingga harus dipanaskan agar meleleh.

Setelah melalui proses tertentu minyak di atas baru bisa digunakan untuk mobil, bus, pesawat, kapal dan sebagainya. Jadi, tidak ada ceritanya minyak mentah bumi langsung dimasukkan ke tangki mobil terus bisa berjalan.

Demikian pula dalil-dalil Quran dan Hadis, ada banyak topik yang belum terpisah antara ayat hukum, ayat kisah, ayat perumpamaan, ayat muhkam dan mutasyabih, juga ada kalimat-kalimat yang masih general, ada sekian ayat dan hadis yang sudah dihapus dengan dalil yang lain, dsb.

Dari proses pengolahan dalil tersebut, jika melalui pendekatan "ra'yu" (rasional) menghasilkan Mazhab Hanafi. Jika menggunakan pendekatan tradisional menghasilkan Mazhab Maliki.

Jika menggunakan pendekatan yang menggabungkan rasional dan tradisional menghasilkan Mazhab Syafi'i. Jika pendekatan fundamental akan menghasilkan Mazhab Hambali.

Hasil ijtihad ulama mazhab ini disebut fikih. Kita tinggal mempraktikkan tata cara salat, puasa, haji dan sebagainya, seperti kita tinggal menggunakan gas, bensin, solar dan lainnya.

Jadi, apa bermazhab itu?

---------

Dirangkum dari akun Facebook K.H. Ma'ruf Khozin, Direktur Aswaja Center PWNU Jawa Timur.

Share this Scrolly Tale with your friends.

A Scrolly Tale is a new way to read Twitter threads with a more visually immersive experience.
Discover more beautiful Scrolly Tales like this.

Keep scrolling