BUYA, AMALMU BANYAK, DOSAMU DICURI ORANG
Dulu saya menulis tentang Buya, saat ramai pembacokan seorang Romo di sebelah kampung Buya tinggal (yang juga kampung saya). Saya menulis karena banyak netizen yang menghujat Buya, menuduhnya: kalau agama lain
#HubbulWathonMinalIman
1. dibela, agama sendiri dihina... atau semacam itulah komen2nya.
Waktu itu saya jelaskan bahwa saat kejadian, Buya kebetulan berada di pasar, bbrp puluh meter dari Gereja tempat kejadian. So, simpel aja beliau datang ke lokasi. Tapi ya ramainya bukan main, tudingan, tuduhan,
2. cacian dll. Bbrp nama yang nyinyir pada Buya masih saya ingat 😊
Nah, ketika Buya juga mendatangi mushala yang dibakar orang di Bantul, meski lokasi sangat jauh dari rumah Buya.. orang-orang itu pada mingkem. Sekadar apresiasipun nggak ada sama sekali.
Tak perlu tunjukkan
3. secara vulgarpun kita tahu, mereka dari kelompok model beragama yang seperti apa, dan cara berpolitik yang seperti apa.
Kalau diingatkan, sangat mungkin mereka ini pura2 tidak ingat. Misalnya, Buya nengok Abu Bakar Baasyir saat sakit di penjara, ngobrol dan mendoakan. Padahal
4. kita tahu 2 tokoh ini berseberangan cara berpikir keagamaannya. Dan... Buya itu menjadi saksi ahli di pengadilan yang meringankan Abu Bakar Baasyir lho..
Nah, kali ini juga mirip. Buya mendoakan Syeh Ali Jaber, minta Polisi usut tuntas & jgn sampai terulang, lalu memberikan
5. wejangan bagaimana peradaban ini harus dibangun. Statemen yang soft dan baik, sewajarnya seorang yang Sepuh bagi Bangsa Ini.
Komen-komen netizen.. masyaallah! Bikin pengen istighfar 1000x😅
Sebetulnya komennya ya itu2 aja sih.. plesetan nama, plesetan gelar, soal gaji BPIP
6. (yang nggak pernah Buya ambil itu), soal Jokowi.... blas nggak ada kaitan sama isi statemen Buya terkait Syeh Ali Jaber.
Saya jadi berpikir. Seorang Buya yang shalat 5 waktu di masjid, dzikir/qiraah tak henti, baca bukunya kenceng, kalau ngobrol diskusi selalu terselip ayat
7. Qur'an dst dst.. kok dibegitukan, berarti dosa beliau dicuri orang2 itu.
Sementara, pemberian2nya pada dlu'afa, masjid, pesentren, mahasiswa tak mampu, dan siapapun.. tak pernah dibicarakan orang, tidak diketahui kecuali oleh segelintir orang. Mungkin Allah memang menjaga itu
8. sbg rahasia agar tidak menguap.
Poin saya lainnya, rupanya banyak netizen Yg main medsos untuk melampiaskan kebencian. Bisa jadi, mmg hidupnya susah, hatinya penuh gelisah, jadi yg terlontar cacian dan makian. Karena dasarnya benci, kalau ada yang ga cocok ya langsung dicerca
sementara kalau lihat sesuatu yang cocok di hatinya dia diam saja hanya karena yang melakukan kebaikan itu orang yang selama ini terlanjur dicaci makinya.
Biasanya, kalau sempat jawab akan saya jawab, "Besok ketemu di pengadilan Allah saja".. 😊
Share this Scrolly Tale with your friends.
A Scrolly Tale is a new way to read Twitter threads with a more visually immersive experience.
Discover more beautiful Scrolly Tales like this.
