Penyebutan "kadrun" jelas rasis. Bagaimana dengan Kecebong/Cebong dan Kampret? Kalau melihat kelahiran dan konteks pemakaiannya, kedua kata itu bukanlah dipakai utk panggilan rasis melainkan utk menunjuk ke orang/kelompok dg preferensi politik tertentu.
- Utas
Cebong dari kata Kecebong = anak katak berkembang di media sosial dari berita @jokowi punya piaraan katak di Istana. Dari situ, pendukung Jokowi disebut dg sebutan Cebong.
amp.kompas.com/nasional/read/…
Sebutan bernada meledek itu seperti mendapat 'pengesahan' ketika foto anak @jokowi @kaesangp beredar di media sosial memakai topi dg tulisan "Kolektor Kecebong"
Panggilan Cebong kemudian mendapat balasan dari kelompok yg disebut Cebong berupa panggilan Kampret ( Sejenis kalelawar). Patut diduga, Kampret berasal dari nama koalisi saat Pilpres: Koalisi Merah Putih yg diplesetkan menjadi Kampret.
Sampai disini saling sebut dg sebutan ledekan Cebong-Kampret berasosiasi ke orang/kelompok dg afiliasi politik tertentu. Tidak ada kaitannya dg ras. Faktanya, anggota kelompok Cebong maupun Kampret berasal dari lintas ras dan kepercayaan.
Perkembangan terakhir, kedua koalisi sudah menyatu di Istana. Mestinya tidak ada lagi sebutan Kampret. Fusi dari dua kelompok sebaikny disebut saja sebagai "Kecepret".
Sekian.
Share this Scrolly Tale with your friends.
A Scrolly Tale is a new way to read Twitter threads with a more visually immersive experience.
Discover more beautiful Scrolly Tales like this.
