Budiman Sudjatmiko (IG: kelasinspirasibudiman) Profile picture
Few happiness can't be BOUGHT, has to be FOUGHT

Sep 18, 2020, 21 tweets

Pelajaran sejarah JANGAN DIHAPUS di jenjang menengah. Pakai pendekatan/metode baru yg kritis & analitis. Bukan hapalan. Tujuannya menumbuhkan ketrampilan analisis yg holistik & empati kemanusiaan dr peristiwa2 mart lalu..Tumbuhkan #KecerdasanSejarah anak muda

Belajar sejarah dgn metode yg tepat (menganalisis pola peristiwa2 masa lalu dr bbrp sudut pandang) menajamkan logika. Dept. Sejarah @UniofOxford & @Cambridge_Uni itu salah 1 yg seleksinya sangat ketat. Lulusan2nya banyak dibutuhkan di pemerintahan & perbankan

Bahkan beberapa buku sejarah (meskipun bukan textbook) bisa menajamkan logika dgn cara permainan. Misal ada bbrp buku sejarah yg menyodorkan "What Ifs" scenario. Buku2 spt ini menguraikan "andai di masa lalu sebuah keputusan lain yg dibuat, apa dampaknya".

Dari analisis atas data & pola2 interaksi antarpelaku sejarah, misal dibuat uraian seandainya Hitler memutuskan menghancurkan tentara Inggris di Dunkirk (bukan membiarkan mereka pulang ke Inggris spt fakta sejarahnya), bgm dampaknya pd hasil Perang Dunia II?

Atau ttg sejarah nasional bisa dibuat buku andai pemuda2 pergerakan progresif revolusioner tak memutiskan menculik Bung Karno & Bung Hatta u/ memproklamasikan kemerdekaan & kemerdekaan Indonesia sepenuhnya disponsori Jepang, bgm status internasional RI?

Buku2 itu tentu akan jd bahan pelajaran (dan debat) yg menarik, yg merangsang pelajar2 membedahnya dgn cara kritis & analitis.

Bisa juga pelajaran sejarah u/ menumbuhkan empati kemanusiaan. Seorang teman Indonesiaku di Inggris cerita ttg putrinya yg di Year Six (usia 11 tahun) harus menulis esai sejarah tugas sekolah

Yg menarik perhatianku adalah temanya. Anak2 Inggris diminta menulis esai sejarah Perang Dunia II dari sudut mata seorang gadis Jerman seusianya!! Bayangkan anak kecil diminta berpikir dr sudut pandang anak seusianya dr negara yg jadi musuhnya saat perang!!

Artinya sejarah perang tak diajarkan u/ bicara patriotisme belaka tp juga humanisme dr sudut pandang korban2 perang. Bisakah pelajaran sejarah kita juga bicara konflik2 masa lalu dr sudut pandang korban2 tak berdosa? Ini tantangan!
Inilah #KecerdasanSejarah

Empati juga bukan pd si korban tak berdosa tp juga pd manusia di balik pemikiran2 besar yg mengubah sejarah dunia. Saat saya kuliah International Relations di @Cambridge_Uni, salah 1 mata kuliah favoritku adalah "History of Political Thoughts"

Matkul ini menjelaskan situasi sosial & personal pemikir2 dunia saat menulis karya2nya: Machiavelli, John locke, Hobbes, Francis Bacon, Rousseau, Karl Marx, de Vitoria dll. Ide2 kompleks lahir dr manusia2 kompleks yg melahirkan kompleksitas masyarakat!

Matkul ini memberitahu saya bhw karya2 besar ekonomi politik dunia bukan cuma lahir dr proses intelektual tp juga psikologis & sosial penulis2nya. "No Virtue like Necessity". Tak ada kebajikan yg bisa mengalahkan kebutuhan utk hidup! Ini #KecerdasanSejarah

Andai Hitler tak pidato kebencian pd Yahudi, dia bisa ketemu kurator seni lukis Yahudi. Tp krn si kurator mati dikeroyok pemuda2 Jerman setelah mendengar pidato Hitler, Hitler gak ketemu dia. Andai Hitler sukses jd pelukis, apa Perang Dunia II tak terjadi?

Membahasnya akan jadi latihan otak yg menarik bukan? Bisa juga kita mengasah empati atas korban pidato2 kebencian.

Bisa juga mengaitkannya dgn teori Matematika Butterfly Effect dr Lorentz ttg "andai tak ada pengeroyokan, bisakah Perang Dunia II dicegah?" atau "andai Putra Mahkota Austro-Hungaria, Franz Ferdinand, tak datang ke Sarajevo, bisakah Perang Dunia I dicegah?"

Dan jgn lupa Prof. Edward Witten, jenius fisika zaman now dr Institute for Advanced Study-Princeton & perintis M (String) Theory yg jg satu2nya fisikawan peraih Field Medal (Nobelnya matematika), kuliah S1-nya adalah SEJARAH!😊
Ayo asah #KecerdasanSejarah!

Saya bahkan pernah menyampaikan beberapa bulan lalu, stafsus milenial di sekitar presiden juga perlu diisi milenial2 sarjana sejarah (seni, ekonomi atau politik) & filsafat. Selain techno-preneur tentunya

Kenapa?

Karena pemimpin adalah history maker dan history marker...pembuat & penanda sejarah bagi bangsanya dan dunia di sekitarnya!!

Ayo asah #KecerdasanSejarah!

History of Science (spt Sejarah Fisika, Biologi, Kimia & Ilmu Komouter) jg matkul favorit di universitas2 top dunia. Jika digabung dgn Filsafat Sains akan lebih dahsyat lagi. Caraku memancing minat putriku pd sains juga dgn menyodorinya buku2 Sejarah Kuantum

Jadi belajar sejarah pada hakekatnya adalah belajar psikologi sosial & filsafat berdasar catatan2 tindakan individu & kolektif manusia di masa lalu.

Pro Populi Discimus
(aku belajar untuk rakyat)

Buku UPHEAVAL yg merupakan buku sejarah yg ditulis seorang biologist, Jared Diamond. Dia mengulas bbrp bangsa dlm mengatasi krisis & perubahan di masa lalunya. Salah 1-nya ttg Indonesia. Buku ini sdh diterjemahkan ke bahasa Indonesia berdikaribook.red/upheaval-bagai…

Share this Scrolly Tale with your friends.

A Scrolly Tale is a new way to read Twitter threads with a more visually immersive experience.
Discover more beautiful Scrolly Tales like this.

Keep scrolling