Yang kasih data diri siapa, yang disalahin sistem bank-nya
Macam gini:
Rumah sudah diberi gembok lapis-lapis
Waktu ada maling ngetuk pintu, kuncinya dikasih suka rela sama yang ada di dalam rumah.
Yang salah siapa?
Bank sih udah pasti ga bakal ngeladenin. Kenapa? Ya bukan kesalahan sistem mereka juga, dan nantinya malah muncul penipu-penipu baru:
Minta ganti rugi karena pura-pura « dibobol ». Atau kerja sama bareng penipu, ntar ganti ruginya dibagi-bagi
Kalau kena phising diladenin sih, yang bakal buat « excuse » dan « minta ganti rugi » bakal banyak banget.
Belum lama ini dapat e-mail phising yang sekilas tampak meyakinkan: Bahasa Inggrisnya rapi, grammar bagus dan e-mail pengirim kelihatannya dari domain paypal
Sayangnya gw ngga tertipu:
Alamat pengirim yg tampak resmi itu cuma nama dan bukan alamat email pengirim, alamat email aslinya udah jelas mencurigakan
Selain itu, panggilannya terlalu generik: Dear Customer. Sekarang kebanyakan akun-akun resmi akan menyebut nama si pemilik akun
Share this Scrolly Tale with your friends.
A Scrolly Tale is a new way to read Twitter threads with a more visually immersive experience.
Discover more beautiful Scrolly Tales like this.
