WARGA NU TIDAK BOLEH IKUTAN BRUTAL, MUDAH MARAH DAN SUKA MENCACI
#ZamanMedsos
Zaman media sosial atau bisa di sebut era digital bisa dengan mudah diakses banyak orang, termasuk warga NU dimanapun berada, banyak yang menjadikan medsos
Haddi VJB
@PemudaNahdliyin @AswajaMedia
1. sebagai hiburan semata, ada juga yang menjadikan media sosial untuk berjualan, mencari teman, hingga berkomunitas sesuai hobi dan lain sebagainya
Tetapi ada satu hal yang begitu besar dampak negatifnya dari media sosial, yaitu ketika di gunakan untuk membangun propaganda yg
2. jauh dari fakta atau tidak sesuai dari kebenarannya, yaitu hoax, fitnah, yang bertujuan memecah belah masyarakat, biasanya ini sangat sering terjadi jika sudah masuk ke ranah politik, ranah diman sebuah pemahaman yang keras, tidak pandang saudara, tidak pandang itu benar atau
3. tidak, yang ada hanya mereka berlomba-lomba menghasut, membangun propaganda, untuk saling membenci tokoh-tokoh yang tidak disukainya
Sejak 2019 dunia media sosial memanas, pada puncaknya banyak propaganda ekstrim seperti #PeoplePower sempat ada, selama ini media sosial bbrp
4. tahun ke belakang hampir sebagian besarnya di penuhi narasi-narasi politik, ini upaya untuk menjaring kaum netral, kaum yang tidak mau terlibat jauh dengan agenda politik, dan sebenarnya kebenaran dalam politik itu suatu hal relatif, bisa benar, bisa juga salah, karna setiap
5. orang memiliki sisi kurang dan lebihnya, lalu untuk apa memperdebatkan sesuatu yang bukan keahlian kita? Dan mau sampai kapan?
Tidak ubahnya negara-negara yang sudah menjadi korban hoax, propaganda politik yang di balut dengan isu agama, seperti suri'ah Irak, hingga Libya,
6. ke semua negara ini korban propaganda media barat, hoax dan tuduhan yang tidak berbukti, mulai dari isu syi'ah hingga tuduhan memiliki senjata nuklir, rakyatnya di pecah belah, pro-kontra berujung perang saudara, hingga bangsa nya luluh lantak,
-
Kembali ke pembahasan awal,
7. warga NU tdk boleh menjadi brutal, tidak boleh ikut-ikutan mudah marah, mudah mencaci, tetap pada koridornya masing-masing, tetap jaga lisan yang baik, tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang memang sengaja di bangun untuk memancing kegaduhan publik
Karna belakangan mulai
8. ada warga NU yang bermain media sosial tetapi mudah melontarkan kata-kata yang tidak mencerminkan adab yang diajarkan para Kyai-kyai kita baik di pondok pesantren ataupun di kampung-kampung.
Perbedaan itu akan selalu ada, dimanapun berada, tapi tetaplah jaga sisi baik dalam
9. pribadi kita semua, jangan menganggap semua orang musuh jika kita tidak sepaham, jika mereka tidak suka dengan NU, biarkan, jika mereka benci NU, biarkan, kita tidak akan MERUGI..! Tetapi jika kita mudah marah, terprovokasi, dan membalas mencaci, disitulah kita akan MERUGI,
10. karna kita tidak ubahnya sudah sama seperti mereka. Jika ada fitnah ataupun hoax, cukup datang ke kepolisian, buat laporan, dan serahkan pada pihak yang berwajib, seperti itu saja mudah bukan? tidak perlu panjang lebar, debat kusir dengan akun-akun palsu yang tidak akan
11. ada habisnya.
Tetap gunakan media sosial untuk sesuatu yang positif.
Share this Scrolly Tale with your friends.
A Scrolly Tale is a new way to read Twitter threads with a more visually immersive experience.
Discover more beautiful Scrolly Tales like this.
