Tyas Profile picture
Invictus maneo, Berjalan menuju ketiadaan bersama Dia Yang menjadikan semua ada. See through everything with the eyes of a dreamer. Not a good person.

Sep 28, 2020, 10 tweets

Murid yg gak ngerti: Guru sableng.. sebentar begini, sebentar begitu...

Mirip kisah Nashrudin dg muridnya.
😀😂

Kisahnya begini. Suatu hari Nashrudin sdg bersama muridnya. Si murid sangat kagum pd ketenaran Nashrudin.

Kala itu musim dingin. Nashrudin kedinginan. Ia menggosok2 kedua telapak tangannya yg nyaris beku dan meniupnya. Si murid bertanya, "Kenapa kau lakukan itu guru?"

Nashrudin menjawab, "Supaya cepat hangat."

Muridnya lalu menyalakan api dan memasak air. Mereka membuat minuman hangat. Saat akan minum, Nashrudin meniup minumannya.

Si murid bertanya, "Kenapa kau lakukan itu guru?"

"Supaya cepat dingin," jawab Nashrudin.

Si murid memandang wajah gurunya dengan tidak puas, lalu berkata, "Kau ini sungguh tidak konsisten."

Lalu pergi meninggalkan gurunya.

___

Suatu perbuatan sama, dlm konteks berbeda punya tujuan berbeda.
Orang bodoh hanya terpaku pd amatan di permukaan saja.
😊

Banyak murid mencari dan memilih guru/pembimbing spiritual yang terkenal. Kata orang banyak punya karamah atau kesaktian, wali dlsb.

Aspek yg tdk pernah dia ketahui scr pasti krn hanya berdsr sumber berita katanya katanya..

Ketika melihat prilaku gurunya yg berlawanan dg adat/

Atau kebiasaan, misal merokok, pakai kaos oblong, celana batik komprang.. tdk menampakkan kesalehan dan kualitas spiritual, si murid mulai terganggu keyakinan thd guru tsb.

Apalagi sempat dilihatnya si guru terus melayani tamu2 dan melewatkan shalat jumat berjamaah.

Mulailah ia buruk sangka.

Gurunya ternyata tdk taat beribadah.

Tak berapa lama, org datang usai shalat jumat di masjid, bercerita bhw masjidnya diimami sekaligus khatib, sang guru yg dilihatnya tak shalat jumat itu.
😱

Tapi, tetap sj si murid hanya mengenal guru sebatas lahir.

Seberapapun hebatnya seorang guru, jk hati murid tidak siap menerima ilmu dg kerendahan hati, sulit mengalir keberkahan.

Seperti seorg mursyid yg menunjuk pembantunya utk meneruskan pengajaran kpd murid2nya.

Semua murid terkejut.
Karena si pembantu tak pernah menyimak betul.

Ia hanya mondar mandir menyediakan minum utk sang guru, & jamaah majlis, menyiapkan alas duduk dan segala hal kecil.

Sdg para murid datang dr kalangan intelektual, sebagian berharta dan semua ingin mjd pengganti sang Guru.

Hanya satu yg ikhlas melayani penuh cinta. Si Pembantu.

Cinta dan kerendahan hati, peniadaan ego membuat keberkahan ilmu sang Guru mengalir dan diterima oleh pembantu yg tak pernah dilihat penting oleh para murid di zawiyah.

Demikian ilmu2 khusus bekerja.

Seperti api yg melesat turun kala sumbu telah siap menerima cahaya.

🙏

Share this Scrolly Tale with your friends.

A Scrolly Tale is a new way to read Twitter threads with a more visually immersive experience.
Discover more beautiful Scrolly Tales like this.

Keep scrolling