Sehatsurabayaku Profile picture
Akun Twitter Resmi Dinas Kesehatan Kota Surabaya. Jl. Raya Jemursari No. 197 | Instagram : @Sehatsurabayaku

Oct 1, 2020, 19 tweets

Tenaga Kesehatan Dilumuri Kotoran Manusia saat Bertugas Evakuasi Pasien. #SaveNakes

Cc : @jokowi @KemenkesRI @dinkesjatim

(Sebuah utas)

Perjuangan tenaga medis untuk memutus mata rantai COVID-19, khususnya di Kota Surabaya bukanlah perkara mudah. Banyak penolakan maupun pertentangan dari masyarakat saat kami melaksanakan tugas kemanusiaan di lapangan. (1)

Seperti yang dialami oleh tim tracing Puskesmas Sememi Surabaya yang mendapatkan perlakuan tak menyenangkan yakni dilumuri kotoran manusia saat melaksanakan tugas evakuasi pasien COVID-19 di Rusun Bandarejo Surabaya, hari Selasa sore (29/09/2020) lalu. (2)

Akibatnya, tiga dari empat orang dilumuri kotoran manusia sedangkan satu orang petugas berhasil lolos dari peristiwa tersebut. (3)

Kepala Puskesmas Sememi dr. Lolita Riamawati membenarkan kejadian tersebut. Kepada @sehatsurabayaku, ia menceritakan kronologis kejadian yang menimpa karyawannya. (4)

“Tgl 23 September 2020, tim Satgas COVID-19 Kec. Benowo bersama Puskesmas Sememi melaksanakan swab test massal di Rusun Bandarejo. Tgl 28 September, keluarlah hasil swab test tersebut yang menyatakan bahwa ada pasien yang positif COVID-19 di Rusun Bandarejo,” ujar dr. Lolita. (5)

Dari hasil inilah, di hari yang sama, tim tracing langsung bergerak untuk lakukan edukasi dan evakuasi pasien ke RS Bhakti Dharma Husada Sby & keluarga pasien dilakukan swab test ulang di Puskesmas Sememi. Terlebih pasien juga memiliki komorbid, yakni stroke & hipertensi. (6)

Namun nyatanya saat berada di lokasi, tim tracing mendapat penolakan yang cukup keras. Bahkan keluarga pasien mengirim pesan melalui aplikasi percakapan dengan kata-kata yan tidak pantas. Sehingga petugas menunda evakuasi untuk kembali dilanjutkan keesokan harinya. (7)

Keesokan harinya, (29/09/2020) petugas kembali datang bersama tim Satgas Kecamatan yang terdiri dari Babinsa, Bhabinkamtibmas, Polisi PP juga pihak Kecamatan Benowo untuk kembali melakukan evakuasi di Rusun tersebut. (8)

“Saat kembali ke rumahnya yang berada di lantai 2, kondisi dalam rumahnya sudah acak-acakan dan bau pesing sangat menyengat. Penolakan dari pasien dan keluarga juga tetap terjadi. Namun anak2 (tim tracing, red) terus edukasi keluarga agar dibawa ke RS BDH,” imbuh dr. Lolita. (9)

Tak disangka, istri pasien menuju ke arah tim tracing sembari membawa tas plastik hitam dan langsung melumuri baju hazmat tim dengan kotoran manusia. “Nyohh.. Tak bagi siji-siji,” tukas dr. Lolita menirukan ucapan istri pasien tersebut. (10)

Alhasil, tiga petugas yakni Kholil (PJ Surveilans), Deny (sopir ambulans) dan Dedi (Linmas) terkena kotoran tersebut. Sedangkan Rina (Bidan Kelurahan) berhasil kabur. (11)

Walau mendapat perlakuan tak menyenangkan, petugas tetap menjalankan tugasnya secara profesional dan tidak melawan balik istri pasien. (12)

Sehingga, setelah diedukasi terus-menerus yang dibantu oleh tim Satgas, akhirnya pasien dapat dievakuasi ke RSUD BDH untuk mendapatkan layanan kesehatan yang intensif. (13)

Hari Rabu, (30/09/2020), pihak keluarga menjalani swab test ulang di Puskesmas Sememi dan dilakukan isolasi di hotel yang telah disiapkan oleh Pemkot Surabaya. (14)

Peristiwa ini sudah menjadi perhatian dari pihak kepolisian. “Kami tidak pernah melaporkan (kejadian tersebut) ke pihak kepolisian, karena tugas kami memang kemanusiaan dan ikhlas Lillahita’ala. (15)

Pihak kepolisian menindaklanjuti peristiwa ini karena memang berada di lokasi saat kejadian,” ucap dr. Lolita sekaligus mengklarifikasi bahwa Puskesmas Sememi melaporkan perbuatan tak menyenangkan tersebut ke pihak kepolisian. (16)

Nah #DulurSehatSby, tolong bantu kami untuk terus melaksanakan tugas kemanusiaan ini. Pahami bahwa kami melakukan tugas ini bukan untuk diri sendiri, namun untuk kebaikan dari masyarakat itu sendiri. (17)

Kami berharap kejadian ini adalah yang terakhir dan tidak ada lagi penolakan masyarakat apabila kami sedang melaksanakan tugas. Terus bantu kami dengan menerapkan protokol kesehatan agar Surabaya dapat kembali pulih dari wabah COVID-19 ini. Bisa?? Suroboyo Pasti Isok!! (selesai)

Share this Scrolly Tale with your friends.

A Scrolly Tale is a new way to read Twitter threads with a more visually immersive experience.
Discover more beautiful Scrolly Tales like this.

Keep scrolling