Banyak depiction era ini di karya sci-fi zaman dulu yang bikin kita merasa konyol, “ah, mana ada barang kayak gitu,” “ah, aneh banget,”
Jadi kepikiran ga sih, kalo film sci-fi keluaran terbaru ttg masa depan jg suatu saat kita anggap konyol saking ga akuratnya?
Cara orang menggambarkan masa depan hanya terbatas pada apa yang bisa ia bayangkan. Imajinasi kita limited pada apa yang disekitar kita.
Pelukis tahun 1930an membayangkan masa depan dengan bentuk & arsitektur pada masanya, begitu juga depan designer film Elysium (2013).
Gimana kalo masa depan ternyata jauuuuh banget dengan apa yang kita pikirkan, bayangkan, dan gambarkan di film-film sci-fi selama ini.
Ngebayangin masa depan selalu bikin gue ngeri sebagai orang yang amat gaptek & selalu ketinggalan teknologi terbaru.
Dan orang selalu menggambarkan masa depan either wow terang, utopis, bahagia, dan canggih sekali, atau wow gelap, distopia, state of anarchy, dan surem.
Gimana kalo ternyata masa depan ga seheboh & sesignifikan itu bedanya... Kayak kita biasa doang.
Lalu, seorang dari tahun 2080 yang ternyata bernama Juminten —bukannya nama ✨futuristik✨seperti Æ-512– mulai nge-rant saat nonton film jadul,
“Ini apeeee mane ade ni taon ada koloni di Mars, piaraan robot, cyborg, palet warna metalik, sama alat printing pizza. Hoak lu om.”
Share this Scrolly Tale with your friends.
A Scrolly Tale is a new way to read Twitter threads with a more visually immersive experience.
Discover more beautiful Scrolly Tales like this.
