💌GadisBelliee💞 Profile picture
🌷Realitasi tk akn membatasiku bertutur kata. krendahan kebawah cermin kaki.🌷💟 NKRI 🇮🇩#STS #Promote #SahabatTanpaSekat #BanyuBiruLangit #SyairHikayat ( 2)

Oct 2, 2020, 15 tweets

Celoteh hari jum'at
Hari Batik
APA DAN SIAPA

Waktu itu saya dalam perjalanan dari Jogya ke Jakarta naik pesawat.
Karena keberangkatan pesawat ditunda 1 jam saya menunggu di kafetaria bandara Adisucipto sekedar minum kopi. Didepan saya duduk seorang ibu sudah agak tua,

memakai pakaian Jawa tradisional kain batik dan kebaya, wajahnya tampak tenang dan keibuan.
Sekedar mengisi waktu, saya mengajaknya bercakap-cakap.

"Badhe tindak Jakarta, Bu?" (hendak pergi ke jakarta Bu?)

"Inggih nak, namung transit ing Cengkareng lajeng dhateng Singapura."

(Iya nak, hanya transit di Cengkareng lalu menuju Singapura)

"Menawi kepareng nyuwun pirsa, kagungan perlu menapa ibu tindak Singapura..?"
(Jika diperkenankan untuk mengetahui, ada keperluan apa Ibu pergi ke Singapura?)

"Tuwi anak kula ingkang nomer kalih Nak. Semahipun nglairaken wonten mrika lajeng kula dipun kintuni tiket lan dipun urusaken paspor langkung Biro Perjalanan. Dados kula kantun budhal boten sisah repot ngurus menapa-menapa".

(Menengok anak saya yang nomor dua, nak. Istrinya melahirkan di sana, lalu saya dikirimi tiket dan diuruskan paspor melalui biro perjalanan. Jadi saya tinggal berangkat saja tanpa harus repot mengurus segala sesuatunya)

"Ingkang putra ngasta wonten pundi Bu?"
(Anaknya bekerja dimana Bu?)

"Anak kula punika Insinyur Perminyakan, nyambut damel wonten Perusahaan Minyak Asing, sak punika dados Kepala Kantor Cabang Singapura."

"Putra sedaya pinten, Bu?"
(Anak semuanya berapa Bu?)

"Anak kula sekawan Nak, jaler tiga, estri setunggal. Punika wau anak kula nomer kalih.
(Anak saya empat nak, laki-laki tiga, perempuan satu. Yang tadi itu anak nomor dua)

Ingkang nomer tiga ugi jaler, Dosen Fakultas Ekonomi UGM, sak punika saweg mendhet Program Doktor wonten ing Amerika.
(Yang nomor 3 juga laki-laki, Dosen FE UGM, saat ini masih menempuh studi program doktor di Amerika)

Ingkang ragil estri, dados dokter spesialis Anak, semahipun ugi dokter Ahli Bedah lan dosen wonten ing Fakultas Kedokteran Airlangga Surabaya."
(Yang anak bungsu, perempuan, jadi dokter spesialis anak, suaminya juga seorang dokter ahli bedah dan dosen di FK Unair Surabaya)

(Yang anak bungsu, perempuan, jadi dokter spesialis anak, suaminya juga seorang dokter ahli bedah dan dosen di FK Unair Surabaya)

"Menawi putra mbajeng?"
(Kalo anak sulung?)

"Piyambakipun tani, Nak. Manggen wonten ing Godean nggarap sabin tilaranipun swargi bapakipun".

(Dia seorang petani, nak. Bertempat tinggal di Godean mengerjakan sawah peninggalan almarhum Bapaknya).

Saya tertegun sejenak.

Lalu dengan hati-hati saya bertanya,
"Temtunipun Ibu kuciwa kaliyan putra mbajeng nggih Bu? Kok boten sarjana kados rayi-rayinipun."

(Tentunya ibu kecewa dengan anak sulung ya Bu? Karena tidak menjadi seorang sarjana seperti adik-adiknya).

"Wah, babar pisan boten,Nak. Kita sedaya malah ngurmati piyambakipun.

Kanthi kasil saking sawahipun, piyambakipun ngragadi gesang kita sakulawarga lan nyekolahaken rayi-rayinipun sedaya ngantos rampung sarjana".
(Wah sama sekali tidak nak. Kami semua justru sangat hormat kepada sang anak sulung/anak pertama tersebut.

Dengan hasil panen persawahannya, dia membiayai kebutuhan hidup kita sekeluarga dan menyekolahkan adik-adiknya semua hingga selesai jenjang sarjana.

Saya merenung...
Ternyata yang penting bukan Apa atau Siapa kita, tetapi apa yang telah kita perbuat.

Allah tidak akan menilai apa dan siapa kita tetapi apa amal-ibadah kita.

Tanpa terasa air mata mengalir di pipiku...

Catatan :
Mohon maaf untuk yang tidak mengerti bahasa Jawa, dialog dalam kisah di atas saya tulis apa adanya.

#CantikItuAsik

Share this Scrolly Tale with your friends.

A Scrolly Tale is a new way to read Twitter threads with a more visually immersive experience.
Discover more beautiful Scrolly Tales like this.

Keep scrolling