Budiman Sudjatmiko (IG: kelasinspirasibudiman) Profile picture
Few happiness can't be BOUGHT, has to be FOUGHT

Oct 2, 2020, 6 tweets

Pak @jokowi yg "cuma" S1 tp bisa memaksa 1 profesor & 1 jendral berlomba2 u/ jd lebih bodoh 1 sama lain. Karena siapa yg paling tampak bodoh, dia akan dianggap paling berbeda & layak jd jagoan melawan pak Jokowi.
Ini blm pernah kejadian dlm sejarah republik!

Waktu aktivis2 senior & junior melawan Soeharto, mereka berlomba2 utk jd (tampak) pinter dgn cara berlomba menulis paling rajin, pidato paling inspiratif, diskusi & debat paling tajam serta analitis...

Dulu spiritnya: demokratiskan Indonesia, cerdaskan kehidupan bangsa. Yg sekarang: asal bukan @jokowi & ngawur adalah kuncinya! Bukan berarti gak ada oposan pak @jokowi yg cerdas ya. Lumayan ada. Tp saat mereka gak ngawur, gagal jd jagoan anti @jokowi nomor 1!

Pada zaman Soeharto, oposisi & kritikusnya bahkan ada yg sampai mengejar gelar Doktor dlm bidang hukum (sampai luar negeri) utk menguliti kengawuran Orba dalam berkonstitusi. Dulu ikut2an jd oposisi terhadap Orba berasa ketularan ilmunya. Entah yg sekarang😥

Saat antiOrba, aktivis2 suka bisik2 ke organisasinya: "Wah Z dr organisasi itu sdh khatam teori itu. Waduh, kita belum membahasnya. Pantas analisa kita tumpul". Kalau sekarang, "Wah si A ngawurnya alami. Ngawur kita hrs kurang ajar, spy gak kalah momentum!"

Jika melihat gejala "berlomba2 dalam kengawuran" ini, ironis banget sih. Padahal salah 1 amanah Pembukaan UUD 45 kita adalah u/ "mencerdaskan kehidupan bangsa". Dan justru di saat2 inilah kecerdasan bangsa dibutuhkan spy gak jd bulan2an mesin yg rajin belajar

Share this Scrolly Tale with your friends.

A Scrolly Tale is a new way to read Twitter threads with a more visually immersive experience.
Discover more beautiful Scrolly Tales like this.

Keep scrolling