Kabinet KM ITB Profile picture
Twitter resmi Kabinet Keluarga Mahasiswa ITB | Email: kabinet@km.itb.ac.id

Oct 4, 2020, 13 tweets

Pernyataan Sikap KM ITB terhadap Omnibus Law RUU Cipta Kerja,

A Thread:

#MosiTidakPercaya #BatalkanOmnibusLaw #JegalSampaiGagal

Di tengah pembahasan Omnibus Law RUU Cipta Kerja yang penuh keganjilan dan menimbulkan kontroversi di berbagai kalangan baik secara substansi maupun secara prosedur, banyak sekali permasalahan dari RUU Cipta Kerja ini yang patut dipertanyakan.
#BatalkanOmnibusLaw

RUU Cipta Kerja berpotensi mengancam berbagai dimensi kehidupan, mulai dari mundurnya kualitas demokrasi, meningkatnya risiko bencana ekologis di masa mendatang, hingga hak hidup orang banyak yang dipertaruhkan.
#batalkanomnibuslaw

Oleh karena itu, KM ITB tidak tinggal diam. Berdasarkan kajian yang sudah dilakukan terdapat 2 poin kami tekankan, KM ITB menyatakan:
#BatalkanOmnibusLaw

[1] Menolak Omnibus Law RUU Cipta Kerja karena:

a. Pembahasan RUU Cipta Kerja yang tidak partisipatif dan tidak transparan, melanggar UU No. 12 Tahun 2011 Tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan.
#BatalkanOmnibusLaw

b. Klaster Ketenagakerjaan dari RUU Cipta Kerja yang tidak memberikan solusi yang berarti dan hanya menambah polemik permasalahan bangsa.
#BatalkanOmnibusLaw

c. Pasal-pasal problematik pada RUU Cipta Kerja terkait lingkungan, agraria, dan pendidikan yang berisiko menimbulkan ketidakadilan dan malapetaka di masa depan.
#BatalkanOmnibusLaw

d. Semangat sentralisasi kekuasaan Omnibus Law RUU Cipta Kerja yang melawan amanat reformasi dan otonomi daerah.
#BatalkanOmnibusLaw

[2] Menuntut Pemerintah dan DPR untuk menghentikan pembahasan RUU Cipta Kerja dan mempertimbangkan kebijakan lain yang lebih berdampak jelas terhadap perekonomian Indonesia antara lain:
#BatalkanOmnibusLaw

a. Memperkuat pemberantasan korupsi secara signifikan, mengingat korupsi merupakan faktor utama penghambat investasi di Indonesia.
#BatalkanOmnibusLaw

b. Meningkatkan investasi alat dan mesin serta memberlakukan insentif yang tepat sasaran kepada para pengusaha demi mengundang investasi berkualitas tinggi, mengembangkan sektor industri prioritas, dan membuka lapangan kerja seluas-luasnya.
#BatalkanOmnibusLaw

c. Membuat sistem manajemen regulasi (SMR) yang baik dalam mengendalikan pembuatan regulasi dan mengatasi permasalahan obesitas regulasi di Indonesia, terutama untuk mengontrol regulasi tumpang tindih yang sering kali dibuat oleh pemerintah eksekutif.
#BatalkanOmnibusLaw

d. Membuat kebijakan yang berfokus pada pengembangan keahlian pekerja dan penggunaan teknologi dalam rangka meningkatkan produktivitas pekerja.
#BatalkanOmnibusLaw

Share this Scrolly Tale with your friends.

A Scrolly Tale is a new way to read Twitter threads with a more visually immersive experience.
Discover more beautiful Scrolly Tales like this.

Keep scrolling