Putra Ramadhan Profile picture
telah berubah menjadi akun sambat. apa yang sedang kamu sambatkan?

Oct 27, 2020, 14 tweets

-Sepenggal kisah andi dan alasan kenapa ia berhenti menjadi nahkoda kapal-

Suara nyaring mesin perahu ketek yang melaju dari pelabuhan menuju kapal tongkang untuk mengantakan nahkoda yang ingin berlayar.
Sebelum itu kapal itu berhenti di dermaga besar tempat biasa kapal -kapal memuat barang.

Dengan kecepatan penuh, abdur pun melaju membawa perahu ketek tersebut membawa seorang nahkoda yang biasa di sebut yudi.

Hingga sampai di dermaga, yudi pun naik. Dan yudi mengajak abdur dulu naik kekapal karna kebetulan kapal belum berangkat.

Karna belum di bayar ongkosnya,
Mau tidak mau, abdur juga ikut naik ke kapal mengikuti yudi.
Awak kapal yang ramah kepada abdur pun menawarinya makan dan minum.
" mau minum apa? ambil saja di kulkas"
Abdur hanya tersenyum sambil menganguk.
Ketika dia membuka kulkas,

Benar saja. Semua ada dari bir bintang, abc, tiger serta minuman ringan lainnya.
Abdur pun mengambil satu botol minuman ringan.
Dan duduk dekat sebelah yudi.

Karna abdur tau, adik ipar nya tidak lagi bekerja disini. Ia pun iseng-iseng menanyakannya kepada yudi.

"yud.. Kamu tau gak kenapa andi berhenti kerja disini?"

Yudi hanya diam.
Kemudian ia menghelas napas.

"andai saja kami waktu itu tidak singgah di kampung itu.
Andi pasti masih bekerja disini. Dan istriku pasti masih hidup"
Ucap yudi dengan tatapan ke depan penuh penyesalan.

"maksudnya yud?"

"ia tidak berhenti.. Tapi di berhentikan"

Abdur hanya heran dengan ucapam yudi. Abdur juga tau jika andi berhenti disebabkan adiknya sudah tidak mau lagi andi bekerja sebagai nahkoda semenjak kejadian itu.

"waktu itu hujan begitu deras.. Dan angin kuat..
Saat kapal ingin berlayar membawa tongkang. Para pelepas tali kapal tidak bisa mendengar suara telepon radio andi.. Andi pikir semua tali telah lepas, hingga ia menaikan tuas gas untuk melepas kapal.

Tanpa disadari. Satu orang yang masih kesulitan melepas tali pun belum selesai. Ketika andi menaikan tuas gas, orang tadi tersentak tali kapal itu hingga jatuh kebawah dermaga."

"lantas.. Apakah dia selamat?"
Tanya abdur menyela pembicaraan yudi.

Yudi hanya mengelengkan kepala.
"orang itu jatuh tepat di bawah dermaga lalu, tubuhnya tertusuk besi berkarat yang runcing akibat terlalu lama teredam air yang terkikis dengan sendirinya"

"malam itu semua orang panik. Termasuk kapten. Lalau pihak perusahaan pun menanggung semuanya memberikan asurasi kepada keluarga korban dan membayar semua biaya pemakaman serta hajatan sampai tujuh hari berturut-turut"

"Lalu andi di berhentikan pihak perusahaan.. Tanpa mendapat pesangon apapun..
Sebagai gantinya, pihak perusahaan menanggu semua akibat dari kejadian itu."

Abdur pun sedikit bingung dengan ucapan yudi di awal jika ini itu semua ada kaitannya dengan kampung itu.

Lantas, sebelum abdur bertanya yudi mengatakan jika andi waktu itu seperti ada yang memanggilnya. Suara itu mempengaruhi andi hingga tanpa sadar tuas gas pun ia naikan.
Begitu pula kematian istrinya yudi.
Dia hanya mengingat ketika istirnya mati dan saat itu ia sedang berlayar

Mertuanya hanya mentipkan sobekan kain jarik yang di temukan di bawah bantal istirnya saat meninggal. Dan yudi tau betul siapa pemilik kain jarik tersebut..
***

Share this Scrolly Tale with your friends.

A Scrolly Tale is a new way to read Twitter threads with a more visually immersive experience.
Discover more beautiful Scrolly Tales like this.

Keep scrolling