Tentang Haji & Diplomasi.
Sbg Dosen di Paramadina Graduate School of Diplomacy (PGSD), yg ngajar & neliti ttg diplomasi, cuma kasihan masih ada saja orang ga paham diplomasi, tapi sok tahu ttg diplomasi, terus juxtaposition nyalahin Menteri Agama.
Caper ga gitu juga lah!
Sebenarnya, kalau terbiasa mengolah data terkait diplomasi, keputusan Arab Saudi terima cuma bbrp negara itu sudah bisa diprediksi, jauh sblm diumumkan di .
Ya khan Kek @AltoLuger & Mbah @ismailfahmi ? Kita bukan dukun, cuma salah gaul saja sama IGJ 😁
Itu dari 10 dari 11 negara yg diterima, bukan negara mayoritas muslim!
Artinya pertimbangan mayoritas muslim dan/atau populasi muslim bagi Pemerintah Saudi itu ya 1:11, alias kurang dari 10%.
Alias tidak terlalu signifikan.
Sad, but true.
Saudi menerima 11 negara tersebut krn lebih berhasil mengatasi COVID-19 dibandingkan lainnya?
Data kasus aktif maupun data trend perkembangan COVID-19 terakhir, justru menunjukkan spt ini 👇🏽
Bahkan kalau dilihat detil, Amerika Serikat misalnya, kabar terbaru dari sana ttg COVID-19 justru sangat mengkhawatirkan!
Ada 7 varian baru virus Corona di sana! Satu aja serem, apalagi TUJUH?
Cek 👇🏼
kompas.com/global/read/20…
Inggris spt AS yg diterima masuk ke Arab Saudi, pun sebenarnya juga mengkhawatirkan!
Di sana, ditemukan satu varian baru virus COVID-19 yg LEBIH MEMATIKAN!
Padahal yg “biasa” saja sdh banyak makan korban di sini?
Apalagi yg LEBIH MEMATIKAN?!?
kompas.com/sains/read/202…
Jepang, negara dgn penduduk muslim sekitar 0,15% (data dari World Religion/COW), pun ternyata juga ditemukan varian baru virus COVID-19, yg dinamakan Virus Corona Eek.
Ya, namanya emang gitu.
Silakan cek 👇🏽
cnnindonesia.com/teknologi/2021…
Namun, di sini perlu dicatat bhw menurut Dubes Saudi di Jakarta, 11 negara yg boleh masuk itu tak terkait dgn haji & umroh, namun tentu saja tak bisa jamin virus COVID-19, khususnya varian baru yg cenderung mematikan gak masuk & gak nulari jama'ah khan?
news.detik.com/berita/d-55926…
Dlm diplomasi, kita mengenal position & interest setiap negara.
Kita, Indonesia MASIH merupakan negara sahabat Arab Saudi. Meskipun keputusannya agak kurang sreg buat kita, tapi kita harus tetap hormati, hargai.
Kita masih tetap bisa berpelukan, meskipun berbeda.
Buat mereka yg caper, bisa jadi gak tahu atau pura-pura gak tahu bhw sahabatku, tang trétan, Gusmen @YaqutCQoumas, Ketum @Ansor_Satu begitu dilantik jadi Menteri Agama, negara sahabat yg diajak komunikasi & silaturahmi pertama & terutama itu ya Arab Saudi!
Ya, persis 20 hari setelah dilantik, Dubes Saudi di Jakarta, datang & diterima dgn tangan terbuka di @Kemenag_RI oleh Gusmen @YaqutCQoumas!
Bahkan dlm kesempatan itu, Gusmen hadiahi Tafsir Al-Ibriz karangan Kakek Gusmen!
Itu wah dan mewah sekali!
Ya, pemberian yg personal sekaligus memiliki "family signature" dalam cultural dilemma & diplomacy studies - yg dilakukan oleh Gusmen @YaqutCQoumas kpd YM Dubes Saudi, itu wah & mewah, sebuah penerimaan yg "royal" sekaligus pengakuan sbg keluarga.
Keren pancen Njenengan Tum!
Buat yg pingin tahu sekilas ttg cultural dilemma & diplomacy studies, bisa cek buku yg kutulis bareng Cak @hizkiayosie & Mas @azisrahmani yg bisa dibaca di perpustakaan dekat rumah (mbuh rumahe sopo).
Silakan cek 👇🏽 catalogue.nla.gov.au/Record/6187183
Diplomasi cerdas ala Gusmen @YaqutCQoumas tentu membuahkan hasil yg baik, seperti yg kita harapkan bersama. Kerjasama RI & Arab Saudi juga semakin baik!
25 Maret lalu, Gusmen menutup Musabaqah Hafalan Qur'an & Hadits yg diselenggarakan @Kemenag_RI kerjasama dgn Kedubes Saudi.
Bahkan Ramadhan kemarin, Pak Dubes Saudi datang kembali ke @Kemenag_RI utk menyerahkan 100 ton kurma & 10.000 Al-Qur'an dari Raja Saudi!
Ya, 100 ton kurma & 10.000 Al-Qur'an!
Silakan cek 👇🏽
nasional.sindonews.com/read/372782/15…
Kembali ke Diplomasi & Haji...
Buat yg caper, bikin framing seolah hub antara Pemerintah Saudi & RI, kurang baik, khususnya dgn @Kemenag_RI & Gusmen @YaqutCQoumas.
Silakan raup, baca berita berikut, lalu segera tidur bantalan gobis! #sekadarsaran
news.detik.com/berita/d-55926…
Pemerintah Saudi, lewat Dubesnya, bisa lho sangat menghargai keputusan Indonesia terkait haji yg disampaikan Gusmen @YaqutCQoumas hari ini, yg argumennya serupa dgn yg disampaikan Pak @Abe_Mukti sehari sebelumnya, tp yg caper knp ga ya?
Silakan cek 👇🏽
news.detik.com/berita/d-55907…
MUI juga apresiasi lho keputusan Pemerintah terkait haji.
Tapi yg caper kok ga bisa ya? Kenapa ya?
PBNU? Sikapnya juga sudah jelas ya?
Kalau ada orang NU, yg berbeda, dan di NU, berbeda itu biasa, seharusnya dilihat sebagai pandangan individu, bukan jam'iyah.
Paham ya?
Silakan baca bgm sikap NU terkait hal ini 👇🏽
Ormas-ormas Islam, mulai dari MUI, Muhammadiyah, NU, dll semua senada dgn Keputusan terkait haji yg dibacakan Gusmen @YaqutCQoumas hari ini.
Begitu juga representasi partai politik di DPR, khususnya Komisi terkait, juga apresiasi @Kemenag_RI dlm hal ini.
Silakan cek 👇🏼
Mari kita lanjut lagi ya...
Buat yg tidak terlalu paham kajian diplomasi atau HI, tetap boleh kok menyimak. Tapi tentu tanpa bertanya agak piye gitu spt ngapain meneliti diplomasi dan komentar kajian diplomasi atau HI itu tidak ilmiah.
Plz ya...
Sebenarnya, sebelum Gusmen @YaqutCQoumas dgn berat hati mengumumkan terkait haji tahun ini, beliau sudah berembug dgn DPR bbrp hari sebelumnya.
Secara diplomasi ini penting, wabil khusus dari pendekatan Two-Level Game Theory.
Berikut beritanya 👇🏽
nasional.kompas.com/read/2021/05/3…
Buat para pengkaji & peneliti diplomasi, biasanya sih familiar dgn pendekatan Two-Level Game Theory yg ditulis Prof Robert D. Putnam, dlm Jurnal top HI: IO!
Meskipun, setahuku tak banyak yg benar-benar paham apa Game Theory, bgm hitung Nash Equilibrium, Payoff, dll.
Buat yg tertarik belajar lebih lanjut maupun praktik menghitung Game Theory utk diplomasi, hukum, kebijakan, bisnis, dll, maupun pingin baca artikel lengkap Putnam...
Feel free to japri ya gaes!
Ini contoh bbrp garapan bbrp mhswku di kelas 👇🏽
Kembali ke Two-Level Game Theory & Diplomasi...
Politik domestik itu penting dlm diplomasi!
Keputusan diplomasi tertentu, entah kerjasama atau pun perang, atau apa pun, dgn luar negeri, akan muspro, jika tak dpt dukungan politik domestik.
Kalau bicara politik domestik & haji, tentu sudah tepat Gusmen @YaqutCQoumas bicara dgn Komisi VIII DPR, bukan dgn netijen julid.
Komisi VIII DPR, representasi semua kekuatan politik legal di Indonesia. Ada semua Parpol di situ. Plus, tupoksinya ya tepat jd mitra @Kemenag_RI.
Bgm dgn HTI?
Parpol malu-malu, yg gak pernah punya nyali untuk maju ikut Pemilu, dgn seribu alasan - termasuk bilang demokrasi itu thaghut, dll, tapi berisiknya minta ampun!
Tentu ga signfikan diajak ngobrol oleh Gusmen @YaqutCQoumas.
Paham ya?
Secara politik, Gusmen @YaqutCQoumas berasal dari PKB, dan pernah pula jadi Wakil Ketua Komisi di DPR dari @FraksiPKB, sudah sewajarnya didukung oleh @cakimiNOW.
Justru agak aneh, kalau ngaku-ngaku PKB, tp ikut nyinyir ke Gusmen.
Silakan cek 👇🏽
news.detik.com/berita-jawa-te…
Tentu saja, kalau bicara agama & politik di Indonesia, gak cukup hanya mendengar dan berbicara dgn perwakilan Parpol, tapi juga harus dgn perwakilan Ormas.
Terkait Haji, dari jejak digital, bisa diketahui kurleb spt ini 👇🏽
Secara politik domestik dlm perspektif Two-Level Game Theory dalam diplomasi, terlihat sekali pendekatan Gusmen @YaqutCQoumas paripurna.
Setidaknya, terlihat dari foto-foto saat Konpers terkait haji. Lihat siapa di sekeliling beliau!
Well, pictures speak thousand words!
Jadi jika semua Key Players, Influential Players & Referential Players dlm Stakeholder Map terkait Haji, sudah diajak bicara, suaranya sudah didengar, dan sudah in line dgn Gusmen @YaqutCQoumas, maka yg lain cukup dimonitor tipis-tipis saja...
Ya khan Ndan @9itmr ?
Oh ya tentu, Gusmen @YaqutCQoumas & setiap keputusan yg diambil tak bisa membuat senang semua pihak.
Wajar, krn itu pula dlm Stakeholder Allegiance, kita mengenal 5 tipologi: Advocate, Follower, Opponent, Blocker & Indifferent, spt ini 👇🏽
Share this Scrolly Tale with your friends.
A Scrolly Tale is a new way to read Twitter threads with a more visually immersive experience.
Discover more beautiful Scrolly Tales like this.
