Keraton Yogyakarta Profile picture
Akun Resmi Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat | Wisata Kedhaton : Selasa-Minggu 08.30 - 14.30 WIB | Agenda terkini ikuti Instagram KratonJogja.event

Aug 22, 2022, 47 tweets

Keraton Yogyakarta dibangun berdasarkan konsepsi Jawa dengan mengacu pada bentang alam yang ada, seperti gunung, laut, sungai, serta daratan.
#KratonJogja

Selama beberapa hari ke depan, media sosial @kratonjogja akan mengangkat tema “Sumbu Filosofi” yang sedang diusulkan menjadi warisan budaya dunia UNESCO.

Apabila ada pertanyaan dan informasi lebih lanjut dapat disimak melalui akun-akun berikut ini:

FB Page & Youtube: Kraton Jogja
Twitter, Instagram: @kratonjogja
Website: kratonjogja.id

The Palace of Yogyakarta was established according to the Javanese conception with reference to its landscapes, which include mountains, sea, rivers, and land.
#KratonJogja

Over the next few days, @kratonjogja social media will cover the topic of "The Philosophical Axis" which is being proposed as a UNESCO world heritage.

Write your questions below and for further information stay tuned to the following accounts:

FB Page & Youtube: Kraton Jogja
Twitter, Instagram: @kratonjogja
Website: kratonjogja.id

Sejatinya Laut Selatan, Keraton Yogyakarta, dan Gunung Merapi tidak persis berada dalam satu garis lurus. Oleh karena itu, poros bentang alam ketiganya disebut sebagai sumbu imajiner.
#KratonJogja
#Sumbuimajiner

Sumbu nyata yang membentang utara selatan dalam satu garis lurus adalah jalan yang menghubungkan Tugu Golong Gilig, keraton, dan Panggung Krapyak. Ketiga penanda tersebut mewujudkan prinsip Sangkan Paraning Dumadi.
#KratonJogja

Sangkan berarti asal, sementara paran berarti tujuan. Filosofi ini dimaknai sebagai perjalanan manusia menuju Sang Pencipta.
#KratonJogja

Perjalanan dari Panggung Krapyak menuju keraton mewakili konsepsi sangkan (asal) dan proses pendewasaan manusia. Sementara perjalanan dari Tugu Golong Gilig menuju ke keraton mewakili filosofi paran (tujuan). Yaitu perjalanan manusia menuju Penciptanya.
#KratonJogja

The South Sea, The Palace of Yogyakarta and Mount Merapi are not exactly connected in a precisely straight line. Therefore, the line is named the imaginary axis.
#KratonJogja

The actual axis that stretches from north to south is the street that connects Tugu Golong Gilig, the palace, and Panggung Krapyak. The three markers embody the principle of Sangkan Paraning Dumadi.
#KratonJogja

"Sangkan'' means origin, "paran" means destination. This philosophy represents mankind's journey towards The Creator.
#KratonJogja

The street from Panggung Krapyak to the palace symbolizes a philosophy of human's "sangkan" (origin) and process to maturity. Meanwhile, the street from Tugu Golong Gilig to the palace represents the philosophy of "paran" (destination), one's path to his Creator

Panggung Krapyak terletak kurang lebih 2 km di selatan Keraton Yogyakarta. Berbentuk segi empat dengan tinggi kira-kira 10 meter, lebar 13 meter, dan panjang 13 meter.
#KratonJogja
#Sumbuimajiner

Panggung Krapyak terdiri atas dua lantai yang dihubungkan dengan tangga kayu. Bangunan ini dahulu digunakan untuk menyaksikan prajurit atau kerabat Sultan dalam berburu (ngrapyak) rusa.
#KratonJogja

Secara simbolis, Panggung Krapyak memiliki makna awal kelahiran atau rahim. Ini ditegaskan dengan keberadaan kampung di sebelah barat laut bernama Mijen, yang berasal dari kata “wiji” (benih).

Pohon asem atau asam (Tamarindus indica) dan pohon tanjung (Mimusops elengi) yang ditanam sepanjang jalan dari Panggung Krapyak menuju keraton memiliki arti tersendiri.

Sinom, daun asam, melambangkan anom (muda). Bersama dengan pohon tanjung melambangkan anak muda yang selalu disanjung-sanjung oleh lingkungannya.

Panggung Krapyak is located approximately 2 km to the south of The Palace of Yogyakarta. It is rectangular in shape with a height of about 10 meters, width of 13 meters, and length of 13meters.
#KratonJogja

Panggung Krapyak consists of two floors placed on a wooden staircase. This building was first used to watch soldiers and the royal relatives hunting (ngrapyak) deers.
#KratonJogja

Symbolically, Panggung Krapyak means birth or womb. This is emphasized by a village in the northwest called Mijen, which comes from the word “wiji” (seed).

Tamarind (Mamarindus indica) and tanjung trees (Mimusops elengi) that are planted along the road from Panggung Krapyak to the palace have their own meaning.

Sinom (tamarind leaves) represents youth, and tanjung trees symbolize a supportive environment for the young.
#KratonJogja

Memasuki Alun-Alun Selatan, wilayah tersebut ditanami banyak pohon pakel dan kweni. Pohon-pohon ini melambangkan pemuda yang sudah akil balig dan sudah wani (berani) meminang gadis pujaannya.
#KratonJogja

Selanjutnya, Siti Hinggil Kidul (kini dikenal sebagai Sasana Hinggil Dwi Abad), terdapat pohon pelem cempora dan pohon soka. Pelem cempora yang berbunga putih melambangkan benih laki-laki dan soka yang berbunga merah melambangkan benih perempuan.

Di kiri dan kanan Siti Hinggil Kidul terdapat jalan yang bernama Pamengkang, yang berarti posisi kaki yang berjauhan satu sama lain. Melambangkan gerbang menuju rahim.

Lebih ke utara, terdapat kompleks Kamandhungan yang berasal dari kata kandungan. Simbol sukma atau janin yang menunggu dilahirkan.

Entering The South Square, there are mangoes pakel and kweni trees. The trees represent young men who reach puberty and are ready to propose to their dream girls.
#KratonJogja

Siti Hinggil Kidul has mango cempora and soka trees. Mango cempora trees with their white flowers symbolize seeds from a man and soka with their red flowers are symbols of female seeds.

On the left and right side of Siti Hinggil Kidul, there is a road called Pamengkang meaning feet that are apart from one another. This represents a gate to the womb.

On the north side, there is the Kamandhungan complex, derived from the word "kandungan" meaning the womb. A symbol of a soul of a fetus in waiting to be born.

Di sebelah utara Kamandhungan terdapat pelataran Kemagangan. Kemagangan melambangkan bahwa anak perlu magang untuk menjadi manusia dewasa.
#KratonJogja

Maka dari itu, di kiri kanan Kemagangan terdapat kampung Sekullanggen dan Gebulen, tempat tinggal Abdi Dalem yang bertugas sebagai juru masak keraton.

Penempatan kampung itu memberi arti bahwa anak yang sedang tumbuh memerlukan kecukupan nutrisi.

Seputar area tersebut ditanami pohon jambu dersana (Syzgium malaccense/Eugenia malaccensis) yang bermakna keteladanan (sinudarsana).

Filosofi sangkan berhenti di sini, ketika anak sudah tumbuh menjadi manusia dewasa.

On the north side of Kamandhungan is where Kemagangan Court is located. Apprenticeship (kemagangan) represents the process of a child to adulthood.
#KratonJogja

On both the left and right sides of Kemagangan are the villages of Sekullanggen and Gebulen, where retinues who served as the palace cook lived. The location of the villages is a symbol of preparing enough nutrition for raising a child.

Around the area, guava trees (Syzgium malaccense/Eugenia malaccensis) are planted, which means exemplary (sinudarsana). The philosophy of "sangkan" stops after a child grows into adulthood.

Filosofi paran dimulai dari Tugu Golong Gilig ke selatan menuju keraton. Tugu Golong Gilig semula memiliki ketinggian 25 meter. Puncak tugu berbentuk bola sehingga disebut “golong”, sedangkan badan tugu berbentuk kerucut terpancung yang berbentuk bulat panjang (gilig).

Tugu Golong Gilig yang dikenal sekarang telah berubah wujudnya karena Tugu yang asli rusak akibat gempa 1867.

Tugu Golong Gilig juga disebut Tugu Pal Putih, yang berwarna putih, dalam bahasa Belanda disebut De Witte Paal.

Secara filosofis, Tugu Golong Gilig melambangkan golonging cipta, rasa, lan karsa untuk menghadap Sang Khalik (bersatunya seluruh kehendak untuk menghadap Sang Pencipta).

Warna putih dipilih untuk melambangkan kesucian hati yang harus menjadi dasar bagi upaya itu.

Tugu Golong Gilig diapit oleh dua desa, yaitu Pingit (menyimpan) di Barat dan Gondolayu (bau mayat) di timur.

Penamaan ini memiliki arti bahwa ketika manusia hendak memulai perjalanan menuju Sang Pencipta, maka yang pertama perlu dilakukan adalah meninggalkan hal-hal yang berbau busuk.

Share this Scrolly Tale with your friends.

A Scrolly Tale is a new way to read Twitter threads with a more visually immersive experience.
Discover more beautiful Scrolly Tales like this.

Keep scrolling