Rubber Game Profile picture
Bahkan setelah rubber game berakhir, bulu tangkis tak sepenuhnya berhenti || #OverheardBadminton, trivia, dan analisis seputar bulu tangkis

Oct 17, 2022, 13 tweets

Masih dalam edisi merayakan #DenmarkOpen2022. Kali ini membahas rahasia prestasi bulu tangkis Denmark.

Eropa sudah lama mengenal bulu tangkis, tetapi benua ini bukanlah kekuatan utama dunia. Namun, Denmark sebagai salah satu negara Eropa justru konsisten dan terus berkembang sebagai salah satu kekuatan utama bulu tangkis.

Resep mereka sederhana: Klub-klub bulu tangkis lokal. Dimulai dari Skovshoved Idraetsforening 1920-an, berlanjut dengan klub-klub lain, seperti Gentofte atau Helsinge, pada tahun-tahun berikutnya.

Menurut data federasi, terdapat lebih dari 700 klub bulu tangkis Denmark dengan 94 ribu pemain lebih yg terdaftar. Karena hampir semua klub memiliki cabang, jumlahnya bisa saja lebih besar. Jangan lupakan klub lokal lain yang tak terdata dan mungkin saja lebih banyak jumlahnya.

Dari klub-klub itulah para pemain top Denmark berasal. Di sana, setiap anggota dikenalkan dasar-dasar bulu tangkis sejak dini. Mereka benar-benar dilatih dengan sistem yang terstruktur berdasarkan kelompok usia dengan fasilitas2 terbaik.

Salah satu legendar Denmark, Peter Gade, mengakui peran besar klub bulu tangkis di Denmark. Viktor Axelsen, pebulutangkis paling fenomenal saat ini, juga mengakuinya. Dua orang ini memang termasuk produk klub-klub lokal.

"Sistem klub yang baik adalah jantung bulu tangkis Denmark. Ini hal yang unik bila dibandingkan dengan seluruh dunia," kata eks CEO federasi bulu tangkis Denmark, Bo Jensen.

"Kami memiliki pemain dari usia 5 hingga 65 tahun yang berlatih secara teratur sesuai level mereka masing-masing. Mereka juga memiliki kompetisinya. Mereka akan disalurkan ke level lanjutan jika memiliki potensi," ujar Jensen lagi.

Tentu, siapapun bisa bergabung. Tak peduli berapa usiamu sebab masing-masing klub punya kategorisasi usia. Tak peduli pula asal negaramu. Sebab bulu tangkis Denmark punya motto 'badminton is for everyone, the entire life'.

Philip Sutton, eks pebulutangkis Wales, pernah merasakan langsung sistem berlatih di klub Denmark. Ia menceritakan pengalamannya kepada surat kabar lokal yg terbit pada 90-an. Ia bercerita, kala itu ia dilatih langsung oleh Erland Kops, peraih 11 gelar All England untuk Denmark.

Sutton: "Semua laga dijalani seperti event sungguhan. Beberapa hal membuat saya kesulitan. Bagian terbaiknya adalah ketika saya sudah diizinkan mandi dan kemudian menghabiskan setengah jam bersantai di sauna. Fasilitas seperti itu benar-benar menjadi pembeda."

Sutton: "Semua pemain di klub mendapat instruksi langsung dari pelatih. Pemain yang sudah top pun tetap harus mengikuti aturan yang ada. Di sisi lain, mereka menghabiskan banyak waktu mempelajari dan menganalisis permainan satu sama lain. Mereka juga saling membantu."

Hal lain yang berperan penting dalam perkembangan bulu tangkis Denmark adalah relawan serta kompetisi nasional yg sudah bergulir sejak 1930-an. Dua hal tersebut, ditambah peran klub-klub lokal, menjadi padu padan yang pas untuk membawa bulu tangkis Denmark ke jajaran elit dunia.

Share this Scrolly Tale with your friends.

A Scrolly Tale is a new way to read Twitter threads with a more visually immersive experience.
Discover more beautiful Scrolly Tales like this.

Keep scrolling