kilograms Profile picture
pembuat au abal-abal. another au coming soon.

Jan 31, 2023, 16 tweets

#yoshiden

Sudah lewat tengah malam, diluar hujan deras disertai petir. Denji belum pulang ke rumah. Khawatir? Tentu. Yoshida sudah berkali-kali menghubungi Denji, tapi tidak ada jawaban.

Saat ingin melangkah niat ingin mencari Denji, pintu utama terbuka menampakkan sosok Denji yang basah kuyup. Yoshida buru-buru menghampiri Denji.

"Kemana aja? Kok pesan ngga dibales? Call juga ngga di angkat? Kok bisa kehujanan? Kenapa bisa pulang larut?"

Yoshida tidak bisa menahan dirinya untuk tidak menyerangnya dengan berbagai pertanyaan. Sedangkan Denji hanya diam.

Setelah beberapa saat terdiam dan tidak ada jawaban, saat itu juga Yoshida baru menyadarinya. Kekasihnya ini sedang tidak baik-baik saja.

Terlihat dari mimik wajahnya yang lesu, lelah, dan seperti ingin menangis.

"H-Hey maaf, gue–" Belum sempat Yoshida menyelesaikan kalimatnya, bibirnya sudah dibungkam oleh bibir milik Denji.

Yoshida refleks memeluk pinggang Denji. Sedikit heran mengapa kekasihnya bertingkah seperti ini, tapi dia tidak terlalu peduli.

Denji menciumnya dengan lembut, ia mengalungkan tangannya pada leher Yoshida.

Yoshida balas mencium bibir Denji dengan lembut, menarik tubuhnya yang dingin mendekat, membawanya menempel dengan tubuhnya yang hangat.

Satu tangan Yoshida masuk ke dalam baju yang Denji kenakan, lalu mengusap pinggangnya dengan lembut, ini kesukaan Denji.

Denji melenguh pelan karena itu, lalu dia melepas ciumannya sepihak. Denji menangkup pipi Yoshida, menatapnya dalam-dalam.

"Yoshida Hirofumi." Yoshida bingung, tapi tetap menjawab.

"Iya, Denji?" Ada jeda panjang, Denji hanya menatap Yoshida sebelum menjawab–

"i love you, gue sayang sama lo, banget. Jangan tinggalin gue, karena lo udah buat gue segila ini sama lo. I love you so much."

Yoshida speechless, kaget sekaget kagetnya karena baru kali ini Denji bilang hal yang manis kaya gini. Karena sebelum-sebelumnya Denji selalu malu.

Tiba-tiba perasaan takut menghampiri Yoshida, ia langsung memeluk Denji erat-erat, seolah-olah dia bakalan kehilangan Denji.

Beberapa saat, ngga ada jawaban dari Yoshida, mereka tetap dalam posisinya, memeluk satu sama lain.

Tapi Denji mulai kesal, dia ingin mendengar jawaban Yoshida.

"Hirofumi, jawab dong!" Denji menggembungkan pipinya sebal. Yoshida tertawa melihat itu.

"Kenapa tiba-tiba jadi manis gini? Mana Denji yang bar bar, jamet, dan gajelas itu pergi?"

Dan jawaban itu membuat Denji kesal.

"GUE SALAH MULU, MAU LO APA SIH HIROFUMI???? BODO, GUE KESEL."

Yoshida ketawa keras, dia menikmati memandang Denji yang kesal sambil mulutnya komat-kamit seperti merapalkan mantra untuk mengutuk Yoshida.

Yoshida meredakan tawanya lalu kembali menarik pinggang Denji mendekat.

Yoshida menempelkan kedua kening mereka, menatap Denji dengan lembut.

"Denji, apapun yang terjadi gue bakal selalu sayang sama lo, apapun yang terjadi, apapun yang lo pikirin, I'll always be with you."

Amarah Denji langsung mereda begitu saja setelah mendengar itu.

"And.."

Yoshida menggantungkan kalimatnya, dia mengecup bibir, kedua pipi dan matanya. Lalu terakhir mencium keningnya cukup lama.

"I love you too, i love you so much. I love you to the moon and back, Denji." Ucap Yoshida dengan senyum yang tulus.

Sekarang gantian Denji yang speechless, wajahnya merah padam. Dia langsung saja memeluk Yoshida, menenggelamkan wajahnya di leher Yoshida.

"Bego, jangan terlalu serius juga, jantung gue loncat."

—fin.

Kolom hujatan.

secreto.site/id/au2eh6

Share this Scrolly Tale with your friends.

A Scrolly Tale is a new way to read Twitter threads with a more visually immersive experience.
Discover more beautiful Scrolly Tales like this.

Keep scrolling