IBLIZZ KATON Profile picture
Semua cerita dari Ibka Berbayar Kalau di bawakan ke yt dll. .GELEM KONO ORA YO MBOYAK.

May 22, 2023, 71 tweets

Diburu Demit
Kisah diganggu kuntilanak
Ibka
@HorrorTweetID
@bacahorror
@bagihorror
@horrornesia
@ceritaht
@IDN_Horor
@FaktaSejarah
@HorrorBaca
@Penikmathorror

#bagihorror #Horrorthread #Hororthread #Threadhorror #bacahorror #ceritahorror #horrornesia #utashorror #penikmathorror

Sebgai petualang tentu banyak kisah kisah unik,aneh dan mbelgedes.
Yang aku alami sendiri dan ada yang aku alami bersama temen temen ku,,temen temen kerja maksut ya.

oke iki kumpulan kisah di berbagai kota
namanya juga Kuli kerjanya pindah pindah dari kota satu kekota yang lain

Aku juga heran kenapa di namain Kuntilanak padahal cantik,semok,montok..kok dedemit.

kisah pertama Di perumahan Besar di salah satu daerah namanya Cileungsi,perumahannya baru awal awal belum seramai ini mungkin
Perumahan itu menarik banyak pekerja,ya dari PT sampai Tenaga krja

Masih sepi perumahannya baru Blok A dan Blok B.
kita ngontraknya di salah satu perkampungan di jalur gas,,di situ dari jalan utama yang masih berupa Padas batu(belum di aspal)
kerjanya biasa tapi pulangnya yang luar biasa kadang sampai magrib baru perjlanan pulang

Kan lumayan jauh jalan nya kadang sendirian kadang bareng temen tergantung waktu dan kdang tanggung kerjaan tinggal merapikan kalau di kerjain besok hasilnya tidak bagus terpaksa harus di selesaikan sore itu juga.

satu deret bangunan perumahan mungkin tinggal aku sendiri

Di bangunan yang aku kerjakan sedangkan pekerjaa tinggal dikit lagi lalu bersih bersih,Tiba tiba sebuah Jidar triplek(potongan 10cm panjang seukuran triplek dan biasanya buat menghalus/merapikan sudut/skonengan) terlempar kearah ku,,
whuuss,,slarak,brakk

triplek yang agak berat

Bisa terbang berhamburan kearahku dan secara aku ngga siap dan lemparn jidar triplek itu cepat dan as pjuga aku membelakangi posisinya sedangkan jidar itu tadinya aku taruh di kamar mandi sudah aku umpetkan/sembunyikan di sudut kamar mandi
Aku kagat langsung berbalik badan.

Begitu aku berbalik langsung diam seribu bahasa tubuhku kaku cuma mataku melihat sesuatu pemandangan yang menciutkn nyaliku.

Sesosok wanita berbaju Merah dengan tatapan marah kepadaku mata melotot besar dan rambut yang mengembang keatas,rambut nya keatas seperti di pegang ujung

Lalu sperti ada yang mengangkatnya keatas.
aku lihat agak kebawah tangan kanan nya masih memegang Jidar triplek dan tangan kiri menjuntai biasa kebawah da terlihat kuku kuku jarinya panjang.Semakin kebawah dan terlihat melayang.

saat itu baru Senja belum ada magrib,masih terang

"lemm..lemmpar kaka kalo beberani,taa taa tak brek,i eem emmber" ucapku terbata kamisosolen(saking kaget dan takutnya sampai berbicara pun susah)

sosok itu masih diam mempergatikan ku tanpa bergerak..aku juga memandang wajahnya beberapa saat dan tiba tiba matanya bergerak

"srett..kekiri,kekanan sperti penari janger.
dan aku masih dengan ketakutanku diam dan hanya terdengar Detak jantungku
Dag dig dug sherrr
rasane lap,lapan..tratapan pingin lari tapi kaki gemetar dan aku berpikir aku sedang dilantai dua dekat tangga dan tangga masih berupa cor2an

seketika itu tiba tiba
"jedueerr"
suara jidar triplek di hantamkan tembok.
ya jidar triplek yang di pegang sosok itu di hantamkan ke tembok dengan posisi ujungny masih di pegang oleh tangan sosok itu.

jedueerr"
kedua kalinya jidar triplek di hantamkan dengan badan berbalik

lalu melayang pergi dan.masih dengan menghantamkn jidar nya kesembarangan tembok.

jadi saat kita saling berpandangan dia dengan mata yang tiba tiba bergerak kekanan kiri kayak penari itu,aku masih deg deg an lha kok ngagetin tiba tiba jidar di hantamkn ke tembok..jedueerr

siapa yng ngga kaget dah gitu lha kok berbalik sambil berlalu pergi,,lha kok di hantamkan lagi ketembok,,dah gitu aku masih kaget..kemudian ketiga kalinya baru aku sadar kaki ku bisa bergerak lalu aku berteriak..
"bajingann malah ngece" bentakku dengan nada sudah lancar

dan ember yang aku pegang tangan kiri juga cethok(ngerti cethok ngga)yang aku pegang tangan kanan aku lempar kan kearah sosok ha g sudah sampai di kamar dan hampir keluar dari lubang jendela
"glontang" suara cethok aku lempar memgwnai tembok di samping sosok itu,lalu aku lemparkn

Ember yang aku pegang
"bruakkk"
Dan tiba tiba sosok itu berhenti kemudian menoleh kebelakang dan pandangannya belum seutuhnya kesampibg aku sudah berlari mengejarnya sambil berteriak
"Jidarnya balikin,,woeee jidarku" teriakku keras sambil berlari kearahnya dan membuatnya kaget

Dan membuatnya panik,jidar dilempar ketembok
"Plekk"
lalu dia bergegas melompat keluar dari lobang jendela sambil berteriaakk
Gelooo,,dan aku masih mengejar sampai kejendela ternyata sudah tidak ada.
sampai di jendela dan mencari sosok itu tiba tiba
"Woeee pulang Magrib"

Ternyata itu suara Salah satu pekerja yang baru pulang juga salah satu pemborong kecil kayak aku cuma borong skonengan.

aku bergegas turun dari lantai dua lewat tangga dengan hati hati..

kebetulan Rumah yang ku kerjakan itu rumah paling ujung dan menghadap dua arah..

Bareng dengan temen ku sampai di jembatan pertigaan jalan setapak menuju kontrakanku di kampung Cohak.
Dari jalan itu kan jalan terdekat hatus melewati Nurseri dan Nurseri pun terkenal angker karena sebelum di bnagun Nurseri tempat itu adalah tempat keramat(punden)

Nurseri itu tempat seperti gudang tanpa dinding dan di lingkari paranet di gutup.parnet karena memang untuk menyimpan Bibit bunga dan lain sebgainya untuk di gunakan perumahan untuk mbangun tau mempercantik jlan atau taman taman perumahan tersebut.

jalan tercepat ngga muter2

Lewat jalur pipa gas.
di situ terbentang dua pagar beton memisahkn.
Di kiri tembok beton Nurseri kanan tembok beton Kantor pemasaran,ya ada danau alami y ag memang terkenal angker juga sarang Dedemit(menurut cerita Mak Boni warga setempat dan kebetulan aku ngontrak di rumahnya)

"Wedusss wedusss,mana dah gelap ngga ada temen,,orang pun ngga ada" pikirku sambil berdiri menghadap jalur pipa gas yang di penuhi alang alang lumayan tinggi dan terlihat Pohon besar di samping Danau(pohon di jalur gas,danau di smping pagar masuk kntor pemasaran )

Baru turun.kejalur gas,melangkah bebrpaa langkah dan aku berhenti.
aku lihat sekeliling ngga ada apa apa tapi aku dengar sreg..sregg
Seperti ilalang tersapu sesuatu dan itu terdengar saat aku berjalan pas berhenti ngga ada apa apa..aku pikir mungkin gesekan kaki ku sama ilalang

tapi aku lihat kedepan samping lha ini kan got dan ngga mungkin lah kaki nyerempet ilalang,pikirku

aku berjalan di samping got dan kadang lewat bibir got cor beton selebar 20cm.
aku kembali berjalan dan bebeapa langkah terdengar kembali tapi kali ini suara sreg sreg makin jelas

jalan setapak juga ngga rata naik turun begitu juga dengan Salurannya ngetrap ngetrap anak tangga

Sreg..sreg..kik..xix..sregg..sregg..xik

seketika itu bulu kudukku berdiri
rambut ku njegrak merinding.
aku pkasa terus berjalan tanpa nolah noleh hanya fokus ke jalan setapak

Suara kresak kresek dari semak semak ilalang.
Kemudian berhenti lagi
Lihat kanan kiri ngga ada siapa siapa hanya angin saja dan begitu aku balik badan menghadap kembali kedepan.
Lagi lagi aku terdiam sejenak sambil menahan nafas,di depan tepat di atas trap got berdiri sesesok

Putih putih berdiri lurus menyampingi ku,
tepat di diatas got saluran air dan posisinya miring menghadap jalan setapak yang akan aku lewati(dia menghadang jalan ku)

Aku lihag lihat dengan seksama ternyata sosok Pocing tapi belum tau jenis kelaminnya.

"woe aku mau lewat" ucapku

Teriakan ku tidak di gubris sama pocong tersebut,bukti nya dia masih diam berdiri mematung hanya kain pocong diatas kepala saja yang kadang lurus kadang ambruk.
"woee pocong budek kowe" teriak ku sambil jongkok dan mengambil tanah merah yang halus aku genggam lalu aku lemparkan

kearah pocong,dasar pocong edan ngga diam pas aku lempar tanah malah menghindar kedepan dengan melayang tidak loncat tapi.mak srett nggeser melayang.

aku jengkel banget
lalu kembali mencari tanah merah lalu.aku lemparkan lagi tapi sosok pocong itu masih santuy sambil melayang

Kembali ketempat awal diatas got.
"asuui,,endo maneh kowe" gumamku lirih
(Anjirr,,menghindar lagi kamu)

Aku cari lagi tamah yang ketiga kalinya pas aku bangkit dari jongkok hendak melempar
lha dalah si poconh melayang datar kedepan lalu secepat kedipan berbelok kearahku
"sreet"

Di depan wajahku seraut wajah masih dengan kapan di hidungnya,dengan jarak mungkin hanya sejengkal.
Rasa merinding makin hebat sampai menjalar menjadi kaku kaki ku.
kedap kedip mataku.
"Kenapa matamu" tanya pocong didepanku
"mata mu kuwi" jawabku sembari menahan tubuh agar tidak

Terjatuh,,bahaya kayaknya badanku dah miring ke kanan kalau jatuh ya ke got.

"jangan jatuh,,jangan jatuh,,jangann" ucapku dalam hati.

"Aku Saroh mas,aku mati tadi siang,,aku adik nya Bidu,ingatkan,,mas pernah main kerumah lho ya" ucap pocong mengajak ngobrol..

"Saroh bukan nya masih hidup"tanyaku
kemudian pocong memundurkan kepalanya sampai terlihag agak menjauh dari depan wajahku,,kira kira dua meter dari ku.
jujur saja aku ngga lihat dia mundur jalan atau melayang.
" mati mas,,jam 9 pagi langsung di kebumikan jam,aku hamil lho mas

7 bulan tapi nggakelihatan perutku aku pakai daster sabuk biar ngga kelihatan kalau hamil,takut Bang Bidu marah malah jadi ngga karuan"jawab Pocong Saroh.

"Kowe itu clelek,an" tegasku
"ngga ow mas..aku di hamili pacarku tapi pacarku mati kecelqkaan di cileungsi tabrakan" saroh

Bercerita tentang dirinya,aku masih diam tidak bergerak.
"jangkrik malah cerita,ngapain sih,,ahh lma sampai kontrakan ini,kemaleman huu ngga mandi lagi" pikirku gelisah

"makanya jadi perempuan itu yang sopan,biasanya kan kamunpakai jilbab kamu di kuliahkan ortu mu sampai jual

Warisan dri engkong lu,,eh elu malah clelek,an gitu"tegasku sambil berjalan selangkah dan Saroh pun mundur aku jalan lagi dia mundur lagi.
"clelek,an apa mas" tanya saroh.

"clelek,an itu kamu sange,an..nafsuan" jawabku jengkel
"emang owg mas,aku ngga bisa nahan"kata Saroh

"Ya berarti kan kamu tau resikonya,konsekuensinya kamu sange an" jelasku

*iya gg apa tadinya kan mau di nikah eh dia mati duluan,batal nikahnya mana aku hamil lagi lahh berat mas nanggung aib,aku putus kan Bunuh diri"Saroh mulai berani bercerita.

"yo wes aku pulang" jawabku

"jnagan dulu mas,belum selesai aku curhatnya" ucap Saroh sembari maju agak mendekat selangkah mungkin tapi maju terlihat jelas terbangnya.

"curhat apa lagi,,dah malam ini aku belum mandi,makan,ngopi" jawabku dengan nada jengkel

"satu lagi mas,,pingin curhag lagi mas ya" saroh

"Ya sudah lah..cepet tapi ya" jawabku

saroh agak sedikit mendekat
"Bagaimana biar aku tidak jadi Kuntilanak mas" tanya Saroh.

"lha embuhh roh,,roh,mana aku tau huugghhhh" jawabku dengan nada setengah jengkel sambil mengepalkan kedua tangan.

"lho ngga ngerti ya mas" Saroh

"Yo ngga paham aku roh,,itu urusan mu sama dedemit sana,aku mana tau hal itu,udah sana coba tanya sama Wakil rakyat demit mu,tanya sama mereka apa yang harus kamu lakukan,dah ya aku pulang" tegasku sambil berjalan di depan sosok pocong bernama Saroh.

"ya sudah makasih mas" saroh

Berlalu pergi sambil menahan rasa takut,sbenernya aku tau caranya tapi aku malas saja memberitahu si Saroh
sampai di kampung Cohak,aku mulai tenang
Bergegas menuju kontrakan yang sudah tidak jauh lagi tinggal lewat tiga rumah saja.

Singkat cerita tiga hari kemudian ada tetangga

Depan kontrakan istrinya meninggal.
Tentu aku libur lah,menghormati aku takziah/melayat.

Di rumah duka aku merasakan ada yang janggal aneh saja,aura mistis nya kuat banget,setiap aku memandang kearah kamar pintu nya terbuka dan disitu masih ada Ranjang/dipan/tempat tidur

Suasana kn agak gelap,di.atikan lamounya karena pintu terbuka dan di depan kamar di baringkan jenazahnya
Aku lihat agak gelap gelap gimana ada kayak rambut tapi aku ngga yakin dan aku lihat lagi sperti bahu.
yah bahu seorang wanita tapi tetep ngga yakin aku,aku perhatikan seksama

Tak perhatikan lama lama iya bener kayak manusia tiduran dengan posisi miring membelakangi aku.
Setahu ku tegangga ku itu ngga punya anak perempuan dan anak nya dua cowo semua

aku lihat kanan kiri ku masih ada beberapa orang yang sedang membaca Tahlil
Di depan ku masih ada 1

Orang yang duduk seorang permpuan rambutnya panjnag dan di tutupi denhan kerudung..bukan kerudung kayaknya slendang lalu di tutup di kepala tapu rambut hitam panjang nya sampe kepunggung.
Di depannya terbujur Jenazah lalu rambut panjang kemudian aku di belakangnya
terlihat jelas

Wajah jenazah itu walau badannya sudah di balut kain kafan aku bisa melihat jelas dan saat ketika aku melihat kearah pintu kamar tiba tiba

Bruakk
Suara benda jatuh dan sangat keras
Bareng dengan suara sesuatu jatuh tadi semua orang yang ada di dalam rumah pun kaget termasuk aku

Dan tepat dengan suara orang kaget itu aku pas ngelihat kearah kamar dan bareng dengan itu juga yang aku kira sosok tadi tiba tiba menoleh kearah keluar kamar..dan ASTAGAAA

pekikku dalam hati yapi mulutku hanya bisa menganga.
Wajah Yang tidak asing buat ku tapi siapa?

Aku ingat ingat sedetik kemudian.
"asuuuiii,,lha iki lhak mayit e yow" ucapku dalam hati sambil melihat wajah jenazah.

"iyo bener,iku wajah jenazah yang ada di depanku" batinku sambil melihat kekamar lalu ke jenazah..sama pleg dan itu wajah yang sama,

Belum sempat berpikir aneh aneh lalu terlihat beberapa orang melangkah masuk ke kamar dan di sela sela kaki melangkah masih terlihat wajah yanv sama dengan jenazah dan tiba tiba menghilang begitu saja.
"Lemari segitu gedenya mosok bisa jatuh berhamburan isinya" ucao salah 1 orang

Dan begitu sosok Wanita dk depanku menoleh kebelakang dan pas juga aku melihat kearah nya
saling bertatap muka
"astagaa,pertanda apa ini" Batinku.
Wajah wanita itu mirip sekali dengan Jenazah dan wanita yang di kamar.

Dag Dig Dug Sheer.
rasanya jantungku mau lepas saja.
Takut

Banget kala itu,karena belum pernah aku mengalami kejadian sperti itu dan Aneh saja bisa bisa tiga kembaran.

kemudian Dia tersenyum,lalu kembali menghadap kedepan menghadap ke jenazah.

Dan tidak lama pak ustad datang lalu kita pergi dari dekat jenazah.
masih terlihat wanita itu

Berdiri dan berjalan menyingkir karena pak ustad bersama perangkat desa datang mengambil alih tempat di dekat Jenazah untuk di mulai tahlil dan bacaan yasin.
Kemudian aku cari wanita itu tapi ketemu dan aku tanyakan ke orang orang tapi mereka tidak pernah melihat ada nya wanita

Yanb duduk di samping Jenazah.
Jadi makin heran dan penasaran aku nya.

malam pertama diadakan Tahlilan aku juga dj undang padahal dekat hanya lewati dua rumah sudah sampai.

Ngga ada yang aneb saat tahlilan malam itu sampai selesai aman sentosa.

Sampai dikontrakan

Tiduran di teras.
Yang aku tempatin itu rumah panggung ya tau sendiri adat daerah sana masih banyak rj.ah panggung kental banget suasananya adat nya masih berlaku,mitos ini itu nya masih dengan Pamali nya.

Tidur tiduran sama temenku di gladak depan sambil ngopi ngobrol rokokan.

Malam itu berdua sama temen ku sebut saja Nasak,posisi kita tiduran tengkurap menghadap ke tanah jadi kepala kita sudah di luar gladak jadi bisa sambil buang abu rokok tapi kita bisa melihat ke kolong rumah.
pas ngobrol dan,melihat ke kolong.
aku langsung diam sejenak

Mataku terbelalak.
aku lihat seperti ada sesuatu yang aneh,aku melihat sebuah kain pugih bergerak gerak di kolong rumah/kolong termasuk tinggi darj tanah naik 60cm an bisa lebih sih soale emang kelihatan jelas ketika melihat kolong langsung ke belakang rumah.
Kain bergerak gerak

Aku ngkat kepalaku sebentar lalu kembali melongok ke kolong dan terlihat memang kain dan akunpastikan aku turun lalu menghadap ke kolong.

"Asuuu..asuuu kaki itu" Pikirku
"kalau kencing jangan di situ woee jawir" teriak nasak yng kala itu sudah telentang dan melihat kearahku

Aku diam tidak menjawab nya,aku melihat kembali ke kolong dan ternyata bener sebuah gaun dari wanita duduk menyamping dari arahku.
jadi di tiang penyangga rumah ada Beton cor yang berbentuk segitiga tapi atasnya datar untuk dasaran tiang penyangga,nah wanita itu duduk di situ

Dengan Kaki kanan diatas kaki kiri,tangannya terlihat jelas diatas paha tapi kepalanya nya ngga ada.
kepalanya memembus lantai rumah.
"sak...nasak,,sini" ucapku sambil menarik rambutnya.
"aduhh..aduhh apa an sih" teriak nasak sambil glasutan di lantai lalu memutar turun

Jongkok di sampingku menghadp ke kolong rumah.
"kamu lihat itu"tunjukku

begitu Nasak melihat jelas,seketika nasak langsung menarik lenganku agar naik kepanggung
Aku mengikuti nya dan kita berdua tiduran berdempetan masih di luar karena tiang yang dj gunakan duduk oleh demit itu

Tepat di ruang tengah.
"Dah baca baca sebisamu saja" ucap Nasak dengan nada ketakutan agak pelan.

Pikirku,,huu badan aja kayak ade rae nyalinya kayak Ikan buntal.

Beberapa lama terdengar lantai sperti ada yang berjalan.
jelas kedengaran karena lantai terbuat dari bambu(galar)

"jleg..jlegg"
pelan tapi semakin mendekat dan nasak pun mendengar suara langkah di lantai panggung.
"ada yang jalan Blizz" ucap Nasak sambil membuka penutup mukanya.
kita tiduran berdua kan masih ada jeda antara tubuh ku dengan tubuh si nasak,Nah di situ suara langkah berhenti

Jadi Nasak menoleh ke kiri aku menoleh kekanan dan ngga ada apa apa hanya kita saling pandang,dan tidak lama suara ketukan dia depan muka kita berdua.
"tuk,tuk..tukk"
kita berdua diam tanpa bernafas.
Ada suara tidak ada wujudnya,Nasak pelan pelan menggeser penutup wajahnya

Aku masih melihat Nasak menutup wajah dengan sarungnya.
"Jangan ganggu aku" ucapku
suara tuk tuk seperti seseorang yang sedang mengetukkan kaki di tanah mengikuti irama atau nada.
"aku pejamkan mata tiga kali kalau kamu berniat jelek maka pergilah kalau kamu berniat baik maka

Tampakkan wujud mu yang baik pula"ucap ku lirih
aku pejamkan mata beberapa detik,,jantungku dag dig dug sheer..begitu aku buka mata terlihat sebuah kain putih sperti ujung gaun menyentuh dilantai tidak terlihat kaki,makin deg deg an aku
"asuuu malah nampak beneran" batinku

Posisi ku tiduran miring menghadap ke Nasak yang gidurnya telentang menghadap keatas dengan muka yang di tutupi sarungnya.
Dan di depan ku masih terlihat Gaun yang menyentuh lantai.
Aku lirik sedikit keatas,aku melihat Tangan Sedakep(di depan dada)dan kepalanya ngga terlihat

saking tinggginya sosok itu wujudnya tidak lazim tinggi besar padahal ketika di kolong Rumah wujudnya biasa seprti manusia normal.

tiba tiba Nasak berdiri dan lari Gedebag gedebug langkah nya diatas lantai panggung,Sontak saja aku ikut berdiei dan lari kedalam rumah
"jeduaarr"

Daun pingu yang tadinya kebuka langsu v aku hentakkan menutup dengan suara Yang keras.

menuju kamar bagian belakang,kamarnya si Nasak,sampai di dalam Nasak aku peluk.
Nasak yang Saat itu menutupi seluruh badannya dengan Tikar Pandan.
Nafasku ngos ngosan sambil merapatkan badan

Ke tikar yang menggulung dan saat aku peluk tidak ada yang aneh dan seprti ada isinya,keras seperti tubuh manusia.

aku terpejam sambil mendekap dan merapatkan tubuh ke tikar yang ku peluk.
.Tidak lama berselang hanya beberapa menit saja
"Blizz,,kamu dimana" Suata Si Nasak

Aku Belum tertidur hanya ketakutan saja,masih dengan posisi memeluk Tikar yang aku kira sk Nasak.

Lantas aku berpikir.
"siapa yang memanggilku?Suara si Nasak,tapi kalau igu beneran si Nasak lantas yang aku peluk siapa?" ucapku dalam hati dan kemudian mulai aku rasakan gerakan

Dari Gubuh yang aku peluk menggeliat.
"Blizz" panggil suara si Nasak.
Kemudian tangan ku sagu menyingkap sarung yang menjadi penutup wajahku
pelan pelan aku singkirkan sarung kuu dan terlihat Tikar yang menggulung itu mengeliat bergerak gerak dan sedangkn Nasak masih memanggil

Share this Scrolly Tale with your friends.

A Scrolly Tale is a new way to read Twitter threads with a more visually immersive experience.
Discover more beautiful Scrolly Tales like this.

Keep scrolling