PESUGIHAN LUDAH POCONG
Begitu di upload langsung selesai. Tidak bersambung. Jadi mohon supportnya ya.. Retweet banyak2😁..
@IDN_Horor
@ceritaht
@bacahorror
#ceritaseram
#basedontruestory
#threadhorror
#bacahorror
#omrasth
(Gambar hanya ilustrasi)
Cerita ini diceritakan oleh salah satu ponakan disini yang pernah bekerja di rumah makan tersebut.
Nama tokoh dalam cerita ini sudah disamarkan.
_____
2018..
Kalimantan selatan.
Sebut saja namanya Hatni, saat itu dia baru saja lulus sekolah Menengah Atas. Namun karena orang tuanya tidak punya biaya, akhirnya hatni memutuskan untuk tidak melanjutkan pendidikannya kebangku kuliah.
Kemudian ia memilih untuk mencari pekerjaan. Apapun pekerjaannya nanti, hatni berharap ia bisa membantu perekonomian keluarganya...
Tapi sudah hampir 1 bulan ia melamar kerja sana sini, tidak ada juga yang mau menerimanya.
Hingga suatu hari, saat itu hatni yang sedang menemani ibunya kepasar, bertemu dengan seorang kakak kelasnya dulu.
"Hatni, gimana kabarnya sekarang?" tanya gadis itu pada hatni
"Alhamdulillah baik ka.. Kaka sendiri gimana kabarnya?"
"Baik juga. Kamu udah kerja?"
Hatni tersenyum tipis, ia melihat kearah ibunya yang sedang memilih sayur.
"Belum ka, sudah sebulan aku cari kerja kesana kemari, tapi belum ada hasil.."
"Kebetulan nih, di tempat kerjaku, sedang mencari karyawan baru. Kamu mau gak?"
"Mau ka.."jawab hatni cepat
"Tapi kerja diwarung makan, gak apa2?"
"Gak apa2 ka, dimanapun dan apapun pekerjaannya aku siap.."
"Ya udah kalau gitu, aku langsung telepon bos ku dulu ya.." seraya mengeluarkan hp dari dalam tasnya, kemudian sedikit menjauh dari hatni, mencari tempat yang lebih tenang untuk menelpon.
Hatni mengangguk,
Terlihat Susi menempelkan hpnya di telinga, dan tidak lama kemudian ia seperti sedang berbicara. Setelah beberapa saat berbicara melalui telepon, susi pun menghampiri hatni yang masih berdiri penuh harap.
"Kata bosku, kalau memang kamu mau kerja disana. Kamu bisa ikut aku besok. Sekalian kamu lihat2 tempat kerja dan membicarakan soal gaji. Gimana?"
Dengan cepat hatni mengangguk, bibirnya tersenyum lebar.
"Aku mau ka.. Aku mau.. Terima kasih ya ka.. Semoga dengan pekerjaan ini aku bisa membantu orang tuaku.." ucap hatni
Susi tersenyum,
"Pasti kamu bisa.. Besok aku jemput kamu ya.." ujar susi
"Gak usah ka, biar aku yang kerumah kaka.. Kasian kaka kalau harus kerumahku. Kan aku yang mau ikut, jadi sudah wajar kalau aku yang nyamperin kaka."
"Gak apa2. Aku pakai motor kok, gak capek. Kalau kamu kan jalan kaki. Capek nanti."
"Makasih banyak ya ka.."
"Iya. Yaudah, aku mau lanjut cari barang2 dulu ya.." ujar susi seraya pamit pada hatni
___
"Baik ya temanmu itu.." ujar ibunya seraya memasukkan sayuran yang dibeli kedalam bakul
Hatni mengangguk, mengiyakan perkataan ibunya.
Di keesokan harinya, pagi2 sekali, hatni sudah siap. Ia menunggu susi sambil duduk di teras rumah.
Sekitar pukul 7, susi datang dengan mengendarai motor mio soul gt berwarna biru.
Ia tersenyum sambil melambaikan tangan pada hatni yang langsung berdiri menghampirinya.
"Sudah siap?" tanya susi
"Sudah ka.."
"Bu, kami berangkat yaaa.." pamit susi pada ibunya hatni yang sedang menjemur pakaian
"Hati2 ya kalian berdua. Jangan laju2."
_____
Diperjalanan, tak banyak yang mereka bicarakan, karena keadaan pada saat itu tidak mendukung untuk mengobrol.
Sebab hatni yang di belakang banyak hah hoh hah hoh saat di ajak bicara. Karena memang susi membawa motor dengam kecepatan tinggi.
Sekitar 1 jam perjalanan, akhirnya mereka berdua tiba di warung makan tempat susi bekerja.
Saat itu suasana warung makan masih sepi, dan karyawannya pun masih bebersih meja dll.
Susi mengajak hatni untuk masuk, bangunan itu memiliki 2 tingkat, dilantai satu digunakan untuk warung dan lantai duanya di gunakan sebagai tempat menyimpan barang2 seperti piring, gelas dll.
Bos pemilik warung makan tersebut menyambut hatni dengan sangat ramah.
Hatni ditanyai berbagai hal yang berhubungan dengan perdapuran. Hatni yang memang pandai memasak, menjawab pertanyaan2 itu dengan baik.
"Baiklah, untuk masalah gaji, kamu akan digaji sebesar 1,5 juta perbulannya. Tapi kalau kamu berhenti bekerja disini kurang dari sebulan, maka gajimu tidak akan dibayar. Jam mulai kerja sekitar pukul 7, dan tutup sekitar jam 8 malam. Kalau semisal pembeli sedang ramai
Dan mengharuskan warung tutup sedikit lebih larut, maka kalian akan diberikan bonus."ujar wanita berusia 40 tahunan itu
Tanpa ragu hatni langsung mengangguk menyetujui.
"Besok kamu sudah bisa mulai kerja ya.." ujar wanita itu tersenyum
"Terima kasih bu.."
"Sama2.."
Setelah berpamitan, hatni pun diantar susi untuk pulang.
Sepanjang perjalanan hatni tak berhenti tersenyum. Membayangkan reaksi orang tuanya, sebahagia apakah orang tuanya saat ia memberitahu kabar gembira itu nanti.
Hatni masuk kedalam rumah, dengan bibir masih tersenyum cerah.
Ia menghampiri ibunya yang sedang menampi beras di depan pintu dapur yang mengarah langsung keluar rumah.
"Bu, hatni diterima kerja bu.. Dan besok hatni sudah bisa mulai kerja.. Gajinya 1,5 juta bu.."
"Syukurlah kalau begitu, tapi ingat ya nak, kalau bekerja ikut orang itu harus rajin, kerjakan pekerjaanmu, jangan nunggu disuruh dulu."
Hatni mengangguk dengan bibir tersenyum.
"Kamu berangkat kesana naik apa? Masa iya minta jemput susi terus?" tanya ibunya
"Untuk sementara kata susi gak apa2 kalau aku ikut dia dulu bu. Cuma ya gitu,
Kami harus berangkat lebih pagi agar bisa sampai tepat waktu ditempat kerja."
(Barangkali ada ponakan2 yang berminat herbal dalam bentuk akar2an untuk mengobati sakit pinggang, tulang keropos, prostat. Ada juga bajakah untuk mengobati kanker, tumor
Diabetes, asam lambung dll.
Atau mungkin ada ponakan2 yang tertarik dengan minyak2 kalimantannya.
Ada pangkanang, raja penunduk, perkasih, saluang mudik, raja pemikat, minyak rejeki, minyak wibawa, minyak melati, minyak dewi sinta, minyak arjuna,
minyak jumput penarik rejeki, pengasihan 3 khasiat, 7 bidadari, seribu tawar, rindu menangis dll.
Buat yang tertarik dan mau tanya2 ataupun curhat berbayar dan konsultasi, silahkan hubungi nomor om rasth - 0856 5403 7262
Rahasia dijamin aman.)
"Oh begitu.."
"Iya bu.."
_____
Keesokan harinya, pagi2 sekali hatni sudah menunggu kedatangan susi di depan rumah. Sama seperti hari sebelumnya. Begitu susi datang, mereka pun langsung berangkat.
Di awal masuk kerja itu, hatni diperkenalkan oleh susi pada karyawan2 lain. Disana ada 2 karyawan terdahulu. 1 perempuan dan 1 laki2. Jadi ditambah susi hatni. Karyawan rumah makan itu berjumlah 4 orang.
Hatni di bagian dapur, bertugas menggoreng lauk, membuatkan minuman dan mencuci piring2 kotor.
Sementara susi sebagai pelayan. Sanah sebagai kasir. Azrul bertugas untuk mengantarkan makanan bagi yang memesan melalui wa.
Pada hari pertama itu, hatni cukup kaget dengan keadaan warung yang hampir tidak pernah kosong tersebut. Selalu saja ada tamu di setiap jam 10 ke atas. Hingga malam hari.
Di hari pertama masuk kerja itu saja, hatni sudah merasakan lembur. Mereka tutup sekitar jam 10 malam.
Dan setelah warung tutup hatni dan susi langsung pamit pulang.
"Tiap malam begini ka?"tanya hatni
"Ya, hampir tiap malam selalu lembur hat. Dalam sebulan paling 2 atau 5 hari kita bisa pulang tepat waktu." jawab susi
"Apa kaka gak takut pulang malam sendirian terus?"
"Gak, karena biasanya pacarku yang antar.. Kalau sekarang kan sudah ada kamu."
"Kalau aku lebih takut orang jahat ka pulang malam2 begini sendirian.." ujar hatni
"Kamu lupa ya aku ini bisa beladiri?"
"Oh iya ya.. Dulu kaka kan pernah ngalahin anak laki2 di sekolah.."
Terdengar tawa mereka berdua menghiasi heningnya malam itu.
"Terima kasih ya ka.." ucap hatni pada susi, saat mereka sudah sampai didepan dirumah hatni
Saat itu terlihat ayah hatni sedang duduk di teras,
"Kok ayah di luar?"
"Ayah nunggu kamu ni, kenapa baru saja pulang? Larut sekali, pikiran ayah sudah kemana2 nak.." ujar ayahnya
"Lembur yah.. Malah tadi kata ka susi, pulang tepat waktunya bisa dihitung dengan jari."
"Oh begitu.. Berarti warung itu terkenal sekali ya ni. Sampai2 pelanggannya banyak sekali."
"Iya yah.."
"Kasiannya anak ayah ini, pasti capek sekali.."
"Tapi nanti kalau sudah terbiasa gak terasa capek lagi kok yah." jawab hatni sambil tersenyum
"Kamu jangan mandi malam2 ya ni, gak baik." ujar ayahnya
"Iya yah."
"Nanti selesai ganti baju, kamu makan ya. Biar ayah temani.."
"Iya yah. Ibu sudah tidur yah?"
"Sudah, dari jam 8 tadi."
Hatni mengangguk, ia langsung masuk kedalam kamar, sementara ayahnya berjalan kearah dapur. Setelah ganti baju dan mengelap sedikit badan dengan tisu basah, hatni pun keluar.
Ia melihat didapur, ayahnya sudah menyediakan makanan untuk hatni.
"Ayo makan nak.."
Hatni duduk lesehan, bersama sang ayah. Ayahnya terlihat sangat perhatian pada hatni, ya ayahnya memang sudah seperti itu sejak dulu.
"Bagaimana bosmu? Baik?"tanya ayahnya
"Baik yah, teman2 juga baik."
"Syukurlah kalau begitu ni. Orang mana bos mu itu?"
"Kalau dari ciri2 fisik orangnya sih, seperti orang china yah. Tapi logat bahasanya seperti orang jawa.."
"Oh.. Begitu ya.." Ujar ayahnya sambil mengangguk
"Sudah yah. Ni sudah kenyang.."ujar hatni saat ayahnya ingin mengisi ulang nasi kedalam piringnya
"Kamu mau teh jahe? Biar ayah buatkan.. Ya?"
"Gak usah ah yah. Sudah larut sekali. Kasian ayah. Ni juga sudah ngantuk."
"Sebentar saja ni, ayah buatkan dulu ya. Untuk memburu angin. Apalagi tadi kamu pulangnya larut sekali. Kena angin malam, nanti masuk angin.."
"Tapi ni sudah ngantuk yah. Nanti lah ni minum tolak angin, dikamar masih ada 1. Ayahkan juga capek, jadi kita tidur aja ya.
Gak usah buat teh jahe. Sudah larut malam yah."
"Ya sudah lah, kalau begitu kamu istirahat ya ni." ujar ayahnya
Saat tubuhnya sudah rebahan dikasur. Hatni merasa sangat nyaman. Dan tidak lama kemudian ia pun terlelap.
Sama seperti sebelumnya, pagi itu susi datang menjemput hatni, lalu mereka berdua berangkat kerja bersama2.
Sesampainya di tempat kerja, mereka melihat warung sudah buka, dan bos mereka sedang duduk2 di salah satu kursi sambil bermain hp.
"Susi, hatni.. Kemari sebentar.." Panggil bos mereka
"Ada apa bu?"tanya keduanya setelah mendekat
"Hari ini saya mau pergi, mungkin malam baru pulang, dan katanya itu si sanah gak enak badan, jadi gak masuk hari ini. Gak apa2 ya kalian cuma bertiga saja hari ini?"
"Nanti saya kasih bonus lah.." Lanjut si bos sambil tersenyum
"Aman bu, gak apa2. Si hatni juga gesit kerjanya. Jadi kami pasti menghandle semuanya."ujar susi
"Baiklah kalau begitu. Terima kasih sebelumnya ya.. Oh iya, nanti semisal kalian lapar, gunakan saja uang dilaci kasir untuk beli makanan ya."
"Baik bu.." Jawab keduanya
Setelah itu bos mereka pun berpamitan untuk pergi.
"Kenapa mesti beli makanan diluar ka? Kan disini juga warung makan."
"Ya biasanya memang begitu, disaat jam makan, bos selalu beli makanan diluar untuk karyawan. Aku juga kurang tau alasannya."
Hatni mengangguk, ia berpikiran kalau bosnya mungkin saja pelit. Sebabkan makanan2 yang dijual diwarung itu lumayan mahal. Berbeda kalau beli ayam geprek diluar yang harganya cuma 8 hingga 10 ribu seporsi.
"Zrul, tolong ambilkan kecap dan 1 lusin piring baru yang untuk naruh sate itu ya zrul.. Ini piringnya sudah banyak yang pecah.." Ujar susi menyuruh azrul yang baru saja datang
Tanpa berkata apa2, azrul lantas mengambil kunci pintu lantai atas.
Hatni yang sedang menyapu, melihat kearah azrul yang sudah menaiki tangga. Tangga itu tepat berada di samping toilet yang diperuntukkan untuk pembeli.
Namun tidak lama setelah azrul naik, tiba2 azrul berlari turun dengan wajah ketakutan.
"Kamu kenapa?" Tanya susi
"Gak, gak apa2. Aku kebelet BAB.. Kamu ambil sendiri saja ya.." Ujar azrul
"Dasar.." Gerutu susi
"Yuk hat, keatas.." Ajak susi kemudian
Hatni nurut2 saja, ia langsung meletakkan sapunya dan ikut naik keatas bersama susi.
Saat berada dilantai atas itu, hatni merasa hawanya agak beda. Bulu kuduknya tiba2 merinding saat masuk kesana.
Lantai atas itu memiliki luas, setengah dari lantai bawah. Disana juga ada 2 kamar.
"Itu kamar untuk apa ka?" Tanya hatni
"Kamar yang ini untuk karyawan, semisal ada yang mau nginap disini, Gratis. Kalau yang satunya aku gak tau untuk apa. Gak pernah dibuka soalnya."
Hatni mengangguk,
Kemudian ia membantu susi mencari barang2 yang dicarinya.
Barang2 untuk stok itu berada di rak samping kamar yang diperuntukkan untuk karyawan. Setelah selesai mengambil barang2 yang diperlukan, mereka pun turun.
Azrul terlihat menatap mereka dengan tatapan aneh, sambil sesekali ia mengarahkan pandangannya kearah atas.
"Kenapa kamu zrul?" Tanya susi
"Gak, gak apa2.." Jawab azrul seraya berbalik badan dan meletakkan tempat sampah yang sepertinya baru saja ia cuci
"Hat.." Panggil azrul
"Iya?"
"Mmm.. Udah lupain aja."
"Apa sih? Kalau ada yang mau diomongin, omongin aja. Kenapa?" Tanya hatni
Azrul tertawa,
"Pasti kamu penasaran kan? Aku cuma sengaja kok, mau bikin kamu penasaran.." Ujar azrul sambil tertawa
Hatni hanya bisa menatap azrul dengan kesal sambil mengomel dalam hati.
Hari itu berjalan seperti biasa. Warung ramai kedatangan para pembeli yang mengantri menunggu giliran untuk makan di warung tersebut.
_______
Hari itu hatni disuruh oleh sanah untuk mengambil nampan baru di lantai atas. Hatni yang memang paling muda disana menjadi sering disuruh2 oleh sanah. Namun bagi hatni itu tidak masalah, selagi ia bisa mengerjakan apa yang disuruh, maka ia akan menurutinya.
Kriieeettt.. Saat pintu utama lantai atas itu terbuka, hatni mencium aroma aneh yang menyengat memenuhi ruangan itu.
Saat hatni sedang fokus untuk mencari nampan, tiba2 terdengar suara orang batuk. Awalnya hatni mengira kalau itu mungkin suara dari bosnya yang memang setiap
pagi naik kelantai atas.
Namun sesaat kemudian hatni terpaku saat ia menyadari kalau tadi pintu utama lantai atas dikunci. Dan ia sendiri yang membukanya.
Seketika hatni langsung menoleh kebelakang, untungnya tidak ada siapa2 disana.
Hatni merasa lega, tapi hanya untuk sesaat saja. karena tepat ketika hatni kembali menoleh kedepan, ada sesosok putih melayang2 didepannya.
"Aaaaa...." Teriak hatni sembari berlari keluar dari ruangan tersebut
Hatni menuruni tangga dengan cepat. Saat sampai dibawah terlihat azrul langsung menghampirinya,
"Kamu kenapa?" Tanya azrul
"Ada, ada hantu diatas.."
"Sssstttt.. Jangan keras2.. Kalau ketahuan bos, nanti kamu yang dimarahi.." Ujar azrul seraya menempelkan telunjuknya di bibir
"Atur dulu nafasmu.. Kalau sudah tenang, kita lanjutkan pekerjaan kita. Nanti setelah pulang, aku akan ceritakan apa yang aku tau padamu.."
_____
Hari itu sekitar pukul 11 malam, warung baru saja tutup. Karena tutup terlalu larut malam, alhasil azrul dan hatni tidak jadi bertemu.
"Kamu kenapa hat?" Tanya susi
"Gak apa2 ka. Agak capek aja."
"Hat, minggu depan aku lamaran. Nanti kamu datang ya.. Ajak sekalian ibu dan ayahmu.." Ujar susi
"Wah, selamat ya ka.. Aku janji bakal datang ka.." Ujar hatni
Malam itu, seperti biasa. Ayah hatni sedang menunggunya diteras rumah. Saat hatni datang, sang ayah langsung berdiri menyambutnya.
"Ayah siapkan makanan ya, kamu ganti baju dulu.." Ujar ayahnya
Hatni mengangguk, lalu ia berjalan masuk kedalam kamar. Sementara ayahnya kearah dapur untuk menyiapkan makanan hatni.
Saat sudah didapur, hatni termenung melihat makanan didalam piringnya.
"Ada apa ni? Apa kamu ada masalah?" tanya ayahnya
Hatni menatap sang ayah. Kemudian tanpa ragu, ia menceritakan apa yang ia lihat di lantai atas warung tempat ia bekerja itu.
"Setiap tempat memang ada penghuninya. Tapi ayah rasa penghuni disana hanya kebetulan saja menampakkan diri padamu. Mungkin mereka ingin berkenalan." ujar ayahnya hatni
"Selama mereka tidak menganggu, biarkan saja. Toh didunia ini kita memang hidup berdampingan dengan mereka kan. Ayo makan dulu.." lanjut ayahnya sembari menunjuk piring milik hatni
______
Keesokan harinya..
Hatni dijemput susi seperti biasa. Mereka tiba diwarung sedikit terlambat. Saat itu azrul sudah menyapu warung dan mengelap meja.
Sementara bos mereka tidak terlihat disana. Mungkin si bos sedang berada di lantai atas. Karena memang seperti itu biasanya.
Hari itu berjalan seperti biasa, dan di malam harinya, pembeli masih banyak berdatangan.
Hatni masih asyik dengan penggorengan.
Sementara susi juga terlihat sibuk mengantar makanan dan memebersihkan meja yang baru ditinggalkan oleh pembeli.
Tiba2 saat mereka sedang sibuk dengan pekerjaan masing2, terdengar suara seorang anak kecil, mungkin saat itu usianya sekitar 5 tahunan.
Ia berteriak dan menunjuk kesamping ibunya sambil terus mengulang2 kata2 yang sama..
"Pocong.. Ada pocong..." teriaknya
Otomatis, orang2 yang sama2 sedang makan diwarung itu langsung menoleh. Mungkin sebagian merasa risih dan terganggu dengan teriakan histeris dari anak tersebut.
Orang tua si anak pun terlihat berusaha untuk menenangkannya.
Saat bos mendekat kearah si anak, anak itu semakin histeris. Bahkan ia langsung mendoronng piring2 yang berisi makanan dari atas meja.
Piring2 itu pecah dan makanan yang ada didalam piring tersebut berhamburan.
"Pocong ituuu.. Jahat.. Jahaatt... Pulaaang.. Aku mau pulang.." teriak si anak histeris ketakutan
Kedaaan saat itu benar2 gaduh. Bos pemilik warung makan itu tanpa basa basi langsung menyuruh orang tua si anak untuk keluar dari warungnya. Dan saat orang tua anak itu ingin mengganti kerugiaan atas piring yang dijatuhkan oleh anaknya. Si bos langsung menolak.
Namun ketika mereka sudah pergi dari warung, terdengar bos terus mengumpat dan mengomel tanpa henti. Raut wajahnya yang biasanya ramah pun menjadi masam hari itu.
"Hatnii.." panggil azrul saat hatni baru saja ingin naik keatas motor milik susi
"Kenapa zrul?" tanya susi
"Kamu mau tau ceritanya gak?" tanya azruk pada hatni
"Aku sudah tau, dikasih tau ayahku.." jawab hatni, mengira kalau azrul ingin memberitahu tentang penampakan dilantai atas
Azrul tampak kecewa, namun ia tetap tersenyum dan mengangguk.
______
Keesokan harinya, tidak seperti hari2 sebelumnya. Hari itu warung sepi pembeli, dari pagi hingga sore, paling hanya sekitar 5 sampai 10 orang yang makan diwarung tersebut.
"Tutup saja.." ujar si bos dengan wajah masamnya ketika menyuruh anak buahnya untuk tutup warung
Sesekali hatni mendengar bosnya itu mengomel, entah kepada siapa.
"Besok kalian libur saja. Tidak usah datang kesini dulu. Karena saya akan pergi nyekar besok." ujar si bos pada sanah, susi, hatni dan azrul saat mereka berpamitan untuk pulang
Mendengar kalau besok libur, tentu saja hatni senang. Itu artinya besok dia bisa rebahan seharian.
________
"Setelah menikah nanti, aku akan berhenti bekerja diwarung hat.. Kalau aku sufah berhenti kerja, kamu pulang pergi kerja sama siapa?"
Hatni tersenyum,
"Gak usah dipikirin ka, aku mungkin akan izin sama bos, untuk tidur disana." jawab hatni
"Kamu yakin berani sendirian? Disana?" tanya susi
Hatni mengangguk.
"Bukan maksudku menakut2i kamu, tapi warung itu rada angker. Kami semua pernah melihat penampakan pocong disana. Tapi tidak ada yang berani cerita. Karena kalau sampai ketahuan bos, bisa2 kita diberhentikan.."
"Aku berani kok ka.. Kaka tenang saja." jawab hatni meyakinkan
Susi tak bisa berkata apa2 lagi selain mengiyakan. Karena ia juga tidak mungkin antar jemput hatni.
_______
Hari itu, hatni berangkat kerja dengan membawa tas berisi baju2nya.
Ya, hatni akan tidur di lantai atas warung itu.
Dan memang sebelumnya ia sudah di perbolehkan untuk menginap disana secara gratis.
Namun baru dimalam pertama ia tidur ditempat itu, hatni sudah merasakan gangguan2.
Mulai dari terdengar suara2 langkah kaki, derit pintu yang dibuka tutup. Sampai suara batuk2 yang terdengar tepat di depan pintu kamar yang hatni tempati.
"Aku tidak mengganggu kalian. Jadi kalian juga jangan menggangguku." ujar hatni pelan
Dan setelah hatni berkata seperti itu, suara2 tersebut pun menghilang.
Dikeesokan harinya, hatni bangun pagi2 sekali. Ia mulai membersihkan area halaman warung sembari menunggu bosnya datang.
"Bagaimana tidurmu? Nyenyak?" tanya si bos saat ia melihat hatni sudah bekerja
"Nyenyak bu.."
"Tentu saja, apalagi kalau sendirian tidur tidak ada yang mengganggu. Betulkan?"
"Betul bu." jawab hatni
Hari itu, warung ramai sekali. Bahkan sampai jam sudah menunjukkan pukul 11 malam, pembeli masih terus ramai berdatangan.
Dan sekitar pukul 1 malam, barulah warung tutup.
Sanah dan azrul pamit pulang lebih dulu, sementara hatni masih berada diwarung untuk membantu bos.
"Kamu tidur saja hatni, kamu juga harus istirahat untuk besok lagi." ujar bosnya seraya menghitung uang
"Baik bu." ucap hatni seraya menaruh kain lap yang dipegangnya
Hatni berjalan menaiki tangga, saat ia baru saja membuka pintu kamarnya,
tiba2 terdengar suara orang yang sedang batuk di belakangnya.
Hatni kaget, namun ia tidak berani untuk melihat kebelakang. Akhirnya cepat2 hatni masuk kedalam kamar lalu mengunci pintunya rapat2.
Tanpa mengganti pakaiannya, hatni yang sudah ketakutan itu langsung tidur.
akan tetapi, baru saja ia memejamkan mata. Tiba2 ia merasa seperti ada seseorang yang naik ke atas tempat tidurnya.
Hatni yang masih setengah sadar itupun lantas membuka penutup wajahnya, untuk melihat siapa yang berbaring di sampingnya saat itu.
Waktu hatni membuka matanya dan menoleh kesamping, seketika ia dibuat sangat kaget sekaligus ketakutan saat melihat sosok pocong, dengan wajah hitam gosong berbaring tepat disampingnya.
Namun ketika hatni hendak berteriak, suaranya tidak bisa keluar. Dan tubuhnya terasa lumpuh.
Yang bisa hatni lakukan saat itu hanya berdoa meminta pertolongan pada tuhan.
Hatni menangis,
Dan tubuhnya sudah dipenuhi keringat dingin.
Suara batuk itu kembali terdengar, dan bersamaan dengan itu, perlahan2 tubuh hatni mulai bisa digerakkan kembali.
Saat sudah bisa bergerak, hatni langsung duduk. Ia takut untuk tidur kembali. Sementara kalau keluar pun, ia tak tau mau kemana.
Jadi mau tak mau, hatni duduk diam mendengarkan semua suara2 aneh yang ada, sambil berharap malam lekas berlalu.
Saat adzan subuh terdengar, hatni bergegas keluar kamar dan turun kebawah. Ia memutuskan untuk duduk disana sampai hari benar2 terang.
Kebetulan, hari itu azrul datang pagi2 sekali. Jadi hatni langsung meminta ditemani naik keatas mengambil baju.
Awalnya azrul hendak menolak, karena takut nanti ketahuan bos. Dan mereka malah akan dituduh berbuat macam2 disana.
Namun kata hatni, azrul cukup berdiri didepan pintu utama saja, tidak perlu ikut masuk kedalam kamarnya. Jadi tidak akan dituduh macam2.
Akhirnya, mau tak mau, azrul pun mengiyakan.
Untungnya tidak ada hal2 aneh yang terjadi.
"Yuk.." ujar hatni seraya membawa tentengan plastik berwarna putih berisi baju bersih
Saat hatni mandi, azrul menyapu halaman warung.
Dan ketika hatni selesai mandi, mereka berdua pun mulai bekerja sambil sesekali mengobrol. Tidak lama, bos mereka pun datang.
"Azrul, tolong ambilkan mangkok baru 2 lusin ya. Ini mangkoknya sudab tidak layak untuk disuguhkan." ujar bos mereka pada azrul
Azrul menatap hatni,
"Aku temani yu zrul. Kebetulan aku juga mau ambil barangku diatas." ujar hatni yang paham dengan maksud tatapan azrul
Braaakkk... Terdengar suara pintu kamar hatni terbuka. Padahal tidak ada siapa2 disana selain mereka berdua.
Hatni dan azrul saling tatap2an.
"Kamu berani sekali ya ni.." ujar azrul cepat2 mengambil mangkok yang dipinta bosnya tadi
"Aku terpaksa zrul, susi kan sudah berhenti, mau nikah dia. Sementara selama ini aku ikut nebeng sama dia kan. Kalau dia gak ada, aku gak ada kendaraan untuk pulang pergi. Angkutan umum jurusan kedesaku gak sampai malam."
Azrul mengangguk, lalu cepat2 keduanya keluar dari ruangan tersebut sambil membawa mangkok baru yang masih terbungkus plastik.
Siang itu saat pembeli masih sangat ramai dan mengantri, tiba2 terdengar seseorang melempar piring yang ada didepannya sambil berkata kasar.
"Anjng.. Apa2an ini !!"
"Ada apa pak?" tanya azrul yang kebetulan baru selesai mengantarkan pesanan milik orang disalah satu meja yang tak jauh dari orang tersebut
"Pemilik warung ini melakukan pesugihan. Makanan disini sudah diludahi pocong!" ujar orang itu seraya menatap keseluruh pengunjung warung makan
Mendengar adanya keributan itu, si bos langsung keluar.
Saat mendengar ucapan orang itu, si bos marah besar. Ia mengatakan bahwa orang itu sebenarnya tidak punya uang untuk bayar makanannya, makanya dia memfitnah macam2 agar bisa makan gratis.
"Tidak lama lagi, warung ini akan bangkrut.!! Aku akan pastikan itu!! Cuuuiiihhh..." ujar orang tersebut sambil meludah
Ia pergi tanpa menoleh pada bos pemilik warung yang masih mengumpat kasar padanya.
Azrul yang sedari tadi berada disitu, tak bisa berkata apa2 ia lantas kembali melanjutkan pekerjaannya. Namun sepertinya beberapa pengunjung warung, ada yang merasa kurang nyaman dengan perkelahian tadi sehingga memutuskan untuk pergi. Padahal makanannya masih belum tersentuh.
Setelah kejadian dimalam sebelumnya, hatni sangat ketakutan ketika akan naik kelantai atas.
Ia sampai lama sekali duduk2 ditangga sambil terus mempertimbangkan untuk tidur diatas atau tidak.
Namun ia juga tidak mungkin tidur ditangga seperti itu. Yang ada ia malah masuk angin.
"Ah.. Aku harus bagaimana? Masa aku harus naik? Kalau kejadian kemarin terulang lagi gimana?"gumam hatni
Akhirnya dengan penuh pertimbangan, hatni memutuskan untuk naik kelantai atas.
"Manusia lebih menakutkan daripada hantu..." ucapnya berulang2 kali sambil menaiki satu persatu anak tangga
Namun, baru saja hatni hendak membuka pintu. Tiba2 terdengar suara batuk dari arah sampingnya. Dan dari ujung matanya, hatni melihat ada sesuatu berwarna putih bergerak2 disampingnya.
Hatni terdiam, air matanya langsung bercucuran, seketika itu juga hatni merasa tubuhnya seperti tak bisa bergerak. Ia hanya bisa memejamkan mata sambil berharap tidak akan terjadi apa2 padanya.
Disaat sudah pasrah seperti itu, hatni mendengar ada suara langkah menaiki tangga. Dan tidak lama, terasa ada tangan yang menepuk pundak hatni, bersamaan dengan itu tubuh hatni pun kembali bisa digerakkan.
Ketika hatni menoleh kearah belakang, terlihat itu rupanya orang yang siang tadi berteriak dan mengatakan kalau warung itu melakukan pesugihan ludah pocong.
"Kamu tidak apa2?" tanya orang itu
Hatni yang kaget dan ketakutan itu langsung mengangguk.
"Bos mu itu melakukan pesugihan ludah pocong. Setiap makanan yang di suguhkan kepada pembeli, terlebih dulu diludahi oleh pocong tersebut.
Itulah juga kenapa makanan yang dimakan disini jauh lebih enak, daripada yang di bungkus."
Hatni terdiam, ia tidak tau harus berkata apa.
Karena hatni sendiri tidak tau apa2.
"Apa yang kamu lihat itu merupakan pocong yang dipelihara oleh bos mu.
Dan sepertinya kau ini bukan cuma sekedar diganggu. Tapi hendak dijadikan tumbal."
"Tapi teman2 saya juga pernah melihat penampakan pocong disini. Bukan cuma saya sendiri."
"Memang, tapi yang kamu alami berbeda dengan mereka. Ku sarankan sebaiknya kau berhenti bekerja disini.
Karena akan aku pastikan, warung ini akan bangkrut dalam waktu dekat." Ujar orang itu
"Maaf pak, tapi cuma ini pekerjaan yang saya punya. Saya juga harus membantu orang tua saya. Makanya saya bertahan disini."
"Kalau kamu mau, saya punya toko baju dipasar, kamu bisa kerja disana."
Hatni terdiam, kenapa orang asing ini tiba2 menawarinya pekerjaan? Apa jangan2 yang dikatakan bosnya tentang orang itu benar? Hatni punya pemikiran, kalau orang itu mungkin saja ingin menipunya. Namun meski begitu ia harus tetap sopan, karena kalau salah ucap, bisa saja
Orang itu jadi marah dan melakukan hal2 buruk padanya.
"Saya pikir2 dulu pak." Ujar hatni
"Boleh saya masuk kedalam?" Tanya orang itu tiba2
"Maaf pak, saya tidak berani memperbolehkan orang asing masuk kedalam." Ujar hatni
"Ya sudah, kalau begitu saya permisi. Sebaiknya malam ini kamu tidak tidur disini. Karena peliharaan bos mu itu bukan cuma pocong. Dan terserah kamu mau percaya atau tidak. Tapi kamu itu sudah terikat menjadi tumbal untuk mereka."
Saat orang itu menuruni tangga, hatni juga ikut turun. Hampir 1 jam hatni duduk dipinggir jalan itu sambil menahan rasa kantuknya.
Tiba2 ada sebuah sepeda motor yang berhenti di depannya.
"Mau nyari ojek kah?" Tanya orang itu
Hatni menggeleng,
"Saya tidak punya uang pak.. Uang saya ketinggalan ditempat kerja." Jawab hatni
"Memangnya adik mau kemana? Biar bapak antar. Bahaya perempuan dijalan sendirian begini, malam2 pula."
Hatni terdiam, ia tak tau harus kemana malam itu.
"Saya sebenarnya mau pulang pak. Tapi pakaian dan uang saya semuanya ada ditempat kerja. Saya takut kesana lagi pak."
"Loh kenapa? Apa bos mu menahan barang2mu? Kalau memang begitu, ayo bapak bantu lapor kepolisi.."
"Bukan pak, bukan begitu. Saya memang tinggal disana. Tapi.. Tapi saya takut balik kesana lagi. Karena..." Ujar hatni seraya menceritakan tentang penampakan yang ia lihat
Bapak tukang ojek itu terdiam untuk beberapa saat.
"Bagaimana kalau malam ini kamu kerumah bapak saja. Dirumah ada anak dan istri bapak. Daripada kamu disini. Takutnya ada orang mabuk."
Karena sudah tidak tau mau kemana, akhirnya hatni pun menerima tawaran si bapak. Karena sepertinya bapak itu orang baik.
Dan benar saja, saat hatni sampai dirumah si bapak, terlihat ada anak dan istrinya yang sudah tertidur lelap.
Rumah itu hanya sepetak, tidak memiliki kamar. Dan si bapak sekeluarga tidurnya hanya lesehan dilantai tanpa kasur.
Bapak itu juga membangunkan istrinya untuk memberitahukan kedatangan hatni disana.
Dan sama seperti si bapak, istrinya itu juga ternyata orang yang sangat baik. Dia mempersilahkan hatni untuk tidur bersama mereka malam itu.
Karena hatni sudah sangat mengantuk, jadi tak butuh waktu lama untuk tertidur.
Dalam mimpinya, hatni melihat orang tuanya menangis. Dan di hadapan kedua orang tuanya itu juga terlihat ada hatni yang sudah dipocongi.
Nafas hatni seketika terasa sesak. Saat ia membuka mata, Tiba2 ia merasa tubuhnya tak bisa digerakkan.
Beruntungnya, istri si bapak tukang ojek yang tidur disebelahnya tersebut menyadari hal itu.
"Hatni, bangun.. Hatni... Hatnii.." Panggilnya sambil menggoyang2kan tubuh hatni
Hatni merasa kalau tubuhnya di goyang2kan seperti itu, namun ia tidak bisa bergerak. Hatni juga mendengar saat istri tukang ojek itu membangunkan suaminya untuk membantu menyadarkan hatni.
Tubuh hatni sudah basah oleh keringat dingin.
Tapi meski begitu, ia masih belum bisa menggerakkan tubuhnya. Padahal ia sudah berusaha sekuat tenaga agar bisa bergerak.
Tiba2 terdengar si bapak tukang ojek keluar rumah. Dan tidak berapa lama, ia masuk lagi bersama seseorang.
"Astagfirullah hal adzim.." Ucap orang itu
Hatni dapat merasakan, kalau ada seseorang menyentuh kepalanya. Dan perlahan2 sekujur tubuhnya mulai terasa ringan dan kembali bisa digerakkan.
Hatni menoleh kiri dan kanan, ia melihat si bapak tukang ojek dan istrinya yang terlihat cemas.
"Istirahatlah. Besok akan bapak antar kau pulang kerumahmu." Ujar si bapak tukang ojek pada hatni
Setelah kejadian yang terjadi padanya itu, hatni semakin ketakutan untuk tidur, takut kalau sampai kejadian yang sama berulang dan menyebabkan hal2 yang tidak diinginkan.
Keesokan paginya, hatni diantar si bapak ke warung untuk mengambil pakaian dan uangnya.
Si bos yang sudah ada disana langsung memarahinya, akibat meninggalkan tempat itu dalam keadaan pintu utama lantai atas tak terkunci.
Akibatnya ada orang yang masuk kedalam dan mengacak2 kamar yang dikunci itu.
Entah apa yang hilang, yang pasti saat itu hatni dimarahi habis2an.
Dan karena hal itu juga, hatni memutuskan untuk berhenti bekerja di warung tersebut.
Sepanjang jalan hatni menangis, karena kehilangan pekerjaan dan sakit hati setelah dimarahi oleh bosnya.
Sesampainya dirumah, terlihat ayahnya yang saat itu hendak pergi ke ladang tengah memakai sepatu botnya.
Ayahnya menyambut hatni dengan raut wajah senang.
Ia juga mempersilahkan bapak tukang ojek untuk masuk kedalam rumah.
"Maaf sebelumnya pak, tapi kata orang yang semalam membantu hatni ini, katanya ada beberapa mahluk halus yang mengikuti hatni.
Karena hatni ini sudah dijadikan tumbal. Dan mahluk2 itu tinggal menunggu masa panennya saja." Ujar si bapak
Ayahnya hatni melongo, kaget bercampur rasa tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh si bapak tukang ojek.
"Kalau bisa saat hatni tertidur, taruh cermin dan gunting di dekat kepalanya.
Dan lebih bagus lagi kalau dikasih kelambu hitam, supaya mahluk2 itu tidak bisa melihatnya."
"Ini maksudnya, tumbal apa pak? Kenapa anak saya dijadikan tumbal? Siapa yang menjadikan anak saya tumbal??" Tanya ayahnya hatni
"Pemilik warung tempat anak bapak bekerja ini, melakukan pesugihan. Dia juga memelihara mahluk2 seperti itu yang bertujuan untuk kelancaran usahanya. Dan sebelumnya pun, mungkin sudah pernah ada yang menjadi tumbal. Hanya saja tidak ketahuan."
Ayahnya hatni terlihat mengelus dada,
"Jadi bagaimana anak saya ini pak?? Anak saya tidak akan mati kan pak?" Tanya ayahnya hatni
"Kata orang yang membantu hatni semalam, dia akan urus semuanya. Tapi seperti yang saya katakan tadi, hatni tetap harus dijaga juga ya pak."
"Baik pak.."
Setelah si bapak tukang ojek itu pamit pulang, orang tua hatni langsung menangis sambil memeluk anak mereka. Mereka tak menyangka bahwa niat baik hatni untuk membantu orang tua, akan jadi seperti itu.
3 hari kemudian.
Si bapak tukang ojek datang lagi kerumah hatni. Ia mengabarkan kalau pemilik warung bekas tempat hatni bekerja itu mengalami kecelakaan. Dan meninggal dunia 2 hari yang lalu.
Dan katanya juga, hatni diminta oleh orang yang membantunya itu untuk bertemu. Karena katanya aroma tumbal pada diri hatni masih ada. Dan itu harus diputus/dihilangkan. Agar aroma itu tidak mengundang lebih banyak mahluk2 lain untuk menganggunya.
Hatni dan orang tuanya yang tidak tau apa2 itupun langsung setuju. Saat itu kata hatni, apapun akan ia lakukan agar bisa terbebas dari gangguan yang kian hari semakin extreem tersebut.
Pada hari yang sudah ditentukan, si bapak tukang ojek datang bersama seorang laki2. Orang itu ternyata adalah laki2 yang pernah mengamuk di warung tempo hari. Orang yang mengatakan kalau pemilik warung itu melakukan pesugihan.
Setelah berbasa basi,
Orang itu menatap hatni,
"Malam itu, akulah yang meminta pak Rohman ini untuk mengantarmu pulang. Tapi ternyata kau dibawa kerumahnya. Dan aku jugalah orang yang menerobos masuk kedalam ruangan itu.
Maaf karena sudah membuatmu dimarahi. Tapi andai tidak seperti itu, kau mungkin tidak akan selamat."
"Karena itu juga, pemilik warung itu akhirnya meninggal akibat ulah dari peliharaannya yang marah."
Hatni masih terdiam mendengarkan. Begitu juga dengan orang tuanya.
"Tolong ambilkan air putih, kalau ada didalam botol ya."
Ibunya hatni mengangguk, dan langsung berjalan kedapur untuk mengambil air. Tidak lama ibunya kembali dengan membawa sebotol air putih, lantas botol air itu diberikan kepada lelaki tersebut.
Olehnya, air itu di doakan.
"Nanti air ini diminum 3 teguk. Lalu sisanya dicampur dengan air untuk mandi. In Syaa Allah setelah ini kamu akan baik2 saja."
Hatni mengangguk,
"Setelah ini, kalau kamu mau kerja di tempat saya juga boleh. Di toko pakaian, di dalam pasar."ujar orang itu sambil tersenyum
"Terima kasih pak, tapi sepertinya saya tidak ingin bekerja dulu untuk beberapa waktu kedepan." Jawab hatni dengan kepala menunduk
"Ya, saya paham betul perasaanmu. Baiklah kalau begitu saya pamit pulang dulu ya."
"Terima kasih banyak atas bantuan bapak, kami sekeluarga berhutang budi pada bapak." Ucap ayahnya hatni
"Tidak perlu dipikirkan pak, saya ikhlas membantu."
_______
Hari2 berlalu, kini hatni sudah tidak takut lagi untuk tidur. Karena gangguan2 yang pernah dirasakan sebelumbya pun sudah tidak pernah muncul lagi.
Dan 2 bulan setelah kejadian tersebut. Ayahnya hatni memutuskan untuk menjual sawah satu2nya milik mereka. Uang penjualan sawah itu dipergunakan untuk menerovasi rumah dan membeli sebuah motor, sisa uangnya diberikan pada hatni.
Oleh hatni, uang itu ia jadikan modal usaha. Awalnya ia berjualan keliling dan singgah disetiao sekolahan . Hingga akhirnya di 2024 ini, hatni sudah punya beberapa usaha cabang di beberapa sekolah didaerahnya.
Hatni juga mempekerjakan beberapa teman seangkatannya yang mempunyai nasib tak kalah beda dengannya, untuk menjaga kantin di beberapa sekolah.
Dan berkat usahanya itu pula lah, hatni bisa membantu orang tuanya. Ayahnya pun kini sudah tidak bekerja lagi.
Pada bulan januari lalu, hatni di lamar oleh seorang laki2, yang merupakan guru disalah satu sekolah. Katanya kalau tidak ada halangan mereka akan melangsungkan pernikahan setelah hari raya haji. Kita doakan saja ya ponakan2, semoga semuanya lancar hingga hari H.
___SELESAI___
Share this Scrolly Tale with your friends.
A Scrolly Tale is a new way to read Twitter threads with a more visually immersive experience.
Discover more beautiful Scrolly Tales like this.
