DIKIRA BOX SUMBANGAN MAKAN SAHUR UNTUK PESERTA IKTIKAF, TERNYATA ISINYA MAY4T WANITA DALAM KONDISI TERIKAT.
📍Kalimantan Selatan, 2018
a thread
10 Juni 2018, saat itu sedang dalam momen jelang hari hari terakhir bulan Ramadhan. Umat muslim di seluruh dunia sedang berlomba lomba meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadah mereka, salah satunya dengan kegiatan iktikaf (berdiam diri di mesjid untuk fokus beribadah).
Hal yang sama juga dilakukan oleh sebagian warga Pemakuan Laut, Sei Tabuk, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, yang melakukan iktikaf di Mushola Al Musyarofah yang berada di lingkungan tempat tinggal mereka.
Setelah kegiatan tadarus malam selesai dan orang orang yang beriktikaf akan beristirahat, sekitar pukul 2 dini hari, tiba tiba seorang pria bermotor datang ke mushola tersebut. Di motornya, ia membawa sebuah box kontainer plastik dengan tutup biru yang cukup besar dan berat.
Melihat pria berhelm itu kesusahan ketika mengangkat box dari motornya, para jamaah lalu berinisiatif membantu menurunkan box tersebut dan meletakkannya di teras mushola.
Awalnya para jamaah tidak curiga. Karena mushola tersebut memang sering kedatangan sumbangan sedekah makanan dari warga sekitar untuk para peserta iktikaf, terutama untuk menu makan sahur. Mereka mengira, box berat itu adalah salah satunya.
Namun sayang, ketika ditanya, pria itu menjawab bahwa isinya hanya baju baju yang akan dia jual. Setelah box itu ditempatkan di teras, pria tadi izin untuk pulang sebentar mengambil handphonenya yang tertinggal.
Sebelum pergi, pria itu berpesan, jika nanti ia terlalu lama kembali dan waktu keburu siang, ia meminta tolong agar box tersebut dimasukkan dulu saja ke dalam mushola agar aman.
Namun, setelah menunggu hingga adzan shubuh berkumandang bahkan hingga jam 7 pagi, pria itu tidak juga kembali.
Sesuai permintaan pria tadi, oleh jamaah, box itu dipindahkan dari semula di teras, menjadi di dalam ruang mushola, tepatnya di sudut shaf paling belakang.
Para jamaah yang penasaran dengan kotak yang begitu berat dan padat itu lalu berinisiatif membukanya. Mereka seketika geger saat yang pertama kali mereka lihat adalah bagian tangan manusia yang menyembul dari plastik hitam di dalam box plastik tersebut.
Setelah memanggil para perangkat desa dan aparat keamanan, isi box itu lalu dibuka sepenuhnya. Di dalamnya ternyata terdapat jasad seorang wanita yg hanya mengenakan celana tanpa pakaian atas. Tubuhnya ditekuk dan diikat kuat dengan tali rafia agar muat dimasukkan ke dalam kotak.
Setelah melakukan pemeriksaan, identitas korban diketahui sebagai LW, wanita 32 tahun, pekerja perusahaan Plywood Tanjung Selatan.
Melalui penyelidikan aparat dan saksi mata, terungkap pelaku pemb*nuhan wanita itu adalah Riyad, 35 tahun, yang secara mengejutkan mengaku adalah suami dari LW tanpa keluarga LW pernah tau kerabatnya itu sudah menikah.
Riyad menghabisi nyawa istrinya setelah sang istri menolak untuk memijatnya sepulang kerja. Malangnya, Riyad diketahui memang memiliki gangguan mental yang bersifat kambuhan. Ia bahkan mengonsumsi obat obatan karena kondisinya itu.
Ketika LW menolak, ia naik pitam dan matanya melihat LW berubah menjadi hantu menyeramkan yang harus ia habisi. Riyad menghabisi nyawa LW dengan menjerat leher wanita itu menggunakan tali rafia lalu mengantarkannya ke mushola menggunakan box.
Riyad dituntut 15 tahun penjara atas perbuatannya itu. Tuntutan tersebut terbilang "ringan" karena tersangka mengakui perbuatannya serta diduga melakukan perbuatan tersebut karena gangguan mental yang ia derita.
Referensi bacaan :
jambiupdate.co/read/2018/06/1…
Share this Scrolly Tale with your friends.
A Scrolly Tale is a new way to read Twitter threads with a more visually immersive experience.
Discover more beautiful Scrolly Tales like this.
