Profile picture
Benny Prawira @bennysiauw89
, 47 tweets, 8 min read Read on Twitter
Hi, tweeps, gimana harimu? Semoga dalam kondisi baik-baik aja yah. Sekarang kita akan mulai nih kultwit mengenai stigma bunuh dirinya #suicide #stigma #EndStigma @IntoTheLightID .
Stigma secara umum didefinisikan sebagai evaluasi negatif dari pemikiran, perasaan dan perilaku kita terhadap aneka ragam objek yang bisa berupa benda, institusi, ataupun kelompok tertentu. Stigma bunuh diri dapat diartikan sebagai evaluasi negatif terkait perilaku bunuh diri.
Perlu ditekankan terlebih dahulu bahwa stigma bunuh diri ini berbeda dengan stigma gangguan jiwa, meskipun keduanya seringkali muncul bersamaan pada satu individu.
Menurut Sheehan, dkk (2017), ada 4 hal berbeda dari kedua jenis stigma ini. Pertama, org yg coba bunuh diri dpt lbh dianggap pencari perhatian dibandingkan ODGJ. Qta sring bgt liat stigma ini kalo ada yg update konten terkait suicidal di medsos.
Kedua, gak semua org suicidal itu punya gangguan jiwa, sehingga stigmanya pun tdk hrs slalu bersifat "abnormalitas". Depresi memang faktor signifikan, tp dlm beberapa kasus bundir ada yg tdk punya sama sekali. Ini beda lg yah sama kasus tdk terdiagnosis semasa hidup.
Terkait depresi dan bunuh diri, kami di @IntoTheLightID menemukan bahwa dua hal ini berbeda. Bundir tdk hrs selalu didahului depresi, tapi selalu ada banyak faktor biopsikososial lainnya yang mgkn kita tdk diketahui dlm perkembangan hidup seseorang.
Perbedaan ke3, ODGJ tnp riwayat suicidal yg pulih dari gejala kejiwaannya dpt perlahan menampilkan perilaku yg dianggap normal oleh masyarakat sehingga perlahan stigmanya berkrg, tp org dgn riwayat bundir terutama dgn luka yg membekas di fisik akan terus berhadapan dgn stigmanya.
Ex : coba deh kalo ada temen yg keliatan luka di bgn tubuh tertentu, kebanyakan pada bertanya-tanya kan itu knp? nah, stigmanya muncul ketika kita nyeramahin pas tau itu krn percobaan bunuh diri. Sdgkan km mgkn ga kan tau temenmu bipolar kalo dia dlm pngobatan n kliatan bae2 aja.
Ke4, seorg ODGJ dgn riwayat bundir pun, dapat saja menganggap stigma dari salah satu kondisinya ini lebih stresful drpd stigma yg lain. Ex : ada kasus remaja yg depresi pasca break up, dia pernah coba bundir, akhirnya dia lebih sering dibully krn upaya bundirnya, bkn depresinya.
Nah, si stigma bundir ini sendiri dibagi lagi lho jadi dua jenis, stigma publik atau stigma diri sendiri (self stigma). Stigma publik itu ketika dia dpt kecaman dari msyrkt terkait perilaku bundirnya, self stigma ketika dia trus menerima pesan negatif ini dan mengamininya.
Seorg dgn riwayat suicidal, bs aja anggap dirinya dulu koq bego banget dah nyoba bundir, yah krn dia dpt pesannya dari org sekitar/publik bhw dia bego stlh peristiwa itu. Inget, manusia adlh makhluk sosial, qta itu bgn kecil masyarakat yg dpt berperan dlm bentuk konsep diri kita.
Stigma bunuh diri sendiri tdk hanya diarahkan pada org yg suicidal, tweeps! Stigma bunuh diri dpt diarahkan ke keluarg/rekan yg ditinggalkan. Cth plg sering muncul itu kalo lg berita bundir remaja yg masih sekolah, ortunya kebanyakan disalahin tuh atas kematiannya.
Dalam tulisan saya kemarin perihal stigma bunuh diri, saya berfokus kpd mereka yg memiliki kecenderungan bunuh diri, bagaimana akhirnya mereka merasa malu karna pembicaraan yg merendahkan mereka, dan mereka jd enggan bercerita soal kondisi mereka apalg ke psikolog/psikiater.
Stigma publik ini begitu berbahaya. Dlm beberapa kesempatan, saya seringkali sarankan org suicidal yg mampu utk dpt perawatan scara diam-diam, tp mereka enggan karna tetap merasa malu, takut ketauan, dsbnya.
Kalo org suicidal ini punya identitas lain yg distigma jg (ex: mendiang Bourdain diliput sbg org tdk beragama stlh bundirnya), maka dia akan dpt stigma ganda. Lah gmn coba org yg suicidal dgn stigma ganda serupa ini msih hidup, apa mereka gak semakin enggan cari bantuan?
Dlm kondisi org sedang menderita hendak akhiri hidup, seharusnya kita berfokus pada sosoknya sebagai manusia yg utuh, bukan pada identitas-identitas dan label yg diembel-embeli pemikiran negatif kita.
Stigma ke penyintas kehilangan bunuh diri juga sama kencangnya karena dianggap koq tdk bisa membantu org di sekitarnya agar hidup bahagia, koq tdk bs menolongnya, atau koq tdk bs mendorong agar hidup sesuai dgn norma bhw bunuh diri itu buruk.
Lebih buruk lg rekan sekitar org bunuh diri juga bs dianggap berperan dlm bunuh diri seseorg. Pdhl qta tau bhw penyebab org bundir bs beragam, kompleks dan sgt sulit utk diketahui pasti siapa yg berperan signifikan. Contoh stigmanya adalah ini : people.com/movies/rose-mc…
Di Indonesia, kalian inget ada kasus anak SMP n mahasiswa bunuh diri beberapa taun lalu? Trus asumsi mulai beredar bhw mereka bs begitu karna slh ortu cerai, salah ortu cuma fokus ke IQ bkn EQ lah, pdhl yg bikin asumsi ga nanganin kasus keduanya, kbtulan aja dpt slot di media.
Stigma-stigma macam ini dapat datang dari siapapun, karena memang stigma ini hidup dan bereproduksi dalam masyarakat kita. Bundir dianggap sebagai sesuatu yg melanggar norma, hence org yg suicidal adalah pelanggar norma, org yg ditinggalkan pun jg bs disalahkan.
Akibat dari stigma ini, mereka harus pendam seluruh masalah mereka. Akhirnya mereka ga cari bantuan, mereka harus merasa malu atas kondisi mereka. Tapi org yg menstigma mereka hny berhenti pada penghakiman, tanpa berikan bantuan yg bermakna.
Gaes, kalo kamu anggap org suicidal itu gak beriman dan bakalan masuk neraka. Justru penting untuk mendengarkan lho supaya dia gak lakuin itu. Bkn malah shaming kondisi mereka dan merasa suci karna lebih kuat n beriman drpd mereka, yg justru malah dorong mereka utk pgn mati
Kalo kamu anggap org suicidal di medsos itu cm caper, km mikir gak sih sbrapa parah kondisi hidupnya sehingga dia butuh perhatian dgn cara itu? Kamu mikir gak sih, kalo kondisinya jstr bth bantuan ahli segera. Yuk, tahan asumsi dulu soal capernya, dngrin, n arahin ke profesional
Kalo kamu pikir dia caper krn capek bgt dengerin dia blg mo mati mulu, tapi koq "gak jadi2", pnah gak kepikiran klo itu justru nunjukkin selama kamu dengerin dia, dia jd nahan utk akhiri hidupnya? Klo kmu cpek dengerin, kmu bs ajak org lain utk bantu dgrin jg. Jgn mlh sakiti dia.
Dlm kerangka teori interpersonal-nya Joiner, org suicidal itu tau koq mereka jadi beban bg sesamanya, gak perlu tambahin lg perihal itu kalo kamu emang niat ngebantu mereka.
Kalo kamu pikir org suicidal itu lemah, lalu dimana kamu untuk memperkuat mereka? Kmarin ini saya terkejut pas liat ada stigma thdp dokter yg bundir, dtg dari rekan kedokteran sendiri dgn blg bahwa kalo ga kuat masuk spesialis yah jgn sampe bundir.
Lah kalo dah tau perjuangannya masuk spesilias sulit koq malah dicemooh, bukannya itu justru kesempatan yah utk bs slg peduli satu sama lain dan membantu sama lain sebagai sesama rekan dokter.
Iya, stigma bs datang darimana aja, bahkan dari profesional kesehatan sekalipun. Kenapa? Karena profesional jg manusia, bagian dari masyarakat yg internalisasi stigma, tapi ada juga yg bener-bener paham dan mau mendengar. Saya bnyk belajar dari beliau-beliau ini.
Kita belajar soal stigma dari sekitar kita. Ketika media mengabarkan berita bunuh diri yg tdk tepat, dgn asumsi tunggal dan disensasionalisasikan, kita akan tangkap bahwa itu sebagai kebenaran. Coba liat komen di kolom berita bunuh diri online terutama yg dianggap krn patah hati.
Atau pas kamu dpt konten bunuh diri dgn caption soal ini itu, apakah kamu langsung amini begitu saja atau bertanya-tanya, apa yang sebenarnya terjadi hingga seseorg bisa akhiri hidup.
Stigma ini menjadi semakin kompleks ketika ada sosok yg dianggap hidupnya sukses, berprestasi, dan gemilang koq malah bunuh diri. Guys, semua prestasi dan kontribusi org itu hanya bagian kecil yg dari gambaran hidup yg kita gak tau sepenuhnya lho.
Lalu jadilah, ketika kita mulai berkomentar, menanggapi seluruh isu bunuh diri ini, orang2 suicidal dan rekan yg ditinggalkan membaca itu semua, semakin enggan cari bantuan dan bercerita.
Semakin mereka tidak bercerita dan cari bantuan, semakin kita tdk tau apa yg sebenarnya terjadi. Semakin kita menstigma. Ini adalah lingkaran stigma yg tak berhenti.
So, gimana cara atasi ini semua? 1. Question everything! Pertanyakan semua konten/berita bunuh diri, bahkan juga keyakinan yg kamu miliki soal bunuh diri selama ini. Jgn-jgn apa yg kamu yakini itu salah lho. Jgn2 ahli yg muncul di tipi jg slh lho.
2. Educate your self! Yuk mulai baca yang valid dan reliabel untuk mengetahui lebih jauh soal bunuh diri dan pencegahannya. Ada lho bidang ilmunya sendiri, yaitu suicidologi. Ada jg lho Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia dan Hari Penyintas Kehilangan Bunuh Diri Internasional
3. Listen! Mendengarkan bukan hanya baik untuk mencoba meredakan mereka yang sedang berbeban berat, tapi juga berguna untuk mengikis stigma dan ketidakpahaman kita soal kondisi mereka yg sebenarnya.
4. Respect! Hargai privasi orang yg suicidal dan keluarga yg ditinggalkan, jangan menekan mereka dengan asumsi-asumsi yg dibuat dlm kepalamu sendiri seolah-olah itu adalah kebenaran yg terjadi dlm hidup mereka.
5. Ingat, bahwa kehidupan bukanlah suatu proses garis lurus yg mulus. Ada kalanya kita juga ngedrop dan bkn ga mgkn terdampak risiko bunuh diri ini. Ketika kita malah sebarin stigma, bs jadi kita bahayakan diri kita suatu saat nanti.
6. Sbg makhluk dgn emosi, belajarlah utk mengenali dan mengelolannya dgn baik. Be vulnerable, seek help, it's ok banget lho utk merasa sedih, kecewa, dan sdg lemah. Dgn hargai emosi kamu, kamu bs hargai emosi org lain, dgn demikian stigma saat cari bantuan bs dihindari
Tentu selain pada level personal, banyak institusi yg dpt berkontribusi dalam penghapusan stigma ini, agar individu tdk menginternalisasi stigma bunuh diri lagi.
Kita tau bahwa remaja adalah populasi paling terdampak mslh jiwa, ketika bicara mengenai sekolah, kita dapat memaksimalkan peran BK sbagai first responder utk mendengarkan permasalahan siswanya, dan melatih anggota sekolah utk dpt berikan respons ke risiko bundir
Media dapat mengikuti pedoman peliputan bunuh diri who.int/mental_health/… untuk dpt tampilkan berita yg tdk memicu pemikiran bundir dan memperkuat stigma bundir. Ini jg penting lho buat kesehatan jiwa reporter dan editornya.
Kita perlu lebih banyak literasi kesehatan jiwa dan bunuh diri ke institusi kesehatan agar staff dapat lebih empatik dan suportif dgn kondisi org suicidal, serta tdk memberikan statement yg stigmatis pd keluarga/masyarakat. Klien yg merasa dihargai jg lebih mau utk akses bntuan,
Yes, there are so many things to be done. Sementara sumber daya kita terbatas dan stigma masih merajalela. Tapi ini semua bs dilakukan dgn langkah kecil, dari setiap kita sbg bagian dari anggota masyarakat utk ciptakan lebih banyak ruang aman bercerita.
Kita semua diajarkan untuk bisa ini itu, tapi jarang diajarkan mendengarkan emosi kita ataupun orang lain. Kita jarang diajarkan bahwa tindakan kecil kita dapat bermakna. Perubahan memang tdk terjadi sekejap mata, apalg ketika bicara mengenai stigma.
But, hey, depresi sebentar lg menjadi gangguan dgn beban penyakit kedua lho, Tahun 2020 lho. Bundir terjadi stiap 40 detik lho di seluruh dunia. Kita kehabisan waktu, kalo bkn kita yg berperan dari diri kita masing2 lalu siapa lagi?
Toh, dengan segala macam keterbatasan kita dalam hal kesehatan jiwa dan pencegahan bunuh diri, kita cuma punya satu sama lain, kita masih ada satu sama lain. Yuk, mari mulai bicarakan ini semua dengan lebih empatik. Hapus stigma, peduli sesama, sayangi jiwa!
Missing some Tweet in this thread?
You can try to force a refresh.

Like this thread? Get email updates or save it to PDF!

Subscribe to Benny Prawira
Profile picture

Get real-time email alerts when new unrolls are available from this author!

This content may be removed anytime!

Twitter may remove this content at anytime, convert it as a PDF, save and print for later use!

Try unrolling a thread yourself!

how to unroll video

1) Follow Thread Reader App on Twitter so you can easily mention us!

2) Go to a Twitter thread (series of Tweets by the same owner) and mention us with a keyword "unroll" @threadreaderapp unroll

You can practice here first or read more on our help page!

Did Thread Reader help you today?

Support us! We are indie developers!


This site is made by just three indie developers on a laptop doing marketing, support and development! Read more about the story.

Become a Premium Member and get exclusive features!

Premium member ($3.00/month or $30.00/year)

Too expensive? Make a small donation by buying us coffee ($5) or help with server cost ($10)

Donate via Paypal Become our Patreon

Thank you for your support!