Profile picture
#SangJembatan 🌐 @LaeEnrich
, 49 tweets, 10 min read Read on Twitter
Gw mau share apa yang dibahas di booth GM @melodylaksani @pbaeha di Bandung tempo hari, dan respon gw atas jawaban mereka. Anggap aja "pertanggungjawaban" gw yg cukup lama di dalam wgwgwg

ini bakal jadi tret super panjang jadi yah disamak eehh simak aja dulu, jikalau tertarik...
Sebelumnya harap mafhum bahwa ini ga verbatim (plek-blek-omongan=tulisan) krn gw ga bootleg(rekam)audio sesi di booth GM.
Ada bbrp hal teknis yg gw tanyain(beberapa=titipan temen2),berikut poin-per-poin pertanyaan+jawaban+respon tambahan gw(yg ga tersampaikan krn waktu):
Q1. Kendala music card yang kadang habis,dan isu2 terkait kinerja jeblok vendor=JOT yg kena maki fans
A1. Akan ada evaluasi vendor
Q2. Gmn dengan isu member perform teater yg kurang terus jumlahnya?Di booth Kapten tempo hari,gw bs nerima bahwa "kami tidak menjanjikan member harus full 16 orang di atas panggung".Tapi saat ini terjadi dengan frekuensi cukup sering,dan sudah ada akademi,kenapa ga diberdayakan?
A2. Manajemen masih belum sanggup masukin anggota Academy untuk isi perform di teater. Sayang apabila dimasukin tapi ga perform dengan bagus/maksimal. Academy sudah diarahkan mengisi posisi, tapi ga bisa secepat itu.
Q3. Gmn JKT48 "menjual progress" member Academy (cc @visitingkaiju) klo website&kontennya tidak diupdate rutin?Ini terakhir diapdet Mei 2018.Saya ngerti anak dokumentasinya sebagian dibawa ke Circus,dan tim Medsos cuma sedikit.Namun mestinya setelah ini bisa lebih sering apdet.--
Ga perlu konten yang "polished" bagus banget,Kinal bikin vlog juga gapapa,yg penting sering apdet.

A3. Manajemen akan lebih sering update.
Selain pertanyaan teknis, ada uneg2 gw yg "filosofis".Ini yang makan waktu lumayan lama heuheu.

Salah satu pet peeve gw sbg fans adalah kecenderungan JKT48 meluluskan alumni yang malah butthurt ke manajemen seusai cabut.
Ibaratnya,apa pernah ditanyakan kpd alumni JKT48,"Kalau kalian tahu seperti apa di JKT48,dan kalian dikembalikan ke masa ketika kalian ambil formulir audisi dg tetap mempertahankan pengetahuan tersebut,apakah kalian akan tetap mendaftar JKT48?". Sotoy2an gw,mostly=byk yg ga mau
Gw juga sampaikan analogi semisal Elfa Music School (Secioria),yg melahirkan banyak musisi mumpuni.Ibu2/orangtua banyak yg rela bayar utk anaknya dididik di situ karena tahu akan "jadi".Dan pastinya alumninya berterimakasih kepada sekolah ini.
Karena JKT48 bikin Academy,gw kebayang Academy mestinya bs jd tmpt mendidik seperti ini,dmn alumninya dididik utk "jadi",dan ketika lulus akan berterimakasih pada JKT48 karena sudah didik. Tapi melihat kenyataan sejauh ini,rasanya koq JKT48 tidak melahirkan alumni seperti itu ya?
Jawaban Melody dan Putri (sekali lagi tidak verbatim):
Guru yang baik tidak maju ke depan. Cara mendidik Jepang memang straight, nurut pada sistem, dan tegas. Sementara kultur Indonesia (sebagian) instan dan banyak excuse. Sehingga penerapan (sistem Jepang) sulit di sini.
Beberapa member mungkin tidak bisa menerima kekecewaan, tidak bisa di depan, lalu kecewa. Menurut Melody, mestinya kan mereka berusaha (lebih keras). Efek (menyadari efek JKT48 terhadap dirinya) itu bisa 2-3 tahun sesudah grad.
Melody share bahwa ada alumni JKT48 yang cerita bahwa dia menyesal kenapa cepet2 grad, mestinya nambah setahun (dari graduationnya).
Melody memberikan sharing bahwa banyak orang menganggap dia di anak emaskan, tapi dia membuktikan dengan usaha keras (bahwa dia ada di posisi itu karena usahanya). Dan dia berterimakasih pada JKT48 karena dia bisa dikenal oleh fans dan non-fans.
Demikian sekelumit isi dari sesi gw di booth GM. Sekarang gw akan nulis respon gw seusai dari booth tersebut.
Q1-A1. Sulit juga sebenarnya menelusuri suatu FUBAR ("terjungkal") di event JKT48 itu krn kinerja manajemen atau salah vendor.Sebenarnya sbg konsumen,IMO kita berhak utk ga membedakan ini salah JOT atau salah vendornya.
Tapi yah... gw dah ngidol cukup lama dan pengen lebih adil mengapresiasi #JKT48ReBoost ini. Sehingga gw apresiasi bahwa mereka mau evaluasi vendor. Tinggal lihat ini janji saja atau akan dilaksanakan.
Q2-A2. Gw bisa memaklumi salah perhitungan dalam hal "laju kepantasan Academy mengisi setlist",krn terlalu banyak variabel,ga kayak beli mobil spek jelas tinggal geber.Namun isu Indy yg di medsos member JKT48 sudah nyata terlihat akan mengisi lalu dibatalkan dan ---
---jawaban JOT sedikit banyak blunder (dan buat gw,bodoh,krn lebih baik diam) tidak kondusif utk perbaikan tingkat perform member ini.
JOT "beruntung" karena sudah disclaimer "member bisa berubah sewaktu-waktu",namun seringnya tidak full 16 member tampil menurut gw berubah dari "mohon dimaklumi" menjadi "cacat pelayanan".
Q3-A3. Salah satu isu gw dengan konten JKT48 adalah ke-jarang-an apdet konten resmi di Youtube. Sepertinya JOT mengarah ke hanya aplot konten yg "polished"(kinclong,bagus banget)?
Tapi gw penganut "lebih baik mengambil solusi 50% dilakukan sekarang daripada solusi 100% tapi terlambat". Daripada cuma seminggu atau dua minggu sekali aplot konten kinclong,lebih baik tiap hari ada konten walopun berbekal kamera depan dengan editan seperlunya.
Kenapa gw mengambil sikap seperti ini? Dari sampel yutuber yang melaksanakan demikian.

Berikut salah satu yutuber langganan saya yang menanyakan para subscriber, baiknya perilisan konten seperti apa? Gw pun menjawab.

Serupa dg pendapat di atas.
Sangat banyak contoh yutuber yg bikin konten dengan rutin dan tidak "polished" banget. Walaupun semisal, konten interview Soleh Solihun antara seminggu-sebulan sekali,tapi dia bisa bikin konten menarik dg hanya 1 angle kamera,dikerjakan sendirian(?).
JKT48 ada tim dokumentasi,silakan dipecut utk konten unpolished (biasa) sering dan konten polished seminggu-2 minggu sekali... Kalo ada #JKT48ReBoost kan termasuk merebus stafnya juga dwonks mehehe~
Pendapat saya ini tetap berlaku dan malah lebih relevan untuk Academy.Kenapa?Karena Academy adalah "tulang punggung" konsep #JKT48ReBoost,dimana mestinya mereka selalu tersorot perkembangannya dan bukan ojol2/ujug2 muncul.Sehingga mestinya kisah dari Academy lebih sering muncul.
Bisa dilihat terakhir apdet kegiatan #JKT48Academy sudah 2 bulan lebih berlalu lho... jkt48.com/jkt48-academy/…
BTW,saya ga bahas soal konten IG Story sama sekali ya,karena Story hilang dalam 24 jam,dan buat saya yg data hoarder(penyimpan data),"kehilangan dokumentasi" adalah sesuatu yang buruk bagi seorang penggemar yang memantau secara runut perkembangan member.
Kinal @kinalkinal sebagai Headmistress JKT48 Academy mestinya bisa kirim konten sekedar vlog sekalipun ke tim dokumentasi utk dijadikan materi di page kegiatan JKT48 Academy.Sekarang ketika JKT48 dikatakan "menjual progress",apa yang dijual ketika kosongnya apdet terhitung lama?
Yutuber kawakan itu bisa apdet konten polished sampai 3x sehari,namun kita tahu itu krn tim di belakangnya sangat banyak dan bisa fokus ke topik utama si channel.JKT48 ada 60an member dan lusinan staf,bikin konten "tidak kinclong tapi resmi" 1x sehari aja masa megap2?
Kisah dari balik Academy juga mestinya menarik. Di video kegiatan Academy seakan2 trainee senang2 saja latihan.Tapi mestinya JKT48 bisa memperlihatkan drama di balik itu(gw yakin 100% pasti ada!)untuk menaikkan simpati ke trainee.
Toch #Produce48 dg member AKB48 sudah memperlihatkan nangis-sesengukan berlatih,sudah ada "precedent"(bukti yang mendahului).Sehingga logikanya JKT48 tinggal adopsi saja.
Gw juga berprinsip mestinya ada sak--saturasi konten JKT48.Karena buat gw akan mengurangi orang yg karena ga puas dg konten JKT48 lalu mencari celah "jalur belakang",yg dianggap lebih menarik.
Brengseknya adalah pelakunya biasanya "veteran nabrak sana-sini" mencari jalur dan sengaja menyasar trainee/anak baru JKT48 yg dianggap masih "polos" dengan dinamika (dan sisi laknat) fandom.

Dengan konten yg byk,fans lebih fokus menikmati konten daripada mencari "alternatif".
Ini belum bahas potensi partisipasi fans dalam bikin konten utk JKT48...udah melebar. Ntar aja lagi gw bahas wgwgwg, sebuah bahasan panjang sendiri yang anggep aja lapis 2 setelah JOT perbaiki frekuensi aplot konten
Sekarang mengenai respon gw terhadap jawaban uneg2 "filosofis" gw...Nampaknya gw salah dalam menyampaikan,dan karena itu persepsi Melody-Putri bisa saja nggak pas dalam menangkap sehingga memberikan respon seperti di atas.
Namun justru gw melihat "blessing in disguise" karena gw mendapat "jawaban resmi" dari suatu persepsi yang selama ini ada di kepala gw aja.
Salah satu yg gw bingung dengan respon mereka adalah:Konsep Jepang ada juga lho namanya "kansha" (hiragana: かんしゃ, kanji: 感謝),yaitu "ke-berterimakasih-an,kesyukuran".
Buat gw,organisasi (yg bukan oil service company) dg turnover rate (laju orang keluar dari perusahaan) tinggi adalah tanda organisasi yg ga sehat. Gw ikut suatu organisasi di kampus yg pada masanya dalam 1 tahun sesudah masuk organisasi,keaktifan tinggal 50%,--
--setelah 2 tahun tinggal 10-20% dari angkatan tersebut.

Buat gw ini ciri organisasi yg ga sehat,karena tingkat burnout(kecapekan mental/psikis sampai semangat habis,bukan fisik)tinggi.
Buat gw,mestinya org. yg baik bisa membuat alumninya bilang "saya bisa sampai di titik ini karena jasa organisasi X yang mendidik saya".Ambil sampel alumni Taruna Nusantara.Jarang sekali,nyaris nol,alumni Tarnus yg blg "saya nyesel masuk Tarnus".Paruh baya pun aktif di Ikastara.
Tapi mana alumni JKT48 yg secara riil (bukan cuma karena abis grad lalu diwawancara TV masih bermanis2 ria)jelas berterimakasih pada JKT48?

Kalau memang JKT48 jualan progress,mana hasilnya? (cc @visitingkaiju lagi)
Di penghujung hari,gw pengen orang yg ngidol mendapatkan kesenangan,escapism yang sepadan dengan usaha yang dilakukan.

Salah satunya adalah dengan JOT memproduksi konten yang rutin dan strategi "jual progress" yg koheren. Gw menyerahkan pada JOT untuk melakukan itu.
Demikian "laporan pertanggung jawaban" gw yg (kayaknya) makan 25% alokasi waktu Booth GM di Bandung wgwg (sori ya gais and gals,tapi gw ga minta foto loch!)

Adapun bagi yg lain monggo banget share pengalaman boothnya,utamanya yg terkait di atas. Thanks!
Tambahan:
Ada 2 pertanyaan penting yg lupa gw sampein ke @MelodyLaksani dan baru keinget di mobil 😅

1. Grieving channel/metode sampaikan kritik saran dan feedback resmi (template/non template) yg lebih baik dr sekarang. Nunggu Booth Curhat GM rasanya terlalu lama jaraknya.
2.Sservice excellence di ujung tombak dr sekuriti sampai merch. Gw tadinya mau sampein soal cost yg relatif murah utk ngelatih pelayanan prima (ada koneksi juga bbrp senior kampus).

Ini gw lupa sampein ke @MelodyLaksani 😅

Moga2 ada fans lain yang sudah menyampaikan!
yowis gw unroll sendiri deh @threadreaderapp wgwgwg
versi dibaca dalam 1 halaman biar mudah threadreaderapp.com/thread/1021032…
Missing some Tweet in this thread?
You can try to force a refresh.

Like this thread? Get email updates or save it to PDF!

Subscribe to #SangJembatan 🌐
Profile picture

Get real-time email alerts when new unrolls are available from this author!

This content may be removed anytime!

Twitter may remove this content at anytime, convert it as a PDF, save and print for later use!

Try unrolling a thread yourself!

how to unroll video

1) Follow Thread Reader App on Twitter so you can easily mention us!

2) Go to a Twitter thread (series of Tweets by the same owner) and mention us with a keyword "unroll" @threadreaderapp unroll

You can practice here first or read more on our help page!

Did Thread Reader help you today?

Support us! We are indie developers!


This site is made by just three indie developers on a laptop doing marketing, support and development! Read more about the story.

Become a Premium Member and get exclusive features!

Premium member ($3.00/month or $30.00/year)

Too expensive? Make a small donation by buying us coffee ($5) or help with server cost ($10)

Donate via Paypal Become our Patreon

Thank you for your support!