Profile picture
Ryu Hasan @ryuhasan
, 35 tweets, 5 min read Read on Twitter
Psikopat memang lihai menyembunyikan sifatnya.

Pasikopat yang habis puas nggampar pasangannya misalnya, malah biasanya banyak yg main dramah nangis2 nyembah2 mintak2 maap.

Besoknya ya diulangi lagi...
Psikopat sepenuhnya bisa menangkap dan menyadari realita, bedes2 psikopat ini tidak gila (psikosa), mereka ini paham mana yg benar mana yang salah.

Psikopat adalah bedes yg karena kondisi konstelasi di otaknya sehingga tidak bisa atau kesulitan berempati.
Bedes2 psikopat akan dengan mudahnya melakukan tindak kekerasan, khususnya ketika kekerasan itu dipakai untuk mencapai tujuannya.

Secara neuropsikologis psikopat sebenarnya mengalami “malfungsi” otak, mereka membuat keputusan moral yg buruk, dan tidak jarang membawa petaka.
Sangat lumrah psikopat dihadapan polisi malah tenang2 saja seolah yg dilakukan adalah hal biasa

Jangan heran juga kalo bedes psikopat tidak akan merasa bersalah dg tindakannya, suara batinnya bersih, dan dia tetap bisa tidur nyenyak.
Bahkan bedes2 psikopat akan dengan mudahnya sengaja melanggar salah satu hukum moral yg paling purba: “kita tidak boleh membunuh!”

Tindakan psikopat menunjukkan sebuah kegagalan proses penting di otak dalam membuat keputusan yg disebut sebagai "moralitas".
Okelah kalau moralitas dianggap konsep yg abu2, tapi dlm pengertian sederhana, moralitas adalah pilihan bagaimana kita memperlakukan bedes lain.

Ketika kita menjauhi tindak kekerasan, berbuat baik kpd bedes lain, membantu bedes yg tdk kita kenal. Cara2 ini yg disebut bermoral.
Dg “cara2 bermoral”, sebetulnya otak kita sedang membuat keputusan2 dg mempertimbangkan kepentingan bedes lain disekitar kita.

Dengan bermoral, artinya kita memikirkan perasaan bedes lain, "berempati" kepada bedes lain.

Nah ini yg tidak bisa terjadi pada otak bedes2 psikopat.
Menurut banyak riset, bedes2 psikopat adalah bedes “normal”, dalam artian memori mereka kerja bagus, mereka berbicara normal, mereka bisa berkonsentrasi lama

Banyak data yang menunjukkan juga bahwa psikopat mempunyai IQ dan kemampuan di atas rata2. Logika mereka berjalan bagus.
Sayangnya, intelegensia di angka bahkan di atas angka normal ini menyembunyikan sebuah gangguan destruktif

Bedes2 psikopat berbahaya bukan karena mereka logika rasional mereka buruk, tapi karena otak emosional mereka yg mengalami malfungsi.
Bedes psikopat tidak bisa merasa menyesal atau sedih. Psikopat juga tidak bisa kehilangan kendali atau marah. Semuanya terkontrol.

Isi batin dan perasan bedes psikopat hanyalah hasrat untuk memenuhi keinginan, dan rasionalitas tanpa kesedihan.
Bedes2 psikopat tidak bisa merasakan apapun, tapi punya segala macam rencana. Mereka sering beralasan tindakannya dituntun oleh ‘sesuatu’.

Ciri khas psikopat: adanya kekosongan emosi.

Non-psikopat akan menunjukkan reaksi emosional jika melihat adegan sadis di film (misalnya).
Umumnya non-psikopat bereaksi emosional terhadap kata ‘membunuh’ atau ’memerkosa’, tapi akan biasa2 saja dengar kata ‘duduk’ atau ’berjalan’

Sementara bedes2 psikopat tidak akan menunjukkan reaksi apapun kepada kata ‘membunuh’ atau ‘duduk’, bagi mereka semua kata ya sama saja.
Bedes2 pada umumnya akan gugup (gejala klasik) ketika bohong. Tapi psikopat selalu bisa mengelabui ‘lie detector’, cara kerja mesin ini mendeteksi kegugupan.

Kebohongan tak membuat psikopat gugup, krn tdk ada yg bisa membuat mrk gugup. Mrk memiliki perbedaan emosi yg mendasar.
Saat bedes psikopat beraksi beringas, tekanan darah dan detak jantung mereka malah turun. Aksi jahat malah mempunyai efek penenang bagi mereka ini.

Bagi psikopat, tindak kekerasan adalah rekreasi yg membuat otak mereka relaksasi.
Sirkuit2 pengendali emosional pd otak bedes “normal” akan menunjukkan tingkat aktivitas meninggi saat melihat ekspresi wajah yg ketakutan.

Tapi, otak bedes2 psikopat merespon wajah ketakutan tanpa ketertarikan sama sekali. Sehingga mereka bisa melakukan kebrutalan yg mengerikan.
Sirkuit2 emosional di otak bedes2 psikopat tidak pernah merasakam kecemasan.

Otak bedes psikopat tidak bereaksi pada ekspresi kengerian. Jadilah mereka ini si raja super tega.
Diawali oleh hasil penemuan riset Joseph Le Doux dari New York University awal thn 90an, sekarang neurosaintis berhasil mengidentifikasi kelainan2 tertentu pada otak bedes psikopat.

Akar masalahnya adalah amygdala yg salah fungsi!
Amygdala (bahasa Yunani yg artinya “almond”) adalah daerah di otak yg mengatur aktivasi emosi2 yg tak disukai, seperti: ketakutan dan kecemasan.

Malfungsi amygdala pada bedes psikopat menyebabkan mereka tidak pernah merasa sedih ketika membuat bedes lain sedih atau menderita.
Agresi tdk membuat bedes2 psikopat gugup. Kengerian tak menakutkan bagi mereka. Jangan heran kalau mereka bisa melakukan hal2 di luar batas

Riset2 scaning otak membuktikan bahwa amygdala bedes menjadi aktif meskipun hanya terlintas dlm pikirannya untuk berniat berbuat amoral.
Kekosongan emosi ini juga yang mengindikasikan bahwa bedes2 psikopat tidak pernah belajar dari pengalaman2 buruk.

Karena ketiadaan emosi inilah yang menjadikan bedes psikopat tidak bisa memahami konsep2 moral yg paling dasar.
Malfungsi aktifitas Amygdala pada psikopat dikarenakan kurang bahkan tiadanya inhibisi/hambatan. Amygdala jadi hiperaktif.

Inhibisi/ hambatan terhadap hiperaktifitas amygdala ini pada kondisi umum diperankan oleh korteks di area prefrontalis (orbitofrontal cortex)
Korteks area prefrontal terutama di bagian orbitofrontal cortex yg kaya neuron cermin (mirror neurin) inilah yang belakangan sering disebut sebagai "sirkuit moralitas" di otak bedes.
Nah karena kedokteran modern menyebut psikopat sebagai malfungsi (gangguan fungsi) otak, pertanyaan selanjutnya adalah: siapa yang punya otoritas dan berhak melakukan reparasi otak bedes psikopat?
Wis ah....
Saya lanjutkan sedikit, karena banyak bedes yg nanyak “apa beda sosiopat dengan psikopat?”
Psikopat dan sosipat ini sangat mirip, salah satu dari sedikit perbedaannya adalah dalam jenis aksinya.

Sosiopat cenderung bertindak spontan tanpa memikirkan konsekuensinya.

Psikopat cenderung sangat terorganisir dan manipulatif.
Perbedaan antara psikopat dan sosiopat memang nggak jelas, setidaknya ini menurut DSM IV yg diadaptasi di Indonesia sebagai PPDGJ III

DSM-IV memasukkan psikopat dan sosiopat dalam "antisocial personalities" karena keduanya mempunyai ciri2 umum yg sama.
Psikopat dan sosiopat adalah bedes2 yg kesulitan atau tidak mampu berempati, sehingga cenderung mengabaikan perasaan dan hak bedes lain

Karena secara neurologis, jumlah neuron cermin pada orbito-frontal cortex psikopat dan sosiopat ini sangat minim, amygdala nya jadi hiperaktif.
Diperlukan "mirror neuron" yg cukup banyak di orbitofrontal cortex bedes untuk menginhibisi/menghambat aktifitas amygdala (pusat egoisme), sehingga bisa merasakan penderitaan bedes lain, dengan kata lain untuk “bisa berempati”.
Gejala dan tanda2 psikopat dan sosiopat sudah bisa diamati saat bedes memasuki usia remaja, ya sekitar15 tahun lah,

biasanya secara kasat mata mereka menunjukkan perilaku yg kejam baik ke sesama bedes dan termasuk kepada binatang non-manusia.
Psikopat dan sosiopat tdk bisa merasakan penyesalan atau rasa bersalah. Istilah umumnya “tdk punya nurani dan hanya mementingkan diri sendiri”

Sehingga, psikopat-sosipat sering mengabaikan aturan, tradisi, dan hukum, serta tdk peduli saat aksinya mungkin membahayakan bedes lain.
Yang sering jadi perbedaan ciri psikopat dan sosiopat, meskipun ini sulit kalau dilihat sekilas, penampakan luar psikopat seringkali terlihat karismatik dan menawan, mahir menyembunyikan sifat sebenarnya

Bedes psikopat jagoan meniru perilaku yg dianggap baik pada satu populasi.
Hal ini menyebabkan, bedes awam sering tertipu dan cenderung mudah percaya kepada bedes psikopat ketimbang kepada sosiopat.

Psikopat juga cenderung mencari pendidikan yg lebih tinggi, sehingga secara umum tampak lebih intelek. Sementara bedes2 sosiopat tidak demikian.
Secara kriminologi, kejahatan sosiopat biasanya tidak terorganisasi dan dilakukan spontan, sementara kejahatan psikopat umumnya direncanakan dg baik.

sehingga, psikopat sulit diidentifikasi aksi2 jahatnya, sementara sosiopat cenderung banyak meninggalkan jejak atas kejahatannya.
Ya sudah, gitu aja seh...
Missing some Tweet in this thread?
You can try to force a refresh.

Like this thread? Get email updates or save it to PDF!

Subscribe to Ryu Hasan
Profile picture

Get real-time email alerts when new unrolls are available from this author!

This content may be removed anytime!

Twitter may remove this content at anytime, convert it as a PDF, save and print for later use!

Try unrolling a thread yourself!

how to unroll video

1) Follow Thread Reader App on Twitter so you can easily mention us!

2) Go to a Twitter thread (series of Tweets by the same owner) and mention us with a keyword "unroll" @threadreaderapp unroll

You can practice here first or read more on our help page!

Did Thread Reader help you today?

Support us! We are indie developers!


This site is made by just three indie developers on a laptop doing marketing, support and development! Read more about the story.

Become a Premium Member and get exclusive features!

Premium member ($30.00/year)

Too expensive? Make a small donation by buying us coffee ($5) or help with server cost ($10)

Donate via Paypal Become our Patreon

Thank you for your support!