Profile picture
Tokoh masyarakat luar bumi @abonn_
, 57 tweets, 7 min read Read on Twitter
Jadi, apa sih (revolusi) industri 4.0 itu? Izinkan hamba berbagi hasil belajar konsep2 dasar industri 4.0 (kadang disebut I4.0 atau I4). Sebelum masuk versi 4, marik sekilas review sejarah versi-versi sebelumnya, secara ringkas, di gambar (dari wikipedia) ini.
Industri 1 -> Diawali dengan penemuan mesin uap abad 18-19 (industri utama mencakup besi dan tekstil) yang bertujuan mempermudah pekerjaan manusia.
Industri 2 -> Kemudian dari tenaga uap, beralih ke tenaga listrik (bersamaan dengan ditemukannya telepon, bola lampu, dll). Dari sisi manajemen, mulai dikembangkan program untuk mendongkrak efisiensi dan efektivitas fasilitas manufaktur.
Industri 3 -> Masuklah kita ke abad 20, ditandai dengan pengembangan komputer personal, penggunaan ekstensif internet, disertai kemajuan teknologi informasi dan komunikasi.
Di sinilah muncul piranti lunak dan keras penunjang produktivitas, misalnya material requirements planning manual tergantikan oleh resources planning tools.
Industri 4 -> sekumpulan konsep yang sebentar lagi akan dibahas, dan merupakan kelanjutan dari yang sebelum2nya.
Saya berangkat dari artikel ringan oleh kalangan akademisi dulu, ya. Rujukan saya adalah poin2 yg diajukan Heiner Lasi, dkk. (2014). Artikel asli berbahasa jerman dimuat di Springer Wirstchaftsinformatik. Versi enggres di tautan berikut: link.springer.com/content/pdf/10…
FYI, wirstchaftsinformatik ini mempublikasi hasil diskusi, presentasi, dan komunikasi dari para spesialis IT dan bisnis dari negara-negara berbahasa Jerman. FYI lagi, negara-negara itu, wa bil khusus Jerman, adalah dedengkot I4~
Btw, kalau ada banyak istilah berbahasa inggris, mohon maaf. Bukannya saya anak Jaksel (i.e., saya orang pelosok Madura). Hanya saja bbrp tahun terakhir ini saya tak mengikuti perkembangan pemadanan istilah asing dlm bhs Indonesia. Mungkin juga karena pengaruh pergaulan sesaat~~
Dan saya tak akan bicara banyak pada poin2 yg tak terlalu terkait dgn bidang saya.
Kalau ada yang mengasosiasikan I4 dengan "big data", IoT, kecerdasan buatan, dll., tidaklah salah. Namun perlu diketahui, mereka bukanlah definisi I4 itu sendiri, melainkan implikasi dari I4.
(Yang salah itu kalau bikin relasi kausalitas antara ketercapaian I4 dengan penerapan liberalisme. Yes, I'm talking to you, tukang tubir :p)
Sebetulnya I4 adalah payung bagi beragam konsep. Karena jargon I4 sendiri masih baru, klasifikasi konsep2 dalam I4 masih agak buram batasannya. Tapi IMO, arahnya cukup jelas. Setidaknya ada 6 konsep2 fundamental I4 yg terdaftar oleh Lasi dkk.
Konsep 1) "Smart factory" - lingkungan manufaktur yang dilengkapi oleh sensor, aktor, dan sistem terotomasi. Titik beratnya adalah (lagi2) mengurangi keterlibatan manusia. Barangkali ini yang menjadi momok belakangan ini. Kalem sik yha mz.
(Ada beban moral karena riset saya juga di area ini, hahah. Pan-kapan bisa jadi perbincangan tersendiri~)
Konsep 2) "Cyber-physical systems (CPS)" - yang ingin disampaikan dari CPS ini adalah interkoneksi "physical asset" dan "computational capability". Yang terjadi di dunia nyata akan berdampak pada sistem siber, begitu juga sebaliknya.
Misal, aksi di suatu intelligent environment (katakanlah pabrik "pintar") terekam oleh suatu sensor dan data-datanya terkirim ke sistem. Responsnya adalah, sistem akan melakukan self-adaptation.
Sbg timbal balik, suatu sistem yg "cukup pintar" dapat melakukan olah data menjadi informasi, hingga mengeluarkan beberapa rekomendasi kepada para stakeholders. Rekomendasi ini yg menjadi dasar pengambilan keputusan di dunia nyata.
Praktik ini lazim disebut data-driven decision making. CPS saya pikir sangat terkait dengan konsep 1. Sepertinya jargon ini juga sedang hype di komunitas akademisi~~~
Karena masih belum mature, belum ada definisi pasti utk framework CPS. Ada satu paper oleh Jay Lee, dkk. (2015) yg mencoba definisikan arsitektur framework CPS dalam 5C level: connection, conversion, cyber, cognition, dan configuration. Singkatnya (:p), rujuk pada gbr berikut.
Ini paper dijadikan rujukan lebih dari seribu kali. So, pretty legit, I guess~
Konsep 3) "Self-organization" - sistem manufaktur yang semakin terdesentralisasi. Tidak lagi terpusat dan hierarkis.
Konsep 4) "New systems in the development of products and services" - saya memahaminya sbb: produk barang dan jasa akan mengalami personalisasi. Disesuaikan dengan kebutuhan, profil, informasi pribadi konsumen.
Personalisasi dalam konteks I4 ini salah satunya dibahas oleh Yi Wang, dkk. (2017) dalam papernya yg berjudul "Industry 4.0: a way from mass customization to mass personalization production"
Cth kasus: Dell (komputer) menyediakan laman web bagi customer-nya agar bisa menentukan spesifikasi komputer per-bagian (RAM, penyimpanan, chipset, dll.). Contoh SOP untuk mass personalization production terangkum dlm gambar di bawah ini (dari sumber yg sama, Yi Wang dkk).
Konsep 5) "Adaptation to human needs" - sistem manufaktur harus mengikuti KEBUTUHAN manusia, bukan sebaliknya.
Konsep 6) "Corporate Social Responsibility" - pretty self-explanatory, yes~
Kemudian di Hawaii International Conference on Systems Sciences (HICSS) 2016 ada juga yang mengusulkan 4 aspek yang penting dalam I4. Tautan terlampir researchgate.net/publication/30…
1) "Interconnection": Teknologi kuncinya adalah teknologi nirkabel dan internet of things (IoT). Dengan demikian semua mesin, sensor, dan piranti lainnya akan saling terhubung. Bicara soal big data, ya alat-alat inilah (walau tak terbatas pada mereka) yang kelak menghasilkan data
2) "Information transparency": dengan dihasilkannya data-data tadi, akan terjadi fenomena "virtual copy of the physical world". Yang demikian ini dibutuhkan dalam skup I4 untul keperluan pengambilan keputusan.
3) "Decentralized decisions": Poin 1 dan 2 di memungkinkan operators utk membuat keputusan baik di dalam maupun di luar lingkungan produksi. Mengapa penting?
Kutip: "The combination of interconnected and decentralized decision-makers allows to utilize local with global information at the same time for better decision-making and increasing overall productivity"
4) "Technical assistance": Ini penting utk diketahui. Karena kompleksitas produksi manusia akan membutuhkan "technical assistant". Dalam bentuk apa? Intelligent agents. Bisa dalam bentuk robot cerdas, bisa virtual.
Peran manusia perlahan akan bergeser dari "operator mesin" menjadi "strategic decision maker" dan "flexible problem solver". Para robot suruh aja kerja hal2 yg membosankan dan "unpleasant", dan kadang terlalu berbahaya jika manusia yg kerjakan.
Move on ke perkara teknis, i.e., implikasinya~~~ Saya akan mulai dengan menyebut jargon-jargon yang sering muncul dan dikaitkan dengan I4.
Sebagian saja, yes. Yang saya cukup tau: Kecerdasan buatan, machine learning, deep learning, big data, IoT, robot, 3D-printing.
Untuk orang-orang IT, istilah2 barusan ada baiknya diketahui untuk gawl bersama rangorang industri di dalam hype train I4~
Kecerdasan buatan: Disiplin ilmu komputer yg di dalamnya rangorang berupaya membuat (program) komputer bisa "berpikir" seperti manusia. Caranya? Salah satunya adalah dengan...
Machine learning: Membuat program komputer yang bisa membedakan kategori berdasarkan data. Dirimu punya seonggok file gambar anjing dan kucing. Gambar2 tsb dicekokkan ke suatu model. Model apa? Model klasifikasi. Dgn swatu mejik, model tsb akan mempelajari pola
shg bisa bedakan mana anjing dan mana kucing. Jadi kalau suatu hari kemudian kamu menunjukkan gambar kucing ke program, ya dia akan "mengatakan" itu adalah kucing.
Ditarik ke ranah industri, kasusnya bisa saja klasifikasi mana produk cacat, mana produk normal. Bisa juga analisis sentimen customer. Mana testimoni yg negatif, mana yg netral, dan mana yg positif.
Bagaimana proses teknis hingga mejik itu bisa terjadi? Pan-kapan saya ngoceh lagi di topik machine learning. Kalo antum minat :p
Next, deep learning: A glorified version of (one of approach, i.e., neural network) machine learning. Kalau pernah mendengar berita kecerdasan buatan bisa menang main DOTA lawan manusia, atau main catur dan GO, atau bisa main super mario. Ya itu kerjaannya dia.
Seperti saya bilang, machine learning butuh data untuk jadi "pintar". Makin banyak data makin bagus. Sementara deep learning lebih butuh sangaaaat banyaaaak data. Krn itu, doski ini "susah pintar".
Tapi sekalinya dilatih dgn benar, dia bisa pintar dan lakukan hal gila spt main mario, main DOTA lawan manusia, deteksi retakan pada kaca, dll. Dari mana dia dapat banyak data? Cem-macem. Dalam konteks I4...
Data diperoleh dari sensor2, perangkat2 IoT, dan piranti2 lainnya.

Nyambung2 deh semuaaak~
Harapannya, barang2 pintar cem kecerdasan buatan ini terintegrasi dalam CPS sebagai penunjang proses2 dalam ranah I4.
TAPI..... Barang2 pintar ini, khususnya yang butuh segaban data, perlu waktu lamaaaaaa sekali untuk menjadi pintar. Dlm bbrp kasus, bs berbulan-bulan. Toh walau pintar pun, cuma pintar dalam hal spesifik. E.g., klasifikasi. Mengapa begitu? Ya keterbatasan teknologi komputasi.
Bisakah dipercepat? Mungkin bisa. Bagaimana caranya?
Quantum computing: di atas kertas mungkin memberi harapan, khususnya mempercepat proses pembuatan kecerdasan buatan. Sayangnya saya tak tahu banyak soal quantum computing :')
Kecerdasan buatan tadi dalam interaksinya dgn manusia biasanya masih virtual. Sebatas antarmuka program komputer. Di tahap selanjutnya, bisa saja terintegrasi dengan robot.
Untuk 3D printing... Cari2 sendiri yes. Sa sudah cape ngetik :p
Barangkali sekian dulu ocehan saya. Rangkaian twit ini sekadar arsip pribadi, sekaligus menyarikan hasil belajar.
Tida ramai tida apa-apa. Ku tida butuh viral. Ku hanya butuh ridho Allah SWT~
Addendum: Sa juga pemain baru di ranah ini. Kalau ada salah, mohon koreksi dan berbagi ilmu. Wassalam~
Speaking of Industry 4.0, I'll present my b̶u̶l̶l̶s̶h̶i̶t̶ work on the upcoming conference held by Korean Institute of Industrial Engineers, in the industrial artificial intelligence section. Hope the committee doesn't mess up the session arrangement~
(cem ada yang peduli aje~)
Dah ah. Terakhir dah ini di thread. Bener2 wassalam.
Bhay.
Missing some Tweet in this thread?
You can try to force a refresh.

Like this thread? Get email updates or save it to PDF!

Subscribe to Tokoh masyarakat luar bumi
Profile picture

Get real-time email alerts when new unrolls are available from this author!

This content may be removed anytime!

Twitter may remove this content at anytime, convert it as a PDF, save and print for later use!

Try unrolling a thread yourself!

how to unroll video

1) Follow Thread Reader App on Twitter so you can easily mention us!

2) Go to a Twitter thread (series of Tweets by the same owner) and mention us with a keyword "unroll" @threadreaderapp unroll

You can practice here first or read more on our help page!

Did Thread Reader help you today?

Support us! We are indie developers!


This site is made by just three indie developers on a laptop doing marketing, support and development! Read more about the story.

Become a Premium Member and get exclusive features!

Premium member ($30.00/year)

Too expensive? Make a small donation by buying us coffee ($5) or help with server cost ($10)

Donate via Paypal Become our Patreon

Thank you for your support!