, 220 tweets, 34 min read Read on Twitter
💢AKU, BERTEMU REN YANG JUGA BERTEMU MEREKA💢

⚠️⚠️⚠️(A THREAD)⚠️⚠️⚠️

🔴🔴🔴☠☠☠🔴🔴🔴
Ralat tadi typo.

⚠️⚠️⚠️
Aku akan langsung memulai cerita ini kalau cerita sebelumnya membosankan untukku.

Jangan meminta pertanggungjawabanku dan ren kalau baper, karena kebaperan diluar pertanggungjawabanku dan ren.

Big love, bi&ren❤
'BANGGG AKU MASUK SMP ***' teriakku
'SERIUS?' Yang gak kalah kencang teriakannya
'NIH LIAT'
'Syukur kalau gitu. Kita jadi bisa bareng pulang perginya'

Karena SMP dan SMA abang cuma nyebrang gitu doang. Masih 1 komplek
'Bi, persiapan mos kamu udah lengkap?' Tanya ibu
'Udah bu, tinggal cat topi bola aja. Aku nunggu abang pulang'
'Gadis ibu udah besar ya. Udah SMP sekarang'
'Aku masih kecil bu'
'Hahahaha menolak remaja ya kamu bi'

'Yah anakmu udah mau SMP nih'
'Iya bi, kamu harus rajin-rajin ya'
'Siap yah'
'Kamu mau minta apa nanti? Hitung-hitung hadiah karena kamu udah masuk SMP ***?'

Mikir lama

Galama abang dateng

'Minta mobil bi' kata abang
'Itumah maunya kamu' kata ayah

'Dekorasi kamar aja yah, sekalian ganti meja belajar' jawabku

'Yah gaseru bi' jawab abang
'Bang tolong cat topi bolaku dong' pintaku
'Abang mandi dulu deh'

Setengah jam nunggu abang mandi, aku duduk diruang tamu sendiri karena ayah udah kekantornya dan ibu lagi diruang kerja.

Rrrrttttttttt, bunyi pintu kebuka trus kebanting dengan sendirinya.

Aku lihat ada anak
Kecil bermain dipintu belakang.
'Jangan main pintu, nanti rusak' teriakku

Lalu dia lari

'Kenapa bi?' Tanya abang yang baru turun dari kamarnya
'Anak kecil ngagetin aja bisanya' celotehku

'Mana tugasmu?' Tanya abang
'Tuhhh didepan'

Mulailah abang cat topi bolaku
'Bang kalau di sekolah hari pertama mos itu emang senior galak ya?' Tanyaku melongo melihat abang bukannya ngecat topi bola malah cat jempol kakiku

'Waaaaaa ini nanti gabisa hilang bang' teriakku panik

'Hilang kok pake tiner'

Trus aku ganti coret kaki abang pakai cat
'Iyaiya ampun' kata abang
'Senior masa SMP/SMAmah gak galak bi, cuma pengen dianggap senior aja jadi kalo ke adik kelas cuma tebar pesona' sambung abang
'Oh gituu. Bi gak takut sama senior' jawabku
'Takutnya?' Tanya abang
'Takut nanti kalau bi gak ada teman lagi kaya waktu sd'
'Masa SMP dimana emosi lagi labil-labilnya, dimana nanti kamu punya perkenalan diluar pertemanan kelas. Kan kalau SMP kelas gak cuma 1 atau 2 bi. Bisa 5 atau 7 kelas'
'Emang iya bang?' Tanyaku
'Percaya sama abang. Kamu pasti punya teman yang bisa mengerti kamu nanti disekolah'
'Ehiya bang. Kan selama kelas 1 aku sekolahku numpang dulu kesekolah yang sampingan sama sekolah abang'
'Terus?' Tanya abang
'Aku masuk siang, kita gabisa bareng' jawabku dengan muka murung
'Yaudah gapapa. Kamu berangkat naik ojeg, pulang bisa abang jemput' jawab abang
'Emang abang gak capek?'
'Ya enggalah. Dari pada kamunya juga ntr pulang sendiri, abang khawatir kamu naik kendaraan umum' jawab abang
'Jawabnya bikin bi seneng. Berarti mau dibuatiiinnn???'
'Ayam kecap asin' jawab kita kompak

Abang punya kebiasaan kalau omongannya manis berarti
Lagi pengen ayam kecap asin bikinan aku.

Menjelang malam. Aku gabisa tidur hal yang aku suka kalau lagi gabisa tidur. Duduk dibalkon depan kamar, sambil makan tempe mendoan yang dibikin mbok.

Didepan rumah sepi gak ada orang. Paling cuma tukang nasi goreng diujung komplek
Trus pas lagi enaknya makan mendoan. Tbtb ada yang ganggu aku, datang gak diundang.

Dia diam, aku diam.

Kebanyakan dari mereka kalau aku diam pasti cari-cari perhatian. Kalau aku gak kepancing tbtb ya berubah jadi menyeramkan. Kaya yang lagi didepanku ini
Gak ada angin gak ada hujan tiba-tiba berubah jadi penampakan jadi rata gitu mukanya. Aku mana takut, bawannya mau ambil sepidol trus gambar mata hidung sama mulut. Trus yaudah aku tinggal masuk kamar, dia hilang dengan sendirinya.

Dikamar aku tidur dengan lampu nyala
Tiba-tiba mati listrik

Panas karena ac mati, gelap dan pengap.

Abang siap kalau mati listrik tau aku pasti panik, dan benar saat itu juga asmaku kambuh.

Drama aku pingsan digendong kemobil dan tidur dirumah sakit.

Sudah kubilang aku akrab dengan rs :)
Dirumah sakit aku dioksigen 4 jam, baru bisa tidur. Aku takut kalau asmaku kambuh, mikir kalau aku akan bertemu Tuhanku disaat aku belum jadi hambaNya yang taat.

Kata siapa rumah sakit itu setenang yang orang pikirkan. Aku tidak pernah tenang dirs. Belum dengan suara-suara yang
Selalu kudengar didalam tidurku. Atau jeritan demi jeritan.

Malam itu abang tidur persis disampingku. Takut aku kenapa-kenapa katanya. Menjelang pagi abang sudah bersiap pulang kerumah untuk sekolah, akupun sudah boleh pulang siangnya hanya saja tidak boleh lelah.

Lusa, aku
Sudah mulai masuk sekolah hahaha

Siang hari saatku mulai masuk sekolah, suasana rumah ramai.

Ibu yang menyiapkan keperluanku, takut ada yang tertinggal katanya.

Ayah yang sudah siap dengan kameranya

Abang yang sengaja izin pulang untuk melihatku jadi siswa SMP
Setelah semua keperluan siap kita ber4 sudah siap diposisi masing-masing. Apalagi kalau bukan untuk berfoto bersama dengan mukaku yang penuh dengan coretan polkadot merah, rambut diikat sesuai tanggal lahir, topi bola warna-warni serti kaos kaki panjang warna hijau.
*serta

Ayah,ibu,abang antar aku kesekolah. Ayah dan ibu langsung pamit untuk ke Maluku :)
Abang? Dia nungguin aku diparkiran dong hahahaha

'Kepada siswa-siswi baru harap berkumpul dilapangan' perintah kepala sekolah lewat pengeras suara.

Aku yang belum kenal siapa-siapa
Berjalan tertunduk malu.

Saat berbaris dengan nama kelasku yang terpajang didepam barisan, saat itu juga aku terjatuh karena tersandung kaki seorang siswa.

'Yahhh dengkulku luka lagi' pasrahku
'Maaf maaf, aku gak sengaja. Sumpah maaf ya. Kamu gapapa?' Katanya sambil membantuku
Berdiri.
'Gapapa kok, santai' jawabku
'Aku antar keuks ya, bersihin luka dilutut kamu' katanya
Aku ayoin aja. Karena emang duhai luar biasa perih

Diuks aku dibantu dengan para pmr membersihkan lukaku, aku tertunduk malu saat dia ngeliatin aku terus.
'Kenpa nunduk?' Tanyanya
'namaku byan, aku wakil ketua osis. Baru kelas 2' katanya
'Aku bi' jawabku
'Kamu kelas berapa?'
'7 B'
'Oh gitu. Udah enakan kakinya? Aku antar ke barisan'
'Gausah kak makasih'
'Oke. Maaf ya bikin jatuh'

Trus aku keluar uks dan bergabung dengan barisan kelasku
Kegiatan mos sama seperti kegiatan sekolah lainnya. Menerbangkan balon, menerbangkan topi sd diganti topi smp, sampai jam istirahat. Saat itu aku punya teman hehe panggil saja Li dan Li orang jawa sama sepertiku hanya sangat bawel. Badannya berisi berambut pendek dan tomboy
Eh maksudnya melempar topi gitu. Ala-ala orang wisudaanlah hehehe
Saat istirahat ada 1 cowo yang dari awal suka banget gangguin aku.
Flashback saat ada pentas seni, saat itu semua siswa disuruh duduk melingkari lapangan

'Ayo adik-adik siapa yang mau nyanyi?' Tanya kakak panitia

1-2 siswa dengan percaya dirinya menyumbangkan lagu
'Kamu tau gak? Abis ini aku mau nembak cewe' cowok itu ngomong ke aku. Padahal asli kita belum kenal. Trus cowo itu maju kedepan

'Perkenalkan nama saya ren. Saya dari kelas 7B. Sebenarnya saya gamau nyanyi. Saya cuma mau bilang kalau saya suka sama 1 cewe dan dia itu satu sd
Dengan saya'

Trus aku mikir. Ini cowo kok agak gak jelas ya. Belum 1 hari jadi anak SMP udah suka-sukaan aja

'Untuk Sa, kita udah kenal dari kita sd. Sekarang kita dipertemukan lagi. Sa. Aku suka kamu' kata cowo itu

Ramelah suasana sekolah. Aku akuin cowo ganteng
Badannya lumayan tinggi untuk anak seusia kita yang masih terbilang masa pertumbuhan. Aku? Selehernya dia.

Cowok yang dipanggil ren itu duduk disampingku, sambil mengedipkan mata.

'Ih mesum' celotehku
Dia ketawa.

Flashback off
Saat aku lagi ngobrol sama Li, tbtb cowo gajelas itu dateng.

'Hi. Kita belum kenalan. Namaku ren'
'Nama gue Li, dan ini Bi' ucap Li (untung aku bukan Di)
'Kita satu kelas btw. Kalian tinggal dimana?' Tanya cowo yang ku tau bernama Ren
'Gue di komplek TNI AD blok I' kata Li
Aku?
Aku hanya fokus melihat-lihat sekolah yang kami tumpangi selama satu tahun. Ada yang bertubuh tinggi dipohon, ada yang sedang melihat kami dari lantai 4, ada yang berusaha berkomuniksi dengan para siswa. Sejauh ini aman

'Kamu bi? Tanya ren
'Apa?' Tanyaku
'Tinggal dimana?'
'Ohhh. Aku tinggal di komplek srikandi blok 6' jawabku masih melihat suasana kelas
'WAH SATU KOMPLEK, aku blok 5' jawab ren dengan semangat
'Tapi kok aku gapernah liat kamu ya? Rumah kamu yang mana?' Tanya ren
'Ih lo bukannya suka sama sa. Ngapain nanyain rumah bi?' Kata li judes
'Guemah udah tau banyak tentang sa' kata ren menyombongkan diri.

'Jadi rumah yang mana bi?' Tanya ren

'Yang pintu gerbangnya warna hitam' jawabku lalu aku berdiri dan meninggalkan ren. Li mengekoriku

'Bi tunggu kek. Rumahmu yang mana?' Teriak ren

Aku jalan cepat diikuti Li
'Li aku mau kekamar mandi. Kamu mau ikut?' Tanyaku
'Engga deh. Aku mau solat dulu'
'Oke. Nanti aku susul kesana'

Saat aku dikamar mandi aku kaget biasa aja sih pas ngeliat ada sosok pria berbulu berhidung sapi dan bertanduk, bermata merah. Dia juga kaget melihatku
Aku masih berusaha untuk biasa aja. Sampai pas aku masuk kesalah satu kamar mandi, dia menggedor-gedor pintuku. Aku marah
'Jangan ganggu'
Dia diam

Pas aku keluar aku sempat mengikat tali sepatuku. Dan pas aku berdiri posisi kita udah sangat dekat. Aku mundur dan pingsan
Waktu itu yang aku ingat aku udah di uks. Abang panik dong jelas karena tiba-tiba aku pingsan. Pas itu aku disuruh pulang duluan.

Sampai dirumah abang tanya kenapa, aku jawab aku dideketin sama makhluk yang menyeramkan. Abang paham, abang tidur dikamarku malam itu. Besoknya?
Aku tetap masuk kaya biasa, karena mos selama 1 minggu. Teman-teman langsung ngedeketin aku
'Kenapa bisa pingsan bi? Rasanya pingsan gimana bi?' Aku pusing. Untung Li datang tepat waktu
'Minggir woy. Gak liat anak orang kehabisan napas?' Teriak li
Teman-teman langsung membubarkan
Saat itu aku tau kalau ren dan sa pacaran. Cemburu? Engga sama sekali, (yakarenabelumkenal).

'Bi lo mimisan' kata li yang sedang duduk didepanku
'Eh iya' sambil mengelap hidungku yang berdarah
'Panas dalem kayanya bi. Bentar gue beliin minum' makasih ya li

Mendadak aku pusing
Engga kok. Aku gak pingsan

Ren datang

Wait, kenapa dia duduk di depanku

'Kamu mimisan bi?' Tanyanya
'Iya nih, mana aku gak punya tissue' jawabku
'Nih pake' ren langsung ngelepas dasinya dan dikasih ke aku
'Eh ntr kotor'
'Yaudah pake aja dr pada ntr seragam putihmu darah semua'
Aku sibuk ngebersihin darahku karena ngalir terus, lalu li datang membawa sebotol air dan tissue
'Nih bi' kata li
'Makasih banyak ya li sayang' kataku

'Eh iya bi, aku boleh minta nomor hp kamu?' Kata ren
'Aku gapunya hp. Tapi ada nomor ibu atau abang' jawabku
'Boleh deh'
Hari berjalan seperti biasa. Abang jemput aku sore harinya. Trus abang bilang ada yang tlpn abang pas lagi pelajaran. Kalian tau siapa? Siapalagi kalau bukan ren-___-

Dirumah
'Bi ada tlpn buat kamu. Katanya penting'

Via suara
'Halo?'
'Aku didepan rumah kamu'
'Siapa?'
'Keluar'
'Lah kamu ngapain kesini?'
'Wah ini rumahmu? Tiap hari minggu kalo lari aku lewat sini kok gapernah liat kamu ya?' Kata ren
'Mau masuk?' Tanyaku

Tanpa perintah ke2 ren sudah duduk di kursi ruang tamu

'Hahaha foto kamu kecil lucu juga bi' kata ren tertawa
'Kamu ngapain kesini?'
'Aku mau minta dasiku yang kamu pakai buat lap darah tadi' jawab ren
'Lah serius? Belum aku cuci. Bentar deh aku cuci dulu' kataku langsung berdiri
'Hahahah bercanda bi. Simpan aja, aku bisa beli besok' kata ren
'Trus kamu mau ngapain kesini?' Tanyaku kesekian kali
'Iseng aja'
'Iseng kok kerumah orang, eh kamu bukannya punya pacar? Kenapa gak kerumah pacarmu aja?' Kataku
'Hahaha lagi siapa yang pacaran sih? Aku tuh gak mengenal pacaran' jawabnya
'Oh gitu. Trus kemarin kenapa kamu bilang suka sama sa?' Tanyaku penasaran
'Yakan suka aja' jawabnya
'Bisa ya begitu' jawabku
'Siapa bi?' Tanya ayah baru datang dari kantor
'teman sekolah bi' jawabku
'Ini kali pertama loh bi bawa teman selain alm.lala' kata ayah

Melihat aku yang kembali memasang wajah sedih ayah merasa salah ucap

'Yaudah dilanjut ngobrolnya' kata ayah pamit
'Temanmu meninggal?' Tanya ren penasaran
'Iya, waktu kelas 5 sd. Dia teman satu-satunya aku waktu itu' jawabku santai kembali mengingat senyum lala
'Maaf bi'
'Santai'
'Gimana kalau kita keluar?' Ajak ren
'Malam-malam begini? Oh engga deh. Besok kan juga ada tugas ren. Kita masih
Mos loh besok. Aku gamau jadi bebek-bebekan kaya tadi' jawabku
Iya aku telat kesekolah dan dihukum jadi bebek-_- menyebalkan

'ayo keluar' ajak ren
'Aku izin ayah dulu'jawabku

Saat izin aku agak bingung. Kenapa ayah membolehkan aku keluar sama ren. Padahal aku aja males
'Mau kemana?' Tanyaku
'Cari makan yuk' ajak ren
'boleh. Sate ayam enak kayanya' jawabku yang juga lagi lapar

Kita cari sate ayam, fyi kita jalan kaki loh hehehe. Ini kali pertama aku dan ren jalan berdua dan ngobrol lebih panjang

'Serius kamu bisa ngeliat begituan?' Tanya ren
'Aku gabisa ngebuktiin apa-apa sih' jawabku
'Ya gamasalah juga sebenernya buat ku' kata ren

Untuk pertama kali ada orang yang tidak menganggapku aneh, tidak memandangku sebelah mata. Orang lain diluat keluargaku dan lala. Aku terdiam seketika, bertanya dalam hati
'Tuhan, apa iya ren emang benar Kau datangkan untuk menjadi temanku? Tolong jangan ambil ren secepat Kau ambil lala' kataku dalam hati

'Kenapa bi?' Tanya ren
'Berdoa'
'Berdoa apa?' Tanyanya lagi penasaran
'Kalau kamu benar bisa jadi sahabatku, aku mau jangan cuma sesaat'
Ren terdiam, dia memelukku sebentar

'Aku janji jadi sahabat yang baik untuk kamu bi' katanya saat masih memelukku

'Terimakasih ren. Tapi ini tolong ya dilepas. Aku laper soalnya' kataku jujur

'Oiyaya hahaha yaudah yuklah cari sate ayam' kata ren

Saat di warung sate ayam
'Ren. Warungnya gak sehat' kataku
'Gimana bi?'
'Dipojok sana aku ngeliat ada nenek-nenek lagi ngejilat piring'
'Serius kamu bi? Yaudah pindah deh'

Didalam taksi

'Wah bisa terhindar dari hal-hal buruk nih kalau aku sama kamu terus. Bersyukur aku bi' kata ren

'Aku juga' jawabku
Akhirnya kita cari tempat makan yang lain.
'Bi, kamu kenal kak byan?' Tanya ren
Aku mencoba mengingat tapi gagal

'Kak byan siapa?' Tanyaku
'Itu anak osis disekolah kita, dia suka kamu kayanya. Kemarin pas aku disuruh minta tanda tangan ketua osis aku denger kak byan ngobrol
Sama teman kelas kita bawa-bawa nama kamu. Trus kak byan bilang dia suka sama kamu trus minta nomor kamu ke teman kelas kita. Cielah bi udah ada yanh ngefans' kata ren sambil tertawa garing

'Ren juga suka sama bi kan? Buktinya kemarin ren minta nomor hp bi hahaha' jawabku
'Aku sukanya sama sa' jawab ren serius
'Oiyaya aku lupa haha' jawabku

Lalu kita terdiam lama

Malam itu kita makan ketoprak untuk pertama kalinya.

Sampai didepan komplek
'Kok ren bisa tau rumah bi?' Tanyaku
'Aku kan sebelumnya tlpn abangmu trus aku bilang kalau
Aku tetangga komplek dan mau main sama kamu, kita teman sekelas tp aku gatau rumah kamu. Jadi abangmu ngasih tau. Sesimple itu bi' jawab ren
'Oh gitu. Yaudah aku pulang ya ren' jawabku
'Oke ketemu disekolah ya bi' jawab ren

Sampai di pertigaan komplek rumahku, ada yang berusaha
Untuk berinteraksi denganku. Aku lihat dirumah besar ada beberapa yang menurutku biasa aja karena mungkin dia penjaga disitu atau apalah entah. Aku jalan cepat sampai pas. Tinggal belok kerumah didepan gerbang tbtb ada anjing, bukan anjing beneran kayanya. Anjing itu melihatku
Aku mundur dan diam, berdoa dalam hati. Anjing itu hilang, selamat sampai rumah.

Keesokan harinya saat aku nunggu ojeg langgananku didepan rumah. Ren tbtb datang dengan motornya
'Ayo bi' ajak ren
'Kemana?' Tanyaku bingung
'Ya naik ayo bareng'
'Seriusan?'
'Iya. Ayo buruan'
Aku naik, dan menutupi rokku dengan jaketku sendiri.

Sampai gang dekat sekolah
'Tunggu sini dulu bi. Aku mau parkir motor' kata ren

Sekolah melarang siswanya membawa motor kesekolah, jadi kalau nekat bawa motor ya mau gamau harus parkir diluar sekolah.

'Yuk' ajak ren
'Ehiya bi kamu rencana mau ikut ekskul apa?' Tanya ren
'Aku ambil karate. Kamu?' Tanyaku balik
'Gatau. Mau basket kayanya' jawab ren
'Oh gitu'

Sampai dikelas disuruh ngumpul dilapangan seperti biasa selama mos. Dan kakak kelas mulai demo ekskul masing-masing

Saat itu ada
Kak byan demo ekskul basket. Seketika ren yang duduk dibelakangku bilang
'Sial, gajadi aku ambil basket'
'Kenapa?' Tanyaku
'Gapapa. Kayanya ambil badminton aja' jawab ren

'Li kamu mau ambil ekskul apa?' Tanyaku pada li yang duduk disamping kiriku
'Karatelah jelas' jawabnya
Selesai demo ekskul kakak kelas berdiri dipinggir lapangan membuat kelompok sesuai ekskul mereka dan kami murid baru langsung mendaftar.

'Bi kamu ikut ekskul apa?' Tanya kakak kelas yang pernah membuat lututku berdarah dan ku baru ingat kalau namanya kak byan

'Eh, karate kak'
'Oh kirain basket. Ohiya bi boleh minta nomor hpmu?' Tanyanya
'Gapunya hp kak. Adanya nomor ibu sama abang' jawabku
'Oh gitu. Yaudah deh gapapa. Nanti kalau udah punya hp kabarin ya' katanya
'Iya kak' jawabku
'Btw hari ini kamu cantik' kata ka byan
'Iya kak' jawabku
'Dia kayanya suka sama lo bi' kata li
'Aku engga' jawabku

Di pinggir lapangan
'Bilangnya gak pacaran tapi nempel mulu' kataku pelan
'Apa bi?' Kata li

Iya saat itu aku lihat ren lagi duduk bercanda bersama sa. Saat itu aku ngerasa kalau aku salah bersahabat dengan ren
Salah bukan karena aku memiliki rasa sama ren. Tapi aku takut sa salah paham denganku nanti kalau tau ren berteman denganku

Saat pulang abang gabisa jemput karena masih ulangan, li udah pulang duluan. Karena malas pulang kerumah, aku ke mall dengan naik ojeg. Nonton film
Yang sengaja aku cari sepi penonton. Aku hanya ingin tidur dan tenang. ntah perasaanku lagi tidak enak

Saat sedang tidur tbtb ada yang duduk disebelahku. Aku pura-pura tidur sampai dia bilang
'Ngapain kamu tidur disini?'

Saat itu juga aku buka mata dan aku melihat anak seusiaku
'Kalau bersedih jangan sendirian. Bahaya, auramu menarik beberapa dari kami untuk mendekat. Jangan dibiasakan sendirian' katanya

Lalu ia hilang. Benar juga katanya, mbah bilang aku gampang dirasuki karena anak spesial sepertiku memiliki aura yang berbeda. Lalu aku keluar bioskop
Aku pergi kesalah satu toko buku, memilih beberapa buku soal-soal kesukaanku. Setelah membeli beberapa buku, aku duduk didepan toko buku. Bingung harus kemana karena aku malas dirumah sendirian.

Lalu aku membeli ice cream, duduk sambil menonton iklan yang disediakan
Tidak terasa sudah jam 8 malam. Aku panik karena abang pasti marah tau aku belum dirumah.

Sampai dirumah benar abang sudah nunggu didepan teras rumah.

'Dari mana aja bi pulang jam segini?' Tanya abang biasa
'Beli buku bang' jawabku
'Lain kali kalau mau keluar jangan sendiri
Abang sampe tlpn temen kamu. Dia lagi muter nyariin kamu'
'Temen yang mana?' Tanyaku bingung
'Ituloh cowo yang pernah kesini?'
'Abang kenapa tlpn dia? Dia udah punya pacar bang. Bi gamau pacarnya salah paham' jawabku panik
'Ya udah terlanjur. Yaudah sana kamu masuk ganti baju'
Selesai mandi aku duduk dimeja belajar mencoba mengerjakan soal-soal dari buku yang kubeli.

Belum satu soal ku jawab kamarku sudah diketuk oleh abang
'Itu temanmu datang' kata abang

Aku turun

'Kamu dari mana aja bi? Kalau tau abangmu gak bisa jemput kenapa gak bareng aku aja?'
Kata ren

'Aku gabisa bareng kamu terus' kataku
'Kenapa?' Tanyanya
'Aku gamau sa salah paham, aku gamau ngerusak hubungan kamu sama sa' jawabku

Jujur aku manusia yang tidak pandai berbohong. Jika memang ada yang mengganggu pikiranku pasti langsung ku bicarakan. Aku benci rahasia
'Bi. Aku sama sa gak pacaran' jawab ren menyakinkanku
'Tetap aja ren suka sa, ren tau gak kalau disekolah teman-teman bilang ren sama sa pacaran jadi dari pada nanti aku yang kena omongan teman-teman aku lebih milih jauh dari ren. Aku gasuka jadi pusat perhatian ren' jawabku
'Yaudah aku pulang' jawab ren

Trus aku ngerasa ren marah dengan ucapanku. Tapi biarlah dari pada aku nanti bikin hubungannya dengan sa berakhir buruk

Aku tidur malam itu, tapi entah aku malah tidak bisa tidur. Aku menangis dalam diam tapi entah apa yang kutangisi
Aku kekamar abang yang lagi main game

'Kenapa bi? Kamu abis nangis ya?' Tanya abang
'Bang emang bi salah ya kalau bilang bi gamau terlalu dekat sama ren karena ren punya pacar?'
'Engga salah kok' jawab abang
'Ren bilang kalau ren gak pacaran sama sa. Tapi disekolah mereka dekat
Teman-teman juga bilang mereka pacaran. Tapi kata ren, mereka gak pacaran' kataku
'Bi. Laki-laki kalau udah bilang sesuatu berulangkali itu tandanya dia jujur. Kalau ren berusaha meyakinkan bi berarti bi spesial buat ren' jawab abang
'Ngaco aja bang' jawabku

Aku terdiam
'Bang boleh pinjam hpnya gak? Bi mau tlpn ren'

'Tuh diatas meja belajar' kata abang

Aku keluar sambil mencoba menelpon ren

'Assalamuallaikum bang, ada apa?'
Kata orang disebrang sana

'Waallaikumsalam ren, ini bi. Aku mau minta maaf ya sama ucapanku tadi' jawabku
'Bentar ya bi aku matiin dulu' jawab ren

Dikamar abang
'Ren marah kayanya bang' kataku
'Iyalah kamunya mau menjauh gitu. Lagian kalau ren gak perduli sama kamu ngapain dia bela-belain jemput kamu? Nyariin kamu tadi kaya gitu?' Kata abang. Aku semakin merasa bersalah
'Maaf Bi. Diluar ada tamu' kata mbok

Aku gak ngerasa punya tamu jam segini-_-

'Kenapa gak disuruh masuk mbok?' Kata abang
'Tamunya gamau masuk bang' jawab mbok

Saat aku turun kebawah dan keluar

'Maaf ya bi tadi aku marah dan langsung pulang gitu aja' kata ren langsung
Memelukku

Agak aneh emang, belum seminggu aku kenal ren. Tapi aku merasa nyaman.

'Bi minta maaf ya ren. Aku cuma gamau sa salah paham aja' jawabku sambil menangis

'Bi aku emang suka sama sa dari sd, hanya sekedar suka. Tapi aku lebih nyaman sama kamu sebagai sahabat
Aku belum merasa nyaman sama sa. Bahkan beberapa hari aku coba mendekati sa tapi aku gak senyaman saat aku sama kamu. Tolong jangan bilang kamu mau menjauh lagi bi. Tolong tetap tinggal dan menjadi sahabatku terus' jawab ren

'Iya ren. Aku minta maaf' jawabku
Yaudah baikan.

Menjelang hari terakhir mos. Kegiatan dipenuhi dengan beberapa kegiatan.

Ohiya hari terakhir mos, li gak masuk karena kesiangan.

Saat itu aku lagi duduk ditaman sekolah, ren? Dia lagi berusaha nyaman sama sa. Aku gak masalah ren mau pacaran atau engga sama sa
Selama persahabatanku dan ren tidak menyakiti banyak pihak

tiba-tiba ada yang datang, ngasih aku ice cream. Kak byan

'Nih buat kamu, aku beli 2 jadi kita makan bareng ya' katanya
'makasih kak. Aku suka banget ice cream'

Kita makan dalam diam

'Bi. Kamu mau jadi pacarku?'
'Gimana kak?' Kataku
'Iya. Kamu mau gak jadi pacarku? Mungkin terkesan mendadak ya. Tapi demi Tuhan aku suka sama kamu dari pertama kita ketemu' kata kak byan
'Maaf kak. Aku belum berani pacaran. Aku masih terlalu kecil untuk pacaran hehe' jawabku ketawa kaku
Lalu kak byan ber'oh' ria

'Yaudah gapapa. Tapi aku masih bisa jadi teman baik kamu kan bi?' Tanyanya
'Masih bangetlah' jawabku mencairkan suasana

'JADIAN JADIAN JADIAN' teriak anak-anak dilapangan

Aku dan kak byan langsung mengarah ke lapangan
Ren resmi nembak sa untuk jadi pacarnya. Saat itu aku agak kecewa. Aku takut kalau ren meninggalkan aku. Egois mungkin

'Selama ini aku udah biasa sendiri' kata hatiku

Lalu acara selesai yang menyatakan kalau resmi jadi siswa SMP ***

Aku duduk di pos satpam nunggu abang jemput
Saat itu juga aku liat ren dan sa pulang bersama. Yang bikin aku sangat kecewa, ren menganggapku seolah tidak ada disaat kita jelas-jelas bertatap mata.

Untung abang datang tepat waktu.

'Mau kemall gak bi?' Tanya abang
'Mau. Bi mau ice cream satu box ya bang. Panas' kataku
GUYS. FYI. AKU SEBENERNYA AGAK SESAK SIH CERITA TENTANG INI. ASLI AKU NANGIS LOH MENGINGAT KEMBALI HUHU

TAPI UNTUK PEMBACA SETIAKU, HARUS KU LAKUKAN.

BIG LOVE, BI❤
Saat dimall aku rangkul lengan abang. Gak perduli orang mandang kita kaya orang pacaran, toh kalaupun mereka baik pasti akan langsung mengira kita kakak adik secara aku dan abang mirip banget.

'Kenapa bi?' Kata abang
'Ren pacaran sama sa bang. Tadi ren nembak sa dilapangan'
'Serius bi?' Tanya abang gak percaya
'Iya' tanpa disadar aku nangis. Engga, gak nangis meraung-raung. Hanya setetes dua tetes aja

'Gapapa kok bi kalau mau nangis. Abang tau kamu udah mulai sayang sama ren dan takut kehilangan ren kan?' Kata abang

Lalu abang meninggalkan aku
Yang sedang duduk dikursi

'Bi ini ice creamnya' kata abang sambil membawa 1 box ice cream dan air putih

'Kita pulang yuk bi. Abang tau cari menggalau yang baik' kata abangku

Lalu kita pulang kerumah

Sampainya dirumah abang ajak aku ke kamar main
Dirumah ada kamar main, yang aku dan abang dekor untuk kita ber2. Isinya?
Proyektor punya ayah untuk nonton film, bonekaku, alat musik abang, semua mainanku dan abang ada disitu.

'Kamu siap bi?'
'Siap'

Kebiasaan kita kalau aku abis nangis itu main perang guling
Besok weekend, abang ada ke pulau sama teman-temannya.

Ayah dan ibu lagi diluar kota. Jadilah aku sendiri dan mbok

Kalau weekend aku suka bantu mbok masak didapur. Atau belajar bikin kue sama mbok, tapi weekend kali ini rasanya aku mau tidur terus dikamar.

Sampai ada
Yang tiba-tiba datang lalu pergi dengan sendirinya.

Menjelang siang baru aku keluar kamar. Lapar.

'Bi tadi ada temannya nyari kerumah'
'Siapa mbok?'
'Yang waktu malam-malam pernah kesini'
'Trus mana orangnya mbok?'
'Ya udah pulang'
Trus aku tlpn ren pakai tlpn rumah

Via suara
'Kenapa ren tadi kerumah?' Tanyaku
'Aku cuma mau ngasih tau aja kalau aku sama sa pacaran. Sa asik banget bi anaknya ternyata, trus ya bi kamu tau gak masa ya dia juga bilang kalau dia suka sama aku dari sd hahaha' kata ren
'Wah selamat ya ren' kataku
'Kamu gapapa bi?' Tanya ren
'Aku baik kok. Udah dulu ya, abangku manggil nih' kataku bohong
'Okeoke' kata ren

Tlpn ditutup aku nangis

Hari senin. Hari pertama kbm.

'Loh bi kok duduk dibelakang lagi?' Tanya ren
'Li kasihan gak ada temen hehe'
'Oiya bi. Menurutmu nih ya aku harus kasih kado apa ke sa? Maksudku hitung-hitung kado jadian gitu' tanya ren
'Terserah sih. Boneka little pony aja ren, feminim banget. Cocok sama sa' kataku

Padahal little pony adalah boneka kesukaanku :)

'Temenin cari ya' kata ren
'Iya' jawabku

Pelajaran pertama yaitu pengenalan diri belum masuk pelajaran

'Little pony kan kesukaan lo bi' kata li yang diam-diam mendengar percakapanku dengan ren. Li tau dari kotak pensil dan gantungan tas serta anting yang kupakai

'Hehehe' jawabku
Pulang sekolah aku izin pakai hp ren ke abang untuk nemenin ren beli kado untuk sa.

Dimall ditoko khusus boneka, aku yang paling semangat ambil boneka pony. Aku tunjuk boneka paling besar harganya, galama aku sadar kalau itu bukan buat aku.

Selesai belanja aku mau ke toilet
Ditoilet aku memeluk boneka pony yang ku bawa. Ren gamau bawa, katanya malu

'pony coba aja kamu bisa masuk kekamarku'

Lalu aku keluar.
Pulang
Sampai dirumah tbtb asmaku kambuh. Dirumah gak ada orang waktu itu. Mbok ke acara pengajian. Aku duduk disofa ruang tamu. Aku tlpn abang gak diangkat, aku tlpn ren gak diangkat. Inhaler rasanya seperti tidak ada pengaruhnya untukku. Aku pingsan dan saat sadar sudah di rs
Siapa yang bawa ke rs?

Satpam rumahku. Ku berhutang nyawa dengan satpam kesayanganku.

Saat itu aku udah di ugd, ada abang dan orang tuaku. Abang terlihat sangat kacau. Alat jantung terpasang didadaku, alat bantu pernapasan, bahkan infus. 4 hari katanya aku gak sadar. Kacau
'Bi maafin abang ya. Maaf abang gabisa jaga bi, abang janji gak akan biarin bi sendirian lagi. Abang minta maaf bi' kata abang sambil memelukku. Itu kalimat yg aku dengar sebelum akhirnya aku kembali ke alam bawah sadarku.

Sehari kemudian aku sadar kembali. Engga gapingsan lagi
Aku dipindah ke ruang rawat inap. Saat itu ada abang dan ayah. Ibu? Sedang pulang mengambil keperluanku. Mendadak masuk rumag sakit disaat orang tuaku tidak berada satu pulau denganku adalah hal yang biasa. Tapi mereka selalu datang saat itu juga. Aku sayang mereka
Hampir 2 minggu aku tidak masuk sekolah dan di rawat. Li hampir setiap hari membesukku dan mengajariku materi yang ketinggalan. Ren? Dia belum membesukku sekalipun, mungkin sedang bersama sa :)

Hari terakhir aku dirawat ibu dan ayah sudah terbang ke Bengkulu. Mbah datang
2 hari kemudian aku masuk sekolah. Teman-teman kelasku juga baik, mereka perhatian denganku.
Ren? Entah sejak kapan dia pindah ke barisan pojok dan tidak menegurku padahal aku sudah berusaha menegurnya.

Sampai pelajaran olahraga aku tidak ikut karena tidak diperbolehkan dokter
Untuk melakukan aktivitas yang membuatku lelah. Bahkan sekolahpun belum diperbolehkan.

Aku sendiri di kelas, hanya tiduran. Lalu ada adik kecil yang malu-malu mengintipku dari pintu kelas.

'Kenapa?' Tanyanya
'Apa?' Tanyaku
'Kamu kenapa lemas?' Tanyanya
'Aku gaenak badan' kataku
'Oh gitu. Kemarin ada kejadian menyenangkan disini' katanya
'Kemarin aku gamasuk' kataku
'Yamakanya aku kasih tau. Mau tau?' Katanya
'Apa?' Tanyaku
'Kau tau anak yang duduk disini? Kemarin dia bertengkar dengan pacarnya' katanya sambil menduduki bangku ren

Ren bertengkar dgn sa?
'Kenapa?' Tanyaku
'Entah. Aku datang disaat si perempuan bilang ingin putus. Dan mereka putus'

WHAT? REN DAN SA PUTUS. KENAPA?

'kok bisa?' Tanyaku
'Kamu banyak tanya. Aku gatau. Masih untung ku beritahu' lalu dia hilang
'Dasar gapunya sopan santun' kataku
Lalu aku kebawah. Mencari ren.

Dia gak ada dilapangan dan gak ikut jadwal olahraga. Kemana dia?

'Perpustakaan' kata anak yang tadi dikelas
'Terimakasih'

Lalu aku lari ke perpustakaan. Tak perduli dengan nanti aku yang kembali sesak. Aku ingin tahu kenapa
Saat didepan perpustakaan aku agak takut membukanya. Karena didepan perpustakaan aja udah ada k.anak berdarah

Setelah isi buku pengunjung. Aku cari ren yang lagi tiduran di pojokan meja

'Ren' tanyaku pelan
'Ren' sekali lagi

Ren tertidur
Aku duduk di sampingnya
Ku bangunkan sekali lagi dan berhasil

'Hi ren' kataku kaku
'Kenapa kamu disini bi?' Tanya ren
'Kamu kenapa ren? Kamu kenapa ngejauhin aku? Kamu bilang aku jangan menjauh dari kamu tapi kenapa malah kamu yang ngejauh?' Kataku hampir nangis
'Kamu bilang kita sahabat
Tapi kemarin 2 minggu aku dirumah sakit. Kamu gak datang sekalipun. Kamu kenapa?' Tanyaku yang mulai menangis
'jangan nangis bi. Pulang nanti kita ke*** ya' kata ren

Selesai jam olahraga ren kembali duduk didepanku. Aku rasa ren punya 2 kepribadian. Mendadak aneh mendadak normal
Seperti yang dijanjikan. Aku dan ren pergi ke pinggir sawah sudah dengan izin abang.

Ren pesan kelapa hijau.

'Aku putus sama sa' kata ren membuka pembicaraan
'Aku tau' jawabku
'Dia ngelarang aku untuk dekat denganmu. Aku gabisa memenuhi permintaannya. Dia suruh pilih antara dia dan kamu. Aku bilang aku gabisa milih diantara kalian berdua. Dia marah dan mutusin aku depan kelas' jawabnya
'terus kenapa tadi kamu pindah tempat duduk?'
'Itu sa yang nyuruh. Dia gamau aku dekat sama kamu. Aku coba nurut. Saat aku mau besuk kamu, dia selalu merengek untuk ditemani. Aku iyakan. Aku tanya kamu lewat li, aku sempat merasa bersalah saat aku gak ngantar kamu kerumahmu sampai akhirnya ku tau kamu pingsan setelah
Nemenin aku beli boneka untuk sa. Dan boneka itu, boneka kesukaanmu. Maafin aku bi. Aku bukan sahabat yang baik' kataren memandang kearahku

'Maaf ya ren karena aku kamu putus sama sa' jawabku

'Sebenarnya aku gak ada niatan pacaran sama sa. Kamu tau aku gasuka pacaran' katanya
Dalam hatiku
'Ya terus ngapain kamu nembak dia dilapangan, taplak'

'Malam sebelum aku nembak sa. Sa nembak aku. Aku senang jadi aku terima. Tapi sa mau aku yang menembaknya didepan teman-teman kelasnya'

'Perasaanmu gimana sekarang?' Tanyaku
'Lega. Aku lega bisa cerita semua kekamu. Aku lega tau kamu baik-baik aja. Percaya bi setiap malam setelah antar sa pulang aku selalu berhenti didepan rumahmu untuk memastikan kamu baik-baik aja tapi kamu masih dirumah sakit waktu itu' kata ren
'Ayo ikut aku ren' ajakku

Lalu kita jalan ke tengah sawah, menikmati sejuknya persawahan.

Ren kembali menjadi ren sahabatku yang menyebalkan

Keesokan harinya saat aku dikantin sendiri sa menghampiriku

'Apa kabar bi?' Tanyanya
'Baik sa' jawabku
'Gue udah putus sama ren. Puas?'
'Puas yang gimana?'
'Ya lo puas kan bisa deketin ren sebebasnya' katanya
'Aneh' lalu kutinggal kekelas

Disaat itu juga aku tersadar kalau dipundak sa ada sosok kepala tak bertubuh.
'Kenapa bi?' Tanya li
'Itu sa tadi datengin aku dikantin. Aneh dia masa marah-marah' kataku
'Ya jelas aja sih dia emosi sama lo. Ren lebih milih lo daripada dia' kata li
'Emang kemarin berantemnya gimana?' Tanyaku penasaran
'Ya gitu. Sa nangis-nangis gajelas trus mutusin ren'
'Yang mutusin dia kok yang disalahin aku. Bingung aku. Kita aja belum sebulan loh jadi anak smp udah main pacar-pacaran aja' kataku

'Hahaha. Eh iya. Besok kita udah mulai latihan karate loh bi' kata li

'Serius? Asik' jawabku

Aku bukan anak tomboy kaya li. Hanya aku suka karate
Saat jam kosong karena guru harus rapat
'Bi aku laper nih. Kantin yuk' ajak ren
'Akuu ngantukk. Males kekantinnya. Tapi laper' jawabku malas
'Eh ren mau kemana? Woy woy ikut' teriakku yang udah ditinggal ren keluar kelas

Dikantin. Dimeja tengah dekat tv tempat favorit ku dan ren
'Kamu mau makan apa?' Tanya ren
'Bakso enak kayanya' jawabku
'Bentar' kata ren

Dipojokan aku liat sa bersama teman-temannya lagi memandang aneh ke arahku.
Galama li datang menghampiriku

'Woy' ngegebrak meja yang aku tiduri

'Kaget cinderella' kataku

'Hahahaha' kata li ngakak
'Liat liat para dedemit lagi ngeliatin malaikat. Iri kayanya' kata li

'Siapa dedemit siapa malaikat?' Tanyaku

'tuh sa dan teman-temannya yang dedemit. Kitamah malaikat' jawab li sembarangan

Aku ketawa receh karena sa kalau ngomong suka pedes

Ditempat bakso aku liat ren
Yang lagi tersenyum ke arahku. Duhai sahabatnya ganteng hahahaha

'Li kamu gak makan?' Tanyaku
'Nih aku bawa bekal, dibawain bunda' jawab li memamerkan tupperware warna merah
'Buka dong. Aku laper nih. Ren lama dari tadi' seruku

Dibukalah isi bekal li.
Nasi merah, ayam bakar, tempe dan tahu serta sayur

'Buset dah. Kamu habis makan sendirian gini?' Tanyaku
'Buat 2 kali makan biasanya' jawab li
'Tapi kayanya skrg satu kali makan aja deh. Kan ada aku' kita berdua ketawa

Ahhh Tuhan aku bahagia ada li dan ren
Pas aku lagi makan, ren datang bawa 2 mangkok bakso dan 3 botol air mineral.

'Trus ini bakso gimana kalau kamu udah makan bekalnya?' Tanya ren
'Tenang. Aku sama li masih sanggup makan kok' jawabku
'Yaudah makan yang banyak' jawab ren
Dan ren juga ikut bergabung makan
Saat itu kantin lagi rame-ramenya. Saat itu juga aku lihat kak byan yang sedang tersenyum ke arahku ya aku senyum baliklah.

'Emang lo kemarin ditembak sama kak byan bi?' Tanya li

'Iya. Cuma aku tolak. Aku takut pacaran' jawabku

'Bagus bagus. Anak pintar' kata ren
'Ren lo ikut ekskul apa?' Tanya li

'Basket' jawab ren

'Ah sial gue ketemu lo lagi' jawab li bercanda

'Emang kamu ikut basket juga li?' Tanyaku

'Iya hahaha' jawab li

'Abis ini main yuk kerumah bi' ajak li

'Boleh aja sih. Yuklah' kataku

Ren? Dia menganggukkan
Jangan anggap ren main cuma sama aku dan li. Teman dia banyak banget walau belum satu bulan bahkan dia udah berteman baik sama alumni. Banyak yang suka sama ren, bahkan kakak kelas juga. Hanya ren terlalu cuek dengan orang apalagi perempuan yang gak dia kenal. Gak nyaman katanya
Pernah satu hari dimana benar-benar pulang cepat. Aku dan ren nongkrong sama para alumni. Ren bukan tipikal anak negatif. Dia gak ngerokok. Bahkan sesama cowo sepantaran dia menghormati. Ren sangat amat menghormati orang yang lebih tua darinya. Itulah kenapa semua orang suka ren
Masuk smester 2

Senang, sedih, tangis dan tawa aku lalui sama-sama bersama 2 sahabat baikku. (Walau ren gak nangis depan aku dan li) makin lama aku makin mengenal ren lebih dekat, aku dekat dengan mamanya dan papanya ren juga bunda dan abinya li. Mereka juga dekat dengan abang
Sa kabarnya udah punya pacar lagi. Ren? Biasa aja

Pernah satu hari setelah sebulan kejadian putus dengan sa. Sa nangis-nangis didepan kelas memohon balikan sama ren. Ren gamau jelas. Dia tetap memegang teguh tidak pacaran

Hari dimana aku lomba karete bersama li mewakili sekolah
Ren ikut izin pelajaran. Memberiku dan li semangat katanya. Kabar baiknya sekolahku juara 1 karateka antar sekolah. Dapat uang lumayan untuk beli hp dan makan bersama. Hp baru pertama dari keringatku sendiri.

Bahagia.
'Bi kayanya gue kelas 2 nanti pindah sekolah' kata li tiba-tiba saat aku baru datang kesekolah

'Ah seriusan kamu? Jangan bercanda' kataku

'Iya seriusan, orang tuaku mau balik kekampung' jawab li

'Yah serius? Ahhhhh mau nangissssss' dan benar aku nangis

Ren datang panik
'Kenapa bi? Kamu sesak?' Tanya ren

'Engga. Li mau pindah sekolah. Ren bilang ke li dong jangan pindah' tanya ku masih nangis

'Seriusan li?' Tanya ren

'Iya ren. Kelas 2 gue udah pindah' jawab li

Dengan mata bengep aku cuci muka kekamar mandi ditemani li

'Maaf ya bi' kata li
'Iya li gapapa kok. Kamu janji ya harus baik2 nanti kalau udah disana. Jangan lupain aku pokoknya gaboleh' kataku sambil mencuci muka ditemani k.anak di belakang pintu

'Kan gue pindah masih kenaikan kelas bi. Elah tenang aja. Kalo perlu tiap detik deh gue chat lo terus' kata li
'Hehehehe aku sayang kamu li. Seriusan deh' kataku

'Gue malah takut lo kaya gini ren dr pd bengong grgr liat hantu' kata li bercanda

Saat jam pelajaran bahasa inggris kita harus bikin kelompok dan membawakan lagu bahasa inggris
Waktu kelompok kita ber4, ren,aku,li dan pyu

Ren main gitar
Li main cajon
Aku vocal, karena aku gabisa alat musik
Pyu main saxophone

Dan kita bawain lagunya Jason Mraz - I Won't Give Up

Sekolahku punya ruang musik sendiri. Jd kita gak ganggu kelas lain
Eh ralat bukan ren, hehehe maafkeun
Maaf. Itu maksudnya paling besar badannya -__- typo ke harganya :( maafkan aku
Maksudnya sahabatku ganteng. Maaf ya suka typo
PENGUMUMAN⚠️⚠️

Karena Ren besok harus ke Gorontalo dan sekitarnya. Jadi untuk pov Ren, aku hapus ya guys karena kalau nunggu pov Ren bisa lama banget aku updatenya.

Enjoy

Love, Bi❤
Hari itu weekend. Aku dan Ren berkunjung ke rumah Li. Kita nonton film bersama. Entahlah aku sendiri juga bingung kenapa aku malah takut nonton film horor. Posisiku saat nonton ditengah, kedua tanganku kumasukan ke jari-jari tangan ren dan li. Sesekali kupeluk Ren karena kaget
'Nyamuk nyamuk nyamuk' kata li menyindir aku dan ren
'Sini-sini aku peluk' kataku sambil memeluk li

Kita masih serius nonton film sampai selesai. Saat itu rumah li kosong hanya ada pembantunya karena orang tua li sedang mengurusi kepindahan bisnis mereka
Sampai pas Ren memasukkan motor ke garasi karena tiba-tiba hujan dan li lagi pesan makanan, aku sendiri di balkon kamar li. Ku merasa hawa panas disekujur tubuhku, aku masuk kedalam kamar dikejutkan dengan penampakan hantu merah. Iya sekujur tubuhnya merah dengan mata mengalir
Darah. Aku kira dia hanya singgah, tapi ku salah. Dia mulai menguasai aku. Aku lemah saat itu dan aku pingsan. Tapi galama aku sadar dan aku masih merasa hawa panas di dalam diriku. Aku coba turun ke bawah menemui ren dan li. Aku duduk dianak tangga terakhir

'Okey bi?' Kata li
'Not sure li' kataku mencoba menahan muntah

'Aku mau muntah' kataku sambil berlari kearah kamar mandi

Li menyusulku kekamar mandi
'Kenapa bi?' Tanya li panik
'Bi kenapa li?' Tanya ren yang ikut panik
'Idk tbtb dia muntah-muntah' kata ren
'Gue bikinin teh anget dulu' kata li
Saat kita semua duduk diruang tamu dan aku sedang meminum teh.
'Kenapa bi?' Tanya ren yang jongkok didepanku
'Mual banget' kataku
'Makan apa emang lo tadi?' Tanya li
'Makan roti doang tadi pagi' jawabku
'Guys tadi aku pingsan dikamar li, tp aku hihihihihi' kataku tertawa
Seperti kesurupan yang beberapa kali ku alami. Aku sadar, tp diriku terlalu lemah untuk mengendalikan diri. Makin lama aku lemah dan entah aku kembali kealam sadarku. Itu yang ku ingat terakhir kali.

Sampai saat ku membuka mata, aku berada dimasjid bersama beberapa
Jamaah masjid bersama Ustad dan ustadzah serta Ren dan Li.

'Sudah aman?' Tanyaku, karena aku yakin pasti aku tadi dirasuki
'Kamu aman. Minum airnya dulu' kata ustadzah dan aku meminum air yang diberikan
'Lo serem banget bi tadi' kata li yang masih memegangi tanganku erat
'Aku kenapa?' Tanyaku
'Jadi pas tadi tbtb lo ketawa, gatau kenapa lo malah ngamuk bi. Lo teriak gajelas, lo nendang ren yang berusaha nenangin lo, trus juga lo malah ketawa-ketawa gajelas, mana mata lo semua putih udah gitu sumpah gue gapercaya lo naik tangga tapi gak jalan kaki
Malah merangkak kaya binatang. Lo serem banget. Untung ren langsung minta tolong sama pak ustad yang lagi ngobrol sama satpam tetangga rumah gue. Lo di ruqiyah dan muntah rambut gue ngeri. Gue takut banget lo kenapa-kenapa' kata li semangat menjelaskan
'Makasih ya guys' kataku

Saat itu juga aku diantar oleh Ren kerumah.
'Gapapa bi?' Tanya ren
'Gapapa ren' jawabku lemah

Aku mikir. Kenapa aku bisa selemah tadi hingga mudah dirasuki lagi. Aku masih memikir penampakan yang tadi ku lihat. Saat dirumah abang sedang tidak dirumah
'Aku tunggu sampai abangmu sampai rumah. Baru aku pulang' kata Ren yang sedang berjalan ke arah dapur mengambil cemilan di kulkas

'Makasih ya ren selalu ada buat bi' kataku

'Itulah gunanya sahabat kan?' Kata ren menenangkanku

'Apa aku tadi menyeramkan ren?' Tanyaku
'Sedikit, tapi skrg kamu menggemaskan' katanya berusaha menghiburku

Saat itu ren yang tau kalau aku bosan hanya menonton tv langsung mematikan tv dan mengambil Al-Quran.

'Aku mengaji disini, kamu dengarkan kalau mau kamu bisa tidur disofa' kata ren yang sudah duduk di karpet
Saat mendengar ren mengaji entah aku merasa sangat tenang. Pagi hari aku sudah dikamarku

'Pagi bi, mandi dan sarapan' kata abang yang juga baru bangun. Abang selalu tidur dikamarku setiap aku habis melakukan hal seperti tadi

'Ren tidur dikamar abang. Semalam abang pulang pagi
Kamu tidur di sofa. Ren tidur di karpet. Jadi pas abang datang setelah memindahkanmu kekamar abang membangunkan ren dan menyuruhnya tidur dikamar abang' kata abangku

'Makasih ya bang. Bi mau mandi' kataku setelah memeluk singkat abangku tersayang
Selesai mandi aku turun ke bawah untuk sarapan. Sebelumnya aku kekamar abang untuk memanggil ren
'Ren?' Ucapku sambil mengetuk pintu yang tak lama dibuka oleh ren
'Apa bi?' Tanyanya
'Ayo sarapan?' Kataku
'Iya kamu duluan aja kebawah. Aku mau rapiin tempat tidur dulu' katanya
Aku ke bawah duluan. Sudah ada mbok yang menyiapkan sarapan, abang yang lagi membantu mbok menyiapkan makanan dan aku duduk di kursi sambil menunggu semua siap. Tidak lama ren turun dan duduk didepanku. Wait dibelakang ren ada yang tadi malam merasukiku
'Ren?' Tanyaku
'Iya bi?' Tanyanya

Lalu makhluk merah itu dibelakang ten. Aku melihat Ren tidak merasakan apa-apa.
'Kenapa kamu masih ngikutin aku?' Tanyaku berbicara pada makhluk dibelakang telinga ren
'Apa bi?' Tanya ren
'Dibelakang kamu ren. Makhluk yang semalam merasukiku'
'Aku harus apa?' Tanyanya kaku
'Berdoalah. Kuatkan imanmu' kataku

Abang sudah ahli dalam hal seperti ini. Abang membaca ayat kursi dan beberapa doa pengusir setan. Begitu pula dengan mbok tidak henti-hentinya berdoa. Ku lihat ren tertunduk
'Jangan lemah ren, terus berdoa' kataku
Aku merasa seperti ada dorongan dari dalam diriku. Memacu semangatku. Entah. Yang kurasakan saat itu hanya aku kuat. Ku berdoa dalam hati sembari berjalan ke arah ren. Makhluk itu kebingungan, meringkuk ke bawah dan hilang. Iya dia hilang, tidak. Belum selesai. Tbtb mbok tertawa
Abang yang mengerti ruqiyah langsung berusaha meruqiyah mbok. Aku bantu doa dan ren bantu memegangi mbok. Saat abang memencet jempol kaki mbok, disitu mbok menjerit kuat. Pengang sangat pengang. Hampir setengah jam mbok berteriak, tertawa akhirnya pingsan dan sadarkan diri segera
Mbok menangis dalam pelukanku. Ku antar mbok kekamarku. Takut tidur sendiri katanya. Ku temani mbok yang istirahat dikasurku. Ku bawakan sarapan yang belum sempat kita makan ke kamar. Hari ini sangat berat sungguh berat untuk ren yang benar-benar baru melihat aku dengan cara lain
'Takut ren?' Tanyaku menghampiri ren yang duduk diteras rumah
'Enggak bi. Aku hanya kaget belum terbiasa' katanya
'Hal seperti itu sudah biasa aku alami dari aku kecil. Itulah kenapa tidak ada yang betah berteman denganku' kataku
'Gapapa bi. Aku akan selalu jadi sahabat kamu'
Beberapa minggu setelah kejadian itu. Semua kembali normal. Li? Dia tetap disampingku, tetap berteman baik denganku. Begitupula dengan ren.
'Bawa bekal apa bi?' Tanya ren
'Mbok bawain nasi kari kayanya' kataku
'Jam istirahat masih lama. Aku makan bekal kamu ya. Laper banget'
Lalu ren makan bekalku sebelum guru datang.

Jam istirahat li izin pulang karena harus ikut orang tuanya kerumah neneknya yang baru saja meninggal dunia.

Ren pindah duduk kebelakang kemeja li. Dia selalu senang memegang erat tanganku yang dimasukkan kekolong meja. Aneh
'Pulang mau kemana bi?' Tanya ren
'Ya kerumahlah masa iya ke atap sekolah' jawabku kesal karena tanganku masih digenggamnya dan mulai keringetan
'Jalan yuk?' Ajak ren
'Kemana?' Tanyaku
'Kamu mau kemana?' Tanyanya
'Toko buku aja yuk ren. Kayanya ada novel baru terbit deh' jawabku
'Siap deh' jawabnya

Lalu bel pulang, tanganku akhirnya bebas guys

'Jadi gak bi?' Tanyanya yang lagi merapikan buku-buku. Walaupun cowok, ren senang membawa buku2 tebal kesekolah.
'Ini tuh buat jam kosong. Dari pada gak ada kerjaan mending baca buku' jawabnya setiap ku tanya
'Jadilah. Tapi bentar ya aku mau ke toilet dulu' kataku
'Aku tunggu di gerbang ya' jawab ren sambil berjalan keluar kelas

Saat dikamar mandi aku berpapasan dengan sa.
'Hi' katanya
'Hi sa' jawabku

Lalu sa keluar kamar mandi dan aku masuk kesalah satu kamar mandi. Saat selesai
Pintu kamar mandi tidak bisa dibuka. Sudah ku gedor-gedor pintu tetap tidak bisa terbuka. Bodohnya aku panik dan napasku tiba-tiba sakit, asmaku kambuh. Aku tlpn ren minta bantuan. Pada tlpn ke 5 dia baru menjawab
'Ren ahhhh as-ma ku haah kam-buh' kataku sambil mencoba bernapas
Sialnya inhalerku sudah habis pada semprotan ke 2
'Bi?' Kata ren panik sambil menggedor pintu kamar mandiku. Dan posisi aku sudah duduk dilantai kamar mandi tapi tidak pingsan
'Bentar ya aku cari besi. Ini digembok dari luar pintunya' kata ren. Aku berusaha setenang mungkin
Pintu berhasil dibuka, aku digendong kepala sekolah (yang bertemu ren di tangga saat ren mencari besi untuk membuka pintu yang digembok) dibawa kerumah sakit memakai mobil kepala sekolah. Ren dan beberapa guru turut mengantarku ke rumah sakit. Aku dilarikan di ugd (lagi)
Rasa saat asma kambuh, bernapaspun sakit.
'Bernapas dengan tenang, terus begitu. Tenang, jangan panik. Kamu aman dik. Bernapas dan jangan pejamkan mata. Terus bernapas dengan tenang. Pelan-pelan saja bernapasnya' instruksi dokter laki-laki yang mencoba membantuku bernapas
Saat napasku sudah mulai membaik ibu datang dan memelukku.
'Maaf ya bu, bi bikin khawatir' kataku sambil terbatuk. Sakit sangat sakit
'Jangan berbicara dulu sayang. Bernapaslah dengan tenang' kata ibu setenang mungkin

Saat itu juga aku dipindahkan ke ruang rawat inap(lagi)
Masih dengan oksigen dihidungku, ren dan beberapa guru serta kepala sekolah masuk ke ruangan.

'Kami sudah dengar semuanya bi. Kemungkinan besar siswi yang menguncimu dikamar mandi' kata guruku

Aku berpikir sejenak. Saat dikamar mandi aku bertemu sa, apa mungkin sa sejahat itu?
Kepala sekolah mendapat laporan dari staf disekolah yang mengawasi cctv (setiap lorong dan sudut sekolah ada cctv bahkan dikelas) bahwa yang terakhir masuk dan keluar setelah aku adalah siswa kelas 3. Kak Han. Aku tidak terlalu kenal dia
Flashback

'Bi kelas 7B? Kata seorang siswa yang menghampiriku dikantin saat jam pelajaran olahraga

'Iya kak' kataku

'Boleh minta nomor hpnya gak?' Katanya

'Aku gak punya hp kak. Maaf. Kalau mau nomor ibu atau abangku' jawabku. Saat itu aku memang belum memiliki hp
Lalu di marah
'Boong banget lo gak punya hp. Kalo gamau ngasih ya bilang gausah boong' katanya marah

Setelah itu aku tidak pernah mencoba berada disekitar yang ada dia.

Flashback off
'Saya mau siswa yang bernama han mendapat sanksi pak kalau memang benar dia melakukan tindakan kriminal. Saya akan tuntut dia ke jalur hukum' kata ibu berbicara setenang mungkin.

Aku nangis. Memikirkan kalau aku mati dikamar mandi dan jadi hantu :(
Aku kira cerita-cerita jahat begini hanya ada di novel-novel yang sering ku baca tapi setelah mengalaminya langsung aku berpikir kalaau ternyata manusia lebih jahat dari pada hantu. Ehtahlah~
Sorenya aku minta pulang kerumah. Dadaku masih nyeri. Saat dikamar aku tiduran memakai oksigen (kaya yang difilm tfos cuma gak aku bawa kemana-mana tabung oksigennya)

Ren menjagaku dikamar bersama abang. Bahkan abang memindahkan PSnya kekamarku. Katanya biar dia gak ketiduran
'Ibu ke sekolah bi dulu ya' kata ibu
'Iya bu' kata abang

Iya, ibu langsung kesekolahku untuk melihat bukti-bukti kejadianku disekolah. Bahkan setelagnya ibu mendatangi rumah kak han untuk meminta pengakuan bersama pengacara keluarga kami. Ibuku terbaik
Yang bilang ibuku lebay saat itu.

Posisikan kalian yang punya adik/kakak dibully dan hampir meninggal. Pasti bertindak seperti ibuku atau bahkan lebih. Untuk meminta keadilan
Ibu pulang malam sekali.

Ren sengaja menginap dirumahku, tidur dikamar abang dan abang dikamarku. Mereka bergantian menjaga agar oksigenku tidak habis mendadak. Karena aku masih belum bernapas dengan normal saat itu. Abang membeli inhaler hampir 10, katanya biar tidak terulang.
Keesokan harinya. Aku sudah lepas oksigen. Duduk dibalkon dengan baju tidur bergambar binatang-binatang dan sendal kelinci kesayanganku.

'Ibu udah proses jalur hukum bi' kata ibu memelukku sebentar dan mengecup pucuk kepalaku.

'Iya bu' jawabku singkat
Tidak lama kita semua kumpul di meja makan bersama ren dan mbok.

'Lusa persidangan kasusnya yah' kata ibu sambil mengotak-atik hpnya. Ayahku yang saat itu berada di Lombok langsung terbang pulang.
Walaupun dimata kalian mungkin spele. Tapi untuk khasus pembullyan
Ini sangat penting. Dan mentalku down, aku gak masuk sekolah hampir 1 bulan.

Kak Han di kenai sanksi skors dari sekolah selama 6 bulan padahal sebentar lagi UN dan dikenai pidana 16 hari karena masih dibawah umur serta pembinaan komnas HAM sampai memiliki KTP.
'Siap kesekolah bi?' Tanya ren yang sudah duduk dikursi teras.
'Gatau ren' kataku lemah
'Semangat dong' kata ren sambil merangkulku

Saat dimotor aku tidak melepas peganganku pada jaket ren. Sampai diparkiran motor kakiku seperti mati dan kaku.

'Semua akan baik-baik aja' katanya
Baru melangkah masuk ke gerbang sudah banyak yang melirikku penasaran, melihatku dari ujung kaki sampai kepala. Wtfood apa salahku?
Bahkan kakak kelas 3 pun berani menegurku saat ada guru lewat

'Lemah banget sih lo jadi cewe. Baru gitu aja udah bikin nama sekolah kita jelek'
Namun tbtb li datang dari belakangku
'Seengaknya kita sering mengukir prestasi untuk sekolah. Lo bisa apa? Dikelas aja lo bego mau sok-sok bela nama sekolah. Susah ya veteran kalo punya mulut gede bener' kata lo emosi

'Lo ngatain gue apa barusan?' Kata kakak kelas itu

'Bego'
'Ya emang dasarnya lo bego. Kalo lo pinter ya lo cari lawan sebanding sama lo. Merasa paling oke mentang-mentang kakak kelas dan VETERAN. Berani cuma mulut doang sama gincu menor, gue senggol juga ntr lo nangis' kata li menekankan kata veteran

'Udah li udah' kata ku
'Tunggu diluaran' katanya lalu pergi karena merasa dipermalukan li dikoridor kelas

Lalu teriakan dan tawa tbtb pecah saat anak2 yang tadinya diam melihat pertengkaran mulut antara kelas 1 dan kelas 3.

Dikelas tidak ada yang melirik sinis ke aku. Semua merangkulku, menguatkan.
Saat pulang sekolah, kakak kelas tadi ternyata sudah menunggu kami di persimpangan jalan bersama beberapa temannya.

Hanya ada li dan aku dibelakangnya.
Ren? Dia menunggu diparkiran

'Ini urusan wanita ren. Lo gausah ikut. Lo pantau aja kita dari jauh' kata li menyakinkan
'Mau ngapain nungguin gue disini panas-panas?' kata li
'Kok lo sok banget sih?' Jawabnya
'Gue biasa aja. Mungkin karena lo udah ganggu sahabat gue jd gue ikut adil' kata li

Saat itu li yang tidak siap tbtb ditampar. Panas aku melihat air mata tbtb mengalir. Tidak li tidak nangis
Li yang masih bersabar mencoba tetap diam.

'Yaelah tangan lo kasar amat padahal cewe' kata li
Kakak kelas yang ku panggil kak ste itu marah, emosi. Hampir li kena pukul tapi tidak karena dia menghindar. Kak ste jatuh dagunya mencium aspal dan berdarah.

Teman2nya ketawa. What?
Tidak. Tidak ada yang membantu kak ste. Asal kalian tau, li walaupun baru kelas 1 sudah karateka sabuk hitam ban 3. Namanya terkenal diantara sekolah satu lingkungan daerahku. Bukan karena pandai berkelahi. Hanya dia terlalu lincah untuk berkelahi walaupun perempuan
Saat itu kak ste yang menangis karena jatuh tbtb pergi. Ku melihat masih ada dandam di hatinya. Harus bersiap menerima bullyannya lagi huhhh.

'Gue yang jaga lo selama gue masih sekolah disini' kata li merangkulku. Dan kami pulang dengan damai.
'Liburan kenaikan kelas mau kemana nih?' Tanya li
'Pengen banget ke Bromo' jawabku sambil tiduran. Iya li ikut kerumahku bersama ren.
'Ngapain ke Bromo?' Tanya ren
'Ih disana bagus tau. Dulu aku pernah kesana sama abang tp duluuu banget sampe gainget pernah apa engga' jawabku
'Males ah. Ngapain banget' jawab ren
'Tumben kamu gak setuju sama rencanaku' jawabku
'Emang harus selalu setuju sama kamu? Engga kan?' Kata ren

Pernyataan itu cukup membuatku nyeri didada.
'Oh yaudah ehehe' jawabku

Lalu kita fokus nonton film. Ren? Dia bilang mau pulang
'Kok pulang?' Tanyaku saat dia izin
'Gapapa sih aku lagi bosen aja. Jd mau sendiri dulu' jawab ren

Pas dia ingin keluar rumah aku kejar dia

'Kamu kenapa ren? Kok mendadak beda gitu?' Tanyaku
'Gapapa. Aku cuma sedikit bosan dan lagi pengen sendiri. Aku pulang ya' katanya
Liburan kenaikan kelas menjelang 3 hari lagi. 3 hari juga ren benar-benar nyuekin aku dan li. Aku mikir apa salahku ke ren, bahkan pernah satu malam aku tlpn ren dan direject begitu juga dengan li. Aku coba ke mamanya ren, katanya kalau dirumah sikap ren biasa aja
Hari pembagian raport aku, li dan ren naik kelas. Peringkat ren tepat dibawahku peringkat 2 dan li peringkat 4. Menyenangkan bukan?

Setelah pulang tbtb ren menarik tanganku
'Ayo ikut' ajaknya sambil menyuruhku ikut ke parkiran motor
'Kemana?' Tanyaku bingung
'Ikut aja' katanya
Aku nurut. Sampai di rumahnya dia aku disuruh nunggu diruang tamu.
Dia memberiku amplop
'Buka' perintahnya

Aku buka, dan isinya?

'WHAT? DEMI APA KAMU BELIIN INI REN? WAAAAAHH AKU SAYANG BANGET SAMA KAMU SUMPAH ASLI DEH. MAKASIHHHHH' teriakku sambil memeluknya bahagia
Iya dia udah pesan tiket pesawat pulang pergi untuk liburan ke Bromo. Gak cuma aku dan ren tapi juga abang. Lengkap bersama penginapannya. Ren gak beli untuk Li karena sepulang pembagian raport li sudah harus terbang ke kota tempat dia pindah
'Happy?' Tanyanya
'Parah bukan main. Tapi masih sedih grgr kamu cuekin aku loh kemarin' kataku sambil berjalan ke dapur ambil air
'Sengaja, biar kamu bete aja sama aku' katanya
'I love you bi' kata ren
'I love you too ren' kataku
Lalu kita berdua ngakak karena ucapan aneh kita
UNTUK CERITA YANG DI BROMO ADA DI THREAD SEBELUM INI DAN JUGA CERITAKU KELAS 3 SMP.

CERITA KE BAWAH ADALAH CERITA SATU TAHUN TERAKHIR INI :) ENJOY
Beberapa tahun kemudian⚠️

'Bi ikut aku sebentar yuk ke kantor. Mau ambil hasil presentasi' katanya
'Aku prepare dulu' jawabku

Jadi, setelah kita lulus SMA (yang juga satu sekolah) aku memutuskan untuk kuliah jurusan bahasa korea
Dan ren juga mengambil jurusan management bisnis. Kita beda universitas. Ren lanjut kuliah di Australia dan aku masih stay di Indonesia karena harus menjalankan bisnis keluargaku. Abang kuliah jurusan Arsitektur di Singapur. Ren sempat tertarik dengan bule sana
Ralat bukan ren. Tapi bule sana yang tertarik dengan ren hahahaha.

Ren wisuda 2 tahun lebih cepat, susah orang pinter.

Dan dia melanjutkan perusahaan papanya yang beberapa tahun lalu memilih pensiun
Saat itu 22 Oktober 2017, saat ren mengajak ku dari rumahnya untuk ke kantor

'Kamu tunggu dimobil dulu ya bi. Aku mau beli air' kata ren didepan minimarket

Setelah ren membeli minuman, tbtb dia merogoh kantung celananya yang susah karena duduk. Aku masih fokus ke kerjaan
'Bi?' katanya
'Apa?' Tanyaku yang masih fokus ke kerjaanku
'Bisa nengok ke aku sebentar? Tolong' katanya sambil ku menutup laptop dan beberapa jurnal lainnya

'Aku tau aku gak romantis ya dari dulu kita kenal, aku tau aku gak ngasih kepastian tentang hubungan kita. Waktu smp
Aku pernah bilang kan kalau aku cuma mau sama kamu aja. Walau kita tidak benar-benar terikat dalam status hubungan yang jelas. Bi terimakasih ya karena udah menemani aku, masih tetap disampingku saat aku jatuh dan kembali bangkit. Kamu wanita kedua setelah mama yang aku cinta
Bi. Aku gangerti gimana menjelaskan aku sayang dan cinta sama kamu. Aku tau aku gak peka sama semua kemauan kamu. Tapi aku cuma mau kamu. Bi terimakasih untuk waktu hampir 15 tahun bersama dengan aku. Bi (dia menyebut nama panjangku) menikahlah denganku?' Kata ren yang keringetan
Sambil mengeluarkan cincin yang tadi susah payah dia keluarkan dari saku celananya.

Aku? Nangis kejer banget. (Ini aja nangis lagi)

'IYA IYA IYA' kataku teriak dalam mobil

Ps: sebenernya gak 15 tahun sih. Ini cuma aku aja yang melebih-lebihkan ehehe.

Ceritanya selesai ya guys
Untuk pertama kalinya selama berteman dan pertama kalinya mengenal ren dia bisa seromantis itu.

Dear ren (yang pasti nanti baca)

Terimakasih untuk setiap detik selalu setia disamping aku. Rayulah Tuhan kita agar jalan menuju segalanya diberkahi hingga kita menjadi halal. I❤U
Missing some Tweet in this thread?
You can try to force a refresh.

Like this thread? Get email updates or save it to PDF!

Subscribe to 🐝🐝🐝
Profile picture

Get real-time email alerts when new unrolls are available from this author!

This content may be removed anytime!

Twitter may remove this content at anytime, convert it as a PDF, save and print for later use!

Try unrolling a thread yourself!

how to unroll video

1) Follow Thread Reader App on Twitter so you can easily mention us!

2) Go to a Twitter thread (series of Tweets by the same owner) and mention us with a keyword "unroll" @threadreaderapp unroll

You can practice here first or read more on our help page!

Follow Us on Twitter!

Did Thread Reader help you today?

Support us! We are indie developers!


This site is made by just three indie developers on a laptop doing marketing, support and development! Read more about the story.

Become a Premium Member ($3.00/month or $30.00/year) and get exclusive features!

Become Premium

Too expensive? Make a small donation by buying us coffee ($5) or help with server cost ($10)

Donate via Paypal Become our Patreon

Thank you for your support!