Profile picture
Agung Suryaningrat @Surya_Nusantara
, 182 tweets, 22 min read Read on Twitter
Ada tulisan seorang sahabat...
SORGA NERAKA & POLITISASI AGAMA

Sebenarnya saya malas bicara soal sorga neraka. Membahas eksplorasi ruang angkasa, penemuan sains terbaru dan hipotesa kuantum terkini sebenarnya jauh lebih menarik dan merangsang kecerdasan berpikir kita.
Tapi saya sadar disinilah letak masalah terbesar bangsa ini dimana ada banyak orang yang menggunakan slogan agama dan propaganda sorga neraka untuk memanipulasi massa demi kepentingan politik dan ambisi berkuasa.
Itulah sebabnya saya merasa harus membahas masalah ini secara tuntas, gamblang, jujur, terbuka, tanpa basa basi dan tanpa tedeng aling-aling.
Surga neraka dari dahulu selalu jadi bahan pemikiran dan pembicaraan banyak orang. Di sisi lain konsep mengenai surga neraka ini juga telah memicu banyak perdebatan, permusuhan, pembunuhan hingga peperangan di sepanjang sejarah umat manusia.
Perang Salib yang terjadi antara kaum Muslim dan Kristen selama hampir 200 tahun (1095-1272) adalah salah satu contohnya.
Di masa kini kita juga menyaksikan slogan agama kembali digunakan sebagai alat politik untuk menyingkirkan pihak lawan dan bersaing secara tidak sehat demi meraih kekuasaan seperti aksi boikot mayat
dan kampanye politisasi agama yang menyatakan bahwa orang yang memilih calon pemimpin politik tertentu bakal masuk neraka dan orang yang memilih calon lain tertentu bakal masuk surga.
Kita bisa belajar dari sejarah betapa kejahatan dan kekejaman yang bisa dilakukan manusia kepada sesamanya bisa sebegitu mengerikan sebagaimana yang dilakukan oleh NAZI Jerman di era PD II yang membantai 6 juta kaum Yahudi atas dasar ras ataupun
kejahatan yang dilakukan Turki Utsmani di era PD I yang membantai 1,5 juta warga Armenia atas dasar agama. Puncak kebodohan, kejahatan dan kebiadaban manusia di jaman modern ini kembali dipertunjukan oleh ISIS dengan ideologi radikalismenya.
Dengan mempelajari fenomena ISIS kita akan mengetahui hingga sejauh mana potensi kejahatan yang bisa dibuat oleh manusia dengan memanfaatkan bungkus, kedok dan ego agama. Berikut ini adalah daftar kekejian ISIS yang sempat terekam dan dilaporkan oleh berbagai media:
ISIS pernah membantai 5000 orang Yazidi yang dianggap kafir. 3000 gadis Yazidi telah diambil sebagai budak seks oleh ISIS. ISIS pernah penggal kepala 879 warga sipil non muslim. ISIS pernah memenggal seorang remaja lelaki 14 tahun lantaran tidak shalat Jumat.
ISIS pernah bunuh para wanita hanya karena berpakaian ketat atau karena bepergian sendiri tanpa ditemani muhrim. ISIS pernah rajam dan melempari batu sampai mati kepada 2 gadis berusia 16 dan 17 tahun hanya karena dituduh melakukan zina.
ISIS juga pernah bunuh 100 orang yang dituduh murtad. ISIS pernah membunuh dan menggantung 2 remaja berusia di bawah 18 tahun hanya karena tidak puasa Ramadhan dan menyalibkan 3 orang yang membatalkan puasa.
ISIS pernah menggunakan mesin adonan roti untuk melumat 250 anak hingga tewas. ISIS bahkan mengajarkan kepada anak laki-laki berusia 4 tahun untuk memenggal kepala ibunya sendiri.
ISIS membunuh seorang sandera, memutilasi sandera itu, memasaknya, dan menyuguhkannya kepada sang ibu yang ingin menengoknya. Militan ISIS bermain sepak bola dengan kepala manusia.
ISIS pernah membakar 45 orang hidup-hidup. ISIS pernah gorok 250 sandera wanita yang menolak jadi budak seks. ISIS memperkosa wanita di depan umum. ISIS menelanjangi dan menjual sandera wanita sebagai budak seks.
Perempuan sandera ISIS mengaku diperkosa 30 kali oleh kawanan ISIS hanya dlm satu hari. Militan ISIS pernah memperkosa gadis cilik yg berusia 8 tahun. Seorang anggota ISIS yg tertangkap bahkan mengaku dia sudah memperkosa lbh dari 200 perempuan dan membunuh setidaknya 500 orang.
Ada juga anggota ISIS yang membunuh ibu kandungnya di depan umum karena tidak setuju dirinya bergabung dengan ISIS. Ada juga anggota ISIS yang bunuh ayahnya sendiri yang tak setuju dirinya masuk ISIS.
Ada pasangan suami istri ISIS yg menjadikan anak gadisnya berusia 7 dan 9 tahun sbg pelaku bom bunuh diri dan ayahnya sendiri yg menekan tombol detonatornya. Seorang suami tega membunuh menusuk istrinya sendiri di hadapan 3 anaknya karena istrinya tdk setuju dia gabung dgn ISIS.
Yang mengkhawatirkan, ternyata ideologi ISIS ini sudah masuk ke Indonesia. Ada 671 warga Indonesia yang sudah bergabung dengan ISIS termasuk seorang Direktur PTSP BP Batam dan keluarganya. Bendera ISIS berkibar saat ada demo di Bundaran HI.
Selebaran dukungan kepada ISIS juga beredar di Bukittinggi. Media Australia, ABC net.au, mengungkap ada 41 masjid di 16 provinsi di Indonesia yang dianggap sebagai pendukung ISIS.
Survei SMRC jg menunjukkan sekitar 10% penduduk Indonesia yang memiliki pandangan yg mirip dgn ideologi ISIS. Lembaga riset global Pew Researce jg merilis bahwa Indonesia termasuk kategori negara yang 4% penduduknya (at sekitar 10 juta org) mendukung pandangan dan gerakan ISIS.
Ada juga ormas agama yang berbaiat dan bersumpah setia kepada ISIS dan seorang pemuka agama di Indonesia yang mendukung ISIS secara terang-terangan dengan mengatakan bahwa ISIS adalah saudara seperjuangan dan haram hukumnya menghujat dan mengutuk ISIS.
Meskipun radikalisme yang berkembang di Indonesia belum mencapai tahap ekstrem seperti yang terjadi di Suriah, Irak, Afhganistan, Pakistan dan Nigeria tapi benih ideologi dan gejala sentimen agama yang mengarah kesana sudah ada dan terus berkembang.
Sudah sering kita mendengar massa yang menyegel, menutup paksa, melarang pembangunan, merusak, membakar hingga mengebom rumah ibadah agama lain. Tidak jarang juga kita mendengar berita tentang pelarangan, pembubaran hingga penyerangan ibadah umat agama lain.
Dan saat kita menyaksikan pemuka agama, anak2 ingusan, kakek2 dan ibu2 berbusana religius berteriak “Bunuh, Bunuh” pd demo anti Ahok yg lalu maka sy yakin bahwa bangsa ini sdg sakit dan mengalami masalah serius
yang jika dibiarkan bisa saja nasib Indonesia akan sama dengan negara-negara konflik di Timur Tengah itu.
Beberapa temuan hasil survey terbaru mengenai gelombang kebangkitan radikalisme juga cukup mengkhawatirkan kita.
Survey SRMC menunjukkan sebanyak 9,2 persen warga (20 juta orang) ingin NKRI berubah menjadi negara khilafah dan 39,4% responden merasa terancam dengan keberadaan kelompok agama tertentu. Survey CSIS menunjukkan bahwa 53,7% kaum muda tidak menerima pemimpin yang berbeda agama.
Survey INFID menunjukkan bahwa 55,6% responden ingin agar “aliran sesat” musnah dari Indonesia. Survey ALVARA juga menunjukkan bahwa 19,6% responden setuju dengan perang / jihad untuk mendirikan negara Islam Indonesia.
Hasil penelitian Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat (PPIM) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang menjadikan guru Pendidikan Agama Islam (PAI) sebagai responden menunjukkan bahwa 80% setuju dengan pembatasan
dan pelarangan tertentu terhadap agama minoritas (87% responden tidak setuju jika non-muslim menjadi Kepala Sekolah, 80% tidak setuju non-muslim menjadi Kepala Dinas, 89% tak setuju jika non-muslim menjadi Kepala Daerah,
dan 81% tidak setuju memberikan izin pendirian rumah ibadah agama lain di wilayahnya), 77% mendukung organisasi-organisasi yang memperjuangkan syariat Islam dan 18% lainnya menyatakan tidak setuju dengan Pancasila dan UUD 1945 dan
wajib hukumnya mengubah Indonesia menjadi negara Islam termasuk melalui jalan pemberontakan, perlawanan dan peperangan.

Menyaksikan berbagai fenomena di atas maka saya terpanggil untuk mengupas mengenai masalah ini berdasar pengetahuan yang saya miliki.
Anda boleh percaya ataupun tidak percaya dengan tulisan ini karena bagaimanapun kita juga sama-sama belum bisa membuktikannya. Tapi setidaknya saya berharap tulisan ini bermanfaat dan bisa menambah wawasan kita akan subyek ini dan semoga bisa mengembalikan kewarasan kita
sekaligus mengasah akal sehat dan hati nurani kita. Jangan sampai politisasi agama dan propaganda Negara Agama ISIS yang telah membuat Suriah luluh lantak karena perang saudara juga terjadi di Indonesia.
Saat ini ada sebagian kelompok yang secara aktif menyebarkan propaganda baik di masyarakat, medsos, sekolah, kampus maupun tempat ibadah bahwa “Hanya aliran dan kelompok kita yang benar dan masuk sorga sedang semua yang lain adalah sesat, kafir dan bakal masuk neraka.
Membela, mendukung, berteman serta memilih pemimpin yang kafir ataupun pemimpin seagama namun munafik maka dia juga akan termasuk kafir / munafik dan bakal dibakar selamanya oleh Tuhan di dalam neraka.”
Doktrin sempit dan fanatisme kaku memang bisa dimanfaatkan untuk melakukan pembodohan massal dengan cara menebar politik kebencian demi ambisi dan kepentingan kelompok tertentu.
Pertanyaannya adalah bagaimanakah sesungguhnya perihal Surga-Neraka ini? Apakah sorga neraka ini hanyalah tahayul, fantasi, ilusi dan dongeng dari orang-orang jaman dahulu kala ataukah memang benar-benar ada?
Jk benar2 ada mk bgmn manifestasi dan esensinya yg sbenarnya? Apa sorga neraka ini jg brhubungan dgn pilihan politik seseorg? Benarkah kt bs meraih sorga mlalui kbencian, fitnah, kebohongan, permusuhan dan kekerasan? Bnarkah militan ISIS dan teroris yg mati bs mendapatkan sorga?
Sebelum membahas mengenai surga neraka maka saya akan menjelaskan bahwa dari sisi sains modern saat ini dikenal konsep mengenai alam semesta yang bersifat multi dimensi. Salah satunya adalah “String Theory” (Teori Dawai).
Dalam teori ini dimensi-dimensi yang lain dari alam semesta tergulung menjadi apa yang disebut sebagai ruang internal (internal space) yang berbeda dengan ruang dimensi tiga yang kita kenal dan kita alami dalam kehidupan sehari-hari.
Dimensi2 yg lain ini melengkung ke atas ke dalam suatu ruang yang sangat kecil sekitar seperjuta juta juta juta juta centimeter (10 pangkat 30) atau 1 centimeter yang dibagi bilangan 1 dengan 30 angka nol di belakangnya! Ruang ini begitu kecil sehingga luput dari perhatian kita.
Bahkan teori M memperkenankan adanya berbagai alam semesta hingga 10 pangkat 100 alam semesta yang berbeda. Kontinum ruang-waktu di alam semesta kita diperkirakan setidaknya mempunyai 10 dimensi ruang dan 1 dimensi waktu.
Adapun 7 dimensi ruang yang lain tidak bisa kita amati karena tergulung amat kecil sehingga tidak tampak oleh kita.

Konsep tentang banyak alam semesta ini (multi universe) seringkali dianggap sebagai misteri besar dalam dunia fisika.
Alam semesta kita ini sebenarnya hanyalah satu diantara banyak alam semesta lain yang masing-masing memiliki hukumnya sendiri yang berbeda-beda. Teori ini kadang juga disebut dengan istilah multiverse, eksistensi paralel, realitas paralel atau dunia interdimensional.
Profesor Steven Weinberg, seorang ahli fisika terkemuka pemenang hadiah Nobel juga pernah mengatakan : “Ada realitas-realitas paralel yang jumlahnya tak terhingga pada saat yang bersamaan dengan kita di ruangan yang sama meski kita tidak dapat menangkapnya.”
Sesuai dengan pandangan sains modern di atas, berbagai agama dan tradisi spiritual yang ada di dunia ini juga meyakini adanya alam semesta yang bersifat multi dimensi.
Tapi sebelumnya saya ingin menjelaskan tentang awal perputaran rantai evolusi jagad raya yang dimulai dari proses Emanasi dari Sang Logos (Tuhan) yang diawali dengan proses Tiga Pencurahan Ilahiah.
Pencurahan Pertama dilakukan oleh aspek ketiga dr Sang Logos (yaitu Divine Light/Cahaya Illahi) yg mnciptakan 7 alam semesta yg masing-masingnya jg trdiri dr 7 sub alam yaitu: Alam Illahiah, Alam Monadiah, Alam Rohaniah, Alam Intuisional, Alam Mental, Alam Astral dan Alam Fisik.
Pencurahan kedua dilakukan oleh aspek kedua dari Sang Logos (yaitu Divine Love / Kasih Illahi) untuk mengisi 7 alam manifestasi tadi dengan partikel dan atom yang sesuai dengan masing-masing alam tadi sekaligus
“Arus Gelombang Kehidupan” yg akan berevolusi di ke 7 alam tadi. Pencurahan ketiga dilakukan oleh aspek pertama dari Sang Logos (yaitu Divine Power/Kuasa Illahi)
yang akan membuat arus kehidupan yang berevolusi tadi memasuki jenjang kelas evolusi sebagai manusia dlm tahapan tertentu dari evolusinya di alam semesta fisik.
Tujuh dimensi alam semesta ini ter-emanasi dari Cahaya Illahi sebagaimana tujuh warna pelangi yang muncul dari pembiasan cahaya putih matahari oleh titik-titik air sehabis hujan atau sebagaimana tujuh warna pelangi yang muncul dari pembiasan cahaya putih melalui prisma kaca
sebagaimana yang telah ditemukan dan dijelaskan oleh ilmuwan besar Sir Isaac Newton. Dalam Kitab juga dikatakan bahwa “Allah cahaya langit dan bumi. Perumpamaan cahaya Allah adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus, yang di dalamnya ada lampu pelita yang besar.
Pelita itu di dlm kaca dan kaca itu seakan-akan bintang (yg bercahaya) seperti mutiara.” (QS An Nuur : 35)

Tujuh alam manifestasi ini jugalah yg disebutkan oleh ulama sufi dan mistikus Islam terkemuka Syekh Al Akbar Muhyiddin Ibnu Arabi (1165 – 1240) dgn istilah Tanazzul Tujuh.
Namun sayang mayoritas umat Islam terutama Wahabi justru menganggap tasawuf sebagai sesat sehingga mereka kehilangan khazanah spiritual berharga yang terkandung di dalamnya.
Ayat “Kemanapun kau hadapkan wajahmu maka disitulah akan kau lihat wajah Tuhanmu” (Al Baqarah: 115) sesungguhnya merujuk pada Emanasi Illahi yang termanifestasi dalam 7 dimensi alam semesta ini.
Mengenai 4 alam pertama yaitu Alam Illahiah, Alam Monadiah, Alam Rohaniah dan Alam Intuisional maka kita sebagai spesies primitif di galaksi ini tidak bakalan sanggup memahaminya bagaikan seekor tikus yang tidak akan sanggup memahami rumitnya teori relativitas Einstein.
Adapun mengenai 3 alam berikutnya yaitu Alam Mental, Alam Astral dan Alam Fisik maka masihlah sedikit-sedikit kita bisa memahami gambaran dasarnya berdasar ajaran Para Guru Suci.
Ketujuh alam semesta yang termanifestasi tadi masing-masing juga memiliki 7 sub alam lagi yang berbeda tingkat kepadatannya dimana yang halus akan menembusi bagian yang lebih padat.
Alam Fisik juga memiliki 7 sub alam atau 7 dimensi kepadatan yaitu : padat, cair, gas, etheris, sub etheris, atomis dan sub atomis. Begitu juga dengan Alam Astral dan Alam Mental yang masing-masingnya juga memiliki 7 sub alam lagi.
Adapun Alam Astral dan Alam Mental juga memiliki 7 sub alam atau sub dimensi yang untuk mudahnya kita sebut saja sebagai sub dimensi 1 hingga sub dimensi 7. Alam Astral adalah dimensi terdekat namun lebih halus dari Alam Fisik sehingga luput dari pengawasan panca indera kita.
Dimensi terhalus dari alam fisik adalah level sub atomis. Satu tingkat lebih halus lagi dari level sub atomis maka kita akan memasuki sub dimensi 7 alam astral yang merupakan bagian yang paling kasar dari alam astral yang seluruhnya juga memiliki 7 sub dimensi ini.
Antara dimensi fisik dan astral sebenarnya masih terdapat lapisan ether yang merupakan manifestasi dari jasmani halus. Medan etheris tubuh kita kadang disebut dengan istilah aura.
Aura juga bisa dipotret dengan menggunakan tehnologi fotografi Kirlian yang ditemukan oleh Semyon Davidovich Kirlian, seorang insinyur listrik pada tahun 1939.
Kemampuan tehnologi kita saat ini baru bisa mengobservasi partikel dan atom di tingkatan fisik saja dan belum mampu mengurai ataupun menembus dimensi yang lebih dalam dan halus dari medan tersebut.
Lebih halus dari lapisan etheris dalam diri manusia juga terdapat medan lapisan astral. Pada diri manusia lapisan astral lebih terkait dengan perasaan, emosi, keinginan, nafsu, kemelekatan, kedagingan, sifat egois, pamrih diri dan sifat mementingkan diri sendiri yang terutama
berkaitan dengan 4 sub alam astral yang terendah. Tiga bagian sub alam astral yang tertinggi terhubung dengan perasaan-perasaan halus seperti kasih sayang, kedamaian dan kebaikan.
Alam astral dan alam mental inilah yang oleh berbagai agama kadang disebut dengan istilah alam gaib termasuk surga neraka. Alam Astral adalah semua lapisan alam non fisik yang berada di bawah alam mental.
Alam ini lebih halus dari alam fisik namun lebih padat daripada alam mental. Alam Astral kadang disebut juga sebagai alam Barzakh / Pembatas dalam agama Islam, Limbo dalam Katolik, alam Bardo dalam agama Buddha, Bhuvarloka dalam agama Hindu, Diyu dalam agama China kuno,
Hamestagan dalam agama Majusi / Zoroastrianism, Anuwu dalam agama kaum Welsh, Ammit dalam agama Mesir kuno, Mictlan dalam agama kuno Mexico, Xibalba dlm agama suku Maya, Yomi dalam agama Shinto Jepang, Irkalla dalam agama Mesopotamia kuno, dunia bawah Hel dlam agama Nordic kuno,
Tir Na Nog dalam agama Irlandia kuno dan Hades atau Asphodel dalam agama Yunani / Romawi Kuno dan lain sebagainya.
Alam ini terdiri dari 7 sub alam Astral. Sub alam astral ke 7 dihuni oleh para makhluk yang memiliki getaran astral yang paling kasar, paling rendah dan paling kelam.
Mereka adalah makhluk yang paling menderita karena tersiksa oleh kebencian, keserakahan, kekejian dan kejahatannya sendiri setelah jiwanya pergi meninggalkan selongsong jasmaninya yang telah terurai kembali ke alam.
Disini jiwa akan mengalami ilusi penderitaan yang ribuan kali lebih hebat dari penderitaan dunia yang tercipta dari unsur jiwanya sendiri. Para Guru mengatakan “Malaikat dan Iblis muncul dari hati kita sendiri.
Begitu pula surga neraka tercipta dari batin kita sendiri.” Semua ini sebenarnya adalah gambaran, perwujudan dan manifestasi dari tingkat kesadaran kita sendiri.
Inilah yang disebut sebagai neraka dalam terminologi agama. Dalam agama Islam disebut sebagai Nar atau Jahannam sedang agama Hindu, Buddha dan Jain menyebutnya dengan istilah Naraka atau Niraya. Ajaran lain menyebutnya dengan nama Tartarus, Muspelheim, Purgatorio dan sebagainya.
Bedanya neraka disini bukanlah tempat Tuhan murka dan menghukum hambaNya karena tidak bisa memenuhi tuntutanNya ataupun menyenangkanNya melainkan sekedar proses alami sebab akibat yang terjadi secara otomatis pada jiwa yang lebih banyak mengembangkan atom
dan partikel astral terkasar (sub astral ke 7) berupa sifat-sifat jahat selama hidup di dunia dengan jasmani fisiknya.
Adapun lamanya jiwa berada di alam ini tergantung seberapa banyak energi dan partikel sub astral ke 7 itu akan habis terurai dan jiwanya masuk ke dimensi yang lebih halus atau sub astral ke 6, 5, 4 dan seterusnya.
Bagi orang yang selama hidupnya jauh dari sifat-sifat yang jahat, keji, kasar, tercela dan merugikan / mencelakakan makhluk lain maka mungkin dia hanya akan sepersekian detik saja berada di alam ini, itupun tidak dirasakannya
dan hanya sekedar seperti mimpi karena dia telah banyak mengembangkan budi baik dalam hidupnya. Namun bagi jiwa yg sungguh-sungguh kasar dan jahat dia bisa ribuan tahun brada disini tergantung seberapa lama energi dan partikel sub astral 7 itu habis dan terurai kembali ke alam.
Adapun sub astral ke 6, 5 dan 4 dihuni oleh jiwa-jiwa yang masih memiliki ikatan duniawi yang cukup kuat ataupun jiwa yang merasa “urusannya belum selesai” yang biasanya masih berputar-putar di sekitaran dimensi astral yang terdekat dengan bumi
dan kadang bisa dilihat cukup jelas oleh sebagian orang. Itulah sebabnya semua agama mengajarkan agar sebelum mati kita sudah mampu melepaskan dan mengikhlaskan semuanya.
Sedangkan sub astral ke 3,2 dan 1 bersifat lebih halus lagi dan dihuni oleh jiwa-jiwa yang sudah tidak terlalu melekat pada hal duniawi dan kebendaan lagi tapi masih memiliki sifat ego dan mementingkan diri.
Disini mereka merasa nyaman dan bisa berkumpul dengan kelompok yang sejenis serta menciptakan kota-kota, kerajaan dan komunitasnya sendiri termasuk gereja, masjid, pura, vihara dan tempat ibadahnya sendiri.
Disinipun lamanya bisa sampai berabad-abad dan mereka merasa sudah puas berada disini yang dianggapnya seperti di sorga. Meskipun demikian di alam astral ini masih terdapat ego, pertikaian dan permusuhan.
Di lapisan alam astral yang berada di bagian bawah dan dekat dengan alam dunia ini selain arwah orang mati, alam ini juga dipenuhi oleh berbagai makhluk astral lain. Ada juga badan astral orang hidup yang bisa berkunjung ke alam ini seperti para murid spiritual,
orang yang berkembang psikisnya, para pelaku sihir dan magis hitam hingga orang biasa di alam tidur / mimpinya secara tanpa sadar. Korban kecelakaan, pembunuhan dan bunuh diri, mayat badan astral, selongsong badan astral, manusia dunia kelabu
dan selongsong astral yang diberi energi hidup juga ada. Juga ada banyak sekali jenis ragam lain dari sari elemental, makhluk elemental, badan astral binatang, binatang yang mendekati kemanusiaan / siluman, para naga, roh tanah, roh air, roh udara, roh api,
roh-roh alam dari berbagai jenis, bentuk dan tingkatan yang sangat beragam hingga elemental yang terbentang secara tanpa sadar maupun makhluk elemental yang sengaja diciptakan dengan tujuan tertentu.
Adapun jiwa-jiwa yang telah meninggalkan badan fisiknya, sebagian besar akan memasuki alam ini. Tapi setelah jiwa-jiwa tadi berkurang energi astralnya dan terurai atom / partikel astralnya
(dalam jangka beberapa detik hingga beberapa ratus atau ribu tahun, tergantung kepadatan partikel astral yang dimilikinya) maka mereka akan mengalami kematian astral (kematian kedua)
dan mulai meninggalkan alam astral serta memasuki alam mental yang dalam bahasa agama disebut sebagai surga. Dalam agama Islam alam ini disebut sebagai Jannah. Dalam agama Yahudi disebut sebagai Shamayim. Dalam agama Kristen disebut sebagai Taman Eden atau Taman Firdaus.
Dalam agama Hindu disebut sebagai Svargaloka. Dalam agama Buddha disebut sebagai Surga Rupadhatu-Arupadhatu. Dalam agama Jain disebut sebagai Devaloka. Dalam agama Aztec disebut sebagai Tlalocan. Dalam agama Nordic kuno disebut sebagai Valhalla.
Dalam agama Yunani kuno disebut sebagai Elysium dan lain sebagainya.

Alam Surga sebenarnya juga adalah Alam Mental. Mental disini berarti pikiran yang murni. Dimensi mental adalah cahaya Tuhan.
Dalam berbagai tradisi spiritual bahkan dikatakan bahwa alam semesta ini adalah Pikiran Tuhan. Adapun dalam dunia manusia pikiran ini seringkali terbungkus oleh berbagai unsur astral seperti nafsu dan keinginan sehingga tidak bisa murni lagi.
Bagi jiwa yang pikiran murninya belum berkembang karena lebih banyak terbungkus oleh partikel astral maka dia hanya akan sekejap saja ataupun merasa tidak sadar bagai terlelap dalam mimpi selama dia berada di alam mental atau alam surga ini.
Tapi bagi jiwa-jiwa yang telah berhasil mengembangkan pikiran yang murni penuh ketunggalan kasih tanpa pamrih bagi Tuhan dan sesama maka mereka akan bisa menyadari dan hidup bahagia di alam ini hingga ribuan tahun lamanya.
Cinta kasih tanpa pamrih untuk keluarga juga bisa membawa jiwa ke sub dimensi 7 alam ini dimana dia akan berbahagia dalam gambaran mentalnya sendiri dimana dia merasa berkumpul dengan keluarganya kembali dalam keadaan yang terbaik dan paling membahagiakannya.
Di alam mental yang seluruhnya tercipta dari unsur dan partikel mental ini maka apapun yang dipikirkan oleh mentalnya akan bisa terwujud dan termanifestasi secara seketika dan inilah yang kadang disebut orang sebagai “surga kebahagiaan tertinggi”.
Istana megahpun bs trwujud sketika mlalui kekuatan mental penghuninya.
Alam Mental inipun trbagi dlm 7 sub alam Mental. Sub dimensi 7, 6, 5 dan 4 dipenuhi oleh brbagai keindahan n kbahagiaan yg ribuan kali lipat kbahagiaan tertinggi yg bs dirasakan manusia slama hidup di dunia.
Sedangkan sub dimensi 3, 2 dan 1 bersifat sangat misterius serta menjadi sumber dari semua hal dan peristiwa yang ada di dunia ini dan hanya jiwa dalam tingkatan sangat luhur saja yang bisa beraktifitas di dimensi ini.
Para malaikat, para dewa tingkat tinggi dan makhluk berkesadaran tinggi dari berbagai galaksi semuanya saling bekerja tanpa pamrih demi kesejahteraan seluruh makhluk dan demi berjalannya Rencana Agung Kosmos.
Tubuh spiritual atau Diri Sejati manusia sebelum dibungkus oleh wahana dan partikel fisik, etheris, astral dan mental sesungguhnya berasal dari dimensi spiritual sebelum dia dilahirkan dalam tubuh fisik sebagai manusia untuk berevolusi di planet bumi.
Inilah makna dari kisah dalam berbagai agama tentang penghuni sorga yang terusir ke bumi menjadi manusia atau tentang dewa yang kemudian menjelma menjadi manusia di bumi seperti kisah Adam-Hawa dari bangsa Ibrani, Bor-Bestla dari bangsa Nordic, Izanami-Izanagi dari bangsa Jepang,
manusia pertama Gayomard dari bangsa Persia dan manusia pertama Manu Vaivasvata dari bangsa India dan sebagainya.
Pendek kata, semua jiwa manusia sebenarnya berasal dan akan kembali memasuki dimensi surga atau alam mental ini baik secara sadar maupun tidak sadar ataupun meski hanya sekejap ataupun hingga ribuan tahun tanpa membedakan apapun bangsa dan agamanya.
Jadi teori yang menyatakan bahwa seseorang akan masuk neraka atau masuk sorga jika memilih calon pemimpin politik tertentu saya anggap sekedar sebagai lawakan atau kebohongan dan manipulasi saja.
Apalagi teori yg menyatakan bahwa membunuh dan mengebom org yg beda agama bisa mendapatkan sorga dan 72 bidadari, justru sy anggap sbg bentuk penyesatan dan kebodohan luar biasa yg malah akan membawa pelakunya ke alam neraka karena tlh membawa banyak penderitaan kepada org lain.
Tidak pernah ada secuwilpun sorga yang bisa dicapai dan diwujudkan melalui kebencian, permusuhan, fitnah, kebohongan, arogansi dan kekerasan.
Ada satu hal lagi yang juga menarik untuk dicermati. Tim astronom internasional yang dipimpin oleh Prof. Christopher Conselice, Profesor Astrofisika di Universitas Nottingham, telah menemukan bahwa alam semesta kita setidaknya memiliki 2 triliun atau 2.000 milyar galaksi.
Di galaksi Bima Sakti kita saja terdapat 200 miliar bintang dan 40-50 miliar di antaranya mirip dengan matahari. Menggunakan data dari teleskop Kepler milik NASA yang selama empat tahun terakhir telah mempelajari 150 ribu bintang yang dikelilingi oleh planet mirip bumi,
para astronom juga berhasil menghitung bahwa ada sedikitnya 8,8 miliar bintang di galaksi kita yang memiliki planet seukuran bumi dan berada pada zona temperatur layak huni sehingga memungkinkan berlangsungnya bentuk kehidupan.
Para ilmuwan juga menghitung bahwa persentase bintang mirip matahari yang memiliki planet seperti bumi mencapai 22 persen atau sekitar 40 milyar bintang.
Bayangkan jika terdapat ribuan atau jutaan kehidupan di planet-planet lain yang tentunya memiliki perkembangan dan evolusi yang berbeda dengan kehidupan di planet bumi.
Bukankah konsep tentang Tuhan, agama, kitab suci, nabi, ritual dan semua konsep moralnya juga akan berbeda dengan agama-agama yang ada di bumi?
Jadi marilah kita meluaskan pikiran dan wawasan kita dan jangan terlalu ngotot, keras kepala, arogan dan merasa benar sendiri dengan versi kebenaran yang ada di batok kepala kita sehingga dengan mudah kita menghakimi orang lain,
mengatakan orang lain salah, kafir dan sesat ataupun berusaha mengatur, menguasai dan memaksakan kehendak karena hanya orang yang berpikiran picik dan berwawasan sempit saja yang akan berbuat demikian.
Sesungguhnya masih banyak hal dan rahasia yang ada di alam semesta ini yang belum kita ketahui daripada yang sudah kita ketahui. Di alam semesta yang maha luas ini kita tidak lebih dari seekor katak dalam tempurung yang tidak tahu apa-apa sama sekali.
Mengenai evolusi yang ada di alam semesta, kita telah mendapat informasi dari para Adept (jenjang evolusi di atas kemanusiaan) bahwa setiap satu sistem bintang memiliki skema evolusinya sendiri dan setiap planet memiliki periode rantai planetaris evolusinya sendiri.
Evolusi satu putaran rantai planetaris berlangsung selama 4,32 milyar tahun. Satu siklus evolusi penuh akan berlangsung selama 7 putaran rantai planetaris yaitu selama 7 X 4,32 milyar tahun atau selama 30,24 milyar tahun.
Menurut sains modern, bumi kita saat ini berusia sekitar 5 milyar tahun. Skema evolusi planet bumi saat ini berada pada rantai planetaris ke 4 dan berada pada periode putaran 3,5 pada ras akar ke 5 dan sub ras akar ke 5 pula. Sub ras akar ke 6 akan muncul sekitar 1500 tahun lagi
sedang sub ras ke 7 akan muncul sekitar 3700 tahun lagi dan berakhir sekitar 5800 tahun lagi. Setelah itu barulah ras ke 6 akan muncul yang akan diikuti oleh ras ke 7 dimana tiap 1 ras akar akan berlangsung selama belasan atau puluhan ribu tahun.
Setelah itu barulah putaran ke 4 ini berakhir dan kita akan memasuki periode dunia ke 5 dari 7 periode dunia dalam satu putaran rantai planetaris yang adalah 1 tahap dari 7 putaran rantai planetaris dalam satu siklus evolusi penuh.
Setelah bencana besar yang menandai akhir dari peradaban kita yang saat ini berada pada ras akar ke 5 maka barulah ras akar ke 6 akan muncul, dan setelah ras akar ke 6 berakhir maka barulah ras akar ke 7 akan muncul.
Adapun peradaban Lemuria dan Atlantis yang merupakan ras akar ke 3 dan 4 dari evolusi spesies manusia yang ada di planet bumi ini sudah musnah dan berakhir. Berakhirnya peradaban Atlantis ditandai dengan tenggelamnya Poseidonis pada tahun 9.564 SM.
Meskipun demikian masih ada sebagian keturunan ras ke 4 Atlantis yang masih tersisa antara lain adalah orang-orang Lapland, orang Pathagonia di Brasil, orang Indian Amerika Utara, suku Indian Maya, Toltec dan Quithas, orang Turanian, orang Atlantic Semite, Kabyle dan
Yahudi purba, orang Akkadian, Phoenician di laut Mediterania, orang Bask di Spanyol, Etruska, Tlavatli, Rmoahat, orang China, Jepang, Mongol, Melayu, dan Eskimo.
Orang Indonesia yang termasuk ke dalam ras Melayu juga merupakan sisa-sisa keturunan dari ras Atlantis. Itulah sebabnya mengapa seorang peneliti dari Brasil yaitu Prof. Arysio Nunes dos Santos setelah melakukan penelitian intensif selama 30 tahun akhirnya mengambil kesimpulan
bahwa lokasi Atlantis yg sesungguhnya adalah berada di Indonesia. Dia menuliskan hasil penelitiannya ini dalam buku setebal 700 halaman yg berjudul “Atlantis, The Lost Continent Finally Found, The Definitive Localization of Plato’s Lost Civilization” yg terbit pada tahun 2005.
Kisah musnah dan tenggelamnya ras akar ke 4 ini dikenal oleh berbagai agama dan bangsa di dunia dengan berbagai cerita dan mitos.
Kisah ini kemungkinan berasal dari cerita-cerita rakyat tentang naiknya permukaan air laut yang sangat besar yang menyertai berakhirnya Jaman Es terakhir sekitar 10.000 tahun yang lalu yang diturunkan dari generasi ke generasi berikutnya sebagai sejarah lisan.
Pnemuan brbagai fosil kerang & ikan di brbagai dataran kering & di atas gunung srta pnemuan Bimini Road (jln setapak brbatu dgn kontur yg tersusun rapi & smpurna di dasar laut Bahama) oleh J. Manson Valentine pd 2 September 1968 jg jd bukti dan alasan yg memprkuat hipotesa ini.
Memori ingatan kolektif umat manusia mengenai Banjir Besar ini bs kt telusuri dlm berbagai kisah dan narasi yg salah satunya ad mengenai kisah Dewa/Tuhan yg memilih seorang manusia tuk membangun kapal raksasa agar bisa menyelamatkan diri dr bencana banjir global seperti
kisah Nabi Nuh / Noah dari bangsa Ibrani, Matsya dalam kitab Purana Hindu (India), Deucalion dalam mitologi Yunani, Utnapishtim dalam Epos Gilgames bangsa Babilonia, Ziusustra dalam mitologi Sumeria,
Atrahasis dalam epos bangsa Akkadia, Bergelmir dalam kisah bangsa Nordic, Cessair dalam legenda Irlandia, Nota dalam cerita suku Aztec, Virachoca dalam mitologi suku Inca, Popol Vuh dalam legenda suku Maya, Sotuknang dalam kisah suku Hopi, mitologi Kaddo, mitologi Menominee,
mitologi Mikmaq, mitologi Polinesia, kisah Shanhaijing dalam legenda Tiongkok, kisah Nu’u dari bangsa Hawaii, kisah bangsa Welsh, Celtic, Basque, Gauls dan masih banyak lagi.
Agar memiliki wawasan yg luas dan bisa dipertanggungjawabkan maka kita perlu melakukan studi mendalam dan mencari makna serta persamaan prinsip dari berbagai religi, filsafat dan sains. Hanya dgn cara demikian kita akan terbebas dari fanatisme dan pengertian yg kaku dan sempit.
Selaku “Ustadz Universal” saya percaya pada Persaudaraan Universal sehingga saya tidak akan pernah memisahkan dan mempertentangkan manusia berdasar suku, ras, bangsa, kasta dan agama.
Saya juga tidak akan mengatakan bahwa agama X pasti masuk sorga sedang agama Y pasti masuk neraka karena semua tergantung kwalitas batin dan karakter jiwa manusia tersebut. Anda 100% berhak untuk tidak percaya dengan saya.
Meskipun saya belum berhasil membuktikan sendiri mengenai berbagai teori ini tapi menurut saya setidaknya teori yang saya sampaikan ini terasa lebih positif,
bersifat membangun, menyatukan, mendamaikan, masuk akal dan selaras dengan hati nurani serta lebih dekat dengan kebenaran universal yang berlaku sama bagi seluruh makhluk.
Semua orang bisa masuk sorga, apapun agamanya. Semua orang juga bisa masuk neraka, apapun agamanya. Ini tidak berhubungan dengan dogma dari salah satu agama tertentu di antara 4200 agama dan aliran yang ada dan pernah ada di muka bumi ini.
Hal ini lebih berhubungan dengan partikel penyusun manusia yang selain fisik juga terdiri dari unsur rohaniah, mental dan astral. Dan semua partikel astral, mental dan rohaniah itu akan terurai sesuai dengan unsur dan asalnya masing-masing.
Yang rohaniah akan tetap berada di alam rohaniah (baik disadari ataupun tidak disadari oleh jiwa tersebut). Yang mental akan kembali ke alam mental (surga). Yang astral akan kembali ke alam astral (semua dimensi non fisik dibawah surga).
Sorga neraka adalah sebuah program universal di alam jiwa dan alam vibrasi mengenai kebahagiaan dan penderitaan serta kebajikan dan keburukan.
Surga neraka jg bukanlah masalah ganjaran maupun hukuman melainkan ad sebuah medan pembelajaran dari hukum sebab-akibat bagi sang jiwa abadi dlm berbagai tahapan evolusi kesadarannya melewati 7 dimensi alam (fisik, astral, mental, intuisional, rohaniah, monadiah dan Illahiah).
Mungkin akan ada yang menuduh saya sedang menyebarkan “agama baru”. Tidak, sama sekali saya tidak sedang mengajarkan agama baru. Saya hanya menyampaikan perkara spiritual yang menjadi makna dan intisari dari semua ajaran agama.
Spiritual berbeda dengan agama. Spiritual menekankan esensi dan makna sedang agama lebih menekankan pada simbol dan formalitas. Agama bisa memisahkan, membagi dan mempertentangkan antar umat manusia tapi spiritual justru akan menyatukan dan mendamaikannya.
Agama bisa lahir, berkembang, punah serta hilang berganti tapi spiritual akan selalu ada baik sebelum ada agama ataupun setelah semua agama musnah karena spiritual adalah mengenai Hidup Illahiah itu sendiri yang abadi dan mengatasi segala bentuk dan dimensi ruang-waktu.
Agama bs diibaratkan sbg rumah sedang Tuhan bisa diibaratkan sbg Langit. Setiap rumah memiliki bingkai jendela yang berbeda yang digunakannya untuk bisa memandang langit. Penghuni rumah bisa berdebat dgn penghuni rumah yg lain karena merasa bentuk langit yg dilihatnya berbeda.
Hanya jika pandangan orang tak lagi dibatasi oleh bingkai jendela, berani keluar rumah dan berusaha memandang Langit secara langsung barulah dia akan sadar bahwa ternyata semua rumah berada di bawah naungan Langit yang sama.
Dia tidak akan pernah berdebat lagi dan tidak akan bisa ditipu lagi karena kini dia sudah tahu bahwa semua rumah ternyata memiliki Langit yang Satu dan sama.
Jika semua agama yang ada ataupun pernah ada di dunia ini (yang totalnya berjumlah 4200 agama dan aliran berdasar penelitian para ahli) merasa dirinya sebagai satu-satunya yang benar sedangkan yang lain salah, sesat, kafir dan haram serta berupaya untuk membuat dunia ini seragam
dan tunduk pd satu aturan agamanya sndiri mk dipastikan dunia menjadi medan perang yg tak brkesudahan. Silakan bragama tp sadarilah bahwa agama ad sekedar tafsir atas kehidupan sekaligus salah satu jln di antara ribuan jln lainnya menuju Kesadaran Sejati, Sang Sumber at Tuhan.
Sadari juga bahwa semua agama tidak bisa terlepas dari kultur, budaya, geo-sosiologis, sejarah dan karakter masyarakat dimana agama tersebut lahir. Situasi politik dan perebutan kekuasaan yang mengiringi perkembangan suatu agama juga turut menciptakan “bentuk” agama tersebut.
Tidak bisa dipungkiri bahwa agama juga merupakan produk jaman dan produk budaya masyarakat tertentu terlepas dari intuisi rohaniah yang mengilhami kelahirannya.
Agama adalah bahasa simbol. Pahamilah simbol itu untuk memahami Kebenaran Universal. Jangan terjebak, diperbudak dan disesatkan oleh simbol sehingga justru menjauh dan bertolak belakang dari makna dan tujuan yang menjadi intisari ajaran tersebut.
Silakan beragama tapi jadikan agama sebagai jalan spiritual untuk mengembangkan kesadaran, kebijaksanaan, budi pekerti luhur dan sifat welas asih pada sesama. Jangan jadikan agama sebagai alat dan komoditi politik serta kepentingan kekuasaan duniawi.
Jadikan agama sebagai pembuka kebangkitan jiwa rohaniah Anda dan bukannya justru menutup hati nurani dan membelenggu jiwa rohaniah Anda.
Otak adalah pusat kendali fisik sedang hati adalah pusat kendali jiwa. Beragama hanya dengan otak (ego) akan membuat kita terjebak pada hal-hal yang bersifat dangkal, luaran, formalitas dan simbolis saja.
Beragama dengan otak saja akan membuat seseorang cenderung bersikap sombong, munafik, mementingkan diri, merasa benar sendiri, suka menghakimi, anti kritik, arogan dan suka memaksakan kehendak. Beragamalah dengan hati jangan hanya dengan otak saja.
Beragama dengan hati akan bisa memperhalus jiwa dan menghubungkan kita dengan dimensi Illahi. “Agama otak” tidak akan pernah sampai kepada Tuhan. Beragamalah dengan hati karena Tuhan hanya bisa dipahami melalui hati.
Beragama dengan hati akan membuat seseorang bersikap tawadlu/rendah hati, lapang dada, ikhlas dan bisa lebih menerima dan menghargai perbedaan serta bisa melihat kebesaran, kemuliaan dan kasih sayang Tuhan di dalam segala sesuatu.
Dogma yang disalahpahami bisa mematikan akal sehat dan hati nurani. Overdosis dogma bisa membuat manusia semakin jauh dari nilai-nilai kemanusiaan, nilai-nilai kebaikan dan nilai-nilai keTuhanan. Hentikan politisasi agama. Hentikan politik kebencian.
Hentikan isu SARA yang hanya akan memecah belah bangsa. Surga Neraka tidak ditentukan oleh para poli-tikus dan para pedagang agama tapi oleh kesadaran dan kebijaksanaan Anda sendiri.
Jangan percaya pada guru-guru palsu yang tak berpengetahuan. Jangan takut dengan “teror iman”, hujatan, makian, ancaman dan kutukan yang mereka katakan. Jangan percaya dengan teologi kebencian yang mereka ajarkan. Jangan percaya dengan provokasi dan propaganda yg mereka sebarkan.
Jangan percaya dengan pembodohan, penyesatan dan manipulasi yang mereka lakukan atas nama agama.
Setelah membaca tulisan ini semoga tidak ada lagi pemuka agama, anak-anak kecil dan ibu-ibu yang berteriak “Bunuh, Bunuh” lagi. Semoga tidak ada lagi propaganda dan cara-cara kotor dengan isu SARA untuk menjatuhkan lawan politik lagi.
Konflik dan kekerasan selalu dimulai terlebih dahulu dari pikiran (ideologi), diperkuat ke dalam ucapan hingga akhirnya diwujudkan ke dalam tindakan/aksi. Kita tidak bisa mencapai sorga dengan cara menciptakan neraka di dunia.
Kita tidak bisa meneriakkan nama Tuhan sambil melakukan kekerasan. Kita tidak bisa membenci, memusuhi dan membunuh sambil mengharapkan sorga.
Sedikit “dongeng” ini semoga bisa memberi kilasan pencerahan. Saya tidak peduli jika ada yang mengatakan tulisan ini sesat karena sesungguhnya berbahagialah mereka yang tersesat ke jalan yang benar.
Saya tidak memusuhi kelompok tertentu. Yang saya musuhi adalah “pikiran-pikiran salah”, “pikiran-pikiran egois” dan “pikiran-pikiran kekerasan” yang menutupi akal sehat dan hati nurani. Tidak ada yang sempurna di dunia ini.
Tidak ada yang 100% benar ataupun yang 100% salah karena faktanya semua hal yang ada di dunia ini saling berjalin, bercampur dan berkelindan yang menciptakan misteri kehidupan.
Sebagai penutup saya akan kutipkan sebuah nasehat dari Eckhart Tolle : “ Anda berada di sini agar Tujuan Illahi di alam semesta ini terungkap.
Itulah sebabnya mengapa Anda begitu berarti. ” Semoga setiap insan sadar akan Sifat Sejatinya. Semoga Cahaya Illahi senantiasa bersinar menerangi alam ini. Semoga seluruh makhluk berbahagia......

Salam Waras wal Cerdas bin Sadar
NB : Jika Anda peduli pada negeri ini maka silakan bagikan tulisan ini untuk menyadarkan banyak orang yang selama ini telah dikelabui oleh oknum guru-guru yang tidak berpengetahuan.
Sebarkan tulisan ini demi keselamatan dan masa depan bangsa serta untuk menetralisir aura gelap dan kotor yang menyelimuti bangsa ini agar segera menjadi bersih, murni dan terang benderang.
Jika setiap orang berusaha menjadi terang dan penebar cahaya maka bayangkan betapa gemilangnya bangsa dan dunia ini nantinya. Amin. 🙏🙏
Rahayu Sagung Dumadi.
Missing some Tweet in this thread?
You can try to force a refresh.

Like this thread? Get email updates or save it to PDF!

Subscribe to Agung Suryaningrat
Profile picture

Get real-time email alerts when new unrolls are available from this author!

This content may be removed anytime!

Twitter may remove this content at anytime, convert it as a PDF, save and print for later use!

Try unrolling a thread yourself!

how to unroll video

1) Follow Thread Reader App on Twitter so you can easily mention us!

2) Go to a Twitter thread (series of Tweets by the same owner) and mention us with a keyword "unroll" @threadreaderapp unroll

You can practice here first or read more on our help page!

Did Thread Reader help you today?

Support us! We are indie developers!


This site is made by just three indie developers on a laptop doing marketing, support and development! Read more about the story.

Become a Premium Member and get exclusive features!

Premium member ($30.00/year)

Too expensive? Make a small donation by buying us coffee ($5) or help with server cost ($10)

Donate via Paypal Become our Patreon

Thank you for your support!