, 60 tweets, 10 min read Read on Twitter
#Taekook #Vkook [Canon Lokal AU]
• Everytime We Touch•
((canon receh yang berbasis pada kehaluan timeline twitter sewaktu Jungoo ngepost cover lagunya IU Sunbaenim. Hayo tebak kenapa? hohoho))
~ Bahasa Indonesia ga baku.
~ Taekook top!Tae sub!Kook
~ Bayi banget uwu
1. Dari sekian sedikit hari libur bekerja yang ada di tahun ini, Jungkook paling suka saat libur musim dingin. Dia tidak perlu repot-repot keluar dari studionya di cuaca yang semakin dingin menusuk kulit.
2. Satu pasang celana training dengan hoodie yang lumayan tebal sudah cukup membuatnya hangat. Dia bisa melakukan apa saja di dalam studio. Membuat lagu, menulis lirik, mengedit video untuk GCF, mengcover lagu, atau bahkan hanya untuk sekedar menonton film.
3. Hari ini dia libur tapi lain dari biasanya, libur kali ini membuatnya malas melakukan banyak hal. Dia hanya duduk diam menatap layar komputer yang menyala. Cahaya dari keyboard membuat ruangan yang agak redup jadi terbias warna-warni.
4. Sejak datang ke studio tadi mood-nya sangat buruk. Tiba-tiba saja dia kesal tanpa alasan yang jelas. Berkali-kali Jungkook menatap layar ponselnya. Berdebat dengan dirinya sendiri apa dia harus melakukan ‘itu’ atau tidak. Dia menaikkan kakinya-
5. hingga sekarang dia duduk bersila di atas kursi. Hoodie hitamnya sengaja dia buat hingga menutupi kepala meski dia berada di dalam ruangan. Jungkook menghela nafas sebelum akhirnya dia menyerah dan mengambil kembali ponsel yang sudah sejak tadi dia mainkan asal.
6. Jungkook mengetik sesuatu di ponselnya sebelum menaruhnya kembali lalu dia mencoba mengalihkan pikirannya pada hal lain. Diutak-atik komputernya sebentar sambil sesekali menoleh ke arah ponselnya. Nihil. Sampai malam menjelang, ponselnya tidak kunjung berdenting.
7. Rasa kesalnya menumpuk. Untuk mengalihkan pikiran, dia mencoba bermain game online yang biasanya dia mainkan untuk menghabiskan waktu tapi setengah jam kemudian dia bosan dan kembali kesal begitu ingat ponselnya belum juga menyala.
8. Dia menghela nafas sebentar sebelum memutar otak apalagi yang harus dia lakukan. Akhirnya dia menbuka sebual folder yang berisi daftar lagu yang ingin dia buat cover-nya. Selagi Jungkook mencoba mendengarkan ulang salah satu lagu yang ada di sana, ponselnya berdenting.
9. Satu pesan masuk tapi bukan dari orang yang sedang dia tunggu-tunggu.
10. Ponselnya lalu tidak berdenting lagi. Jungkook menaruh di meja komputernya sembari melanjutkan kegiatannya yang tadi tertunda. Jungkook mendengarkan pelan-pelan lagu yang mengalun di headphonenya. Sampai dia tidak sadar ponselnya kembali berdenting.
11. Hatinya sedikit berdegup tapi begitu dia membaca pesan yang masuk ke ponselnya. Dia kembali cemberut.
12. Siapa yang ngambek? Jimin Hyung ada-ada saja. Dia hanya kesal. Kesal sekali karena Taehyung pergi begitu saja hari ini. Mereka baru libur kenapa mesti pergi? seharusnya dia istirahat di apartemen atau bermain bersama Yeontan. Taehyung sendiri yang bilang dia kangen Yeontan.
13. Jungkook tidak sadar kalau pipinya sudah menggembung lucu. Dia semakin kesal kalau ingat Jimin Hyung menggodanya. Satu pesan lagi masuk ke ponselnya. Oh well—
14. Okay. ‘Ga pulang’. Tiap main sama Hwarang Hyung pasti dia ga pernah pulang. Jungkook penasaran apa sih yang mereka obrolin sampe ga bisa pulang buru-buru ke rumah. Memangnya ada cerita apa sampai harus menginap di tempat asing hanya untuk sekedar mengobrol. Menyebalkan.
15. Jungkook tidak membalas pesan Taehyung. Dia buru-buru mengalihkan pikirannya lagi pada lagu yang sedang diputar sebelum memutuskan untuk mengcover lagu itu. Iya, lagu itu cocok sekali dengan moodnya malam ini. Hancur berantakan. Kim Taehyung menyebalkan.
16. Waktu pun berlalu. Jungkook mencoba bernyanyi dengan tenang agar dia tidak terlihat sedang ingin mengacak-acak isi lemari Taehyung tapi anehnya berkali-kali dia bernyanyi tetap saja ada nada yang selalu tidak pas. Jungkook mengulang lagi dari awal sampai akhirnya dia menyerah
17. dan memutuskan untuk langsung mengirim potongan videonya ketika bernyanyi di media sosial. Sebelum mengunggah videonya, Jungkook memperhatikan bentukan dirinya sekarang. Beberapa jam yang lalu rasanya dia tidak lusuh begini. Sekarang wajahnya terlihat semaput dan kelelahan.
18. Dia baru sadar kalau dia sudah berada di studio seharian dan waktu sudah menunjukkan hampir fajar. Jungkook menghela nafas panjang. Pikirannya kembali pada Taehyung. Pada akhirnya Taehyung tetap tidak menghiraukannya. Apa mungkin Taehyung sudah tidak peduli lagi padanya?
19. Harusnya Taehyung kan tahu kalau dia memang tidak suka melihatnya banyak bermain. Taehyung sendiri yang suka berjanji akan menemaninya bermain game dan menonton film bersama tapi begitu ada ajakan main dari ‘hyung’-nya yang lain dia langsung saja melupakan janjinya.
20. Tanpa pikir panjang Jungkook lalu mengunggah videonya. Melihat reaksi fans yang tetap fantastis dan kebanyakan dari mereka bertanya apa dia tidak tidur. Jungkook tersenyum tipis. Mereka pasti bisa melihat dengan jelas kalau matanya sembab dan berkantung.
21. Jungkook juga baru ingat kalau dia belum makan sejak tadi. Pantas saja perutnya keroncongan tapi ini sudah pagi, lebih baik dia tidur sebentar sambil menunggu Jimin datang membangunkannya dan mengajaknya makan bersama. Masa bodoh dengan Kim Taehyung.
22. Jungkook tidak peduli apapun yang orang itu lakukan. Jungkook merebahkan tubuhnya di sofa panjang dekat meja komputer. Dia menyimpan satu bantal untuk tidur di sana. Jungkook terlelap beberapa menit kemudian.
23. Entah sudah berapa lama dia terlelap. Saat dia bangun ponselnya berkedip-kedip. Ada sebuah pesan masuk. Dengan malas Jungkook membacanya dan membalas seadanya dengan mata yang masih mengantuk.
24. Jungkook menaruh lagi ponselnya dengan sembarang lalu dia bangkit dari sofa menuju ke kamar mandi terdekat dari studionya. Dia menyikat gigi dan mencuci mukanya. Setelah itu dia mengganti hoodienya dengan kaus yang agak tebal.
25. Jungkook baru sadar kalau lampu di studionya masih padam sejak tadi. Bias cahaya dari keyboardnya saja yang menyala. Memang biasanya Jungkook tidak pernah mematikan lampu keyboardnya. Perlahan Jungkook menyalakan saklar dan kembali duduk di depan komputernya.
26. Jungkook memaki headsetnya lagi dan memutar sebuah film. Perutnya masih berbunyi. Dia berfikir untuk memesan ayam goreng tapi dia terlu malas untuk keluar dan mengambil pesanannya. Sambil berpikir sendiri, ponselnya berdenting.
27. Kali ini Jungkook memutuskan untuk tidak menghiraukan orang itu. Jungkook mengalihkan pikirannya pada film yang sedang diputar namun ponselnya tidak juga berhenti berdenting.
28. Kesal. Jungkook lebih kesal padanya dirinya sendiri karena tidak ada yang ingin dia lakukan selain membuka pintu dan membiarkan Taehyung masuk. Dia kenapa? kenapa Taehyung selalu menang. Kenapa dia tidak bisa marah terlalu lama? Mengesalkan.
29. Orang yang ada di balik pintu sedang tertawa lebar sambil memamerkan giginya. Jungkook memutar bola matanya.
“Halo Sayangku, Hyung pulang!” kata Taehyung sambil meraih Jungkook ke pelukannya.
“Lepasin! Kenapa pulang? liburnya masih sampai besok. Main saja sampai puas.”
30. Taehyung tertawa. Dia melepaskan pelukannya lalu mencubit pipi Jungkook dengan gemas. “Aku bisa jelaskan tapi biarkan aku masuk dulu. Ya ya ya?”
Jungkook mendengus sebal tapi dia tetap melebarkan pintu studionya dan membiarkan Taehyung masuk. Hyungnya langsung duduk di sofa.
31. Jungkook berdiri agak jauh darinya. Dia tidak ingin mendekat karena itu berbahaya. Dia harus tetap terlihat kesal. Dia sedang kesal kan? jadi Taehyung harus diberi pelajaran supaya dia tidak bisa seenaknya. Tunggu, memangnya apa yang sudah Taehyung lalukan? Dia hanya keluar-
32. bersama Hyung-deulnya. Itu pun seharusnya wajar kan? Jimin juga biasa keluar dengan temannya yang lain. Kenapa Taehyung tidak boleh?
“Hey, apa yang kau pikirkan? Kemarilah dan makan dulu.” kata Taehyung lagi. Jungkook menggelengkan kepalanya pelan.
“Hyung saja yang makan.”
33. “Masih ngambek ya?” goda Taehyung. Dia berdiri dan menarik Jungkook agar bocah itu duduk di sampingnya. Jungkook yang belum makan dari semalam tidak kuat untuk menahan tubuhnya. Tenaga Taehyung jadi terasa lebih kuat. Akhirnya dia duduk di samping Taehyung.
34. “Apaan sih Hyung ini? Aku kan udah bilang—Uhm!”
Taehyung ketawa lagi. Dia berhasil menyumpal bibir Jungkook dengan kentang goreng yang sudah dicelupkan ke dalam saus tomat. Jungkook melirik dengan sebal tapi kentang gorengnya memang enak. Dia dilema.
35. “Gimana? Enak ‘kan?” tanya Taehyung tetap dengan nada menggoda. Jungkook akhirnya memilih untuk mengunyah kentang yang ada di mulutnya sampai habis lalu menerima begitu saja suapan dari tangan Taehyung.
36. “Katanya beli burger, kok malah ayam sama nasi?” tanya Jungkook di sela-sela mengunyah.
“Soalnya kamu belom makan dari semalem. Lebih enak makan nasi kan?”
Jungkook ga menjawab meski dalem hatinya mengiyakan banget. Betul. Dia banget-banget lapar.
37. Makanan yang dibawa Taehyung ludes lima menit kemudian. Tanpa disuruh, Taehyung bangun lalu cuci tangan dan bawain minum buat Jungkook. Si Ganteng itu cuma merhatiin kelinci-nya minum sampai habis sambil senyam-senyum sendiri. Jungkook ngelirik sebel. “Ga usah liat-liat.”
38. “Hehehe kamu kalo abis maem tambah imut.” ledek Taehyung sambil nyolek dagu Jungkook dengan sengaja.
“Ih apaan si. udah sana main lagi aja sama hyungdeul kamu.” cicit Jungkook sambil mukul-mukul lengan Taehyung gemes.
“Ga lah, kan udah kemaren. Sekarang mainnya sama kamu.”
39. Emang begini nih penyakitnya Jungkook. Ga boleh dimanisin dikit sama Taehyung pasti langsung luluh gitu aja kek dia langsung lupa kalo dia lagi marah. Mati-matian Jungkook nahan mukanya supaya ga keliatan merah.
“Kok diem?”
“Kenyang.”
Taehyung ketawa. Ganteng bener deh.
40. Tapi ketawanya belum beres sewaktu dia narik Jungkook ke pangkuannya. Jungkook hampir hilang keseimbangan. Kikuk. Pokoknya ribet deh hatinya dag dig dug sendiri. Mukanya berasa tambah panas aja kayak mau meledak. Taehyung sialan emang.
“Maafin aku ya.” bisiknya pelan.
41. Jungkook cuma bisa kedap-kedip di pangkuan Taehyung tapi ga urung dia nyungsep ke dada Taehyung. Supaya Taehyung ga bisa liat dia salting digituin.
“Liburnya kan jarang. Kenapa malah pergi.” lirih Jungkook dengan nada sedikit sedih.
“Iya, kemaren kan Hyung abis ultah. aku-
42. ga enak kalo ga dateng. Kirain cuma sebentar taunya diajak nginep. Maaf ya. Janji deh besok2 kita jalan-jalan aja sama Tannie.” jelas Taehyung sambil ngusap kepala Jungkook. Kali ini Jungkook berani ngangkat wajahnya buat natap Taehyung.
“Janji ya?”
“Iya, janji.”
43. Raut muka Jungkook langsung berubah sumringah. Dua-duanya saling balas senyum terus pelukan.
“Kalo udah maafin boleh dong aku dicium.” pinta Taehyung sedikit berbisik.
Jungkook mengendurkan pelukan mereka sambil natap Taehyung sebel. “Nanti kalo Jimin Hyung masuk gimana?”
44. Taehyung ketawa gemas banget sama Jungkook. Ya Tuhan. Dia nyubit hidungnya Jungkook gemes. “Jimin ga bakalan kesini.”
“Sok tau.” bales Jungkook ga mau kalah.
“Kalo ada aku di sini dia gabakalan masuk. Udah tau.”
“Tau apa?”
“Tau kita bakal ngapain.”
“Ish mesum!”
45. Jungkook mukul tangannya kesel tapi lagi-lagi Taehyung cuma ketawa keras.
“Emangnya aku bilang kita ngapain?”
“Ya tapi kan aku—“
Belum kelar Jungkook bicara tapi Taehyung udah nutup bibir Jungkook duluan pake bibirnya. Pelan-pelan Jungkook mulai terhanyut. Jarinya meremas
46. Lengan baju Taehyung kuat-kuat apalagi waktu Taehyung mulai naikin tempo ciumannya. Jungkook bisa merasakan lidah Taehyung bermain di dalam mulutnya. Satu tangan Taehyung menyusup ke dalam hoodie Jungkook dan mulai menyentuh tubuh Jungkook. Seketika Jungkook melenguh lemah.
47. Semi🔞
Posisi mereka perlahan berubah. Taehyung membawa Jungkook berbaring di sofa, tubuh Jungkook ada di bawahnya. Dia melepaskan ciumannya sesaat sebelum mengecup bibir Jungkook yang sudah merah sekali lagi. Mata Jungkook yang sayu dan wajahnya yang memerah membuat dia gila
48. “Udah berkali-kali Kook.”
Mungkin Jungkook udah setengah sadar dimakan nafsunya sendiri sampai suaranya Taehyung ga kedengeran jelas di kupingnya.
“Hm?”
Taehyung mendekat lagi dan menciumi rahangnya. “Udah berkali-kali kenapa kamu tetep bikin aku gila begini.” bisik Taehyung
49. sambil menggigit kecil daun telinga Jungkook.
“T-tae—“
“Iya, aku di sini.”
Taehyung kembali lagi menatap Jungkook. Dielusnya pelan wajah Jungkook yang masih merah.
“Kookie mau apa?”
“Mau Taehyungie Hyung.”
Taehyung hampir mengumpat. Oh Tuhan kenapa Jungkook yang garang-
50. setengah jam yang lalu bisa berubah jadi imut-imut setelah kenyang makan. Kalau begini ga susah rasanya bikin Jungkook nurut. Taehyung mencoba mikir yang gila-gila, inget Jimin celananya pernah melorot, inget yang lain lagi supaya dia ga nyerang Jungkook detik itu juga.
51. supaya dia ga hilang akal sehat karna besok mereka mesti pergi ke Jepang buat acara hi-touch. Taehyung mencium Jungkook lagi sambil mulai melepas celana training Jungkook yang kebesaran. Ini pasti punya dia celananya, Jungkook suka lupa dan sembarang pake karna males nyari.
52. Waktu celananya sudah lepas, Taehyung berhenti mengulum bibir Jungkook terus ngeliat orangnya sebentar. Tau ga sih Jungkook kalau dia udah kemakan nafsunya begini?
“Mau gimana?” tanya Taehyung dengan nafas yang berat.
“Apa aja yang penting sama Taehyungie.”
53. Taehyung mengangguk. Tangannya mulai masuk ke dalam boxer Jungkook dan mengusapnya pelan-pelan. Matanya ga lepas dari mata Jungkook. Rasanya dia mau teriak sekarang juga padahal ini bukan yang pertama kali mereka begini. Taehyung mulai mempercepat tempo tangannya.
54. Dan saat itu Jungkook ga bisa lagi menahan erangan. Dia menyebut nama Taehyung berkali-kali.
Ketika Taehyung sudah merasa celananya makin sempit, buru-buru dia melepas celananya dan menarik boxer Jungkook sampai mereka tidak pakai penutup apapun di bagian bawah.
55. Taehyung mulai bergerak lagi. Dia mencium habis bibir Jungkook dan menelan semua erangannya. Taehyung menaikkan tempo gerakannya sewaktu dia merasa Jungkook sudah semakin keras dan berkedut. Dua-duanya selesai hampir bersamaan. Butuh beberapa waktu sampai mereka kembali sadar
56. Nafas keduanya masih memburu tapi Taehyung buru-buru bangkit mengambil tisu untuk membersihkan Jungkook juga membersihkan tubuhnya. Jungkook masih menatapnya dalam. Dia tidak pernah bisa bicara banyak setelah klimaks, hanya menunggu Taehyung kembali ke pelukannya.
57. “Makasi ya.” ucap Jungkook setelah Taehyung memakaikan lagi celananya.
“Sama-sama Kookie.” balas Taehyung sambil senyum tulus.
Jungkook mendekap Taehyung lebih erat dan berbisik pelan di sana. “Maaf aku ngambek kayak anak kecil.”
Taehyung ketawa gemes.
58. “Hush, kamu bukan anak kecil. Kamu itu bayi.” ledeknya dan dengan itu dia mendapat cubitan di perutnya.
“Iya becanda. Maaf. Ngantuk ya?”
“Iya.”
“Mau pindah ke rumah?”
“Nanti aja, di sini dulu.”
Taehyung tidak menjawab lagi. Dia mengecup kepala Jungkook dengan sayang.
“Oke.”
[THE END]
Hohoho maaf ya kalo cringe dan banyak bahasa yang amburadul. Thankyou for reading 💜💜💜💜 -Alin
Missing some Tweet in this thread?
You can try to force a refresh.

Like this thread? Get email updates or save it to PDF!

Subscribe to Alineolleo🐯🐰
Profile picture

Get real-time email alerts when new unrolls are available from this author!

This content may be removed anytime!

Twitter may remove this content at anytime, convert it as a PDF, save and print for later use!

Try unrolling a thread yourself!

how to unroll video

1) Follow Thread Reader App on Twitter so you can easily mention us!

2) Go to a Twitter thread (series of Tweets by the same owner) and mention us with a keyword "unroll" @threadreaderapp unroll

You can practice here first or read more on our help page!

Follow Us on Twitter!

Did Thread Reader help you today?

Support us! We are indie developers!


This site is made by just three indie developers on a laptop doing marketing, support and development! Read more about the story.

Become a Premium Member ($3.00/month or $30.00/year) and get exclusive features!

Become Premium

Too expensive? Make a small donation by buying us coffee ($5) or help with server cost ($10)

Donate via Paypal Become our Patreon

Thank you for your support!