Profile picture
, 45 tweets, 11 min read Read on Twitter
WHO ARE "YOU"?
DIMANA BATAS "DIRIMU" BERADA DALAM TUBUHMU?
IS "REALITY" REAL?

--- A THREAD

Siapa kamu ? Dimana bagian tubuhmu yang mempresentasikan ttg dirimu ? Apakah kita benar2 "nyata" ?

RT&LIKE
Thread ini bukan thread kebatinan / religi / makrifat / filsafat atau apapun itu ya, jadi santai aja.

Topik ini akan saya bahas dari kacamata ilmiah para saintis dengan pendekatan empiris dan matematis. Jadi aman buat dikonsumsi
Oke. Thread tentang Reality akan dibahas tuntas menjadi beberapa seri yang bersambung. Kalian akan dibawa menuju pengetahuan tentang jati diri kita di alam semesta, The True Nature of Nature itself, dsb

And warning, Existensial Crisis are everywhere!
Dont quote, just reply!

Appreciate me, by comment, RT, Like and Follow after reading

So thats will keep motivating me to write and write

You can ask me to be your mutual, and i will follow you back
Inshaallah akan saya lanjut besok ya. Terimakasih
What is reality?

Mari kita lihat definisi berdasarkan kbbi

Realitas jelas merupakan kenyataan. Maka apa itu nyata?
Jika kita melihat secara terminologi. Maka nyata akan berhubungan dengan apa yg kita lihat, apa yg kita dengar, apa yg kita sentuh

Objek itu haruslah ada, dan dapat kita indera serta orang lain indera
Maka by definition, seluruh hal yang dapat kita indera dengan kelima panca indera kita akan membentuk realitas!

Untuk memudahkan kamu memahami, mari saya ajak kalian pergi mengelilingi hutan :D
Lihat tuh, Indah banget ya. Kamu bisa melihat indahnya hijau dedaunan, sejuknya udara hutan tropis, damainya perasaan saat mendengar deru ringan riak air dan kicauan merdu burung2
Seluruh inderamu bekerja saat berada di lingkungan tersebut

Matamu menangkap hijaunya daun
Telingamu menangkap kicauan burung
Kulitmu menangkap sejuknya udara. Hidungmu menangkap aroma khas tanah basah

Nah pemandangan yang kalian alami saat itu, itulah realitas
Realitas tersebut memenuhi syarat2 realitas kan?

1. Bisa diindera oleh panca indera kita
2. Bisa dibuktikan dan benar2 ada
3. Orang lain pun bisa merasakannya

Well the reality seems so fine right now
Okeh, mari kita mendekati bunga bunga tsb. Sejenak kalian akan kagum melihat betapa indahnya bunga2 tsb tertata rapi. Am i right?

Nah, tak kalian sangka. Ada seekor lebah yg jg berada di dekat kalian, sdng menikmati pemandangan bunga, sm persis sprti yg kalian lakukan saat ini
Kalian kemudian penasaran, apakah lebah melihat persis seperti apa yang kita lihat?

Apakah dia akan kagum sama seperti kita kagum dengan bunga2 tsb?

🤔

Could you answer that question?
The answer is no

Lebah, tidak melihat bunga tsb, seperti kita melihatnya

Mereka melihat bunga tsb, dengan cara yang berbeda dari yg kita lihat..

Berikut perbedaannya

Jika manusia melihat bunga matahari full of yellowish flower, lebah tidak

Begitu jg dg yg lain
Maka di dunia Lebah. There is no SUNFLOWER, mereka hanya mengenal bahwa bunga itu hanyalah sekedar bunga. Tdk lebih

And that is THEIR REALITY..

oh okay, so we have dual reality by now? 🤔
Which reality is correct? Our reality? Or bee's?
Apakah selama ini kita melihat bunga yang salah? Bagaimana jika warna bunga matahari tidak seperti itu? 🤔 sepertimu kita sedang dipermainkan

Oke calm, mari kita tanya hewan lainnya
Tidak cuma lebah saja. Anjingpun juga memiliki persepsi berbeda terhadap realitas yg mereka rasakan

Manusia melihat bunga ini sebagai bunga yg berwarna merah. Sedangkan anjing?

Meh, looks so boring yeah?
Anjing melihat warna dengan visual yg berbeda dengan kita. Maka sudah jelas, jika kita hidup sebagai anjing, maka kita tdk akan bs merasakan kagum dengan warna warni bunga

Our life, maybe boring, all of the time
Oke bagaimana dengan burung?

Ah! Perhatikan makhluk yg ada didepan kalian!

Apa itu?

Yes! That's peacock! Mari kita lihat bagaimana realitas merak dilihat dari matanya
Ini dia

Merak, hanya mampu menangkap sinar UV sehingga apapun yg mereka lihat, akan terlihat berwarna ungu. Seperti visualisasi berikut ini
Okay, lalu bagaimana mereka melihat bunga?

There here is. Human view in left, bird view in right

Pada frame berikutnya, terlihat burung yg memiliki kesan dominan ungu

Seperti itulah burung menangkap realitanya
Pertanyaan kemudian muncul..

Jika satu obyek diamati oleh beberapa spesies namun menghasilkan persepsi realita yg berbeda, maka realita manakah yg benar? Seperti apa warna sesungguhnya dari objek tersebut?
Pertanyaan inilah yg kemudian disimpulkan oleh beberapa ahli neuroscientist sebagai fenomena semu

Fakta bahwa warna, suara, dan hal apapun yg ditangkap oleh organ sensoris kita, tidak benar2 nyata
Interaksi antara dunia luar dengan indera kita, tidak menangkap seluruh informasi yang sebenarnya dari objek tersebut
Bayangkan sekarang,

jika kalian duduk disebuah kafe dan ada secangkir kopi hangat di meja kalian. Maka kalian tdk bisa mengatakan bahwa benar2 ada secangkir kopi di meja tsb

Karena orang buta akan menyangkalnya

Kelelawar dan ular pun juga akan menyangkal kalian
Skrg mari kita berpikir seperti ini

Oh oke, orang buta punya keterbatasan utk melihat, shngg ia tdk bs melihat cangkir tsb, sehingga tdk ada cangkir disana dlm realitasnya

Sedangkan kita mempunyai kemampuan lebih dari org buta tsb dalam melihat, shgg kita bs melihat cangkir tsb
What if

Gmn jika kita menempatkan diri kita pada posisi org buta tsb. Sehingga ada 'entitas' lain lagi yang LEBIH MAMPU dalam penglihatan, sehingga mampu melihat LEBIH dari sekedar kopi diatas meja?

Hm... 🤔
Jika demikian, apakah realitas adalah hal yang konyol?

Apakah realitas itu hanyalah sebuah cara pandang subyektif yg berbeda2 tergantung kemampuan dan struktur biologis individu masing-masing?
Jika temanmu mampu melihatmu dan yakin bahwa dirimu benar2 ada. Apakah orang lain selain kamu, selain kita, selain makhluk seperti kita juga menganggapmu ada?

Jika realitas dibangun berdasarkan persepsi..

Then, are you even 'real' ?
That is the illusion of Reality

Well, jika memang realitas hanyalah ilusi. Maka apa yang terjadi pada saudara2 kita yang mengalami halusinasi, seharusnya tidak perlu disalahkan..

Kita ga mungkin gelut sama lebah hanya karena warna bunga matahari seharusnya full kuning bukan?
Tapi itu beda konteks.

Meskipun realitas orang dg gangguan jiwa yg mengalami halusinasi dan realitas lebah, berbeda dengan realitas kita, namun pengaruhnya thd kehidupan kita jg berbeda
Yg satu mungkin saja mengganggu secara sosial, namun lebah tdk mengganggu kita sm sekali hanya karena beda warna saja
Oke kita kembali kepada topik

Fenomena semu/ilusi yg ada didalam realitas, kemudian menyadarkan kita, bahwa kita tidak bisa menangkap gambaran yang sebenarnya tentang alam semesta kita

Apa yang kita pikir benar, belum tentu benar. So that's why Science is dynamic
Dahulu kita hanya bisa mengamati gambaran2 makro tentang apa yang bisa kita lihat di alam

Seperti oh itu gajah, or wow gunung itu besar sekali

Sejak ditemukannya mikroskop, realitas kita menjadi melebar

Kita kemudian menemukan realitas mikro sejak saat itu
Sehingga, untuk mempelajari dan meluaskan jangkauan realitas kita, maka kita membutuhkan alat/teknologi

Semakin berkembangnya alat, maka semakin banyak hal baru yang kita temukan, semakin lebar juga jangkauan realitas kita
Namun, semakin luas ilmu pengetahuan yg kita dapat, alih2 menjawab berbagai pertanyaan yg sudah menumpuk

Malah justru menambah pertanyaan2 baru yang meresahkan
Perkembangan teknologi saat ini bahkan sudah mampu mengizinkan manusia untuk membuat program dan sistem. Bahkan sebuah simulasi

Dengan bantuan simulasi ini, maka berbagai eksperimen tidak harus dilakukan di lapangan namun bs dilakukan di laboratorium..
Kita tidak harus pergi ke bulan untuk mempelajari bagaimana gravitasi bulan bekerja. Kita tdk perlu menuju Bintang untuk mempelajari bagaimana Bintang hidup hingga mati, bahkan kita tdk perlu mendekati blackhole untuk mengamati perilakunya
Semua bisa dilakukan dengan membuat simulasi (Bintang buatan/blackhole buatan) untuk mempelajari berbagai perilaku alam semesta..

Jika manusia mampu membuat simulasi benda2 langit.........
Bagaimana jika suatu hari di masa depan, manusia mampu membuat simulasi Alam Semesta itu sendiri beserta seluruh kehidupan2 di dalamnya?
Atau bahkan tanpa kita sadari, kita justru sedang berada di dlm simulasi yg TELAH dibuat oleh 'orang lain'?

Bgmana jika kehidupan ini sejatinya hanyalah 'simulasi' atau 'bahan percobaan' saja?

Kemungkinan bahwa realitas kita hanyalah realitas fiksi yg 'DIBUAT' oleh seseorang
Bagaimana jika kita ini hanyalah CIPTAAN dan bukan PENCIPTA?
This is the end of Reality Thread part 1

Pada part kedua akan saya jelaskan lebih jauh bagaimana realitas sebenarnya bekerja. Apakah 'kamu' itu nyata, dan apakah kehidupan serta kematian benar2 eksis?

Thanks for reading. Drop your thought and happy elaborate!
Bonus. Ga wajib baca bonus ini, hanya untuk yg mau belajar saja

Missing some Tweet in this thread?
You can try to force a refresh.

Like this thread? Get email updates or save it to PDF!

Subscribe to rizal do
Profile picture

Get real-time email alerts when new unrolls are available from this author!

This content may be removed anytime!

Twitter may remove this content at anytime, convert it as a PDF, save and print for later use!

Try unrolling a thread yourself!

how to unroll video

1) Follow Thread Reader App on Twitter so you can easily mention us!

2) Go to a Twitter thread (series of Tweets by the same owner) and mention us with a keyword "unroll" @threadreaderapp unroll

You can practice here first or read more on our help page!

Follow Us on Twitter!

Did Thread Reader help you today?

Support us! We are indie developers!


This site is made by just three indie developers on a laptop doing marketing, support and development! Read more about the story.

Become a Premium Member ($3.00/month or $30.00/year) and get exclusive features!

Become Premium

Too expensive? Make a small donation by buying us coffee ($5) or help with server cost ($10)

Donate via Paypal Become our Patreon

Thank you for your support!