, 80 tweets, 12 min read Read on Twitter
@bacahorror #bacahorror

Perjalanan Menembus Istana Dibawah Laut

Oleh: Idris Nawawi
Siapa yang gak tau majalah misteri?
Kisah kali ini merupakan kisah nyata yang di alami sendiri oleh wartawan majalah ini. Bagaimana dia bisa menembus keganasan ombak pantai selatan, untuk kemudian berkunjung ke istana bawah laut yang ada di sana??

A Thread
Istilah pesugihan kerap menjadi bahan pergunjingan yang berujung kepada pro dan kontra, ada yang percaya ada yang tidak. Dari mereka yang percaya, sebagian besar mereka takut akan efek yang akan ditimbulkan dari melakukan pesugihan.
Misalkan saja, ritual tersebut selalu membawa korban jiwa.

Kendati yang namanya pesugihan selalu menuntut tumbal, terutama nyawa manusia, namun tak sedikit orang yang mengejarnya. Demi bayangan kekayaan yang melimpah ruah, mereka tak peduli dengan efek negatif yang muncul,
Bahkan ancaman siksa neraka sekalipun. Itulah realita kehidupan yang terjadi. Semua ini terjadi akibat tipisnya kadar keimanan dari manusia yang bersangkutan.

Adalah sebuah tempat yang sebut saja dengan nama pantai pertanahan. Tempat ini masih berada di kawasan
Pesisir pantai selatan. Telah lama disebutkan tempat ini menjadi ajang perburuan pesugihan di bi ratu kidul, khususnya khususnya yang berada di wilayah kebumen, Jawa Tengah.

Kisah muka atau mencari pesugihan di daerah ini kabarnya baru dikenal tahun 1984. Dipopulerkan oleh
Seorang juri kunci yang bernama Abah Polen dan istrinya, NYI Nini.

Konon, setiap Kamis Legi pantai pertanahan selalu Ramai dikunjungi orang-orang yang memburu pesugihan . Bahkan tak sedikit pula dari mereka bermalam sampai berhari-hari lamanya.
Jiwa insan-insan yang terbalut oleh suatu keinginan Dajjal. Sehingga membuat Mereka rela berkorban jiwa-raga dalam dinginnya angin malam., Bahkan panasnya terik matahari di siang bolong. Namun, dengan semangat yang sesat mereka pantang menyerah. Mereka ingin bertemu dengan
Sang ratu pujaan, yaitu ibu ratu laut kidul.

Tapi benarkah semua itu ada dalam kenyataan yang sesungguhnya?

Kisah ini baru saya dengar saat seorang teman mengajakku ke sana. Ya ke pantai pertanahan tepatnya pada tahun 2001 silam. Ketika itu Suwardi, sang teman yang berasal
Dari daerah Buntet, Sindang laut ingin saya temani dalam suatu perjalanan untuk bertemu seseorang yang katanya sangat sakti.

Sebagai sahabat karib, saya tak menolak ajakan tersebut, walaupun tak pernah tau akan maksud sang teman sesungguhnya.

Tepat pukul 23.15 WIB kami sampai
Di suatu tempat setelah sepanjang hari duduk di jok bus non AC dengan bermandikan peluh. Persisnya Suwandi mengajak saya mampir ke sebuah rumah yang cukup lumayan besar dengan pemandangan panorama laut yang sangat indah dan nyaman.
Ternyata, rumah itu hanya di huni oleh sepasang suami istri yang sudah lanjut usia. Dengan tergopoh-gopoh seorang perempuan uzur membukakan pintu tatkala Suwandi mereka memanggil dari luar.
Keliatannya pasangan suami istri itu sudah mengenal Suwandi sebelumnya. Dan mereka nampak
Sangat senang menerima kedatangan kami. Buktinya mereka langsung mempersiapkan jamuan untuk menghormati kedatangan kami.

Dugaan saya memang tidak meleset, rupanya Suwandi memang sudah akrab betul dengan mereka. Buktinya dia sudah kelihatan tidak canggung sedikit pun dihadapan
Suami istri tua itu.

Akhirnya aku tau kalau suami istri tua itu adalah juru kunci apa yang disebut sebagai pantai pertanahan. Mereka tak lain dan tak bukan adalah Abah polen dan nyi Nini.

Dalam keakraban yang teramat wajar, kami selaku tamu sangat tersanjung akan penghormatan
Mereka. Kehangatan sikap mereka membangkitkan rasa keingintahuan kami, khususnya saya tentang kebenaran cerita yang mereka tuturkan.

Salah satu cerita yang membuat hati berdebar adalah pengakuan mereka yang katanya telah mempunyai seorang anak gadis angkat pemberiannya
Nyai Blorong. benarkah? Lantas dimana gadis itu?

Sebelum kisah ini saya beberkan secara terperinci dan jelas, ada baiknya sedikit saya buka tabir tentang asal usul gadis yang jadi anak angkat Abah polen dan nyi Nini itu.

Beginilah penurunan Ki polen dihadapan saya....
Setiap menjelang tanggal 10 Dzulhijjah, atau tepatnya malam idul Adha. Pasangan suami istri ini selalu mengadakan selamatan berupa upacara Larung sesajen ke laut. Semua itu mereka lakukan sebagai tradisi yang ditinggal oleh almarhum Ayah abah polen. Maksudnya memberi penghormatan
Atas keselamatan penduduk pantai pertanahan kepada Kanjeng ratu pantai Selatan. Menurut pengakuan Abah polen, acara seperti itu sudah dilakukan sejak tahun 1964 silam.

Pada tahun 1990, tepatnya malam menjelang idul Adha. Abah polen dengan dibantu para penduduk setempat telah
Mempersiapkan segala keperluan untuk upacara larungan., Yang terdiri dari 27 macam sesajen. Nantinya sesajen akan di bagi menjadi 3 tempat yang di taruh di atas wadah yang terbuat dari anyaman bambu.

"Setelah magrib ditemani oleh sang istri aku mulai membacakan mantra-mantra
Didepan 3 sesajen yang sudah dipersiapkan. Pada puncaknya nanti, satu persatu sesaji tersebut akan kuhanyutkan. Lalu sebagai penghormatan terakhir, aku dan istriku berdiri sambil memandangi ketiga sesaji itu hingga tenggelam diterjang gelombang.

Lewat terangnya bulan pertama
Kami berdua bisa melihat dengan jelas ketiga sesaji itu mulai menjauh. Namun anehnya, beberapa saat kemudian tiba-tiba muncul ombak besar, yang menerjang sesaji itu dan membawa kembali ke persis kehadapan kami. Aku dan istriku saling pandang l. Jangan-jangan ada yang salah
Sehingga penguasa pantai selatan menolaknya.

Kami kian resah, sebab tatkala beberapa kali kucoba melarungnya, sesaji-sesaji itu tetap kembali lagi kehadapan. Baru ketujuh kalinya sesaji itu benar-benar raib ditelan ombak besar. aku sangat lega sekaligus juga takut."
Demikian tutur abah polen panjang lebar. Setelah menghisap cerutu kegemarannya, dia pun melanjutkan kembali, "masih dalam keadaan gemetar, kami bergegas pergi dari pantai. Tapi baru beberapa langkah saja kami berhenti karena dikejutkan oleh suara tangis bayi."
Dituturkan, ternyata disudut pantai tempat Abah polen dan nyi Nini berdiri tadi sudah ada sesosok bayi yang tergeletak di atas salah satu wadah sesaji yang sebelumnya Meri Larung. Keduanya terpana, meski setengah takut, namun mereka cepat-cepat mengambil bayi yang ternyata
Berjenis kelamin perempuan itu.

"Dalam perjalanan pulang, kami berdua mendengar suara tanpa rupa yang menyatakan "wahai manusia, aku nyi Blorong penguasa pantai ini menitipkan anakku pada kalian. Rawatlah anakku baik-baik, seperti kau rawat anakmu sendiri."
Tentunya sebagai suami istri yang tidak mempunyai keturunan, kamu sangat bersyukur sekali atas pemberian tersebut. Bayi itu kemudian kuberi nama Indah, sesuai dengan wajahnya yang cantik jelita," tutur Abah polen lagi.

Sejak kehadiran indah di tengah keluarga mereka,
Lambat laut kehidupan mereka mulai berint. Abah polen dan nyi Nini mengaku setiap malam didatangi oleh lelembut pantai pertanahan. Mereka banyak mengajarkan tentang berbagai ilmu penghubung alam gaib, penyembuhan dan ilmu pengasih.

Dan dari situ pula akhirnya
Banyak orang berdatangan meminta syariat batin kepada mereka, sehingga akhirnya nama keduanya menjadi terkenal dikalangan orang-orang tertentu.

Pagi menjelang. Dengan terburu-buru Suwandi mengajak ku untuk menemui indahdi tempatnya. Saya merasa heran dengan tingkah sang teman.
Sepertinya ada sesuatu yang dia sembunyikan, sebab biasanya dia tidak seperti itu.

"Memang kami tahu dimana gadis itu? Memangnya dia bisa dilihat dengan mata biasa? Memangnya kamu tahu dimana tempatnya? Ah, ini bener-bener gendeng!" Gerutu saya sambil tak habis pikir.
Suwandi menanggapinya dengan senyum penuh rahasia..

Meski kesal, rasa penasaran dan keingin Tahuan terhadap indah, membuat saya memutuskan harus bersikap lebih sabar. Benar putri titipan nyi Blorong yang bernama indah itu berwujud seperti manusia biasa,
ataukah hanya sekedar penampakan gaib? Hal inilah yang membuat saya terus penasaran.

Mungkin hanya lebih 30 menit perjalanan dengan jalan kaki dari rumah Abah polen kami sampai disebuah mulut goa, letaknya hanya sekitar 70 meter dari bibir pantai laut.
(Idris Nawawi, pelaku peristiwa)
Keanehan memang terjadi di goa ini. Setelah Suwandi membakar kemenyan pemberian Abah polen dan nyi Nini. Tiba-tiba dari dalam goa keluarlah seorang gadis cantik menyambut kedatangan temanku. Si cantik yang amat jelita ini dengan penuh kemesraan menjemputnya.
Aku benar-benar tercengang dan hampir tidak percaya. Benarkah di dalam goa sunyi dan terpencil ini tinggal seorang gadis yang begitu anggun, dengan kecantikan yang sulit dilukiskan lewat untaian kalimat?

Gadis berbusana setelan kebaya amat indah itu mempersilahkan Suwandi,
Juga saya, untuk masuk ke dalam goa. Ternyata, bagian dalam goa lumayan luas dan terang, sebab di atasnya ada lubang besar sehingga sinar matahari bisa masuk menyinari seluruh ruangan goa.

Di mataku, gadis bernama indah ini benar-benar perempuan pilihan. Wajahnya sungguh cantik
Juga tutur bahasanya yang begitu lembut. Hal ini di pastikan dapat membuat siapapun akan tergerak hatinya untuk selalu bisa berdekatan dengannya, pantas saja bila sampai Suwandi, temanku tergila-gila padanya.

Dalam pertemuan di dalam goa ini, saya sengaja menjauh dari mereka.
Ini sengaja saya lakukan agar tidak menganggu kemesraan mereka. Saya menduga di antara mereka sudah terjalin hubungan khusus.

Untuk mengisi kekosongan waktu, sementara Suwandi dan indah berduaan di dalam goa. Saya berjalan hilir mudik di pantai
sambil menghayati keindahan alam yang begitu asri. Menjelang petang, Suwandi dan indah menemuiku yang sedang terkantuk-kantuk di bawah pohon.

"Idris, malam ini kamu harus menemaniku tidur di goa ini." Kata Suwandi

Saya tersentak, sebentar ada niat untuk memprotes ajakan suwandi
Untuk saya segera sadar bahwa hal tersebut tidak perlu pertanyakan. Sebab apa yang terjadi sepanjang hari ini memang kenyataan yang serba aneh.

"Bagaimana, kamu bersedia kan?" Kejar Suwandi

"Okelah, demi seorang teman!" Jawab saya sambil tersenyum.
Malam telah larut, karena kecapean saya segera tertidur lelap. Namun akibat gigitan udara yang amat dingin, menjelang malam aku terjaga. Aneh, Suwandi sudah tak ada lagi disebelahku. Padahal, saat menjelang tidur dia menemaniku, sedang indah pergi entah kemana.
Karena penasaran, saya coba mencarinya. Ternyata, Suwandi Tengah berduaan dengan indah di bibir pantai. Dari sikap mereka yang duduk bersila dan saling berhadapan, maka jelas sekali mereka Tengah meritualkan sesuatu.

Saya hanya memandangi mereka dari mulut goa,
Karena takut mengganggu ritual yang mereka lakukan. Tapi sepertinya indah, yang tentu saja yang memiliki kepekaan batin yang hebat, sudah memahami kehadiran saya. Buktinya, dia memanggilku untuk turut serta.

Akhirnya saya ikut duduk bersila di antara Suwandi dan indah.
Saat inilah, dalam pinta dan permohonannya, indah selalu menyebutkan nama ibu, baik secara amalan kejawen maupun dengan berbahasa Arab. Aneh, Memang!

Saya menunggu apa yang terjadi, hingga sekitar 2 jam kemudian, indah meluruskan kedua tangannya kedepan, dengan punggung tangan
Menghadap ke atas. Dari situlah saya baru paham, lewat cahaya rembulan yang terang benderang, tangan indah mulai bergetar hebat dan dari pergelangan tangan kanannya, keluarlah seberkas cahaya kemerahan. Astaga, ternyata sebuah batu kecil sebesar biji kacang hijau.
Batu itu sepertinya keluar dari tangan indah.

Menurut indah batu itu adalah mustika merah delima, yang selama ini diburu banyak orang. Yang terjadi kemudian tak kalah mencengangkan, setelah merah delima itu berada di telapak tangan kanannya. Indah merapal sebuah mantra kejawen.
Setelah itu si batu dilemparkannya ke laut. Keajaiban lalu terjadi didepan mata.

Setelah batu kecemplung di laut, semua air yang terlihat berubah warnanya menjadi merah. Ya, air laut tiba-tiba berubah menjadi dua bagian. Antara yang merah dan biru. Sehingga, seperti ada sebuah
Lorong jalan atau persisnya terowongan.

Saya terkesima, karena baru kali ini menyaksikan secara langsung kesaktian yang dimiliki oleh seorang anak dari dedengkot lelembut laut kidul; nyi Blorong.

"Itu adalah jalan yang dapat kalian lalui untuk masuk
ke istana kerajaan laut kidul!" Kudengar suara indah membelah kesunyian.

Saya tak percaya, benarkah seperti itu? Seolah dapat membaca keraguan saya, indah lalu memberi isyarat kepada kami berdua untuk mengikutinya dari belakang. Saat kaki ku langkahkan,
ada rasa takut teramat sangat dalam hati; jangan-jangan air laut akan kembali seperti semula menenggelamkan diriku, ternyata dugaanku sama sekali tak terjadi.

Memang sulit dimengerti, depan kami sepertinya ada sebuah mulut goa yang sangat besar. Lalu kami masuk
sampai ke ruang bagian dalam. Subhanallah, saya terus mengucap asma Allah dalam hati. Ternyata goa itu adalah sebuah jalan rahasia menuju alam dimensi lain.

Sebentar kemudian sesuatu Waktu yang sulit terbayangkan terhampar jelas didepan saya. Betapa megah dan indahnya
Semua yang kulihat saat itu. Ya, sebuah istana yang sungguh sangat mempesona dipandang mata.

Kami masuk kesebuah pintu gerbang dari salah satu gerbang ada di istana itu. Kami di sambut ramah oleh para prajurit dan penggawa istana laut,
juga oleh para dayang yang semuanya cantik jelita. Semua kawula kerajaan bawah laut ini sepertinya sudah kenal betul dengan indah. Bahkan terkesan bahwa indah adalah salah satu keluarga kerajaan yang sangat dihormati.

Kami akhirnya sampai disebuah ruangan besar,
Yang mirip dengan Balairung. Di sana terdapat pernak pernik hiasan yang terbuat dari emas, dengan seni ukir yang berselera tinggi. Semua dinding, juga singgasana raja yang begitu indah membuat istana benar-benar sempurna Adanya.

Sebentar kemudian,
dari salah satu ruangan kaputren muncul arakan dayang-dayang yang rupanya mengiringi kedatangan seorang ratu yang karismatik. Melihat kemunculan sang ratu, indah langsung bersembah sujud. Seperti yang lain, saya dan Suwandi pun melakukan hal yang sama,
Mengikuti gerakan para kawula sang ratu.

Setelah indah menghaturkan sembah sungkem dan memperkenalkan kamu berdua, kulihat sang ratu hanya tersenyum. Dia tak berkata sepatah katapun. Dengan gerakan yang amat anggun dia langsung duduk di sudut ruangan agak kecil,
Yang diterangi cahaya terang benderang. Anehnya, lalu saya melihat dia memegang kitab suci Al Qur'an, meski tidak terdengar suara bacaannya.

Benarkah yang dipegang sang ratu itu adalah Al Qur'an? Dari penampilan fisiknya memang terlihat demikian.
Selebihnya, saya tak bisa memastikannya.

Melihat sang ratu telah duduk langsung di hamparan permadani berenda emas, indah langsung memberi isyarat agar kami mengikutinya. Rupanya, indah mengajak kami ke ruangan lain yang tak kalah megah. Di ruangan inilah indah
Memberi keterangan seputar sang ratu yang senantiasa disebutnya sebagai ibu ratu. Dijelaskan indah bahwa ibu ratu tidak ingin diganggu dulu karena ada beberapa faktor yang masih mengganggunya.

Setelah diajak melihat-lihat ruang istana, indah kemudian mengajak saya dan Suwandi
Melihat bangunan-bangunan pendukung istana lainnya. Anehnya, di dalam ruangan yang lain yang keindahannya Sulit dijelaskan dengan untaian kalimat ini, saya dan Suwandi saya sempat bertemu dengan para tokoh legendaris negeri ini, seperti; gajah Mada, Ir Soekarno, kyai samber nyawa
, Rakuti, juga beberapa nama raja sejak zaman Majapahit, bahkan kerajaan-kerajaan sebelumnya.

Apakah benar saya telah bertemu dengan mereka dalam pengertian secara fisik? Bukankah mereka semua sudah mati? Bagaimana bagaimana mungkin saya dapat bertemu dengan mereka?
Ah, semua pertanyaan itu mengganggu saya. Sampai kini tak ada jawaban yang diberikan sebagai suatu kepastian, ataupun sebagai suatu bantahan. Yang pasti, bagi saya semua peristiwa ini serasa begitu nyata. Meski, tetap saja sangat sulit untuk diterjemahkan dengan akal sehat.
Tak dapat saya lupakan sejuknya udara di istana bawah laut. Warga kerajaan juga amat ramah,. anehnya, kebanyakan di antara mereka menjalankan ritual peribadatan seperti para pemeluk Islam pada umumnya yang ada di alam nyata.

Dari pengalaman yang bagi saya sangat nyata ini,
Rupanya apa yang diceritakan selama ini bahwa kerajaan laut kidul identik dengan berbagai hal yang berbau pesugihan dan kesehatan terbantah dengan sendirinya, ini adalah keyakinan saya, atau mungkin memang ada Istana di bawah laut selatan lainnya yang penuh dengan kesesatan itu?
Artinya, ada dua versi ratu laut kidul. Ya ada yang hitam dan ada yang putih!

Untuk saat ini saya belum dapat menemukan jawaban pertanyaan tersebut. Yang pasti, setelah waktu bagi kami telah dianggap cukup, si cantik indah mengajak kami mengunjungi tempat terakhir.
Dia menyebutnya "istana panas". Menurut indah, di istana inilah salah seorang pamannya bertahta sebagai raja.

Dengan kendaraan kereta yang ditarik enam ekor kuda putih, kami segera berangkat menuju tempat yang disebut indah, sekitar setengah jam waktu diperjalanan,
Kamipun sampai di sebuah istana yang udaranya serba panas.

Mungkin karena itulah disebut "istana panas". Mengapa disini udaranya panas? Mungkin, seperti yang kita ketahui bahwa samudera mempunyai bagian yang dingin dan panas.

Entah dengan alasan apa, saya dan Suwandi disuruh
Menunggu di beranda istana, sedangkan indah masuk kedalamnya dengan di antar beberapa orang pengawal. Baru sekitar 20 menit kemudian, indah muncul lagi. Anehnya, dia membawa jengger ayam cemani yang sudah matang.

"Makanlah!" Katanya sambil menyodorkan jengger itu kepada kami.
Saya dan Suwandi hanya diam dalam keraguan. Rupanya indah tahu perasaan kami. Sambil tertawa renyah di kembali berkata, "kalian jangan ragu. Makan saja, sebab jengger itu berkhasiat untuk menghilangkan sifat panas dari pengaruh pamanku!"

Kamipun langsung memakannya.
Dan benar saja, hawa panas yang keluar dari dalam istana itu tak lagi terasa olehku. Lalu kami berdua di ajak masuk oleh indah ke dalam apa yang disebut sebagai "istana panas."

Akhirnya, saya baru tahu tentang siapa sebenarnya yang disebut indah sebagai paman itu.
Dia bernama Ki Banaspati. Apakah tokoh gaib ini yang selalu dibicarakan orang perihal kesadisannya yang konon gemar membunuh orang dengan keris miliknya yang selalu membara?

Yang pasti, saat kami melangkah masuk kedalam "istana panas", saat gerbangnya dibukanya,
Saya melihat para prajurit yang semuanya berwajah bengis. Mereka terlihat tidak ada yang mempunyai perwatakan halus. Tubuh mereka semua hitam legam dan mengkilat, seolah baru bermandikan minyak zaitun.

Kami terus melangkah mengikuti indah. Akhirnya sampailah
Di suatu ruangan tengah istana yang sangat besar sekali. Di ruangan ini kengerian menyerang otakku, sebab ribuan tengkorak manusia berserakan, dengan tulang belulang menjadi satu yang sepertinya sengaja menjadi penghias dinding. Tak hanya itu, ribuan keris bergelantungan
Anehnya, setiap keris mempunyai mata di ujungnya, seperti layaknya mata manusia.

Saat saya masih terekam dengan kengerian, tiba-tiba aku dikejutkan oleh satu suara yang menggema, "selamat datang wahai manusia bumi!"

Jantungku nyaris saja copot, didepan sana kulihat sesosok
Makhluk mirip manusia, dengan bara api di sekujur badannya yang hitam legam, juga wajah serta rambutnya menyala seperti bara. Sungguh membuat bulu kuduk merinding melihatnya.

Indah cepat-cepat memberi hormat dan kami berdua mengikutinya. Ternyata, dia adalah Ki Banaspati
Seperti yang disebutkan indah. Dari pertemuan singkat ini, Ki Banaspati mengakui telah merestui hubungan cinta indah dengan temanku, Suwandi.

Singkat cerita, pada tahun 2003 yang silam. Suwandi dan indah telah menikah secara sah disebuah kantor KAU yang ada di daerah pertanahan
Setelah menikah, mereka menetap di salah satu daerah di Bali.

Sejak itulah saya dan Suwandi berpisah, dan hingga kini tak pernah bertemu lagi. Termasuk pula dengan indah. Entah bagaimana kabar mereka sekarang? Hal ini sama sulitnya dengan mencari jawaban dari pertanyaan;
Bagaimana mereka bisa menikah, padahal antara Suwandi dan indah bisa jadi makhluk berbeda alam?

Bagi saya, tak penting mencari jawaban dari semua pertanyaan yang teramat sulit di jawab itu. Biarlah semua itu menjadi bagian dari nostalgia kehidupan ini. Hanya saja,
Lewat tulisanku ini ada hal yang penting yang harus aku sampaikan pada kalian berdua. Ketahuilah, pantai yang dahulu yang menjadi tempat kita merajut kenangan kini telah tiada. Goa dan pantai itu semuanya hancur di hempas gempa waktu Yogya 27 Juli 2006 yang lalu.
Doa tulus dari seorang sahabat, semoga kalian selalu bahagia. Jika kalian membaca tulisanku ini, maka maafkanlah aku bila ada kata yang salah dan kunantikan selalu kehadiran kalian di sisiku.

Selesai...................................
Missing some Tweet in this thread?
You can try to force a refresh.

Like this thread? Get email updates or save it to PDF!

Subscribe to 🤡JOKER🃏
Profile picture

Get real-time email alerts when new unrolls are available from this author!

This content may be removed anytime!

Twitter may remove this content at anytime, convert it as a PDF, save and print for later use!

Try unrolling a thread yourself!

how to unroll video

1) Follow Thread Reader App on Twitter so you can easily mention us!

2) Go to a Twitter thread (series of Tweets by the same owner) and mention us with a keyword "unroll" @threadreaderapp unroll

You can practice here first or read more on our help page!

Follow Us on Twitter!

Did Thread Reader help you today?

Support us! We are indie developers!


This site is made by just three indie developers on a laptop doing marketing, support and development! Read more about the story.

Become a Premium Member ($3.00/month or $30.00/year) and get exclusive features!

Become Premium

Too expensive? Make a small donation by buying us coffee ($5) or help with server cost ($10)

Donate via Paypal Become our Patreon

Thank you for your support!