, 139 tweets, 20 min read Read on Twitter
-Tambang ilegal bekas koloni belanda (part II)

-A horror thread
#bacahorror
@bacahorror

Part I 👇
Baiklah ini adalah lanjutannya, gua akan ceritakan sampai mas unang dan mas supri pergi dari sana karna situasi yg sudah sangat tidak kondusif..

----
Hari demi hari mas unang dan mas supri tetap menjalani kehidupannya disana sebagai penambang ilegal, walaupun banyak cobaan yg mereka hadapi namun kebutuhan perut tidak bisa di nomor dua kan.

Ini adalah seminggu sebelum mas unang dan mas surpi pergi..
Ya memang sudah jadi hal yg lumrah untuk mas unang, mas supri dan penambang lainnya mendapat gangguan di tambang tersebut. Namun takut tetaplah musuh utama buat mereka, apalagi gangguan yg makin hari makin parah..
H-7 sebelum pergi

Seperti biasa mas unang dan mas supri jalan ke tambang berdua pukul 5 sore, setiap ingin berangkat selalu ada rasa was was yg dirasakan mas unang dan mas supri apakah sosok yg akan mereka temui nanti didalam tambang
Sampai tenda peristirahatan, mas unang menyapa pekerja lainnya. Disini, segala macam gangguan seperti terlupakan sejenak oleh mereka karna canda gurau yg dilontarkan oleh salah satu penambang yg cukup lucu kata mas unang
Ya memang itulah yg mereka butuhkan sebelum bertarung batin didalam tambang, karena jika sudah jam 7 mlm semua wajah penambang langsung terlihat tegang. Kadang sampai ada berkata "apa yg kita lihat nanti ?"
Jam 7 tiba, mas unang mendapatkan shift pertama untuk masuk berbarengan dengan mas supri dan 1 pekerja lainnya kita sebut saja pak kirno. Beliau sudah cukup lama disana dan jg sudah sangat terbiasa dgn hal2 yg berbau mistis..
Ibarat kata mentalnya sudah teruji oleh makhluk2 astral disana, mungkin sudah berteman juga. Goyah langkah kaki menuju mulut tambang, dada seperti ada yg menekan kata mas unang. Seakan ada sesuatu yg mendorongnya untuk menjauh dari sana
"Pak, ngerasain apa yg saya rasain ga?

Mas unang mau tau apa cuma dia aja yg ngerasain dorongan tersebut.

"Iya saya ngerasain, sudah jgn dipikirkan mas. Niatkan untuk bekerja saja ya"
"Emm baik pak"

Ini untuk pertama kalinya mas unang dan mas supri berbarengan dgn pak kirno
10 meter sebelum mulut tambang, gangguan sudah dirasakan. Mas unang merasakan seperti ada yg memperhatikan mereka dari balik rawa jalan setapak tersebut, namun ditepis sama mas unang perasaan tersebut agar tidak terbawa suasana takut nanti
Ternyata emang benar, ada yg mengikuti mereka semenjak meninggalkan tenda.

"Jgn ada yg lihat kanan ya, pandangan kebawah atau ke depan"

Pak kirno mewanti wanti mas unang dan mas supri, namun karna mas supri kepo dia malah nengok ke kanan
Pada saat mas supri nengok ke kanan, blm ada 10 detik langsung pingsan. Pak kirno dan mas unang kaget melihat tubuh mas supri tiba2 ambruk ke tanah, langsung dipegang oleh pak kirno untuk menyadarkan mas supri
"Gmn ini pak? Kita balik ke tenda aja ya pak"
"Jgn, terlalu berbahaya balik ke tenda karna dibelakang sana sudah ada ratusan sosok yg menunggu kita"
"Ratusan pak? Allahuakbar"

Pak kirno dan mas unang langsung menyeret badan mas supri ke rerumputan
Terlihat mulut pak kirno komat kamit, ntahlah mas unang tidak tahu apa yg diucapkan pak kirno namun ternyata berhasil membuat mas supri sadar. Saat membuka mata, pak kirno langsung menahan kepala mas supri agar tidak nengok ke kanan lg
"Tidak apa2 mas? Kan sudah saya bilang jgn nengok ke kanan, bandel sih sampean"

Mas supri tidak menjawab, mungkin karna masih lemas setelah pingsan tadi.

"Ayo bangun, kita lanjutkan"
Mas supri dgn badan sedikit gontai ikut berjalan menuju mulut tambang, terbesit rasa ingin tahu dari mas unang

"Emang liat apa lu tadi?"
"Sosok tentara tanpa kepala nyoba ngedeketin gua mas"

Langsung mas unang terdiam disitu
"Kan saya sudah kasih tau, badung sih"
"Maap pak, saya penasaran"
"Sosok itu mau masuk ke badan kamu, untung saya tahan walaupun kamu jadinya pingsan"

Oke, disini mas unang agak lega karna dia bersama orang yg mengerti hal seperti ini
Sesampai di goa, mereka bertiga langsung bekerja seperti biasa. Syukur tidak ada gangguan selama 2 jam, hanya suara jangkrik yg menemani mlm mereka ditempat yg sepi itu.

Tiba tiba "AAAAAAAAAAAAA"
Teriakan dari arah cabang dimana mas supri berada.

Fyi yg blm baca part I, tambang ini ada 3 cabang dan 1 orang 1 cabang ya..

"Suprii lu kenapa?" Mas unang panik

Langsung berlari ke cabang mas supri, berharap dia baik2 saja
Berbekal lampu petromak mas unang menyusuri cabang mas unang, tidak lama disusul oleh pa kirno dari belakang.

"Pak, supri tidak ada"
"Coba kita lihat sampai ujung cabang mas"
"Baik pak"

Tidak lama mas unang melihat alat yg digunakan mas supri di tanah
Syukurlah mereka menemukan mas supri namun dlm keadaan duduk menutupi mukanya dgn tangannya, seperti sdg melihat sosok seram.

"Pri lu gpp ? Pri sadar, ini unang"

Supri membuka mukanya dan terlihat dgn menangis
"Lu knp pri ? Lu liat apa ?"
"Tentara tadi nang,!dia dateng lagi. Gua takut, bawa gua pergi dari sini nang"

Ternyata sosok itu memang udh ngincer mas supri karna kata pak kirno, aura mas supri sudah membuat sosok2 yg ada disini tertarik kepadanya
Pak kirno terlihat diam saja, seperti sdg berkomunikasi.

"Mas, bawa temannya ke tenda ya. Saya takut terjadi hal yg lebih mengerikan kalo dia masih disini"
"Baik pak"

Mas unang langsung membawa mas supri kembali ke tenda, pak kirno ikut menemani
Takut terjadi hal2 yg tidak di inginkan dijalan nanti. Mas supri diam, tak ada sepatah kata pun yg keluar dari mulutnya. Hanya suara tangisan darinya yg menemani jalan mereka sampai ke tenda. Syukur tidak ada makhluk yg mengganggu diperjalanan itu..
Sesampainya di tenda, mas supri langsung diberikan air putih yg sudah dibaca2 oleh pak kirno. Setelah minum, mas supri di ijinkan untuk tidur agar kondisinya kembali stabil. Auranya sudah seperti orang yg sangat ketakutan kata pak kirno
Akhirnya mas unang dan pak kirno kembali ke tambang, syukurnya kata mas unang tidak ada gangguan yg parah. Hanya ada suara langkah kaki dan suara bisikan aja kata mas unang tapi itu hal yg sudah biasa di tambang itu jadi mas unang tidak takut
H-6 sebelum pergi

Hari ini mas supri tidak ikut karna dia sudah tidak kuat melanjutkan pekerjaan itu, mungkin mentalnya sudah terkikis kemarin. Mas unang sekarang sendiri, menuju tambang angker tersebut
Hari ini mas unang kebagian shift 2 yaitu pukul 01.00. Aneh, kenapa pada saat bagian penambang lain tidak ada yg sampai kembali ke tenda ? Apa mereka tidak mendapat gangguan ? Ah mungkin mereka sudah terbiasa..
Tak terasa sudah shift mas unang, berangkat lah dia dgn sosok yg dia harapkan bisa bersama dgnnya yaitu pak kirno. Karna mas supri tidak masuk akhirnya mas unang hanya berdua saja dgn pak kirno menuju tambang
Disini mas unang sudah agak ragu untuk melanjutkan, ntah knp perasaannya tiba tiba tidak enak seperti akan terjadi sesuatu. Namun langsung ditepis oleh mas unang, mencoba berpikir positif untuk mengurangi ketakutan yg menghinggapinya
Cuaca saat itu mau hujan, kilat petir ikut menerangi jalan mereka menuju tambang. Kata mas unang, suasan makin mencekam kalo ditambah adanya kilatan petir ini, jujur aja mas unang sekarang takut banget
"Mas, berdoa minta perlindungan yg diatas. Aura mu perlahan berubah warnanya"
"Baik pak"
"Karna kita hanya berdua, saya tidak akan kode2 lg ya kalo ada sesuatu yg tidak beres"
"Iya pak"

Siapa yg tidak makin panik digituin kan..
Disaat berjalan disetapak, tiba tiba pak kirno berhenti dan mengajak mas unang untuk minggir sebentar. Kata pak kirno ada yg mau lewat, sosok dgn tingkatan yg cukup kuat kata pak kirno.

"Knp pak?"
"Ada yg mau lewat, sepertinya ini rajanya"
Mas unang langsung menelan ludah, khawatir sosok itu tiba2 menampakkan dirinya.

"Tahan nafas kamu kalo ga kuat ya"
"Hah knp emangnya pak?"

Tidak sempat dijawab oleh pak kirno, tiba2 mas unang mencium aroma yg sangat menyengat
Aroma busuk tepatnya dicampur bau anyir darah seperti melewati mereka berdua, mas unang langsung menahan nafasnya karna emang bau nya sangat menusuk hidung. Entah apa sosok itu tapi yg pasti sangat menyeramkan
"Ayo kita lanjutkan"
"Pak, emang sosok apa tadi?"
"Yakin kamu ingin tahu?"
"Iya pak"
"Jgn takut ya"
"Iya pak"
"Sosok tentara belanda, berjalan sendiri namun memegang tali"
"Tali?"
"Iya, diujung tali tersebut ada 18 kepala"

Mas unang langsung terdiam
"Hanya kepala pak ?"
"Iya, tanpa badan"
"Lalu bau tadi darimana pak ?"
"Kalau bau itu dari sosok tentaranya dan anyir darahnya dari kepala yg di iket itu. Keliatan darahnya masih mengalir"

Mas unang gak bisa ngebayangin kalo ngeliat itu langsung pasti udh pingsan
"Mas kuatin baca2nya, banyak sosok yg memperhatikan kita. Terutama mas nya, mereka mengincar mas"
"Aduh pak, kok saya jadi ngeri ya"
"Tak apa, ada saya"

Kalau dlm posisi kek gini itu siapa sih yg ga panik kan
Sampailah di mulut tambang, mas unang dan pa kirno berpisah ke cabang masing2. Kembali ragu2 untuk masuk ke dalam, mas unang seperti ada yg mendorongnya lagi. Namun sudah terlanjur sampai mau ga mau harus melanjutkan
1 jam sudah mas unang menambang, tidak terjadi apa2. Kilat dan suara petir kian terdengar dari dlm tambang, angin pun cukup meniup kencang ke arah setiap cabang, dingin dan menambah suasana makin mencekam
Tiba2 ada yg melempar batu ke arah mas unang dari arah ujung tambang, sudah paham pasti bukan kelakuan manusia karna cuma mas unang sendiri disana. Sekali, dua kali, tiga kali masih mas unang cuekin lemparan batu tersebut
Lemparan ke empat mas unang udh muak dan langsung teriak

"DIAM, APASIH MAU KALIAN GANGGU KITA HAH ?!!"

Fyi makhluk halus itu paling tidak suka ditantang

Setelah teriak, langsung ada suara tawa dari dalam tambang. Berat, seperti suara laki2 yg sudah berumur
HAHAHAHA HAHAHAHA

Ntah apa maksudnya, sosok itu seperti senang mengganggu mas unang.

"SAYA TIDAK TAKUT DGN KALIAN, KALO BERANI TUNJUKIN WUJUD KALIAN"

Oke, ini kesalahan kedua mas unang
Pada saat bicara seperti itu, mas unang mengarah ke dlm tambang. Benar saja, karna merasa ditantang, sosok itu pun perlahan menampakan dirinya.

Samar2 sosok itu muncul yg membuat mas unang kembali terdiam
Oke sosok itu sekarang sudah muncul secara utuh namun transparan, sosok itu terlihat memakai baju tentara yg berlumur darah. Wajahnya yg tampak hanya setengah, bagian mulutnya tidak ada, satu matanya menggantung seperti ingin lepas dari tengkorak
Mas unang tidak bisa apa2, mas unang terpaku, sosok itu perlahan mendekati mas unang yg terbujur kaku karna takut. Mas unang mencoba baca2 ayat al quran didalam hati, berharap sosok itu hilang
Namun sosok itu tetap aja makin dekat, ntah tidak terpengaruh atau mas unang salah membacanya. Sekarang sudah dekat, berdiri tepat didepan mas unang yg matanya makin terbuka lebar karna melihat sesuatu yg mengerikan
Terlihat rongga mulut dan lehernya yg dipenuhi oleh belatung, satu mata yg menggantung dan satu lg tanpa pupil alias putih semuanya. Mas unang ingin teriak namun tidak bisa, dia sudah pasrah bila terjadi sesuatu
Tiba tiba dari belakang terdengar suara

"PERGI KAMU, JGN GANGGU DIA !!"

Mas unang kenal suara itu, suara pak kirno. Sosok itu langsung menghilang persis didepan mas unang yg masih terdiam kaku
"Kamu tidak apa2 nang ?"

Mas unang masih tidak dpt bicara, ia masih terbayang sosok yg baru saja muncul tepat didepa mukanya. Sungguh seram kata mas unang, mengerikan melihat rongga mulutnya yg dipenuhi belatung
Pak kirno langsung mencoba menenangkan mas unang, diusapnya muka mas unang dgn bacaan yg hanya diketahui oleh pak kirno. Agak lega kata mas unang, namun rasa takut tidak bisa dihilangkan
"Kamu yakin masih kuat nang ?"
"Insha allah pak masih"
"Yasudah saya kembali ke cabang ya, kalau melihat lg langsung panggil saya"

Pa kirno kembali, mas unang mencoba untuk melawan rasa takutnya itu namun sulit sekali rasanya
Mas unang kembali melanjutkan pekerjaannya, sosok itu emang ga kembali lg tapi gangguan tetap masih ada namun hanya sebatas bunyi2 seperti biasa. Kembali terdengar suara langkah kaki prajurit yg sedang jalan berbaris
Langkah itu terdengar seperti banyak sekali, dari arah luar cabang suata itu berasal dan mas unang tersadar kalau suara itu perlahan mendekat ke arahnya. Gugup iya cuma karna sudah biasa mendengar suara itu jadi santai aja mas unangnya
Sekarang suara itu seperti berjarah 2 meter dari nya dan BERHENTI tepat dibelakang mas unang. Mas unang kembali panik, dia takut sosok itu menyerang mas unang secara tiba2. Mencoba mengalihkan pikiran kesitu namun tetap tidak bisa
Tiba tiba ada yg menepuk lengan mas unang, kaget dan alat2 yg dipakainya berjatuhan dibawah. Kata mas unang rasanya itu sakit banget, seperti terbakar kata mas unang. Karna sudah bermain fisik, mas unang berjalan meninggalkan cabangnya
Dan mengarah ke cabang pak kirno, beruntung pak kirno tidak meninggalkan mas unang.

"Pak kita balik yuk, saya sudah tidak kuat. Lagipula mau ujan pak berbahaya"
"Oke mari mas"

Fyi tambang suka banjir kalo hujan dan berbahaya ya
Diperjalanan mas unang bertanya knp mereka suka sekali mengganggu, namun, kata pak kirno bukan mereka yg mengganggu kita tapi kita yg mengganggu mereka dgn kehadiran kita disini. Pak kirno melihat ada sosok yg sudah berusia kira2 700 tahun dan itu rajanya disini
Semenjak ditinggalkan belanda, kan jadi tempat kosong nah saat itu lah mereka menempati tempat ini. Ibarat kata ini sudah jadi rumah mereka mas dan kita adalah tamu yg tidak diharapkan oleh mereka
Oo begitu. Benar saja ditengah perjalanan rintik hujan mulai berjatuhan, mas unang dan pak kirno berlari kecil agar dapat sampai tenda tanpa kehujanan.
Lanjut besok ya, ngantuk.
H-5 sebelum pergi

Hari ini mas unang tidak masuk bekerja karena melihat kondisi mas supri yang terlihat cukup parah sakitnya, karena ngerasa teman satu perjuangan akhirnya mas unang putusin buat stay di kontrakannya untuk merawat mas supri
Kata mas unang, dia udh bawa mas supri ke dokter tapi percaya atau engga kata dokter mas supri itu bae2 aja alias gak sakit. Kok bisa ?! Padahal jelas2 badannya mas supri itu panasnya tinggi, tapi pas di cek kondisinya normal
Aneh, mas unang pun bingung mau ngasih obat tapi kata dokter mas supri gpp. Akhirnya mas unang beliin paracetamol buat redain panasnya mas supri yg tinggi. Selain panas, mas supri jg ga bisa bangun dari tempat tidurnya, badannya terasa lemes banget katanya.
Seharian mas unang ngejaga mas surpi, kalo lg tidur mas supri selalu ngigau hal2 yg aneh dan bikin dia ketakutan. Selalu kebangun tiba2 dan jg pasti keringetnya banyak, kaya tidur sambil lari pagi gitu.
Malem jam /11 mas unang udh siap2 mau tidur, mas supri juga udh tidur dari jam /9 setelah dikasih obat. Panasnya jg blm turun dari pagi, rencananya besok mau dibawa sama mas unang ke dokter lg saking ga percayanya.
Setelah matiin lampu, mas unang nyoba meremin matanya tapi agak susah karna blm terlalu ngantuk. Bingung mau ngapain jg karna di kontrakannya ga ada tv, sosmed pun waktu itu blm ada. Setengah jam mas unang cuma geser2 badan doang dikasur saking ga bisa tidurnya
Tiba2 ada suara orang mengetuk pintunya, siapa jam segini yg bertamu? Mas unang heran karna rumah pekerja lainnya berjarak cukup jauh dari kontrakan dan jg ga mungkin jam segini ada yg bertamu kan..
Mas unang bangun dari kasurnya, nyalahin lampu dan berjalan ke arah pintu depan. Setelah pintu dibuka, ga ada siapa2. Mas unang ampe keluar kontrakan nyari2 siapa yg ngetuk pintu tapi sepi, penghuni kontrakan lain pun udh pada tidur semua.
Ah mungkin orang iseng pikir mas unang, dia masuk lg ke dalem. Setelah pintu ditutup, mas unang lanjut rebahan ke kasurnya supaya bisa tidur. Ga lama ada yg ngetuk pintunya, mas unang kesel siapa sih yg iseng jam segini..
Bangun lg dan nyalahin lampu, buka pintu dan ternyata kosong. Masih mas unang cuekin, masih berpikir mungkin orang iseng yg ngetuk2 atau tetangga kontrakannya. Sekarang lampu dibiarin nyala, mas unang balik rebahan dikasur.
5 menit kemudian kembali ada yg ngetuk pintunya, oke kali ini mas unang kesel dibuatnya. Langsung lari ke arah pintu depan dan pas dibuka..

Dengan jelas mas unang ngeliat sosok yg diliat sama mas supri waktu di tambang, sosok tanpa kepala berbaju tentara..
Mas unang terpaku disitu, dia ga bisa gerak. Terlihat jelas bagian lehernya yg terpotong, darah mengalir dan jg ada beberapa belatung disekitaran lehernya. Mas unang gemeteran, keringet dingin udh keluar diseluruh badannya. Tidak lama sosok itu menghilang..
Setelah menghilang, mas unang baru bisa bergerak dan langsung menutup pintunya lalu berlari ke kamar untuk tidur. Mas unang mencoba buat meremin matanya tapi ga bisa karna dia masih dlm kondisi ketakutan..
Tiba tiba ada suara dan suara itu berasal dari depan kamarnya. Suara pedang yg seperti ditempelkan ke ubin..

*sreenggg...sreenggg*

Mas unang makin ketakutan, dia mencoba baca2 semua surat yg dia apal berharap sosok itu pergi.
Mas unang takut terjadi apa2, dia mau bangunin mas supri tapi ga tega karna lg sakit. Suara pedang itu makin dekat, terdengar seperti ada di dalam kamar!

"Ya allah tolong aku"

Mas unang udh pasrah, dia ga berani nengok.
Selain suara pedang, ada juga suara langkah kaki orang memakai sepatu. Suara itu ada didalam kamar, mendekat dan berhenti tepat disamping kasur mas unang dan mas supri.

Mas unang udh gak tau harus gmn, dia cuma bisa pejamin matanya dan berdoa sebanyak mungkin
Berharap sosok itu kembali ilang.

Sekarang suasana kembali hening, ga ada lg suara langkah kaki dan pedang seperti sebelumnya. Mas unang pikir mungkin sosok itu udah pergi, dia mencoba memberanikan diri untuk nengok ke belakang
Ternyata mas unang salah, sekarang sosok itu ada tepat dibelakang dia! Sosok itu seperti bersiap untuk mengayunkan pedangnya ke arah mas unang, sosok tanpa kepala itu seperti ingin mengeksekusi mas unang.
Mas unang hanya bisa terdiam, kembali terpaku ga bisa menggerakan badannya. Badan mas unang bergetar hebat, rasanya ingin pingsan tapi ga bisa. Kata mas unang, rasanya disitu seperti ingin mati aja saking ga bisa gerak dan bernafas pun susah.
Mas unang udh mencoba teriak tapi seperti tidak ada yg mendengar, mas supri pun masih terlelap di tidurnya. Mas unang mencoba gerakin tangannya buat bangunin mas supri tapi ga bisa. Sampai akhirnya sosok itu mengayunkan pedangnya dan..

Hilang..
Iya, saat pedang itu mengayun kearah mas unang, sosok itu tiba2 hilang begitu saja. Mas unang lemes, badannya udh penuh dgn keringet, badannya sekarang udh bisa digerakkan. Dia masih ga nyangka knp sosok itu sekarang mengganggu di luar tambang..
Mas unang bangun dan mengambil wudhu, dia ga tau harus gmn sekarang. Mau tidur tapi kondisi ketakutan gitu ga bisa buat merem. Setelah wudhu dia balik ke kamarnya dan ada hal yg aneh, mas unang ngeliat mata mas supri melek dan jg melotot. Tatapannya ke arah atas.
"Pri, lu kenapa?! Ga lucu ya, jgn nakutin deh"

Mas unang nyoba goyang2 badannya mas surpi tapi tetep ga bergeming, matanya tetep melotot dan jg ga berkedip sama sekali. Tiba2 mas supri tertawa yg ngebuat mas unang panik dan jg ketakutan..
"HAHAHAHA"

Itu bukan suara mas supri, suara itu berbeda sekali. Setelah tertawa, mas supri nengok ke arah mas unang yg ngebuat mas unang makin ketakutan. Matanya itu terlihat berbeda kata mas unang.
Mas unang sadar kalo ada yg janggal, ini tanda2 seperti orang yg kesurupan. Mas unang bangun dan ngambil hpnya, dia mau nelpon pa kirno karna cuma dia yg bisa bantu disaat seperti ini.

"Tuuuuttt..tuuuuutttt...halo nang"

Beruntung pa kirno angkat telponnya
"Pak tolong saya, supri sepertinya kerasukan pak"
"Waduh, sekarang ada dmn kalian?"
"Saya ada dikontrakan pak, tolong pak saya ga tau harus bagaimana"
"Baik saya kesana sekarang dari tambang ya"
"Baik pak terima kasih banyak"

Beruntung pak kirno baru kelar bekerja.
Sembari menunggu pak kirno, mas unang ngeliat supri yg selalu aja menatap tajam mas unang. Katanya mata mas supri itu bener2 engga kedip sama sekali dan jg agak kemerahan, saking takutnya ditinggal sama mas unang keluar dari kamar.
Hampir 30 menit mas unang nunggu pak kirno dan akhrinya tiba didepan kontrakan.

"Masuk pak, suprinya ada dikamar. Maaf merepotkan mlm2 gini pak"
"Tidak apa2, saya jg penasaran siapa yg merasuki mas supri ini"
Setelah itu pak kirno masuk kamar dan langsung memegang mas supri, matanya langsung menatap pa kirno yg baru aja dateng.

"SIAPA KAMU ?! PERGI !! SAYA INGIN BERADA DI TUBUH INI !!"

Tiba2 mas supri bicara seperti itu setelah melihat pak kirno
Pak kirno memegang kepala mas supri dan jg meminta mas unang untuk memegang tangannya mas supri yg terlihat mengepal.

"kenapa kamu masuk ke tubuh ini ? Apa mau kamu ?"
"PERGI !! ATAU SAYA BAWA TUBUH INI !"
"kamu itu siapa ? Mau saya bakar ?"

Gua lupa namanya tapi kata mas unang sosok itu dari area tambang, tapi ga tau tentara belanda itu atau yg lain.

"Keluar sekarang atau saya akan bakar kamu sampai habis"
"SAYA TIDAK TAKUT !! KALIAN ADALAH MANUSIA2 YANG LEMAH !!"
"Lawan saya, jgn kamu sakiti tubuh ini"
"TIDAK !! SAYA SUKA DITUBUH INI !!"

Karna pak kirno ga mau berlama2, akhirnya pak kirno nyoba buat keluarin sosok ini dari tubuhnya mas supri. Badannya mas supri langsung berontak, kekuatannya kuat banget sampe mas unang kewalahan
"TIDAAAAKKKKK !!! PANAAAAASSSS !!! AMPUUUNNNN !!"
"Keluar sekarang !!"
"TIDAK !! SAYA TIDAK AKAN KELUAR DARI TUBUH INI !!

Karna sosok ini menolak, maka makin kesal pa kirno ini dibuatnya..
Hampir 10 menit proses ngeluarin sosok ini dari badannya mas supri, akhirnya berhasil.

"Alhamdulillah, saya udh bakar sosok tadi nang. Mudah2an ga ada yg masuk ke badannya supri ya"
"Syukurlah, emang sosok apa tadi pak?"
"Pocong"
Mas unang heran karna dia kira sosok kepala buntung itu yg masuk ke badan mas supri.

"Saya kira yg kepala buntung itu pak"
"Kalo itu ada didepan, lg berdiri dia"

Mas unang was was, dia takut sosok kepala itu kembali masuk ke dalam.
"Sosok kepala itu tadi masuk kesini pak, tolong pak bisa usir dia tidak ?"
"Bisa, tapi tenaga saya udh mau abis nang. Kalopun dilawan pasti saya yg kalah"
"Terus gmn pak ? Saya takut pak"
"Gini aja, untuk sementara saya pagari ya biar sosok itu ga bisa masuk ke dalam"
"Oh iya pak"
"Besok saya kesini lg, tunggu tenaga saya pulih dulu nang"

Setelah semua aman, pak kirno pamit kembali kerumahnya dan mas unang nyoba buat tidur lg. Untungnya kali ini dia ngantuk jadi langsung terlelap.
Esoknya pa kirno balik ke kontrakan jam 15.00 sore, mas unang nyediain kopi dan rokok untuk pa kirno sebagai rasa terima kasihnya telah dibantu pak kirno.

"Nang, kamu ajak supri ke tempat lain dulu ya. Saya takut nanti kalian berdua kena serangan"
"Baik pak"
Mas unang bawa mas supri ke tetangga sebelah dan ditanya emangnya ada apa sampai bawa mas supri pindah. Mas unang berasalan mau perbaiki kamarnya, sengaja berbohong agar penghuni kontrakan yg lain tidak ketakutan.
Mas unang ga berani nemenin pak kirno dan jg pak kirno ngelarang mas unang buat balik lg. Hampir 1 jam pak kirno didalem kontrakan mas unang, ntah apa yg terjadi didalem. Mas unang cuma berharap sosok itu bisa hilang dan ga ganggu mas unang lg.
Akhirnya pak kirno selesai dan keluar dari kontrakan mas unang, kata pak kirno ada 3 sosok dikontrakannya dan ada 2 yg berasal dari tambang. Mungkin sosok ini ngikutin mas unang/mas supri dari tambang, cuma kata pak kirno yg menarik mereka ikut karna mas supri.
Mungkin karna kondisi mas supri yg lemah saat itu jadi menarik mereka buat ikut ke kontrakan. Kata pak kirno mas supri itu bukan sakit tapi ketempelan, sosok kepala buntung itulah yg ngebuat mas supri terlihat sakit.
H-3 sebelum pergi

Ternyata benar, setelah sosok kepala buntung itu diusir oleh pak kirno, sekarang mas supri udh sehat. Aneh, padahal sebelumnya mas supri ini pucet banget seperti mayat. Tak apalah, yg penting sekarang mas supri udh ga sakit lagi.
Walaupun udah sehat, mas supri tetep blm mau ke tambang karna masih dlm keadaan yg cukup trauma. Dgn berat hati mas unang kembali berangkat sendiri, sebenernya males cuma karna kemarin udh izin mau ga mau sekarang harus masuk.
Jam 5 mas unang berangkat dari kontrakan ke tambang, tapi ditengah perjalanan ban motornya bocor. Padahal blm juga jauh dari kontrakan, akhirnya mas unang dorong motornya. Disini mas unang berpacu dgn waktu, dia ga mau kejadian sebelumnya dijalan menuju tambang terulang
Emang itu hari sialnya mas unang, sampai jam 17.45 dia baru nemu tukang tambal ban. Disaat ban sedang ditambal, mas unang galau apa dia tetep berangkat atau balik ke kontrakan. Kalo balik ke kontrakan, bosnya bisa marah kalo dia ga dateng hari ini
Kalo ke tambang, bertaruh mental dijalan sepi menuju tambang. Ga ada pilihan yg ringan, semuanya sulit ampe bikin mas unang pusing mikirinnya. Akhirnya dia kuatin tekad buat ke tambang, masalah dijalan nanti dia ga peduli yg penting sampe tambang nanti
Jam 17.55 mas unang berangkat, lampu motornya yg tidak terlalu terang menyorot jalan yg gelap. Saat tiba dijalan yg angker, mas unang berdoa semoga tidak ada gangguan kali ini. Bukan tidak mau ngebut, hanya saja jalan menuju tambang itu tidak halus dan banyak bebatuan
Terlalu beresiko kalo ngebut, lebih baik pelan tapi sampai walaupun jantungnya udh berdetak dgn kencang. Tibalah dibelokan yg mas unang pertama kali bertemu kakek2 itu, tapi kali ini kakek2 itu ga ada namun bukan berarti mas unang aman.
Dibelokan tersebut motor mas unang pernah mogok dan kali ini kembali mogok, jantung mas unang terasa mau copot. Berulang kali dia coba nyalahin motornya tapi ga berhasil juga, mas unang udah merinding dan jg keringetnya udh mengalir cukup banyak.
Banyangkan bagaimana kita ada diposisi tersebut, pasti kita jg akan merasakan seperti yg mas unang rasakan. 10 menit motor mas unang tidak nyala jg, dia berhenti sejenak untuk beristirahat karena cape menyela motor yg tidak nyala2
Mas unang keluarin hpnya mau nelpon pak kirno untuk meminta bantuan tapi ntah knp saat itu sinyal gak ada sama sekali, baiklah memang harus pasrah. Disitu mas unang merasa ada yg memperhatikan dia cuma dia ga berani buat nengok ke kanan dan kiri
Mas unang cuma berani liat spidometer motornya, berharap tidak ada yg mengganggu dia. Sembari baca2, mas unang tetep liat hpnya berharap muncul satu sinyal agar dia bisa nelpon pak kirno. Cuma semuanya terasa sia2 karna tidak ada secuil pun sinyal yg masuk ke hp nya
Disaat mas unang sibuk mencari sinyal, dari arah kanan mas unang seperti ada suara yg memanggil namun berbisik. Mas unang tetep cuekin suara itu, dia ga mau nengok ke kanan karna takut apa yg dia liat itu menyeramkan.
Tapi suara itu makin lama makin dekat, seperti ada disamping kupingnya. Mas unang beranikan diri buat nengok dan benar saja ternyata tepat disampingnya itu udh berdiri satu sosok yg menurut mas unang serem dan menjijikan.
Sosok laki laki namun dgn kulit yg tidak normal, seperti membusuk dan mengeluarkan darah serta nanah di mukanya. Matanya yg putih dan mukanya itu seperti busuk membengkak, sampai tidak terlihat mulut dan hidungnya.
Mas unang pasrah, dia makin menguatkan baca2 doanya agar sosok itu pergi. Namun sosok itu masih aja berdiri disana, mas unang buang muka dan pelan2 mendorong motornya. Mas unang sebenernya udh lemes tapi dia kuat2in
Ga jauh dari situ, mas unang kembali ngeliat sosok yg seram. Sosok itu ada ditengah jalan dan seperti udh menunggu mas unang. Besar berbulu hitam, namun berkepala manusia. Ukuran kepalanya itu seperti kepala manusia, namun badannya besar banget
Mas unang berenti, dia ga berani buat ngelanjutin jalannya. Mata sosok itu merah menyala dan melihat mas unang seperti dlm keadaan marah, apa mas unang buat salah sampe mereka seperti marah dgnnya ?
Perlahan sosok itu hilang, sudah selesai ? Blm, sosok selanjutnya bikin mas unang kebingungan dan sangat takut ngeliatnya. Dari belakang mas unang terdengar suara langkah kaki, suara langkah itu banyak dan juga random.
Suara kakinya mendekat tapi mas unang ga berani nengok karna dia takut dan jg udh ga berani buat apa2. Akhirnya sosok itu lewat dan ternyata yg lewat adalah sekumpulan orang membawa keranda melewati mas unang yg kaku disitu.
Sekumpulan orang itu seperti orang biasa, memakai peci namun semua mukanya putih pucat. Lewatin mas unang seperti mereka ga tau kalo ada mas unang disitu, yg lebih menyeramkan lg didalam keranda itu kosong !
Mental mas unang udah ga kuat, setelah rombongan itu lewat mas unang langsung merasa gelap. Iya, mas unang disini pingsan dijalan yg gelap dan jg tergeletak disamping motornya.
Pagi harinya mas unang sadar dan dia sudah ada ditenda tambang, kok bisa ?!

Jadi ternyata mas supri nelpon ke pak kirno karna dia nelpon mas unang nomornya tidak aktif. Pak kirno nanya mas unang jalan jam brp, ya mas supri jawab jam 17.00
Sadar ada yg ga beres sampe jam 20.00 mas unang blm sampe juga, pak kirno berinisiatif menyusuri jalan menuju tambang karna perasaan pak kirno langsung ga enak. Pa kirno minta salah satu penambang nemenin dia karna takut ada apa2 nanti dijalan
Setelah jalan cukup jauh dari area tambang, pak kirno akhirnya nemuin mas unang tergeletak dan posisinya itu udh dipinggir jurang ! Untung aja pak kirno keburu sampai jadi langsung diselamatkan dan dibawa ke tenda tambang.
Setelah sampai tenda, pak kirno nyoba buat sadarin mas unang tapi gak sadar2. Akhirnya didiemin ama pak kirno sampe pagi. Asli kata mas unang dia udh mengigil ketakutannya, terakhir dia inget pas ngeliat rombongan bawa keranda itu yg paling serem karna aneh
Siapa yg bawa keranda mlm2 ditengah jalan yg sepi itu ?!

Setelah sudah agak segar, mas unang bersama yg lain pulang ke kontrakan dan rumahnya masing2. Kali ini mas unang ikut trauma, dia ngerasa udh cukup kerja disitu karna gangguannya yg besar
Sampai dikontrakan, mas supri langsung nanya kmn mas unang semaleman karna dia nelpon nomernya ga aktif. Setelah semua diceritain sama mas unang, mereka berdua langsung sepakat untuk pulang. Mereka ngerasa pekerjaan ini terlalu berat..
Siangnya, mas unang nelpon salah satu ketua tambang dan meminta izin untuk mengundurkan diri berdua karna sudah tidak kuat dgn gangguannya, ketua tambang tersebut awalnya tidak menerima pengunduran diri mereka.
Tapi setelah di yakinkan kalo mereka gak kuat, akhirnya dia terima. Cuma ada yg disesalkan sama mas unang, gajinya untuk bulan itu tidak dibayar karna mas unang dan mas supri tidak bekerja sampai sebulan penuh..
H-1 sebelum pergi

Mas unang dan mas supri beberes barang2nya, sekarang mereka bakal balik ke rumahnya masing2. Mas unang terlebih dahulu menelpon ortunya untuk minta maaf karna udh kabur dari rumah dan tidak memberi kabar.
Hari H

Waktunya tiba untuk pergi dari daerah ini, segala macam gangguan akan mereka tinggalkan. Mas unang dan mas supri berharap sosok2 disana tidak ikut mereka ke rumah, sudah cukup mental mereka terkuras.
Sebelum berangkat pulang, mas unang dan mas supri terlebih dahulu pamit ke semua pekerja dan terutama ke pak kirno yg udh bantu mereka. Pak kirno bilang hanya yg kuat bisa bertahan kerja disini..
Mas unang dan mas supri tidak tersinggung, mereka paham kalo emang tenaga aja ga cukup bekerja disitu. Walapun penghasilannya cukup besar, tapi kalo mental lemah percuma. Bisa jadi malah nanti kejadian lebih parah..
Itu lah kisah mas unang dan mas supri, semuanya atas dasar apa yg dialamin mereka langsung. Gua gak tambah/kurangi ya, itu semua udah sesuai dgn apa yg mereka rasakan disana. Btw tambangnya udh ditutup sekarang karna terjadi longsor, sedihnya ada 3 pekerja tambang yg terjebak
Dan juga meninggal, semoga mereka diterima disisinya, aminn.

Maaf kalo ada kesalahan kata ya, terima kasih semuanya 🙏
Missing some Tweet in this thread?
You can try to force a refresh.

Like this thread? Get email updates or save it to PDF!

Subscribe to Ryan NF
Profile picture

Get real-time email alerts when new unrolls are available from this author!

This content may be removed anytime!

Twitter may remove this content at anytime, convert it as a PDF, save and print for later use!

Try unrolling a thread yourself!

how to unroll video

1) Follow Thread Reader App on Twitter so you can easily mention us!

2) Go to a Twitter thread (series of Tweets by the same owner) and mention us with a keyword "unroll" @threadreaderapp unroll

You can practice here first or read more on our help page!

Follow Us on Twitter!

Did Thread Reader help you today?

Support us! We are indie developers!


This site is made by just three indie developers on a laptop doing marketing, support and development! Read more about the story.

Become a Premium Member ($3.00/month or $30.00/year) and get exclusive features!

Become Premium

Too expensive? Make a small donation by buying us coffee ($5) or help with server cost ($10)

Donate via Paypal Become our Patreon

Thank you for your support!